Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Pedih Tak Terucap


__ADS_3

Sepulang sekolah, Keynna, Lisa dan Anna memutuskan pergi ke mall. sekedar untuk cuci mata siapa tahu ada para cogan yang masih jomblo. Tapi niat itu harus pupus ketika Lisa merengek untuk pergi karaoke. Akhirnya mereka pergi karaoke hingga waktu menunjukkan pukul tujuh malam.


Karena mereka sedari tadi belum makan, mereka lalu memutuskan untuk mencari makan di restoran Jepang. Sembari menunggu pesanan, mereka asyik bercanda ria.


“Gue tuh yakin banget, si Reganajis emang nyimpen kesumat sama gue. Masa dia tega banget nempelin permen karet ke kursi gue. Mana gak bisa diilangin lagi.” Curhat Anna. Keynna dan Lisa hanya tertawa.


“Kalian tuh kayak anjing kucing deh. Tiap ketemu ribut mulu.”


“Iya, Key. Dan yang bikin gue yakin dia itu jodoh sama Regan karena dari kelas sepuluh mereka sekelas mulu. Dan jadwal piket mereka juga barengan terus.”


“Wih, asli itu udah jodoh kali, An. Regan lumayan kali, seenggaknya gak malu-maluin kalau mau dibawa ke kondangan.” Kekeh Keynna.


“Ogah. Gue gak suka sama dia, yang ada gedek kalau ngeliat dia.”


Drrt


Mantan Kutub calling..


Ponsel Keynna bergetar, ada telfon yang masuk dari mantan. Ada apa ya? mau ngajak balikan kah? Gumam Keynna bingung.


“Eh, gue angkat telefon dulu ya.” Setelah mengucap itu, Keynna langsung pergi menjauh. Lalu mengangkat telfon.


“Halo.”


“Dimana?”


“Masih di mall. Ada apa?”


“Cuma nanya.”


“Hah?”


“Jangan pulang malem-malem, bahaya atau perlu gue jemput?”


“Gak usah. Gue bawa mobil kok.”


“Yaudah hati-hati bawanya.”


“Iya, Saka mantan gue yang unch. Perhatian banget sih?” Keynna terkekeh.


“Salah gue perhatian sama lo?”

__ADS_1


“Ya.. engga sih.” Keynna menggigit bibirnya.


“Lagi apa sekarang?”


“Gue lagi makan sama temen-temen. Lo udah makan?”


“Belum. Tadinya mau ngajak lo makan nasi goreng, tapi karena lo juga udah makan, gajadi.”


“Eh, jangan gitu. Nanti lo sakit.”


“Iya, Nanaku.” Lalu terdengar suara kekehan pelan di seberang telfon. Keynna tersenyum manis, ah moment ini yang sudah tak ia dapatkan sejak dua tahun lalu.


Senyum Keynna menghilang, ketika mendapati pemandangan yang membuat darahnya mendidih. Dia langsung menutup telfon dan menghampiri sang papa dan seorang wanita yang sedang makan dengan romantis itu.


Sementara di seberang telfon, Arshaka menghentikan kekehannya ketika dirasa Keynna tidak menjawab lagi.


“Halo, Na? Lo masih disitu?”


Arshaka mengernyit lalu melihat ponselnya. Telfonnya sudah diputuskan oleh Keynna. Arshaka yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada Keynna. Tak biasanya gadis itu memutuskan panggilannya begitu saja.


Arshaka langsung menyambar jaket dan mengambil kunci motornya yang berada diatas nakas lalu berlari turun.


***


Lalu Keynna malihat ada pramusaji yang sedang membawa nampan berisi jus. Tanpa berfikir panjang, Keynna mengambilnya lalu langsung menyiramkannya pada wanita itu.


Reon—papa Keynna dan Linda terkejut terlebih Linda ketika mendapati bajunya basah.


“Apa-apaan ini?” marah Linda.


“Kenapa? mau marah? Gak sadar diri lo?” sinis Keynna sambil melipat tangan di dada.


“Kamu..” Linda terdiam ketika melihat salah satu anak dari suaminya yang ternyata menyiram air padanya.


“Keynna, apa-apaan kamu. Minta maaf sekarang juga!” titah Reon tegas.


Keynna tertawa sinis, “Aku? Minta maaf sama cewe pelakor ini? Gak salah? Harusnya tuh cewe yang minta maaf karena udah ngancurin keluarga kita!”


“Dia itu calon mama kamu dan kamu sudah berbuat yang tidak sepatutnya. Jadi minta maaf!”


“Siapa anda berani menyuruh saya?” tanya Keynna dingin.

__ADS_1


“Saya papa kamu, kenapa bertanya seperti itu?”


“Papa yang saya kenal adalah orang yang selalu membela keluarganya. Oh, saya lupa kita juga udah gak jadi keluarga kan ya sejak dua tahun yang lalu.” Jawab Keynna acuh.


Reon tidak bisa berkata-kata lagi. Putrinya mengapa jadi sekurang ajar ini.


“Apa maksud kamu?” geram Reon.


“Kalau anda lupa, wanita disamping anda yang membuat kita jadi keluarga hancur. Sejak anda memutuskan memilih wanita ini dibanding keluarga istri dan anak sendiri, saat itu saya menganggap saya tidak punya papa!” tekan Keynna.


Plak


Reon menampar Keynna keras hingga sudut bibirnya sobek dan berdarah. Keynna terdiam dengan air mata yang meluruh, papanya—cinta pertamanya, tega menamparnya. Sedangkan Reon sudah tersadar akan tindakannya barusan. Dia mendekati Keynna mencoba menyentuh putrinya.


“Ke-key papa gak bermaksud. Papa..” Keynna menepis tangan Reon kasar.


Keynna menatap lurus ke arah papanya, menatap dengan penuh kebencian dan kekecewaan mendalam. “Mulai saat ini, jangan pernah muncul lagi dihadapan saya.” Sesudah mengatakan itu, Keynna berlalu pergi dengan air mata yang masih mengalir.


Sedangkan Reon terdiam ditempatnya. Bayangan perkataan Keynna yang sudah tidak menggapnya orang tua lalu melarangnya menemuinya lagi seolah tamparan keras untuk Reon. Semua ini salahnya, ia yang ingin memperbaiki hubungan dengan sang putri yang sempat merenggang karena kebodohannya dahulu malah semakin membuat sang putri makin menjauh darinya. Reon merasa menyesal dan marah dengan dirinya sendiri.


***


Arshaka memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Ia khawatir terjadi apa-apa dengan Keynna. Lalu tiba-tiba dirasakan ponselnya bergetar didalam saku jaketnya. Ia menepikan motornya sebentar lalu mengambil ponselnya dan sebaris nama yang sedang dikhawatirkannya muncul. Langsung ia mengangkat telfonnya.


“key?”


“Hiks, Saka.”


Arshaka terkaget ditempatnya ketika mendengar Keynna menangis.


“Nana, lo gak papa? Lo kenapa nangis?” tanya Arshaka panik. Apalagi si lawan bicara hanya terus mengeluarkan tangisannya membuat tingkat kekhawatiran Arshaka makin meningkat.


“Hiks, Saka.” Di seberang telfon, Keynna masih terus menangis.


“Oke, tenang Na. Sekarang lo bilang, lo dimana sekarang?”


“Hiks gu-gue hiks di hiks ru-rumah po-pohon hiks.”


“Oke. Lo tetep disana. Gue otw sekarang.”


Arshaka langsung menutup telfonnya lalu memasukkan nya ke saku jaket dan memacu kendaraannya dengan kecepatan lebih tinggi lagi. Sepanjang perjalanan, Arshaka harap bahwa Nana-nya baik-baik saja.

__ADS_1


................................


Ini adalah cerita ringan, Terima kasih sudah membaca :)


__ADS_2