Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Saran Kinara


__ADS_3

''Maka dari itu, jangan pergi darinya. Ia akan hancur dan bertambah terluka jika Kakak berpisah darinya. Dengarkan apa isi hatimu Kak. Jangan egois. Masalah seperti itu bisa di bicarakan baik-baik. Jangan pergi karena kamu takut bang Algi durhaka. Yang aku takutkan, dia akan durhaka bila kamu meninggalkan nya!''


Deg!


Deg!


''Apa maksudmu Dek?'' tanya Tiara


''Ya.. yang seperti adek bilang tadi Kak. Kalau sampai Kakak pergi dari kehidupan Bang Algi, ia pasti akan durhaka kepada kedua orang tuanya. Bang Algi itu punya masa lalu Kelam Kak seperti yang dikatakan Papi tadi. Hanya adek yang bisa mengajaknya berbicara. Cobalah dulu Kak. Jangan mengambil keputusan disaat hati kamu sendiri pun tidak menginginkan nya..''


Deg!

__ADS_1


Tiara menunduk. Ia memelintir ujung bajunya. ''Kakak bukan mau pergi darinya Dek.. hanya sedang memberi kesempatan untuk bang Algi agar lebih dekat lagi dengan kedua orang tuanya. Lihatlah dirinya. Selama mengenal kakak, bang Algi lebih sering diluar dibanding kan dengan di rumah. Ia lebih menyukai diluar saat dirumah Kakak dibanding kan dengan keluarga kalian..''


''Kakak tidak ingin bang Algi merasa bersalah lagi karena melihat kedua orang tuanya menangis. Berdosa bagi seorang anak laki-laki yang lebih memilih istrinya dibanding kan ibu nya sendiri! Kakak tidak mu itu terjadi kepada bang Algi. Makanya kakak memintanya untuk di lepaskan olehnya .. walau berat. Semua ini Kakak lakukan karena sangat menyayangi nya.. jauh di dalam hati, Kakak tidak mau ada pertikaian seperti yang sudah-sudah... hiks.. maaf.. kehadiranku membuat bang Algi berubah kepada kalian, orang tuanya... hiks..'' Tiara terisak sambil menunduk.


Papi Gilang tergelak keras. Mami Alisa mendelik tak suka. ''Algi tidak salah pilih istri sayang! Kamu dengar? Apa yang Tiara katakan? Hem?''


Mami Alisa melengos. Papi Gilang tertawa lagi. ''Sudahlah nak. Kami beruntung bisa mendapatkan menahu seperti mu. Kamu menantu idaman. Algi tidak salah pilih istri. Papi yakin, dimasa depan nanti kamu pasti bisa mengimbangi Algi. Kamu tau, seorang istri yang memuliakan kedua orang tua baik itu orang tua kandung ataupun mertua, itu artinya kamu merupakan seorang istri yang baik. Anak Papi beruntung memiliki mu. Sangat beruntung.''


''Kami tidak marah padamu dan Algi. Kami hanya merasa sedikit menyesal. Kenapa kami terlambat tau jika Algi memilki Masalah seperti ini. Mami kamu sedih karena hal itu. Ya .. Papi nggak bisa dong melihat Permaisuri Papi ini menangis? Hati suami mana yang tidak ikut terluka dikala istrinya sendiri sedang terluka karena kesalahannya terhadap putranya sendiri?''


Banyak wanita ataupun gadis kecil seusia Tiara tidak berani menatap Lana mata sipit itu. Sungguh paras Papi Gilang itu sangatlah tampan. Tubuhnya pun atletis. Tiara memikirkan jika suatu saat Algi pun sama seperti Papi Gilang.

__ADS_1


Suami idaman banyak wanita, menyayangi orang tua dan juga saudaranya. Sedari dini saja sudah terlihat kalau Algi sudah menjadi kandidat itu. Apalagi kalau nanti Algi menggagahi nya untuk pertama kali.


Pastilah akan lebih, lebih...


Blusssh..


Pipi Tiara merona. Papi Gilang tergelak keras. Mami Alisa pun terkekeh. ''Temuilah bang Algi kak. Ajak dia bicara. Dia seorang diri sekarang ini di kamarnya. Saran adek, jangan tinggalkan bang Algi dalam keadaan apapun kalau kakak tidak mau melihatnya durhaka kepada Papi dan Mami. Bang Algi itu butuh teman untuk berbagi. Pergilah. Kakak pun ingin menemuinya kan? Jangan sekali-kali Kakak mengatakan pisah lagi padanya. Abang ku itu sudah cukup terluka selama ini Kak. Tolong.. pahami dirinya. Selami hatinya. Jika ia sudah merasa nyaman denganmu, maka semua masalahnya pasti akan ia ceritakan padamu. Kamu akan tau apa saja yang menjadi kegelisahan nya selama ini. Temui Abang, Kak..'' Ucap Kinara begitu bijak pada Tiara.


Papi Gilang dan Mami Alisa tersenyum. ''Ya, temukan suami mu. Pasti saat ini ia sedang sangat kesal. Rangkul dia tapi jangan meninggalkan nya kalau kamu tidak ingin melihat putra Papi durhaka kepada kami berdua, hem?''


Tiara mengangguk walau dengan menunduk. ''Baiklah, Tiara pamit. Maafkan ucapan ku tadi Papi.. Mami..''

__ADS_1


''Tak apa Nak. Itu hal yang wajar. Pergilah. Algi menunggu mu saat ini.''


Tiara mengangguk, ia bangkit tetap dengan menunduk. Batu setelahnya ia berlalu ke kamar Algi dengan berjalan cepat menuju kamar lelaki yang sudah menjadi penghuni lama dihatinya itu.


__ADS_2