Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - 16


__ADS_3

Tap tap tap


Suara langkah kaki dengan heels tinggi terdengar, lengan wanita itu membuka pintu dan masuk ke sebuah mansion besar yang dari luar nampak terbelangkalai.


Bangunannya nampak macam istana namun sudah banyak tumbuhan merambat menutupi dinding yang sudah terkelupas catnya. Sampah dedaunan menutupi seluruh permukaan halaman sampai ke teras depan.


Dia Kieena, begitu masuk perempuan itu disambut seorang perempuan yang wajahnya serupa. Ada tompel berukuran cukup besar di leher sebelah kanannya. Selain keberadaan tompel itu, mereka mirip baik rupa maupun postur.


"Ada apa?" tanya wanita itu dengan tegang. Selalu ada hal yang terjadi acap kali saudara kembarnya datang ke rumah mereka.


"Lo punya nomor Om Jordy kan?" tanya balik Kieena tak mengindahkan pertanyaan dari sang saudara kembarnya.


Alis perempuan dihadapan Kieena itu menekuk.


"Mau kamu apa lagi sih?"


"Gue harus singkirin Keynna, cewek ****** mantan Arshaka." jawab Kieena. Otot mukanya seperti ditarik.


Raut wanita itu nampak prihatin, "Kenapa? Udah cukup Ki, Arsha gak cukup?"


"Kalau balas dendam itu harus maksimal, Kaina. Pokoknya semua laki-laki keturunan Aldebaran harus mati!" desis Kieena.


"Kenapa kamu masih terus menerus berkubang dalam pembalasan dendam kamu? Hanya karena ayah mereka melakukan itu pada ibu bukan berarti kita harus membalas ke anak-anaknya. Lagipula kita sudah membalas dengan kematian ayah mereka. Dia pasti akan membusuk di neraka menyesali perbuatannya pada ibu kita."


"Tapi dia masih hidup nyaman saat itu! Dengan tanpa berdosanya pada ibu, dia menikah lagi dan punya anak! Bayangin Kai, cuma selang dua Minggu setelah kematian ibu! Saat Lo sama gue berduka, dia malah bahagia bikin pesta!" seru Kieena berapi-api. Air wajahnya seakan meletup-letup tanda betapa emosinya saat ini.


Kaina mengembuskan napas pelan, adiknya terlalu berlebihan dan depresi karena kematian ibu mereka.


Jadi ayah Arshaka berselingkuh di luar pernikahan sahnya sahnya bersama wanita lain saat Arshaka baru berumur 5 tahun. Namun perselingkuhan itu tak pernah terbongkar hampir belasan tahun lamanya, entah karena mereka yang terlalu lihai ataukah sang istri, mamah Arshaka menutup matanya selama ini. Dari hubungan terlarang ini, lahirnya Kaina dan Kieena. Dan baru 11 tahun yang lalu mereka menikah meski secara siri. Namun biduk rumah tangga yang baru berjalan beberapa bulan itu harus kandas usai ayah Arshaka, meninggal dunia karena sakit. Dan tepat saat itu, ibu mereka memutuskan membawa Arshana, sang bungsu menetap di Prancis setelah kematian suami mereka. Sedangkan ibu Kaina dan Kieena menjadi depresi karena pernikahan mereka yang bahkan belum sempat disiarkan ke publik harus berakhir. Dia menjadi gila dan menjadi penderita skizofrenia di usianya yang akan memasuki setengah abad. Tak lama kemudian, sang ibu meninggal dunia menyisakan Kaina dan Kieena berserta rumah megah mereka yang merupakan pemberian sang ayah yang kini terbengkalai karena tak diurus.


See, selama sepuluh tahun Keynna pergi, ada banyak kejadian yang di luar nalar terjadi.


***


Hanya beberapa jam lagi sebelum pergantian tahun, Keynna masih berdiri di atas rooftop sementara rekan-rekannya lebih memilih menikmati pergantian tahun di tepi pantai di bawah sana. Keynna malas ikut, dia memikirkan soal Regan yang akhir-akhir ini jarang mengabarinya.


"Regan kayaknya udah lupain gue deh.


Biasanya dia selalu jadi orang pertama yang ngucapin selamat tahun Baru." gumam Keynna sendu.


Perempuan itu menatap pada langit malam yang masih terhias bulan sabit. Langit belum semarak karena para manusianya masih menunggu momentum yang pas.


"Lo bisa kesambet lama-lama kalau ngelamun terus."


Suara dibelakangnya menarik atensinya pada langit malam. Keynna menoleh namun langsung mendengus ketika tahu bahwa itu suara Arshaka.


Arshaka yang melihat ekspresi perempuan itu menaikan satu alisnya.


"Kenapa sama ekspresi Lo? Kayaknya gak suka banget gue di deket Lo." komentarnya.


"Nah tuh tau. Minggir sana! Gue gak mau terlibat percakapan apapun sama orang yang udah mau married." usir Keynna sarkas padahal jantungnya sedari tadi sudah berdegup kencang.


"Sinis banget sih, mantan. Gue cium tau rasa." ujar Arshaka santai.


"Heh lambemu!" seru Keynna melotot.

__ADS_1


"Tapi gue seneng banget sekarang." ucap Arshaka kini menyelaraskan posisinya dengan Keynna, kedua tangannya bersandar pada pembatas pagar. Tatapannya menerawang dengan senyum tersungging. "Setelah sepuluh tahun sendirian melewati pergantian tahun, sekarang ditemenin sama Lo." lanjutnya.


"Siapa yang bilang nemenin? Gak tuh." sungut Keynna.


"Gue masih inget sama ucapan lo tempo dulu pas di bandara. Gue gak tau apa Lo yang ingkarin janji atau semesta yang emang udah bodo amat sama perasaan gue ke Lo tapi gue selalu lewatin pergantian tahun dengan kecewa dan hati patah."


"Kenapa?" tanya Keynna mulai serius.


"Key.." panggil Arshaka, menoleh pada gadis disampingnya. "Kenapa Lo langgar ucapan lo sendiri?" tanyanya menusuk.


Keynna terdiam kaku. Arshaka saat ini persis seperti Arshaka saat mereka masih jadi remaja labil. Dingin dan datar.


"Ma-maksud Lo?"


"Lo bilang, kalau Musim dingin di New York dingin banget lho. Kalau mau dateng di malam tahun baru, pastiin ke Central Park dulu. Gue kesana setiap tahun, tapi gue gak pernah ketemu Lo disana."


Deg


"Musim dingin di New York dingin banget lho. Kalau mau dateng di malam tahun baru, pastiin ke Central Park dulu ya!"


Ucapan itu kini terngiang jelas di telinga Keynna. Pernyataannya yang bernada ceria itu diucapkannya sepuluh tahun yang lalu. Tapi fakta yang baru saja dikatakan Arshaka mendobrak keras dinding tebal yang berusaha ia pertahankan. Keynna syok tak percaya.


"Lo kesana? Setiap tahun?" ulangnya syok.


Arshaka mengangguk mantap.


"Lo gak kesana ya, Key? Gue selalu nungguin Lo tepat di air mancur di tengah taman. Tapi bukan Lo yang gue temuin, melainkan cuma salju yang turun mengisi keruntuhan langit gue karena Lo."


Keynna menggeleng kaku.


"Gue selalu kesana kok, malah gue fikir Lo yang gak pernah datang." jawab Keynna dengan suara melemah.


Mata Arshaka membulat, ucapan yang baru saja didengarnya adalah fakta dan bukan halusinasi?


"Lo serius?" Keynna sontak mengangguk.


"Gue selalu kesana setiap pergantian tahun. Selalu berdiri di depan air mancur, menunggu kedatangan Lo. Tapi Lo gak pernah dateng, Saka, gue pikir Lo gak paham sama ucapan gue di bandara tempo lalu. Tapi gue selalu nunggu Lo kesana. Gue cuma bisa nunggu Lo, gue belum berani pulang ke Indonesia saat itu." ucap Keynna menunduk.


Arshaka menggeleng tak percaya. Selama sepuluh tahun itu, di tiap kali pergantian tahun, Arshaka selalu datang ke Central Park, berharap bertemu Keynna secara ajaib. Namun dia tak pernah menemukan sosok perempuan cantik itu. Atau apakah timeline waktu mereka yang berbeda?


"Kapan Lo dateng kesana? Jam berapa sampai jam berapa?" tanya Arshaka.


"Setelah jam sebelas malam selama satu jam." jawab Keynna.


"Lo ada disana sampai pergantian tahun selesai?" tanyanya lagi. Kali ini, Keynna menggeleng.


"Setiap hitung mundur udah di angka tiga, gue selalu ditelfon rumah sakit karena kasus urgent. Padahal gue dokter gizi bukan dokter UGD." sungut Keynna.


Arshaka mendesah keras. Pantas saja mereka tak akan pernah bertemu. Keynna saja selalu pergi sebelum pergantian tahun usai.


"Gue kesana tepat jam dua belas malam Key, pantas kita gak ketemu."


Keynna mendesah keras, "Bego banget sih gue. Andai gue nunggu 3 detik lagi--"


"Iya andai Lo nunggu 3 detik lagi." Arshaka ikut menyalahkan Keynna.

__ADS_1


"Eh, salah! Lo juga salah, andai Lo dateng satu jam sebelumnya!" kini Keynna malah menyalahkan Arshaka.


"Kok jadi gue?" tanya Arshaka tak terima.


Benar, andai mereka mau saling menunggu. Bukan berapa lama atau pukul berapa sampai pukul berapa mereka disana tapi lebih kepada apakah mereka mau bersabar dalam batas waktu yang tak tentu demi bertemu satu sama lain. Namun semesta memang punya rencananya sendiri. Manusia hanya bisa berusaha namun tetap yang menentukan adalah takdir mereka masing-masing.


Mereka terdiam hening.


"Sepuluh menit lagi sebelum tahun baru dimulai." ucap Keynna memecah keheningan.


Arshaka menganggukkan kepalanya.


"Lo punya wish yang pengen diwujudin?" tanya Keynna.


"Wish gue masih sama sejak sepuluh tahun lalu." Arshaka menatap lekat pada gadis pujaannya itu. Di matanya, Keynna tampak makin menarik sejak sepuluh tahun tak bertemu. Keynna yang mengecat rambutnya dengan warna blonde tampak sangat seksi di mata Arshaka.


"Apaan?" tanya Keynna penasaran.


"Ngehalalin Lo."


Duar


Duar


Tepat saat ucapan singkat dan padat Arshaka, suara kembang api terdengar semarak. Langit malam kini dipenuhi cahaya kembang api. Keynna yang semula tertegun kini berjengit kaget mendengar suara keras.


Dan entah bagaimana ceritanya, bibirnya tiba-tiba merasakan benda kenyal. Itu adalah bibir Arshaka yang mengajaknya menumpahkan segala rasa yang dibendung dalam sepuluh tahun terakhir ini. Keynna menutup mata, mulai menikmati sensasi memabukkan ciuman Arshaka. Lidah mereka saling menari satu sama lain, berusaha menjelaskan bahwa keduanya ingin bersama kembali.


***


Kringggg


Keynna terbangun dengan spontan ketika suara deringan ponsel membangunkan tidur nyenyaknya. Dia menoleh ke samping kanannya mencari ponsel namun yang dia temukan malah Arshaka yang tertidur menghadapnya dengan tangan melingkar di perutnya. Lelaki itu menggeliat sedikit ketika suara ponsel berbunyi keras namun kembali tidur tenang.


Suara ponsel terus berdering, namun Keynna masih berbaring syok. Apa yang terjadi? Kenapa dia dan Arshaka bisa satu ranjang?


"Hmmm, key, telponnya matiin dulu." gumam Arshaka yang mulai terganggu tidurnya. Lelaki itu makin mengeratkan pelukannya pada perut datar Keynna.


Keynna sontak terduduk. Membuat Arshaka spontan bangun. Matanya menyipit melihat Keynna yang duduk mematung di ranjang sementara ponsel terus berdering. Arshaka akhirnya bangun mengambil ponselnya dan langsung mematikannya tanpa peduli siapa yang menelponnya pagi-pagi buta.


"Masih jam tujuh Key, mau tidur lagi? Kita pulang ke Jakarta jam sepuluh." tawar Arshaka masih dengan wajah mengantuk.


"Ki-kita kok bisa tidur bareng?" tanya Keynna terbata-bata.


"Lo gak inget sama semalem?" tanya balik Arshaka.


"Semalem apaan?" seru Keynna mulai panik.


Arshaka tak menjawab, dia menunjuk wajah Keynna dengan dagunya. Salah, bukan wajah melainkan--


"Dada Lo merah banget ya ternyata." ucap Arshaka tak berdosa.


Keynna sontak menunduk, dia spontan menjerit.


"Aaaa!!!"

__ADS_1


Keynna membatin, apa yang telah terjadi semalam?


__ADS_2