Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Tiara


__ADS_3

Algi pulang dengan hati yang lara karena kepergian Tiara istri tercintanya. Cinta masa kecil hingga berlanjut saat mereka hampir beranjak dewasa.


Ia tiba diruma Mami Alisa dengan lesu. Ia melewati kedua paruh baya yang tertegun melihat wajah lesu sang putra setelah kepergian Tiara ke Bandara.


Bukan Papi Gilang tidak tau tentang keadaan putranya. Mudah baginya untuk tau seperti apa kehidupan rumah tangganya. Tetapi ia tidak ingin ikut campur, selama Algi tidak ingin meminta pertolongan baik dalam itu saran maupun masalah keuangan, maka dirinya tidak akab berbicara dan ikut campur.


Karena ia tau seperti apa putra bungsunya itu. Yang sama seperti dirinya dulu. "Pi.." lirih Mami Alisa sambil memeluk tubuh Papi Gilang


"Sabar.. Biarkan Abang yang bercerita sama kita terlebih dahulu. Jangan gegabah bertanya kepadanya. Tidakkah kamu melihat wajahnya yang begitu murung?"


Mami Alisa menggelengkan kepalanya, "Tetapi putra kita sedang terluka Pi.." lirihnya lagi


"Kita tidak bisa berbuat apapun saat ini. Sebaiknya kita tunggu saja ia berbicara. Papi yakin, kalau Abang pasti akan berbicara kepada kita nantinya. Ayo, kita ke kamar dulu. Kamu tidak boleh banyak berpikir. Ingat sakitmu," peringatnya pada mami Alisa yang membaut wanita paruh baya itu mengangguk dan patuh mengikuti ucapan Papi Gilang untuk istirahat di kamar mereka.


Sementara Algi yang sudah masuk ke kamarnya, ia memilih duduk didekat jendela dimana tempat kesukaan Tiara saat ia pulang sekolah dan duduk di sore hari.


Jika sebagian perempuan lebih menyukai berjalan-jalan sore, tetapi Tiara lebih menyukai duduk menyendiri di kamar dan duduk di dekat jendela ataupun kadang, ia membantu sang Mami memasak makan malam mereka.


Tetapi saat ini telah tiada. Yang tertinggal hanyalah kenangan di dalam kamar mereka berdua.


Algi duduk termenung dengan mata menatap lurus ke depan dimana banyak anak-anak sedang bermain karena waktu sudah sore hari.


Dan kebetulan sekali tetangga depan sedang memutar musik yang berjudul nama sang istri yang membuat Algi tersedu karena lirik lagu itu begitu tepat dengan suasana hatinya saat ini dan tentang Tiara.


Tiara..


Menggamit kenangan zaman persekolahan

__ADS_1


Tiara..


Ku mimpi kita bersanding atas kahyangan


Seakan bisa ku sentuh peristiwa semalam


Dimalam pesta


Engkau bisikkan kata azimat di telinga..


Kita terpaksa berpisah untuk mencari arah


Kita di pukul ombak hhidup alam yang nyata


Engkau.. Jauh meniti puncak menara gading


Tapi aku hanya turun ke bumi


Hidup tertekan..


Jika kau bertemu aku begini


Berlumpur tubuh dan keringat membasah bumi


Di penjara terkurung terhukum


Hanya bertemankan sepi

__ADS_1


Bisakah.. Kau menghargai


Cintaku yang suci ini..


Oh Tiara..


Pedihnya dapatkah kau merasakannya


Oh Tiara..


Pedihnya dapatkah.. Engkau mersakannya..


Dapatkah.. Engkau mersakannya..


Lagu Tiara di popuerkan oleh Raffa dan lirik oleh ( Andra )


Algi tersedu mendengar lirik lagu itu yang begitu tepat dengan hidupnya saat ini dengan Tiara. Sama persis seperti yang ada dilirik lagu itu.


"Aaarrrggghhttt... Tidaaaakkkk.. Aaarrrgghhttt... Tiaraaaa.. Haaaa.... Tiara... Haaaaaa... Mamiiii... Papiiiii.. Abang nggak kuat!!!!" raungnya seorang diri di dalam kamarnya.


Mami Alisa dan Papi Gilang yang berdiri di depan pintu kamar nya dengan segera masuk dan mendekati Algi yang kini tersedu dengan tubuh seperti bersujud di lantai dengan terus memanggil nama Tiara.


Betapa hancur hati kedua orang itu melihat putra bungsu mereka begitu terluka akibat kepergian istrinya yang entah karena alasan apa. Mereka pun tidak tau.


Mami Alisa memeluk erat tubuh sang putra yang kini semakin meraung mendengar lirik lagu disana yang begitu menggores relung htinya.


"Sabar.. Kami disini bersama mu. Jangan bersedih. Masih ada Mami dan Papi yang akan menemanimu. Kami berdua tidak tau ada masalah apa hingga Tiara pergi meninggalkanmu. Tapi satu yang harus kamu tau. Tiara pergi pasti punya alasan untuk ia meninggalkan mu. Ia punya alasan yang kuat. Bersabarlah Nak. Kamu harus kuatt! Jika Tiara aja bisa, kenapa kamu tidak?"

__ADS_1


"Bangun dan bangkit Nak! Ubah dirimu menjadi lelaki yang lebih baik lagi! Mami dan Papi selalu bersama mu. Kami mendukung apapun keputusan mu! Bangun nak! Jangan cengeng! Mami pun pernah di posisi mu! Papi pun sama! Kami pun harus berpisah selama lima tahun lamanya! Ingat kisah kami, Nak! Jadikan itu pedoman dupmu. Yakinlah akan takdirmu. Jika kalian berjodoh, kalian pasti akan dipertemukan kembali!" ucap Mami Alisa memberikan semangat untuk putra bungsunya yang kini sedang patah hati karena ditinggal pergi istrinya.


__ADS_2