
Papi Gilang tersenyum saat mendengar ucapan Pak Jaka besannya. ''Anda bisa saja Pak Jaka. Saya pun demikian. Saya pun beruntung kalau putra bungsu saya bisa menikah dengan putri anda yang cantik jelita ini. Gadis kecil yang dulu pernah istri saya ceritakan kalau Tiara lah yang pernah bersembunyi di bawah kolong etalase kue miliknya. Algi lah yang membawanya ke bawah sana karena permintaan istrianda waktu itu. Saya tidak banyak tau, tapi keseharian istri saya, dia selalu cerita pada saya. Mulai sekarang, kita berdua berbesanan Pak Jaka. Jangan menganggap saya orang terpandang lagi. Saya dan anda itu sama.''
''Kita sama-sama makhluk Allah yang akan mati menjumpainya kelak. Jadi.. anda dan saya sama Pak Besan!'' celutuk Papi Gilang membuat Pak Jaka tertawa begitu pun dengan ibu Siti.
Kedua adik Tiara pun ikut tertawa. ''Maafkan saya Bu Siti. Kita terlambat tau tentang diri masing-masing. Saya bersyukur sekali kalau selama ini Algi bertanggung jawab dengan kehidupan anda sekeluarga. Itu tandanya putra saya sudah berhasil menjadi putra anda Pak Jaka! Saya senang akan hal itu.'' Ucap Mami Alisa pada Bu Siti dan Pak Jaka.
Pak Jaka dan Bu Siti tersenyum, ''Putra anda sudah bertanggung jawab terhadap hidup kami Bu Alisa. Karena Algi lah kami masih hidup hingga saat ini. Kalau bukan karena nya.. mungkin satu tahun yang lalu kami sudah tiada di dunia ini. Algi tahan bekerja banting tulang demi biaya hidup kami dan juga biaya kedua adik Tiara. Suami saya sudah tidak bisa bekerja lantaran beliau sudah melakukan operasi usus buntu dan dokter melarang beliau untuk bekerja berat lagi. Maka dari itu, Tiara sempat menjadi tulang punggung keluarga kami sebelum menikah dengan Algi.''
''Saya beruntung bisa bermenantukan putra anda Bu Alisa. Ia pemuda yang sangat bertanggung jawab terhadap kami. Jika terhadap si bre**sek Dery itu! Saya tidak habis pikir dengan kelakuan nya! Bisa-bisa ia men jebak Algi dan menyebarkan rumor kalau Algi yang telah menodai Tiara! Saya kesal sekali dengan nya! Padahal saya tau kalau Algi tidak pernah menyentuh Tiara sedikit pun selain dari tangannya saja. Algi tau batasan Bu Alisa! Saya bangga padanya. Hanya saja.. putri saya ternoda karena kelakuan bejad pemuda itu! Tiara tidak pernah ingin dengan pemuda itu! Dia tidak pernah mau dengan nya! Tiara lebih menyukai Algi dari pertama kali mereka bertemu! Namun, karena si sialan itu, membuat putri kami ternoda karena kelakuan nya! Beruntung nya Algi, kepala sekolah tidak mempercayai hal itu. Saya sangat bersyukur Bu Alisa.''
''Algi selamat karena dia bisa menunjukkan bukti kalau dia tidak pernah sekalipun menyentuh Tiara. Sempat dipanggil dan di sidang oleh sekolah mereka berdua Bu Alisa!''
Deg!
''Apa?!'' seru Mami Alisa begitu terkejut.
''Nak??'' panggil Mami Alisa pada Algi.
Algi menunduk, Kinara menghela nafas nya. ''Abang selamat dari tuduhan itu karena adeklah yang mencari buktinya! Abang tidak di izinkan keluar dari sekolah! Ia di kawal kemanapun ia pergi oleh satu orang satpam sekolah. Mami sama Papi sempat di panggil, tapi Kami sengaja menyembunyikan nya dari kalian karena kami yakin. Kalian berdua pasti akan panik. Adek berusaha sendiri untuk mendapatkan bukti itu. Dan Alhamdulillah nya berkat ide dari kak Ira dan bang Tama, adek berhasil mendapatkan buktinya! Semuanya sudah usai. Mami sama Papi tenang saja. Selagi ada Kinara dan saudara kita yang lainnya, Abang selamat! Alhamdulillah...''
''Alhamdulillah...'' sahut semua nya.
__ADS_1
Algi dan Tiara saling menguatkan satu sama lain. Mereka berdua saling tersenyum kala Masalah mereka telah usai. Kini hanya tinggal penyatuan dua Keluarga saja.
Kinara memeluk erat tubuh Lana. Lana tersenyum. Sempat terkejut tadi. Tapi berkat Kinara, semuanya aman kembali.
''Nak??''
Algi tersenyum. ''Maafkan Abang Mami.. adek bilang. Tidak usah melibatkan Mami dan Papi dalam hal ini. Percuma punya kakak dan Abang ipar yang pintar dalam hal menjebak. Kak Ira dan kak Annisa bekerja sama untuk menjebak Dery kala itu. Sedangkan Bang Raga dan Bang Tama mereka berdua lah yang telah mengunci mulutnya sang pemilik restoran agar tidak buka mulut ketika kami menjebaknya dengan cara Bang Raga menyamar menjadi tukang preman!'' Kinara tertawa saat Algi menceritakan hal itu.
Melihat Kinara tertawa membuat semua orang keheranan. ''Ada apa Dek?? Kenapa dengan bang Raga?? Kalian suruh apa Abang ipar tampan ku itu??'' tanya Lana pada Kinara dan Algi.
Bukannya menjawab Kinara semakin tergelak keras kala mengingat bagiamana kejadian saat bang Raga menjebak Dery dengan kostum preman nya.
''Abang sempat menolak dan tidak mau. Karena harus memakai baju kuyak sepuluh dan juga celana jeans yang banyak lubangnya. Kata Abang saat itu, dia bisa masuk angin kalau celananya terlalu banyak kuyaknya? Hahaha .. Kak Ira melotot tak suka pada nya. Kak Ira menimpuk tubuh bang Raga dengan tas Selempang miliknya hingga bang Raga minta ampun karena kesakitan! Hahaha...''
''Emang iya. Tapi bang Raga menolak kala melihat wajah Dery si dekil item dan cebol itu! Katanya si Dery itu mirip anaknya Dajjal!''
''Astaghfirullah! Kok bisa gitu?'' sela Lana lagi semakin geli karena ucapan Kinara.
''Hahaha .. maka dari itu Bang Raga menolaknya. Si Dery itu ya bang, orangnya pendek dan cebol. Udah itu kulitnya item alias Ireng! Belum lagi hidungnya itu pesek. Gemuk pendek lagi! Bang Raga serem liatin nya! Katanya mirip anak Dajjal! Hahaha...''
Semua yang ada isana ikut membenarkan. Karena mereka sudah melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana diri si Dery si sialan yang telah menjebak Algi itu.
__ADS_1
''Hahaha... kamu betul sekali Dek! Abang kemarin aja pas ketemu si kekuking itu sempat terkejut. Kok bisa Tiara menyukai si cebol Dery sih? Abang kira Tiara matanya yang juling gara-gara menyukai si kekuking ini! Hahaha...''
Tiara melototkan matanya. ''Mana ada aku suka si cebol Dery Abang? Hiii.. amit-amit!'' celutuk Tiara pada Lana.
Buhahahaha...
Lana, Ali, Kinara, Algi dan kedua orang tua Tiara tertawa bersama. Papi Gilang pun ikut terkekeh. ''Papi ikut serem liatin nya! Kok bisa ada ya manusia jelek kayak begitu??''
Plak!
''Papi! Nggak boleh ih menghina orang!'' tegur Mami Alisa.
Kinara tertawa tertawa terbahak melihat sang Papi di timpuk dan di geplak berulang kali oleh sang Mami. ''Ngomong-ngomong, Kekuking tadi apaan ya? Kok adek baru dengar ya??'' sela Kinara diantara tertawa mereka semua.
Lana semakin tertawa. ''Kamu tanya sana suami kamu. Dia yang tau arti dari kekuking ini!'' sahut Lana masih dengan tertawanya.
Kinara menoleh pada Ali. ''Apa??''
''Di jawab ih!''
''Yakin mau denger??'' Kinara mengangguk. ''Kekuking artinya Kere Kurus ceKing! Udah tau pendek dan cebol sama belagu sok kaya pula! Ingin saingan sama bang Algi?? Ya nggak cocok atuh! Makanya Abang pikir Tiara matanya juling karena suka si cebol Dery ketimbang Abang kita. Algi!''
__ADS_1
Buhahahaha...