
Pagi ini seluruh kelurahan Aisha siap untuk menuju ke bandara. Algi dan taiar juga sudah bersiap. Tinggal minta lagi mereka semua harus menyusulnya kesana.
Entah apa yang terjadi pada Kinara saat ini. Setiap kali Papi dan Mami mengajaknya untuk pulang kerumah mereka, Kinara selalu menolaknya.
Kinara selalu memberikan alasan kalau ia lebih betah dituangnya sendiri. Papi Gilang dan Mami Alisa sering kepala karena tingkah Kinara yang menurut mereka begitu keras kepala itu.
''Jalan Pak! Kita kerumah Kinara dulu. Ck. Dasar ini anak. Lebih betah di rumah nya dan suaminya ketimbang rumah tempat ia dibesarkan!'' ketus Papi Gilang begitu kesal.
Mami Alisa menghela nafasnya. ''Ouyri kita sudah dewasa Pi.. ia sudah tau arti dari tanggung jawabnya terhadap rumah tangga nya. Kita seharusnya bangga padanya.''
''Ya.. tapi kan Papi juga ingin adek pulang kerumah kita? Apalagi disana dia sendiri. Walaupun disana ada Maura tetap saja anak gadis kita itu sendirian dirumah nya! Papi hanya khawatir saja. Apakah itu salah?'' ucapnya mendadak sendu
__ADS_1
Algi terkekeh, ''Kalau Papi khawatir sama adek. Papi aja yang kesana sama Mami. Kami tidak apa-apa kok. Kan ada satpam dan Pak Karim dirumah kita? Mbok Nah pun ada kan?''
''Iya juga sih. Ya udah deh. Dua Minggu kita di Bandung untuk jalan-jalan. Dan dua Minggu kita dirumah Kinara, sayang. Gimana? Kamu mau?'' tanya Papi Gilang pada Mami Alisa yang kini duduk bersama Tiara di belakang disamping Algi.
''Jika itu yang menjadi keinginan mu, tentu Mami setuju. Baiklah, sudah di putuskan kalau kita akan menginap dirumah adek dua Minggu setelah kita pulang dari Bandung nanti.''
''Tentu. Abang sama Tiara dirumah saja. Kami ingin memberikan waktu pada kalian untuk adek. Mami paham kan?'' ucap Algi pada Mami Alisa yang kini tiba-tiba merengut karena Algi tidak ingin ikut bersama nya kerumah Kinara.
Dengan perut membuncit nya ia berjalan perlahan untuk menemui Papi Gilang dan Mami Alisa sekedar bersapa saja.
Kinara pamit pada Maura untuk ke Bandung. Mereka akan pulang setelah dua Minggu disana. Kinara mendadak sendu tetapi ia tutupi. Karena selama beberapa bulan ini, Kinara lah yang menjadi juru masak dirumahnya.
__ADS_1
Dan hari ini mereka harus menuju ke Bandung. Walau berat, Maura tetap melepas mereka dengan senyum terpaksa tersungging di bibir tipisnya.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah Kinara dan Maura menuju bandara. Sepanjang perjalanan mereka semua tertawa bersama. Karena sudah berhasil menggoda Kinara yang semakin cantik setelah menikah dengan Ali.
Cukup dua jam saja mereka saat ini sudah berada di bandara Kuala namu. Masih ada satu jam lagi untuk berangkat ke Jakarta, baru setelah nya menuju ke Bandung.
Rayyan pun baru saja menghubungi Papi Gilang. Ia bertanya apakah sudah berangkat atau belum. Ia sedang menuju ke bandara saat ini bersama supirnya.
Papi Gilang mengiyakan. Sambil menunggu pesawat berangkat, mereka terlebih dahulu duduk dibawah pohon kenangan Papi Gilang dan Mami Alisa disana saat Papi Gilang ingin berangkat ke Amerika dulu.
Kinara begitu terharu dengan cerita Mami dan Papinya. Kinara pun menginginkan hal itu. Begitu juga dengan Algi dan Tiara. Mereka berdua pun ingin memiliki tempat spesial mereka nantinya.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat kini mereka berlima berangkat ke Jakarta karena pesawat mereka akan segera lepas landas dari bandara Kuala namu menuju ke bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.