
Kinara masuk ke kamar dan meletakkan minuman itu. Semua yang ada disana berhenti tertawa.
Semuanya bersuka cita termasuk Kinara. Mulai hari itu Tiara dan Algi sudah mengetahui rahasia masing-masing. Tiara dengan masa lalunya dan Algi pun begitu. Bahkan lagi lah lelaki kecil yang selama ini Tiara cari dan rindukan. Hanya Algi seorang.
Namun, siapa sangka kalau sekarang dipertemukan oleh takdir. Walau harus dengan cara penjebakan. Tetapi tetap saja mereka sudah dipertemukan.
Kini keduanya sudah kembali akur. Tidak ada lagi rasa kesal dan kecewa untuk satu sama lain.
Beberapa bulan berlalu.
Pagi ini Algi Papi Gilang dan Mami Alisa harus ke Bandara karena mendapat kabar dari suami Kinara kalau bang Lana sedang sakit di Papua sana.
''Jaga diri baik-baik. Kamu juga Tiara. Kalian berdua saja dirumah. Papi hanay seminggu kok disana. Untuk itu jangan takut. Kalau ada masalah sefera beritahu Kedua Kakak mu Algi!'' ucap Papi Gilang membuat keduanya mengangguk
''Iya Pi. Tentu. Kami berdua akan menjaga rumah kalian ini dengan baik. Lah wong kami pun tidak ngapa-ngapain kok. Kalaupun ngapa-ngapain kan udah halal?'' gumamnya Algi di akhir kalimat nya
__ADS_1
Papi Gilang mentoyor kepala putra nya itu. Algi mendelik. ''Apa?! Jangan macam-macam kamu!'' peringat Papi Gilang pada Algi.
Algi mendengus. Tiara terkekeh, saat ini mereka sedang di bandara Kuala namu Medan untuk mengantar paruh baya itu menuju tempat bang Lana.
Semua itu mereka rahasiakan dari Kak Maura. Istri bang Lana. Karena saat ini ia sedang hamil anak pertamanya tetapi bang Lana masihlah bertugas di perbatasan sana.
''Abang nggak akan macam-macam Papi.. tapi satu macam saja!'' lirihnya lagi.
Plak..
Tiara tertawa. Mami Alisa menggeleng kan kepalanya. ''Sudah Pi. Ayo kita masuk. Itu pesawat nya mau berangkat loh..'' tegur Mami Alisa pada Papi Gilang yang masih saja melototi putra bungsunya itu.
''Ya sudah, Papi sama Mamak berangkat. Assalamualaikum.. jaga diri baik-baik! jangan nakal dan ajangn buat Tiara mengandung bibit mu itu! Kalau smaapi itu terjadi Papi akan menyunatkan mu untuk yang kedua kalinya agar kamu tidak bisa merasakan nya lagi! Papi potong semakin kayu kelapa kamu itu! Ayo sayang!'' ancam Papi Gilang pada Algi.
Membuat pemuda tampan nan jangkung itu melotot kepala pada anak Papi. Tiara hanay bisa tertawa saja. Algi menoleh pada Tiara. ''Teris kamu tertawa! Puas kamu!'' ketus Algi pada Tiara sambil berlalu menuju mobil mereka dimana sudah ada sulit yang menunggu mereka disana.
__ADS_1
Tiara masih saja tertawa. Ia mengikuti Algi dan merangkul erat tangan pemuda tampan nan jangkung itu. Ia sangat senang karena pemuda kecil itu merupakan Algi. Suaminya. Mereka paanahn suami istri sekarang.
Keduanya pulang kerumah dengan Algi selalu membuat lelucon hingga Tiara dma supir mereka pun tertawa di buatnya.
Sebelum pulang mereka bertiga mampir dulu di warung makan karena waktu sudah menunjukkan waktu makan siang.
Gairah tidak ingin cepat pulang. mereka berdua ingin menghabiskan waktu bersama sebelum besok kembali ke sekolah karena kebetulan hari ini hari Minggu.
Algi dan Tiara kini masih bermain di taman sebelah warung makan itu. Disana tersedia tempat foto Selfi berdua. Tiara dan Algi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka berdua sibuk berfoto ria sesekali kadang mereka tertawa bersama karena hasil jepretan dari kamera Algi jelek dan tidak memuaskan mata mereka.
Kebersamaan itu terus berlanjut hingga sore harinya. Dirasa cukup, mereka kembali kerumah dengan tubuh yang begitu lelah.
''Selamat malam sayang..''
''Selamat malam juga Abang..''
__ADS_1
Ucap kedua sambil berpelukan bersama dan tidur di ranjang hangat yang selama ini mereka tempati bersama.