Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Jangan pergi..


__ADS_3

Tiara berjalan cepat menuju kamarnya dan Algi. Tiba di depan pintu kamar itu ia menekan handle pintu dan masuk ke dalamnya setelah ia mengunci pintu kamar mereka seperti biasanya.


Tiara berjalan mendekati Algi yang saat ini sedang berdiri di tepi jendela dengan kepala menyender di pinggir jendela dengan tangan ia masukkan ke dalam saku celananya jeans nya.


Sekials terlihat kalau Algi mirip dengan Papi Gilang. Tinggi tubuh mereka pun sama. Papi Gilang memiliki tinggi hampir 183 sedangkan Algi saat ini memiliki tinggi 175 sama seperti Papi Gilang dulu. Ketika beliau masih SMA. Sedang Tiara hanya memiliki tinggi 158 saja.


Tubuh semampai, kulit putih, hidung bangir dengan bibir tipisnya yang selalu menggoda Algi ingin mengecup putik ranum itu.


Fajar berjalan sedikit demi sedikit hingga tiba di samping Algi. Ia memeluk tubuh Algi dari samping membuat Algi tersentak kaget. ''Sayang??''


Nyeeesss..


Dingin rasanya hati Tiara saat mendengar panggilan sayang untuknya yang sudah Algi sematkan saat pertemuan kedua mereka. Ya, Algi jatuh Cinta pada pandangan pertama pada Tiara yang saat itu sedang mengikuti Mos di sekolah mereka.


Diam-diam Algi selalu memantau kegiatan Tiara. Demikian pun dengan Tiara. Ia pun pertama kali melihat Algi, entah mengapa wajah tampan itu selalu mengusik hari-hari nya.


Ia sering kali duduk berlama-lama di bawah pohon agar bisa melihat Algi yang sedang bermain basket dilapangan. Algi pun begitu. Ia sengaja mencuri waktu agar bisa melihat dan memantau pujaan hatinya itu.


Jatuh cinta pada pandangan pertama.


Inilah yang terjadi pada dua insan yang masih labil ini. Mereka berdua saling menyukai. Tapi tidak berani untuk mengungkapkan. Hanya melalui doa mereka menyandungkan nama mereka di setiap sujud malamnya.


Hingga Allah mengabulkan doa mereka berdua. Ya, dua insan itu meminta kepada Allah agar mereka di persatukan di dalam pernikahan. Agar mereka berdua bisa bebas melakukan yang tidak di haramkan. Termasuk saling bertatapan.


Selama ini mereka berdua selalu menghindar karena ini. Bukan mahram. Itulah yang terngiang di telinga mereka. Tapi mereka berdua memiliki Doa yang sama setiap malamnya mereka panjatkan. Hingga saat ini, mereka berdua telah bersatu.

__ADS_1


''Sayang??'' ulang Algi lagi kala tidak mendengar suara lembut Tiara.


Tiara semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kurus Algi. Hangat dan nyaman. Algi yang paham dengan segera merengkuh Tiara dan membawa ke dalam pelukannya.


Setiap mereka tidur seperti inilah yang terjadi. ''Katakan!''


Deg!


Tiara membuka matanya. Ia mendongak melihat Algi. Algi pun menunduk melihat nya. ''Katakan, apa yang ingin kamu katakan. Abang akan dengarkan. Tapi tidak untuk perpisahan, Abang tidak akan mendengarkan nya!'' suara lembut nan tegas itu mengalun indah di telinga Tiara.


Ia menatap paras tampan yang sangat mirip dengan Mami Alisa itu. Tiara menjinjitkan kakinya dan,


Cup.


Untuk pertama kalinya setelah sekian lama mereka menikah, Tiara baru berani mengecup putik merah jambu yang selalu ingin ia sentuh tetapi tidak berani.


Cup!


Kini gantian Tiara yang mematung. Algi mengecup putik ranum miliknya. Bukan hanya mengecup, tetapi ia memaguut, mengecap seluruh putik ranum itu hingga Tiara memejamkan kedua matanya. Pegangan tangan di tubuh Algi semakin erat.


Mereka hanyut dalam buaian asmara yang belum pernah mereka rasakan saat ini. Algi dan Tiara tidak pernah sekalipun bersentuhan seperti ini. Terkecuali tangan. Bahkan mereka tidur pun dengan saling membelakangi.


Ingin sekali saling memeluk tapi malu. Tapi tidak dengan Tiara. Ia merasa rendah diri karena dirinya tidaklah suci lagi. Kesucian nya sudah ternoda karena ia tidak mendengar kan ucapan Algi saat itu.


Cukup lama mereka berdua berbagi rasa kasih sayang melalui pagitan lembut nan dalam. Dirasa kehabisan nafas, Algi melepaskan nya.

__ADS_1


Seluruh tulang Tiara lemas seketika. Rasa yang belum pernah ia rasakan seperti teman-teman nya yang lain. Ini pertama kali untuk Tiara saat ia sadar.


Ketika ia dinodai oleh Si Bondal, Tiara di bius dan tidak sadarkan diri.


Algi menyatukan kening mereka berdua dengan nafas saling memburu. Algi tersenyum, ''Terimakasih sayang.. kamu nakal juga, hem?'' ucap Algi pada wajah Tiara.


Hembusan nafas berbau mint itu sangat Tiara sukai. Tiara tersenyum malu. Ia semakin erat memeluk tubuh kurus Algi.


''Jangan pergi sayang..''


Deg!


Deg!


Tiara membuka matanya dan melihat Algi yang kini juga sedang menatapnya dengan tatapan sendu. Tiara tercubit hatinya melihat wajah tampan Algi yang sendu seperti itu.


Reflek saja, entah keberanian dari mana Tiara mengecup seluruh wajah Algi dengan lembut. Algi diam, tangan kurus tapi kekar itu semakin erat memeluk tubuhnya.


Cup, cup, cup, cup.


Tak tertinggal sejengkal pun dari wajah Algi. ''Aku tidak akan meninggalkan Abang. Tapi Abang harus janji satu hal padaku!'' katanya pada Algi.


''Katakan!''


''Jangan selalu menjauhi Mami karena diriku. Mami terluka karena melihatmu lebih mementingkan diriku dibandingkan dengan dirinya. Beliau ibu mu Bang Algi. Wanita yang telah melahirkan mu. Apakah kamu mau, kalau suatu saat nanti kita memiliki anak tapi anak kita lebih menyayangi istrinya dan menjauhiku??''

__ADS_1


Deg!


__ADS_2