
Algi terus berjalan mendekati Tiara yang kini semakin tersedu dengan menunduk. Algi berdiri tepat di hadapan kedua perempuan yang satu sedang mendongak menatapnya dan yang satu lagi sedang sesegukan di belakang sana.
Gadis yang berdiri tepat dihadapan Algi itu mendongak melihat wajah Algi. Wajah itu mendadak merona karena ia kira dirinya lah yang didatangi oleh Algi.
Ia terus menunduk karena malu. Rayyan terkekeh melihat itu. Algi tersenyum melihat pujaan hatinya itu menangis.
"Sayangku.. cintaku.. Pujaan hatiku.. Istriku..."
Deg!
Deg!
Gadis yang tadinya menunduk kini mendongak melihat Algi yang kini sedang menatap seseorang di belakangnya.
Gadis itu menoleh ke belakang dan terlihat jika sang sekretaris direktur mereka saat ini sedang menagis sesegukan.
Gadis itu terkejut bukan main. Dengan spontan ia memberi jalan untuk Algi yang kini berada di hadapannya dan menghalangi jalan sang Bos mereka untuk bertemu sang Istri.
"I-istri???" gumam nya dalam hati dengan wajah pucat pasi.
__ADS_1
Sementara Algi semakin mengikis jarak dengan nya saat ini. Ia mengusap hijab kuning yang di kenakan Tiara hari ini. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya.
"Sayang, Tiara. Istriku.." panggil Algi lagi membuat lutut Tiara lemas bagai tak bertulang.
Ia luruh ke lantai. Tetapi belum sempai ia jatuh, Algi sudah lebih dulu menangkap tubuh hangat dan chubby milik sang istri yang hampir jatuh ke lantai.
"Sssstttt.. Sudah. Jangan menangis.." katanya pada Tiara yang semakin tersedu di pelukan Algi yang kini sedang mengusap hijab kuningnya dengan sayang.
Hati Tiara semakin tersayat. Ia pikir Algi akan marah-marah saat bertemu dengannya. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya.
Algi memeluknya dengan erat dan melabuhkan ciuman hangat di pucuk kepalanya yang tertutup hijab.
Rayyan terkekeh kecil saat sambungan video di seberang sana menunjukkan sang mami dan sang Papi yang kini sedang saling berdebat karena ketahuan jika sang papi lah hingga Tiara bisa bekerja disana.
Dan hal itu yang tidak diketahui oleh mami Alisa. Rayyan hanya bisa tertawa melihat kedua orang tuanay terus berdebat tetapi menangis.
Ia pun demikian. Rayyan menyusut bulir bening yang akan mengalir di sudut matanya. Ia terus tersenyum melihat adik lelakinya sudah bisa bertemu kembali setelah lima tahun berlalu.
"Ssstt. Sudah. Kita masuk ya? Nanti Abang jelaskan sama kamu kenapa dan apa. Dan kamu pun harus mengatakan berapa orang anak kita. Tiga? Atau dua? Bukankah mereka kembar saat kamu hamil lima tahun yang lalu?" kata Algi yang masih bisa terdengar oleh seluruh karyawan disana.
__ADS_1
Bukannya menjawab, Tiara malah memeluk Algi semakin erat. Cincin pemberian Algi saat mereka menikah tujuh tahun yang lalu masih tersemat di jari manisnya yang sebelah kanan hingga saat ini.
Tidak pernah sekalipun ia lepaskan. Tiara memeluk tubuh hangat Algi yang sangat ia rindukan selama lima tahun ini.
Ia semakin sesegukan. Algi semakin erat memeluknya. Ia membawa Tiara dari sana menuju keruangan direktur.
Karena Tiara tidak sanggup berjalan karena kakinya yang tidak berdaya untuk berjalan karena sangat shock, malah di gendong oleh Algi ala bridal style.
Membuat karyawan disana semakin terperangah melihatnya. Tiara tidak memikirkan apapun lagi saat itu.
Yang ia inginkan hanya menangis dan menangis untuk melupakan rasa sesak di dadanya yang terpendam selama lima tahun lamanya karena sangat merindukan Algi.
Suami tercintanya hingga saat ini.
Melihat Algi sudah masuk keruangannya bersama Tiara, kini ia yang akan menjelaskan tentang siapa Tiara yang sebenarnya dan kenapa tiara bisa menjadi istri Algi secara tiba-tiba.
Agar tidak terjadi kesalah pahaman yang berkepanjangan mengingat adik tampannya itu begitu banyak yang menyukainya.
Salah satu nya gadis yang tadi sempat terkejut saat Algi memanggil Tiara istrinya. Rayyan tau.
__ADS_1
Jika gadis itu yang telah menyebarkan gosip miring tentang Tiara hingga membuat nama Tiara sedikit buruk sebagai sekretaris Algi selama dua tahun ini.