
Setelah pemakaian mahar, kini mereka meminta restu kepada kedua orang tua mereka untuk rumah tangga baru yang akan mereka jalani setelah berpisah sekian lama.
"Sebaiknya kalian bersiap-siap. Acara resepsinya akan segera dimulai sampai pukul sepuluh nanti malam." Ucap Mami Alisa dan diangguki oleh tiara dan Algi.
Keduanya pyn di tuntun untuk memasuki ruangan khusus untuk mengganti pakiana mereka berdua.
Mereka berdua hanya berdua saja saat ini di dalam kamar itu. Karena Algi belum mengiziznkan siapa pun untuk masuk.
"Sini, Abang bantu." Katanya pada tiara
Tiara mengangguk dengan pandangan mata mengabur lagi. Algi tersenyum. Bukannya membantu Tiara, ia malah memeluk Tiara dengan sanagt erat karena Tiara saat ini sedang menagis di pelukannya hingga baju akad yang Algi kenakan basah di bagian dadanya.
"Ssssttt... Sudah ah! Jangan menangis. Masa iya dihari bahagia kita seperti ini kamu menangis sih? Udah. Kita ganti baju. Waktu kita masih panjang untuk meluapkan rasa bahgai ini!" kelakarnya pada tiara yang membuat Tiara memukul punggungnya
Algi tertawa.
"Hiks.. Abang curang! Pantas aja ketika ditanya tentang mahar Abang diam aja. Saat itu aku udah curiga jika akan terjadi sesutu yang tidak beres. Dan benar saja! Abang bohong sama aku!" ketusnya semabri melepaskan pelukannya dari tubuh Algi dan mulai membuka seluruh pernak pernik di kepalanya.
"Maaf sayang.. Jika Abang bilang bukan kejutan dong namanya?"
"terserah Abang lah! Bantuin!" kentusnya lagi.
Bukannya marah, Algi malah tertawa. Ia sangat suka membuat tiara kesal kepadanya. Dan ia tau, jika Tiara marah hanya sebentar. Tidak akan berangsur lama.
__ADS_1
Karena Algi sangat tau dengan istrinya itu.
Satu jam kemudian.
Merek pun keluar setelah selesai menggantio pakaian dengan pakaian acara resepsi.
Pintu aula pun dibuka.
Blam!
Lampu mati dan kini hanya lampu sorot saja yang menyinari mereka berdua.
Tak.
Tak.
Tak.
Tiara tertegun dibuatnya.
Algi tetap memegangi tangan halus yang kini dibalut henna yang sangat cantik itu.
Mereka berdua berjalan menuju panggung untuk duduk di singgasana raja dan ratu sehari hingga nanti malam.
__ADS_1
Akhirnya acara resepsi itu pun segera dimulai.
Satu perstu tamu mendatangi mereka untuk memberikan ucapan selamat. Termasuk neneka dan Kakek Algi yang saat ini sudah semakin sepuh dan sering sakit-sakitan.
Disusul oleh keluarga mami Alisa yang lain. Mereka berdua begitu terharu saat algi bisa mendapat wanita cantik seperti Tiara.
Wanita cantik keturunan Turki itu kini sangat cantik dan anggun dengan pakaian yang ia kenakan.
Semua mata takjub memnadnagnya. Termasuk salah seorang teman Algi yang dulu pernah mengejeknya dan memberi peringatan untuknya.
"Kamu tidak pernah bisa ku gapai Al. Kamu tetap bertahan dengan Tiara walau Tiara sudah meninggalkan mu. Aku hanya bisa mengucapakn selamat untuk kalian berdua. Sekali lagi, selamat menempuh hidup baru dan maafkan segala kelakuan ku dulu Tiara.." icapnay dari kejauhan sana.
Ia tidak berani hadir ke panggung untuk menyalami pasangan yang sednag berbahagia itu.
Algi dan Tiara bisa melihatnya karena kediua orang tua yang merupakan rekan bisnis Papi gilang itu menunjuk ke arahnya.
Tiara memakluimi hal itu. Ia tidak mempermasalahkan nya. Toh, saat ini Algi masih memilih dirinya walau sudah ia tinggal dulunya.
Semua itu sudah berlalu. Tidak perlu di ingat lagi. Yang penting adalah masa di mana saat ini kedua pasangan itu berkumpul kembali setelah sekian lama terpisah karena kesalahpahaman kecil yang mengakibatkan perpisahan.
Walau begitu, Algi tidak mempermasalahkannya. Karena yang ia mau hanyalah Tiara. Bukan wanita lain yang sangat sering menunjukkan rasa suka kepadaya.
Baginya hanya Tiara. Hanya Tiara yang mamapu menggetarkan hatinya saat pertama kali melihatnya dengan pakaian sobek dan wajah yang terluka dan berdarah.
__ADS_1
Tiara kecilmnya. Gadis kecil yang selalu Algi sebut di dalam dimana kini sudah menjadi istrinya untuk selama-lamanya.