
"Jawab Tiara!!!" sentak Algi dengan suara semakin meninggi.
Ia memegang kedua bahu Tiara yang saat ini semakin bergetar hebat. "Jawab Tiara! Sebelum aku benar-benar marah padamu dan menghukummu!" ancam Algi begitu serius sambil melihat wajah Tiara yang kini ia dongak paksa karena Tiara tidak ingin melihatnya entah karena apa.
Tiara menatap sendu pada Algi yang kini menatapnya dengan tajam.
Grep!
Tiara menubruk tubuh Algi hingga tubuh Algi terhuyung ke belakang dan jatuh di ranjang mereka dengan Tiara menimpa tubuh Algi.
__ADS_1
Algi terkejut tetapi ia membalas pelukan Tiara dan memeluk tubuh Tiara yang semakin bergetar karena menagis.
Algi mengelus lembut tubuhnya hingga Tiara kembali tenang. Hanya terdengar suara isakan tangis saja tidak seperti tadi lagi.
Tiara mengurai pelukan nya dari tubuhAlgi dan mendongak melihat Algi yang kini sedang melihatnya dengan dalam.
Tiara menatap dalam pada maik hitam bola mata Algi yang selalu membutnya terlena itu. "Hiks.. Aku hanya takut. Aku takut jika Abang akan meninggalkan ku setelah tau jika aku ini tidak pantas untukmu. Aku gadis yang sudah tidak suci lagi. Aku sudah ternoda bang.. Aku hina.. Hiks.." isak Tiara dengan segera bangkit dari tubuh Algi dan duduk di ranjang mereka.
Algi pun ikut duduk sama di ranjangnya. Ia duduk berhadapan dengan Tiara yang saat ini sedang menunduk dengan tubuh bergetar lagi. "Jangan katakan seperti itu. Kamu dan abang itu sama sayang. Kita berdua sudah ternoda sejak kita masih kecil. Kita berdua tidak sempurna. Lalu kenapa kamu merasa rendah diri dengan hal itu. Kamu tau sendiri kan kalau Abang juag sama seperti mu?? Kita berdua itu sama. Maka dari itu, kita berdua di takdirkan untuk bersama. Jika kamu tidak pantas bersanding denganku, maka Abang pun tidak pantas bersama mu.. Jangan katakan itu lagi. Kita berdua itu sama sayang.. Kita sama.. Sama-sama tidak pantas!"
__ADS_1
Tiara semakin tersedu, Algi dengan segera memeluk tubuh Tiara yang bergetar karena terus saja menangis.
"Sudah.. Jangan menangis.. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah kita harus sekolah kemana setelah ini? Apakah kamu sudah memiliki rencana akan sekolah dimana setelah ini?" tanya Algi pada Tiara
Tiara menoleh pada Algi, "terkadang aku berfikir, kenapa Allah begitu baik padaku hingga Allah mengirimkan Abang untukku yang hina ini? Apakah aku ini yang tidak pantas bersamamu? Aku malu Bang.. Kamu memiliki segalanya Bang Algi. Aku beruntung bisa memiliki mu. Tetapi aku tetap tidak bisa untuk tinggal bersamamu setelah ini. Aku tetap harus pergi. Pergi untuk memantaskan diriku agar layak bersanding dengan mu. Aku mohon Bang.. lepaskan aku ya? Jika memang kita berjodoh, maka kita pasti akan bertemu lagi. Biarkan aku pergi untuk mencari jati diriku. Aku ingin pulang ke Bandung dimana rumah peninggalan Mama ada disana. Boleh ya bang? Aku pergi? Lepaskan aku.. Agar aku tidak menjadi masalah di dalam hidupmu.." lirih Tiara dengan bibir bergetar.
Air mata di pelupuk matanya sudah menggenang saat ini. Algi menatap nya dengan nanar. Mata itu pun menggenang saat ini. "Kenapa Ra? Kenapa kamu ingin pergi dariku? Apa kurang nya aku hingga kamu ingin pergi dari hidupku? Apakah kebersamaan kita selama ini tidak ada artinya untukmu Ra?" tanya Algi pada Tiara yang kini sudah tersedu dan memeluk erat tubuhnya.
"Karena aku mencinatimu. Karena aku merasa diri ini belum pantas bersanding denganmu. Aku masih labil. Aku belum dewasa. Untuk itu, aku ingin pergi mencari jati diriku agar kelak aku bisa layak bersanding denganmu disaat kita sudah dewasa nanti. Aku pergi untuk memantaskan diri. Bukan pergi untuk meninggalakan mu Bang. Aku mengatakan ini agar kamu bisa berfikir tentang hubungan kita ini. Jika kamu ingin mempertahankan pernikahan ini, maka akan aku ikuti tetapi dengan syarat, biarkan aku pergi dan mencari jati diriku di Bandung sana. Tetapi jika kamu memilih pernikahan ini berakhir, maka hubungan kita cukup sampai disini!" Ucap Tiara membuat Algi menatapnya dengan nanar.
__ADS_1