
Mata bulat bening tetapi sipit ketiganya mirip Algi itu mengerjab lucu. Dengan mulut yang masih menganga mereka menatap seorang pria yang selama ini begitu mereka ingin temui tetapi sang mami mengatakan jika belum waktu nya untuk mereka bertemu.
Algi tersenyum lembut pada ketiga anaknya. Ia berdiri tepat disamping Tiara dan berlutut dihadapan kedua jagoan dan satu tuan putrinya itu.
"Papi?? Papi Algiandra? Papi kita??" ucap putri kedua Algi dengan mulut masih menganga.
Tiara tertawa. Begitu pun dengan Algi. Ia mengangguk, "Ya, sayang. Ini papi. Papi Algiandra. Papi kalian bertiga!" sahutnya dengan senyum manis yang terus menghiasi bibir tipis yang diatasnya terdapat kumis tipis yang membuat dirinya semakin tampan.
Mata kegita bocah kembar itu berkaca-kaca melihat Algi yang kini mengangguk kepada mereka bertiga dengan tangan ia rentangkan untuk menyambut kedatangan ketiga anaknya.
Grep!
"Aduhhh.." keluh Algi, Tiara tertawa tetapi menangis karena terharu
"Huaaaa.... papi!!!!!!" pekik ketiganya dio dalam pelukan Algi.
__ADS_1
"Iya sayangku, ini papi. Papi kalian. Anak-anakku! Ya Allah.. Kalian sudah besar sayang.. Maaf baru sekarang papi bisa menemui kalian bertiga.. Maafkan papi, Nak.." lirih Algi di telinga ketiga anaknya.
Satu dada bidang itu cukup menampung ketiga anaknya yang saat ini berusia lima tahun. Tiara mendekati mereka berempat dan memeluknya juga.
Algi mengecup kening Tiara dan ketiga anaknya. Ke lima orang itu menangis bersama. Para tetangga keheranan melihat kediaman Tiara mendadak di datangi seorang pemuda yang tidak pernah sekalipun terlihat berkunjung kesana sejaklima tahun terakhir.
Ada dua orang. Tetapi itu hanya dua kali saja. Saat mereka datang, wajah kedua pemuda itu begitu ceria.
Tetapi ketika kedua pemuda itu keluar dari rumah Tiara , mendadak wajah itu dataer dan sangat masam.
Tetapi tidak kali ini. Mereka tersenyum puas saat melihat ke tiga anak Tiara begiru erat memeluk pemuda tampan yang baru saja terlihat itu.
Dan mereka yakin, jika itu adalah suami Tiara. Karena terlihat jelas, jika ia pun memeluk pemuda itu dengan erat.
Tiara yang selama ini mereka kenal tidaklah bar-bar. Ia wanita taat. Sangat terbukti tidak ada pemuda yang di sekitar komplek itu berbicara dengannya karena ia lebih menutup diri dari lelaki.
__ADS_1
Tetapi tidak dengan ibu-ibu. Tiara selalu berbaur dengan ibu-ibu. Baik dalam acara komplek ataupun acara lainnya.
Tiara dikenal ramah dikawasan itu. Dan mereka pun sudah mengetahui jika Tiara sudah menikah. Dan mereka pun bisa melihat foto keduanya saat menikah dulu.
Yang sengaja Tiara pajang di ruang tamu rumah nya.
Tiara mengurai pelukannya dan segera bangkit untuk masuk. Mengingat jika dirinya belum memasak untuk makan malam untuk tamu istimewanya ini.
Melihat Tiara masuk, Algi pun menuntun ketiga ananknya untuk masuk kerumah. Para babby sitter itu menganga melihat Algi untuk pertama kalinya.
Algi tersenyum tipis saja. Mereka masuk langsung menuju ke kamar sang Mami karena papi mereka akan mandi dan sholat dulu sebelum makan malam.
Kempat anak kembar itu begitu senang dengan kehadiran seseorang yang selama ini begitu mereka inginkan.
Kini terkabul sudah.
__ADS_1
Hanya menunggu keputusan sang papi nantinya. Apakah mereka akan tetap di Bandung atau pulang ke Medan seperti yang selalu mami mereka katakan.