
Keynna menaruh cangkir berisi kopi panas ke hadapan Arshaka dengan acuh. Dia menatap sinis pada mantan kekasihnya yang kurang ajar itu.
Atau lebih tepatnya, mantan kekasih yang makin tampan.
"Katakan apa yang mau Lo omongin." ucap Keynna ketus.
"Bentar dulu kali Key, sensi amat dari tadi. Udah gak ketemu 10 taun juga." balas Arshaka. Keynna melengos.
Arshaka lalu meminum kopi yang tadi dihidangkan Keynna. Setelah menyesapnya, dia lalu menatap Keynna kembali.
"Gue tahu, Lo kesel sama gue terkait pertunangan itu. Tapi gue terpaksa lakuin itu, Key. Bukan karena gue cinta sama Kieena tapi---"
"Karena Kak Arsya kan? Apa yang sebenarnya terjadi?" potong Keynna.
Arshaka nampak terkejut. "Darimana Lo tahu soal itu?" tanyanya.
"Gak perlu Lo tahu. Intinya apa yang sebenarnya terjadi dengan semua ini, Saka? Dan kenapa Lo gak jadi dokter seperti cita-cita yang Lo inginkan dulu?" tanya Keynna.
Arshaka menghela nafas pelan. Nampak beban berat mengggelayut dalam wajahnya yang nampak makin dewasa tersebut.
"Arsya meninggal dunia gak lama setelah Lo pergi. Dan perusahaan gak ada yang ambil alih, Nana masih kecil jadi terpaksa gue yang ambil alih."
Keynna terdiam, merasa ikut prihatin jadinya. Tapi buru-buru dia tepis rasa itu, dia kan tetap masih kesal pada mantannya itu!
"Terus kenapa Lo bisa tunangan sama Kieena? Lo milih dia apa jangan-jangan karena namanya mirip gue, iya?!" tuding Keynna.
Arshaka memeluk Keynna tiba-tiba. Keynna terkejut namun tak kuasa menolak. Lama mereka berpelukan tanpa kata yang terucap. Hanya telinga yang mendengarka deru jantung yang berdedup masing-masing. Keynna sampai memejamkan matanya.
"Keenakan ya Key?" celetuk Arshaka membuat Keynna seketika membuka mata.
"Ihh!" seru Keynna baru sadar dia telah memeluk Arshaka cukup lama. Wanita itu langsung mendorong tubuh Arshaka keras.
"Sialan Lo, cowok tembok! ambil kesempatan dalam kesempitan, mabok cacing ya Lo?!" sifat berandal Keynna kembali hadir kini.
Arshaka terkekeh geli, sedangkan Keynna masih melotot.
"Kalem sih, Key. Kayak yang ga pernah pelukan aja. Anggap aja Lo lagi kangen sama gue, kita kan udah gak ketemu 10 tahun."
"Gue kangen lo? Cih, gak sudi!" seru Keynna kesal.
Arshaka makin tertawa keras, dan itu membuat Keynna seketika teredam emosinya. Dia sudah lama tak pernah melihat Arshaka tertawa selepas ini. Kapan ya terakhir kalinya? Keynna bahkan sudah tak ingat.
"Lo tahu Key, Arsya gak meninggal secara kebetulan alaminya kayak gitu. Dia bunuh diri."
"Gue tahu. Tapi apa hubungannya sama Kieena? Apakah Kieena adalah mantan pacar abang Lo?" tanya Keynna.
Arshaka terdiam, dia lalu menggeleng. "Bukan Key, dia kembarannya."
Keynna membulatkan matanya, "Kembarannya?!"
***
"Heh, heh." Keynna menggoyang-goyangkan kaki Arshaka dengan pelan. Mencoba membangunkan kerbau berambut jabrig yang tengah tertidur pulas di kursi ruang tamu hotelnya.
"Bangun, Saka! Anjir Lo ya!" omel Keynna memukul-mukul pipi mantannya itu.
"Hmmm berisikkk." lenguh Arshaka menarik tubuh Keynna hingga menimpa tubuhnya.
Keynna terdiam dengan tindakan tiba-tiba Arshaka itu.
"A-apa yang Lo lakuin?" tanya Keynna gugup.
"Jadiin mantan gue guling hidup." jawab Arshaka dengan mata masih terpejam dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Keynna.
Keynna diam saja meski jantungnya serasa hampir mau meledak. Pipinya memanas dipeluk Arshaka sedemikian eratnya itu.
"Lo gak kerja apa?" tanya Keynna.
"Gak." jawab Arshaka singkat.
Keynna menoleh meski kesusahan karena Arshaka memeluknya cukup erat, "Kenapa?"
"Ada Lo, lebih baik gue nikmatin masa-masa balikan kita." jawabnya.
Mendengar itu, Keynna langsung meronta-ronta melepaskan lilitan lengan kekar Arshaka. Kemudian langsung bangkit berdiri.
"Siapa bilang balikan?" tanyanya ketus.
"Lo emang mau nolak cowok seganteng gue?" tanya balik Arshaka angkuh.
Keynna melipat kedua tangannya di atas dada, balas menatap tajam lelaki dihadapannya itu.
"Lo udah punya tunangan, hilang ingatan Lo?"
"Tunangan untuk balas dendam doang."
"Kalau gitu selesaikan dulu masalah Lo."
Arshaka diam, kemudian ponselnya bergetar. Cowok itu menjawab telfon tanpa mengindahkan ucapan Keynna.
"Hmm." Arshaka menutup telfon lalu memasukan ponselnya kembali ke saku.
Arshaka kemudian berdiri, mendekati Keynna dengan tatapan seriusnya. Keynna mulai gugup, dia melangkah mundur ketika Arshaka makin maju. Hingga tubuhnya hampir terjungkal akibat menabrak meja di depannya.
Bug
Arshaka memegang pinggang Keynna agar wanita itu tak jatuh. Akibatnya wajah mereka saling beradu, hembusan nafas Arshaka yang Keynna kira bau jigong karena baru bangun tidur nyatanya tak semenyengat itu.
"Pegang janji Lo, kalau gue udah selesain semua ini, Lo kembali ke pelukan gue." ucap Arshaka.
__ADS_1
Keynna terdiam, menahan nafasnya.
Cup
"Gue pulang ke Jakarta dulu, honey. Sampai jumpa di Jakarta." pamitnya.
Dan tanpa menunggu balasan dari Keynna, Arshaka langsung melenggang pergi keluar kamar hotel Keynna.
"Huahhh." Keynna akhirnya bisa menghembuskan nafasnya yang sedari tadi ditahannya.
"Gila, deket-deket sama Saka masih bikin paru-paru gue lupa caranya bernafas." ucapnya dengan pipi memanas.
***
Regan dan Panji sedang bermain biliar bersama. Di hari itu mereka memang pulang ke Jakarta. Sebenarnya Regan tidak mau, tapi Raffa memaksanya ikut dengannya alhasil karena Regan ke Jakarta, Keynna pun juga ikut. Tapi Keynna sedang mengurus barang-barangnya di apartemen lama milik Lisa. Keynna masih bimbang haruskah menetap di Jakarta atau kembali ke New York karena dia juga belum mendapat pekerjaan di Jakarta.
"Gimana bro, Lo sama Keynna langgeng?" celetuk Panji di tengah-tengah permainan.
"Langgeng dalam artian apa? Pacaran?" tanya balik Regan.
"Lo kan sempet lamar Keynna, Lo suka dia kan dan berarti Lo pacaran."
"Panji bego, kalau lamaran artinya serius mau nikah, bukan pacaran." kekeh Regan mengejek.
"Apa bedanya? Sama sama jalin hubungan serius kan?" tanya Panji.
Regan menggelengkan kepalanya geli, "Kalau serius tuh kayak Raffa nikahin Jessi. Kalau pacaran ga serius kayak Lo ke Lisa. Anak cewek orang Lo apelin terus kagak Lo nikah-nikahin, ckck." decak Regan.
Panji menggaruk kepalanya yang tak gatal, "Gue masih belum siap, Gan." akunya.
"Kenapa? Bukannya Lo udah pacaran lama sama Lisa. Sempet putus nyambung juga kan?"
"Ya iya sih, tapi karena kita sering putus nyambung jadinya bikin gue agak khawatir." ujar Panji.
Regan berhenti bermain, dia menjadi penasaran sepertinya temannya yang satu ini sedang memiliki beban fikiran.
"Kalau pacaran aja kita udah putus nyambung, gimana pas nikahnya coba? iya mending pas pacaran, ga cocok bisa putus, gak ada pihak-pihak yang lebih banyak dikecewain tapi kalau udah nikah beda lagi ceritanya, ada dua pihak keluarga yang terlibat. Belum ngurus surat cerainya, ribet bro!" curhat Panji.
Mendengar hal itu, Regan tak kuasa bereaksi. Dia mengambil salah satu bola biliar dan melemparkannya ke kepala gondrong Panji.
Bruk
"Ashh, Regan, anjir Lo! Sakit!" serunya meringis.
"Percuma kepala Lo gede, rambut Lo gondrong kalau otak Lo udah tandus kewarasannya." hina Regan.
"Belum juga nikah, udah mikir cerai segala. Kayaknya Lo lebih siap jadi duda bangkotan dibanding suami bijaksana ya." lanjutnya.
Panji memajukan bibirnya, merajuk dengan perkataan Regan yang menyakitkan ginjalnya.
"Omongan Lo sangat menusuk dibanding bau kaus kakinya Bapak gue." rajuknya.
Regan menghembuskan nafasnya pelan, "Makanya kalau punya otak itu mikirnya yang logis, yang masuk akal. Belum juga dijalanin, udah takut duluan. Jarang Lo bisa dapetin cewek kayak Lisa, yang tetep setia sama Lo meski diluar sana masih banyak cowok yang speknya lebih gahar dibanding Lo. Harusnya Lo bersyukur. Blabla--"
***
Keynna sedang duduk menunggu wawancaranya di Rumah Sakit Permata. Dia sudah memutuskan mencoba menetap di Jakarta sementara waktu ini.
Tapi ada yang aneh rasanya. Keynna merasakan tatapan-tatapan menyelidik dari seluruh orang yang melihatnya. Entah hanya perasaannya atau memang benar.
Memilih tak memusingkan itu, Keynna fokus membaca dokumen-dokumennya agar dia tidak salah bicara saat ditanya nanti.
"Keynna Alsha Iskandar." panggil seorang wanita dari ruang HRD.
Keynna berdiri kemudian masuk ke dalam ruangan.
"Keynna Alsha?" tanya seorang wanita seksi dengan lipstik merah itu datar.
"Dia seorang HRD?" batin Keynna aneh.
"Silakan duduk." ucapnya ketus.
"Terimakasih." Keynna pun duduk.
"Silakan perkenalkan diri Anda." ucapnya.
Keynna tersenyum manis, "Saya Key---"
"Keynna Alsha Iskandar, ada hubungan apa antara Anda dengan Pak Arshaka?" potongnya.
Keynna terdiam, cukup terkejut ketika HRD tersebut malah memotong ucapannya dan menyinggung tentang Arshaka.
"Iya? Maksud ibu Arshaka Juna CEO Aldebaran Group?" tanya Keynna.
Wanita itu mengangguk.
"Kamu tidak cocok dengannya. Sangat tidak cocok. Meski kamu memiliki latar belakang yang bagus dan penampilan yang menarik, tapi wajahmu terlalu tua untuknya. Kita setipe sejujurnya, sama-sama wanita berkelas. Tapi baru kali ini saya lebih menginginkan gadis polos dan lemah lembut seperti Kieena jadi pendampingnya. Padahal Arshaka bukan selebritis tapi rasanya segala hal mengenainya akan jadi topik pembicaraan terlebih soal pasangannya." cerocosnya.
"Dan Nona muda, dengan kekayaan dan wajah kamu, kamu gak sepantasnya jadi pelakor."
"Permisi, apa yang sebenarnya Anda maksud?" sela Keynna.
"Anda sungguh tidak tahu?" tanya balik wanita itu.
Keynna menghela nafas tak percaya, "Saya kira saya datang untuk melakukan wawancara pekerjaan bukan untuk bergosip apalagi menggosipi saya." ucapnya penuh penekanan.
"Saya permisi."
Keynna langsung beranjak dari duduknya dan langsung keluar ruangan dengan perasaan dongkol.
__ADS_1
Di luar, Keynna kembali merasakan tatapan itu. Tatapan menyelidik, kesal dan jengkel kepadanya. Bingung dengan itu semua, Keynna memilih bergegas pergi meninggalkan rumah sakit.
****
"Apa-apaan tadi? ****!" keynna hanya bisa mengumpat di dalam mobilnya.
Dia mencari tahu lewat internet tentang apa yang sebenarnya terjadi dan ternyata namanya memuncaki daftar pencarian seluruh orang!
Arshaka Juna Aldebaran, CEO Aldebaran Group terlihat sedang menunggu seseorang di depan kamar hotel nomor 234 di Hotel Priston, Bali.
Arshaka mencium wanita tak dikenal di depan sebuah kamar hotel nomor 234 di Hotel Priston, Bali.
Wanita asing dan misterius dicium paksa Arshaka Juna Aldebaran.
Sosok wanita misterius yang dikabarkan selingkuhan Arshaka Juna, CEO Aldebaran Group. Netizen khawatirkan Kieena, sang tunangan.
Keynna Alsha Iskandar, Dokter Gizi di salah satu Rumah Sakit AS dikabarkan berselingkuh dengan Arshaka.
Siapa Keynna Alsha Iskandar? Wanita yang digosipkan telah merebut Arshaka dari Tunangannya?
Keynna langsung membuka salah satu tayangan yang menayangkan tentangnya. Dan langsung membaca komentar jahat dari banyak orang.
Ceweknya cantik tapi keliatan murahan.
Gila, Kieena jauh lebih cantik, dia udah tua, apa yang difikirin Arshaka?!
"Heh! Gue setahun lebih muda dibanding Saka!" seru Keynna kesal.
Wajahnya jelek, hidungnya pesek, pipinya tirus, bibirnya monyong, mungkin itu make up Amerika yang salah dia terapin wkwk
Apa sih untungnya jadi pelakor? padahal dia udah punya segala-galanya, masih aja ngerebut kebahagiaan orang
Wajah cantik, karir mentereng gak ngejamin kalau good attitude juga.
Good face, good money, tapi less attitude wkwk
Mulut Keynna menganga. Gila, dalam semalam puluhan berita tentangnya menyebar luas ke seluruh negara. Dia baru mengerti sekarang kenapa dia diperlakukan seperti itu saat di rumah sakit. Rupanya kabar mengenai perselingkuhannya dengan Arshaka merebak.
"Siapa yang udah lakuin ini semua?" kesalnya.
Kemudian dia terfikir satu nama, satu-satunya orang yang akan berusaha membuatnya jauh dari Arshaka bahkan meski harus dibenci seluruh negeri.
"Kieena..." desisnya.
***
"What the hell! Keynna bener-bener terkenal sekarang!" seru Raffa takjub.
"Ini bukan untuk dikagumi Raff," tukas Alvaro. "Saka, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa berita ini bisa muncul?" tanya Alvaro berpaling pada Arshaka.
Alvaro, Raffa dan Panji memang sedang berada di rumah megah Arshaka. Mereka langsung bergegas datang setelah melihat berita Keynna menyebar dimana-mana.
"Kapan foto ini diambil?" tanya Panji.
"Waktu di Bali, gue ke hotelnya buat ketemu dia. Dan disitulah foto itu diambil." jawab Arshaka.
"Dan soal ciuman itu?" tanya Alvaro lagi.
Arshaka menganggukan kepala.
"Apa yang bakal Lo lakuin? sekarang wanita di seluruh Indonesia udah mulai membenci Keynna dan mencap dia sebagai pelakor. Atau orang kaya yang merebut kebahagiaan dan jodoh gadis biasa yang baik hati!" ucap Panji.
"Ini kayak film Cinderella tapi versi crazy rich." celetuk Raffa.
"CK, Raffa!" tegur Alvaro.
Brak
Terdengar suara keras seperti pintu yang dibuka paksa dari luar. Arshaka, Alvaro, Raffa dan Panji langsung terkejut dan seketika menoleh ke asal suara.
"Arshaka, apa yang Lo lakuin, sialan?!" seru seorang laki-laki dengan nada kasar.
"Regan, ada bel yang bisa Lo bunyiin kalau mau tamu." ucap Arshaka tenang.
"Saka, jawab pertanyaan gue, apa yang Lo udah lakuin sebenarnya pada Keynna?!" tanya Regan tanpa mengindahkan ucapan Arshaka sebelumnya.
"Gak ada. Gue gak hamilin dia dan gue juga belum nikahin dia." jawab Arshaka santai.
"Saka!" tegur Alvaro merasa ucapan temannya itu kelewatan.
Regan maju dan mencengkeram kerah baju Arshaka membuat ketiga teman mereka terkejut.
"Wohooo, Gan, tenang, Gan." ucap Panji khawatir.
"Sebaiknya Lo beresin masalah ini atau kalau engga, maka Lo udah sia-siain usaha gue buat yakinin diri gue untuk gak seharusnya gue bawa Keynna balik ke Jakarta." ucap Regan dengan penuh penekanan dan sorot mata menatap tajam.
"Kenapa Lo begitu peduli sedangkan ini gak ada hubungannya sama Lo?" desis Arshaka.
Regan masih menatap tajam Arshaka yang wajahnya hanya berjarak beberapa jengkal darinya. Sedikit pukulan saja, maka sebelah wajah Arshaka akan lebam begitupun sebaliknya.
"Tentu saja itu ada hubungannya sama gue, sialan. Gue yang selama ini selalu ada buat Keynna, gue yang berusaha temenin dia bahkan dari titik terendah dia, berusaha buat bikin dunianya baik-baik aja. Tapi Lo? Lo yang hanya mantannya ngehancurin itu dengan ngebikin dia jadi seorang perebut cowok dan dibenci seluruh negeri!"
"Bukan gue yang lakuin itu." tegas Arshaka emosi.
Regan melepaskan cengkeramannya, "Terserah Lo mau ngomong apapun. Yang jelas, beresin kekacauan itu, atau pertemanan kita selesai." ancamnya.
"Regan!" seru Panji dan Raffa syok.
Arshaka membenarkan kerah bajunya yang berantakan sambil tersenyum sinis, "Gue bakal beresin masalah ini karena ini juga menyangkut Keynna, cewek yang akan selalu gue cintai dan gak akan pernah rela direbut temen gue sendiri." desisnya.
__ADS_1
Dan disanalah awal mula pertentangan mereka dimulai. Kisah romansa yang membuat dua teman kembali merenggang terjadi lagi. Semuanya hanya karena satu perempuan.
Seorang perempuan yang saat ini sedang duduk berhadapan dengan wanita lain, tunangan mantan kekasihnya.