Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Kabar buruk untuk semuanya


__ADS_3

Algi tidak tau harus berbuat apa. Bibirnya kelu walau hanay untuk berbicara. Tubuhnya bergetar dan juga ia berdiri terpaku di tempat bang lana pulang sendiri tanpa saudara iparnya.


Suami Kinara.


Sementara kinara semakin mendekati laan yang kini sednag tersedu di undakan tangga denagnmemluk tas Ali.


Algi merasakan firasat buruk lagi untuk sang adik. Bibirnay pucat seketika. Hingga ia mendengar kinaar menjerit histeris saat memeluk tas sang suami yang kini ada di tanagn bang lana.


''Tidaaaaaaaaaaaakkkkk... haaaaa... Abaaaangg... tidaaaaaaakkkk... huaaaa... Bang Aliiii......''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Algi tersentak. Benar dugaanya. Ia menatap nanar pada sang adik yang kini semakin histeris saat menebak apa yang ingin Bang Lana katakan


Mami Alisa yang sudah tidak sanggup mendengar kabar buruk itu pun jatuh ke lantai hingga membuat Algi dan papi Gilang tersadar dari lamunan mereka mentap Kinara dan Bang Lana.


Brruuuukkkkk...


''Sayang!!!'' seru papi Gilang


''Mamiiii!!!'' Pekik Algi pula saat melihat sang mami yang kini jatuh di antara mereka berempat di undakan tangga tepat di depan pintu kamar Kinara.


Mami Alisa jatuh pingsan. Sedang Nara semakin meraung di dalam pelukan Lana. ''Tidaaaaaaaaaaaakkkkk.... haaaaaaaaaa.... tidaaaaaaakkkk... Abaaaaaaaaaangggg.... bang Aliiiiiiiiiii......''


Deg!


Deg!


''Uhuuuukkk.. uhuuuukkk.. uhuuuukkk... Allahuakbar!!!! Naraaaaaaaaaaa....'' pekik seseorang nan jauh disana.

__ADS_1


Lana semakin erat memeluk tubuh Nara yang semakin histeris karena ia tau jika Ali sudah tewas dalam bertugas.


Lana semakin bersalah terhadap Nara. Ia pun ikut sesegukan di dalam pelukan Nara yang semakin histeris memanggil nama Ali.


''Ngggaaaakk.. hiks.. A.. hiks.. Bang... hiks.. ngggak.. abaaaangg... hiks... Abang...'' Isak Nara dalam pelukan Lana.


Lana semakin erat memeluk tubuh adiknya ini. Sementara empat orang yang berada di bawah sana berdiri mematung Kala melihat Nara dan Lana saling berpelukan dan menangis bersama.


''Bang??? Abang pulang?? Adek Kenapa?? Ali mana???'' tanya Maura yang saat sedang berjalan mendekati dirinya dan Nara


Lana menoleh karena mendengar suara sang istri. Wajah sembab basah dengan air mata. Lana semakin menangis kala melihat wajah Ira dan Raga yang berwajah datar menatapnya.


Seperti katanya tadi sebelum pulang Lana menghubungi Ira dan Raga. Ia menyuruh suami istri itu untuk menyusul Maura dan membawa mereka kerumah Mami Alisa.


''Bang??'' panggil Maura lagi. Ia mendekati Lana yang sedang memeluk Nara yang sudah terdiam.


Ira dan Raga mendekat. ''Abangggg!!!'' sentak Maura dengan suara meninggi.


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


Bbrrrrruuuukkkk..


''Sayang!!!''


''Maura!!!''


''Naraaa!!!''


Pekik mereka secara bersamaan. Papi Gilang dan Algi segera berlari mendekati kedua wanita yang jatuh terkapar di undakan tangga. ''Ya Allah... kabar duka untuk kita semua... innalilahi wa innailaihi rojiun...'' lirih Ira sambil memeluk adik iparnya itu.

__ADS_1


''Bawa ke dalam. Baringkan disana. Abang, kamu bawa istri kamu. Biar Papi yang bawa Nara ke kamar nya. Ayo!'' ucap Papi Gilang begitu panik


Ia baru saja membuat Mami Alisa sadar dari pingsannya. Saat ini wanita itu sedang termenung seorang diri di kamar. Ia di temani Algi di sampingnya yang selalu mengingatkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja.


Raga dan Ira mengikuti Papi Gilang dan Lana menuju kamar Nara yang dulu menjadi kamar Ira. Saat pertama kali pindah kerumah itu.


''Baringkan disana. Nara disini.'' titah Papi Gilang pada Lana. Lana mengangguk.


Dengan segera ia membaringkan Maura di sebelah Nara yang sudah terlebih dahulu Papi Gilang baringkan di ranjangnya.


Raga mendekat dan mulai memeriksa keadaan Nara dan Maura. Raga terlebih dahulu memeriksa Nara. Saat ia memegang urat nadi Nara, Raga tersentak. Ia menatap terkejut pada Nara. Papi Gilang menatapnya dengan panik.


''Ada apa??'' tanya Papi Gilang


Raga terdiam. Ia menoleh pada Lana. Lana mengangguk, tau arti dari tatapan Raga padanya. Raga bergeser ke tepi Maura dan memeriksa urat nadinya sama seperti Nara tadi.


Lagi, Raga tersentak. Tubuhnya mematung Kala menyadari jika dua saudara ipar itu sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


''Ada apa Bang??'' tanya Lana pada Raga.


Raga menoleh, ia menatap sendu pada Lana. ''Istri dan adikmu sedang mengandung saat ini!''


Ddduuaaarrr...


''Apa?!!?''


Brrruukkk...


''Sayang!!!''

__ADS_1


''Mamiii!!''


''Mak!!!!''


__ADS_2