
Selesai sarapan, kini Algi dengan segera keluar dari rumah Rayyan yang dikuti Rayyan dibelakangnya.
Cinta pun demikian. Mereka bertiga pergi bersama ke tempat tujuan yang berbeda. Pagi ini Rayyan akam mampir sebentar di cabang Bhaskara group yang kini ditangani oleh Algi sejak tiga tahun belakangan ini.
Pemuda tampan mirip Mami Alisa itu kini semakin tampan saja. Jika dulu tubuh itu kurus, tetapi tidak dengan sekarang.
Tubuh kurus itu kini sudah setara dengan tubuh Papi Gilang, Lana dan Rayyan. Tinggi mereka bertiga pun sama saat ini.
Jika Rayyan banyak mengambil wajah sang Papi, Algi malah lebih banyak mengambil wajah sang Mami.
Peraduan Papi gilang dan Mami Alisa hingga terciptalah Algi yang sangat tampan. Kulit Putih, rambut teta sama seperti dulu.
Masih belahan ditengah, Hidung mancung Papi Gilang. Bibir tipis Mami Alisa dan juga matanya itu begitu sayu tetapi tajam.
Siapapun yang melihatnya pastilah terpesona. Yang membuatnya lebih tampan ialah kumis tipis yang tumbuh di atas bibirnya itu.
Sangat tampan.
Setelah mengantar Cinta kerumah sakit di tempatnya bekerja, kini Rayyan dan Algi serta dua orang asisten mereka, kini keduanya sudah tiba di gedung cabang bhaskara group dimana tempat sang istri sedang bekerja walaupun Algi selalu mengirimkan uang untuk istri dan anaknya itu.
Algi tidak tau kembar berapa. Yang jelas kembar seperti Kinara. Bahkan keinginan hatinyas pun sama.
Kembar tiga.
Mereka turun dan disambut hangat oleh security di sana. Karena hanya dialah yang tau jika Algi CEO disana.
Sementara di dalam gedung bhaskara group, semua karyawan begitu penasaran dengan CEO lama tetapi baru saja keluar itu.
__ADS_1
Mereka semua berbisik-bisik membicarakan tentang CEO lama mereka ini. Apakah sama tampannya seperti Papi Gilang dan Rayyan?
Ataukah lebih tampan lagi?
Bisik-bisik itu terus terdengar pada seorang wanita berhijab diantara karyawan yang lain. Ia tidak peduli dengan bisik-bisik itu.
Saat ini ia sedang memegang ponselnya dan melihat pesan dari iparnya yang mengatakan jika sang suami saat ini berada di Bandung dan akan menjemputnya pulang.
Tiara tersenyum. Ia memikirkan Algi yang seperti apa saat ini wajahnya. "Pastilah sangat tampan dengan mata mirip Papi tetapi Mami dan juga kumis tipisnya itu!" celutuknya sendiri kemudian terkekeh.
Dan semua itu tidak luput dari perhatian seseorang yang kini sedang berjalan memasuki loby perusahaan cabangnya.
"Selamat datang Tuan Rayyan dan Tuan Algiandra! CEO lama sejak tiga tahun lalu tetapi baru ini menunjukkan wajahnya kepada kita semua!"
Deg!
Deg!
Deg!
Dengan cepat kepala itu mendongak dan melihat seseorang yang kini sedang menatap datar padanya.
Deg!
Deg!
"A-abang...."
__ADS_1
"Ssayangku..." bisik kedua hati itu
Tetapi wajah Tiara begitu kentara terlihat terkejut. Seseorang yang tadi berbicara menyambut kedatangan dua direktur muda mereka kini masih saja memperkenalkan Algi pada seluruh karyawan yang kini begitu terpesona melihat Algi.
Tetapi tidak dengan Tiara. Sepasang mata indah yang sangat disukai Algi itu kini mengembun.
Algi tau, dengan segera ia tersenyum hangat pada Tiara.
Tes!
Tes!
Air mata itu menetes di pipi halus Tiara yang kini semakin putih dan cantik seperti orang Turki.
Senyum hangat seorang Algi membuat semua karyawan wanita disana membuat mereka malu sendiri.
Ada yang menunduk ada juga yang tersipu malu. Tetapi tidak dengan Tiara yang kini semakin terisak saat melihat gerakan mulut dari Algi yang mengatakan..
I miss you honey..
I love you so much! Muach!
Algi mengedipkan mata secara halus agar yang lain tidak curiga. Tetapi Tiara? Ia semakin tersedu di belakang sana seorang diri. Ia tau arti kedipan mata itu.
Rayyan menyikut lengan Algi untuk mendatangi Tiara. Karena Rayyan bisa melihat iparnya itu sedang menangis sampai sesegukan seorang diri di belakang sana.
Algi mengangguk.
__ADS_1
Dengan segera ia mendekati karyawan wanita yang terlihat gugup karena kedatangannya itu. Algi membelah kerumunan itu yang tiba-tiba terbelah sendiri memberi jalan untuknya.
Rayyan tersenyum. Ia tetap menunggu. Ingin melihat seperti apa reaksi karyawan mereka jika Tiara sang sekretaris kepercayaan Algi itu adalah istri sah Algi sejak lima tahun yang lalu.