Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Tega Abang!


__ADS_3

Rayyan dengan sigap berdiri dihadapan seluruh karyawan perusahaan cabang yang ada di Bandung.


"Dengarkan semua!" tegas Rayyan dengan sorot yang begitu tajam menatap seluruh karyawannya.


"Yang kalian lihat baru saja itu memang benar adanya. Sekretaris Tiara, orang kepercayaan Direktur disini merupakan istri sah dari Adik saya. Algiandra Putra Bhaskara. Mereka sudah menikah sejak masih duduk di kelas satu SMA. Ada hal yang tidak bisa jelaskan kepada kalian semua, karena ini merupakan rahasia keluarga. Mereka terpisah di saat SMA. Dan sekarang adik saya datang untuk menjemputnya kembali karena keinginan kedua orang tua kami."


"Saya tegaskan sekali lagi. Algiandra adalah direktur yang selama ini bekerja di belakang layar. Dialah yang menjadi direktur yang selalu ingin kalian lihat seperti apa orangnya. Dialah direktur kalian saat ini. Dan saya tegaskan sekali lagi. Mutiara Halim Kusuma merupakan istri sah dari adik saya, Algiandra! Jangan sekali-kali saya mendengar salah satu dari kalian menghina adik ipar saya. Jika sampai itu terjadi lagi, maka saya akan mendaftarkan nama kalian semua dalam daftar hitam!"


Deg!


Deg!


Semuanya terkejut mendengar itu. Seseorang dibarisan belakang mendadak nyalinya menciut saat menyadari jika dirinya lah yang telah menggosipkan Tiara tidak benar.


Dan itu sudah sampai ke telinga Rayyan. Maka dari itu Rayyan membujuk Algi untuk menunjukkan dirinya di hadapan seluruh karyawan demi melindungi Tiara.


"Sudah jelas? Ayo, Fan!"


"Baik, tuan!" sahut sang asisten yang kini mengikuti Rayyan untuk masuk keruangan Algi demi menjelaskan hal ini kepada Tiara yang kini mungkin masih shock akan kenyataan yang baru saja ia dengar.

__ADS_1


Bahwa suaminya lah yang menjadi direktur di kantor tempatnya bekerja selama dua tahun ini.


Tiba di depan pintu ruangan Algi, Rayyan segera masuk. Ia terkekeh saat melihat Tiara yang terus memukuli tubuh Algi sedang Algi terkekeh-tekeh.


"Sejak kapan? Abang jahat! Aku kira direkturnya Abang iparku. Bang Rayyan! Nggak taunya Abang! Hiks.. Tega Abang!" isaknya dengan tangan masih memukul dada bidang Algi yang kini semakin lebar saja terlihat olehnya.


Rayyan pun ikut terkekeh.


Masih teringat jelas olehhnya, saat pertama kali Tiara melamar kerja disana. Saat itu Rayyan yang sedang berada di sana. Bukan Algi. Algi baru saja masuk ke kamar mandi, bertepatan dengan Tiara pun masuk ingin melamar pekerjaan disana.


Rayyan sempat terkejut begitu pun dengan Tiara. Karena mereka saling mengenal. Jadilah suasana itu lebih hangat. Algi tau jika itu adalah Tiara.


Dan Tiara pun diterima menjadi sekretarisnya. Mengingat itu Rayyan terkekeh-kekeh. Begitu pun dengan Algi.


Mereka berdua kompak ingin mengerjai Tiara. Dan untuk Tiara sendiri ia merasa heran.


Setelah dirinya di terima di perusahaan itu, Tiara tidak pernah sekalipun melihat Rayyan datang kesana lagi.


Sempat timbul kecurigaan dibenaknya. Tetapi ia tepis. Akhirnya ia memilih percaya bahwa Rayyan bukan hanya satu perusahaan yang ia pimpim, tetapi banyak.

__ADS_1


Maka dari itu, Tiara tidak berpikiran negatif. Tetapi dasar Algi yang memang usil sedari dulunya sama Tiara.


Ia dengan sengaja mnyuruh sekretarisnya itu bermacam-macam. Mulai dari membuat kopi, makan siang yang dibekali dari rumahnya, dan juga setiap ada yang membutuhkan tanda tangannya, Algi menyuruh Tiara untuk memasukkan map itu melalui celah kaca yang sudah ia bentuk seperti kotak pos.


Dinding itu bukanlah tembok. Tetapi kaca tembus pandang ke arah luar. Hanya Algi dan Rayyan yang tau apa yang terjadi diluar sana dengan sekretarisnya.


Algi bisa memandangi Tiara setiap harinya sepuas hati. Ia tidak henti-hentinya mengucapkan masyaallah karena melihat kecantikan sang istri yang memang benar-benar mirip orang turki asli.


Dengan wajah putih mulus, bibir tipis, hidung bangir dan juga sorot mata nan lembut namun penuh dengan ketegasan di setiap kata-katanya.


Bukan nya Algi marah, tetapi Algi semakin mencintai istrinya.


Membuat Tiara merona malu. Algi sudah menjelaskan kenapa dan apa. Begitupun dengan Tiara.


Kini keduanya sudah berdamai. Nanti sore, Algi akan pulang kerumah Tiara yang ada di Bandung untuk menemui anak-anaknya.


Algi rasanya tidak sabar untuk bisa menemui malaikat kecil buah cinta mereka berdua sejak lima tahun yang lalu.


Setelah bertemu dengan anak-anaknya, Algi akan segera membawa pulang Tiara untuk mengadakan resepsi secara besar-besaran untuk sang istri yang sudah ia persiapkan sejak tau jika Tiara lah menjadi sekretarisnya di kantor itu.

__ADS_1


__ADS_2