
Anna, Lisa dan Keynna sedang asik makan di kantin ketika Panji dan Regan datang. Mereka langsung merepet ikut duduk.
"Kemana tuan dan anjingnya?" celetuk Lisa.
Regan hampir menyemburkan jusnya karena tak kuat menahan tawa. Sedangkan Panji sudah terpingkal-pingkal di tempat.
"Lah ngapa lo berdua? Gue bener kan?" tanya Lisa bingung. Regan mengacungkan dua jempolnya.
"Emang ya calon bini gue kalau ngomong suka tepat." komentar Panji kagum.
"Siapa yang lo bilang calon bini? Menjijikan." dengus Lisa.
Panji mencebik.
"Elah Sa, ngomong aja sekarang ogah-ogahan . Ntar liatin aja lima tahun kedepannya, gue jamin lo kawin pertama sama Panji." celetuk Keynna.
Panji bertos gembira karena Keynna membelanya. "Emang ya mantannya Saka suka sehati sama gue." ujar Panji riang.
"Siapa yang sehati?" tiba-tiba Arshaka dan Raffa datang tanpa pemberitahuan.
"Itu budak lo. Katanya Keynna sehati sama dia." adu Lisa.
Arshaka langsung melirik Panji dengan tajam.
"Tonjok aja makhluk gak tau diri gini, Saka." timpal Regan ikut mengompori.
"Eh-eh kok malah jadi gue." protes Panji. Dia lalu menatap Arshaka dengan cengiran lebarnya, "Maaf ya Kanda. Gue gak ada maksud." ucapnya.
"Awas kalau lo deketin cewek gue." peringat Arshaka langsung duduk paksa di samping Keynna.
"Lo apaan sih, minggir! Sempit tau!" usir Keynna mendorong Arshaka agar minggir.
Arshaka tidak bergerak seinci pun. Dan itu membuat Keynna dongkol.
"Lo batu atau tembok sih, kokoh banget." sungut Keynna.
"Gue cintanya lo." balas Arshaka. Keynna mengerjap pelan, terkejut dengan ucapan Arshaka.
"Uuhh." riuh semua orang.
"Eh btw, Lisa, pertanyaan lo belum dijawab. Tuan sama anjingnya udah dateng tuh." celetuk Panji.
"Siapa maksud lo?" tanya Raffa.
"Lo sama Saka." jawab Regan.
"Oh gue tuannya ya." sahut Raffa percaya diri.
"Bukan, bege." tukas Panji.
"Terus apaan?"
"Anjing!" seru mereka kompak.
Raffa terkesiap, "ANJING LO PADA!" teriaknya.
Mereka semua tertawa kecuali Raffa yang menggulung bibirnya. Dia keki pada semua teman jahanam nya.
Brak
Tapi tiba-tiba lelaki itu menggebrak meja dan membuat semua temannya terkejut.
"Lo apaan sih? Waras lo? Atau kerasukan roh anjing?" sentak Regan kesal.
"Gue tiba-tiba keingetan. Ada yang mau gue omongin ke lo pada." ujarnya serius.
"Apaan dah?" tanya Lisa.
"Gue mau nembak Jessi." tandas Raffa.
"Jessi? Siapa?" tanya Keynna bingung.
"Mantan calon gebetan Regan." celetuk Anna datar.
"Woy, Ann! Itu bukan mantan gue. Salah paham mulu lo." sanggah Regan. Anna hanya mendengus sinis.
Melihat reaksi Anna, Regan seketika menarik kerah Panji yang duduk disampingnya.
"Ini gara-gara lo. Sialan bener." amuknya.
"Lah ngapa jadi gue? Gue duduk manis dari tadi." belanya.
"Kan lo yang ngusulin challenge konyol itu!" sentaknya.
Panji menyentak lengan Regan kasar, "Heh agen gas elpiji, lo dengerin ye. Kata siapa lo mau nurutin permintaan gue hanya karena gue janji jajanin kalian berdua? Lo nya aja yang gak mikir, mau-maunya rela nukar cinta sama segelas es boba!"
"Lonya aja kampret. Gak pake mikir resikonya." balas Regan tidak mau kalah.
"Lah, napa jadi gue? Lagian siapa yang tahu Anna ada disana hah?" debat Panji.
"Lo yang salah sialan!"
"Lo, bege!"
"Lah kok gue? Lo kali!"
Kini mereka saling tunjuk siapa yang salah. Tak ada yang mau mengalah. Dan pertengkaran mereka kini jadi tontonan seisi kantin.
"Noh, Ann, kelakuan dua orang gak waras. Lo lerain sendiri." celetuk Raffa.
Anna mendesah lelah, "Gue cuma becanda, kenapa malah jadi serius gini."
Anna lalu memukul meja beberapa kali, bermaksud mengalihkan atensi mereka padanya.
"Udah napa. Lagian gue cuma becanda, malah jadi berantem." lerainya.
"Ini semua gara-gara ni cowok setan. Ann, sumpah, gue gak ada apa-apa sama si Jessi. Lagian yang daper line nya kan si Raffa." ucap Regan membela dirinya.
"Ini nih jenis manusia yang gak tau diri. Udah salah malah nyalahin orang." balas Panji.
"Eh udah-udah. Udah. Gue cuma becanda. Lagian gue tau kejadian sebenarnya. Dan yang terpenting, si Jessi itu calon gebetannya Raffa." ujar Anna.
"Iya ih, lo berdua malu-maluin. Nama cewek gue dibawa-bawa." timpal Raffa.
"Udah." sela Arshaka. "Raffa, lanjutin perkataan lo." suruh Arshaka. Semua orang jadi terdiam kembali.
"Oke, jadi gini. Setelah gue melakukan masa pdkt selama dua bulan ini, gue berhasil pada sebuah kesimpulan, dimana gue yakin banget kalau gue udah jatuh cinta sama Jessi. Dan gue juga yakin bahwa Jessi juga suka gue. Secara ya gak ada satupun cewek yang bisa nolak pesona gue." tuturnya sambil mengibaskan jambulnya dengan bangga.
"Gue bisa." sela Keynna mengacungkan tangannya.
"Gue juga." timpal Lisa melakukan hal serupa.
__ADS_1
"Gue juga." tambah Anna.
Raffa mendatarkan wajahnya. Sedangkan Regan dan Panji sudah ngakak duluan. Arshaka bahkan tersenyum tipis.
"Yah, tiga dewi ini bisa lepas dari pesona gue karena ada pawangnya." ujar Raffa.
"Jadi intinya?" sela Arshaka lagi.
"Oke, intinya adalah gue mau minta bantuan lo pada buat persiapin kejutan pernyataan cinta gue."
"Harus segitunya?" tanya Panji sangsi.
Raffa mengangguk mantap, "Gue mau memberikan pengalaman tak terlupakan buat Jessi. Jadi gimana? Kalian bakal bantuin gue kan?"
"Ogah gue jadi babu." balas Regan.
"Gue juga." tambah Panji.
"Babu masih dibayar, tapi kita enggak." tambah Arshaka.
Raffa menatap ketiga temannya dengan pandangan tak percaya.
"Kita udah bersahabat bertahun-tahun. Gue bahkan nganggep lo pada kayak saudara gue sendiri. Tapi gak gue sangka disaat gue butuh bantuan, kalian nolak karena gak tulus?" ujarnya dengan nada terluka.
"Gak usah lebay. Cepet apa yang bakal kita dapet kalau bantuin lo?" tukas Panji datar.
Raffa seketika menormalkan ekspresinya.
"Gak mempan. Nyebelin banget." dengusnya. "Pokoknya biaya penginapan, transport sampe uang makan gue yang bayar. Lo pada tinggal bawa niat sama badan doang." ujarnya.
"Wih, Crazy rich emang levelnya beda." puji Lisa kagum.
"Dia mah kayak OKB, yang gak tau mau ngapain ngabisin duit." tukas Panji malas.
"Jadi lo bakal nyatain cinta dimana?" sela Keynna.
"Di pantai. Gue denger kalau Jessi suka banget sama pantai." jawab Raffa.
"Kapan lo bakal ngelaksanainnya?" tanya Anna.
"Lusa."
"Kenapa?" tanya Regan.
"Tanggal cantik. 08-08-21." jawabnya menampilkan senyum lebar.
"Mana ada tanggal cantik? Harusnya 21-12-21. Baru cantik." komentar Panji.
"Atau gak 12-12-21." tambah Regan.
Raffa menggeplak kepala Panji dan Regan bergiliran.
"Kelamaan bego." ketus Raffa. "Jadi gimana lo semua bakal bantuin gue kan?" tanyanya penuh harap.
"Gue bantu." jawab Panji.
"Gue juga." timpal Lisa.
Raffa lalu menatap Regan, "Lo gimana?" tanyanya.
Regan tak menjawab. Dia malah melirik Anna.
Regan membelalakan matanya begitupun Keynna yang nampak syok dengan keputusan Anna.
"Ann, lo gak boleh ikut." seru Keynna diangguki Regan.
"Lah kenapa?" tanya Raffa bingung.
"Karena----" Kini Keynna kehabisan ide. Dia melirik Regan membantunya untuk menjelaskan.
"Anna lagi kurang sehat. Takutnya kalau dia pergi jauh-jauh, tubuhnya drop lagi." jawab Regan.
Keynna langsung mengangguk mengiyakan.
"Ya kan Ann?" tanya Keynna menyuruh Anna mengiyakan ucapan Regan.
"Oh iya. Gue emang sempet sakit." Keynna dan Regan diam-diam mendesah lega.
"Tapi gue udah mendingan. Jadi gue mau ikut sekalian refreshing." lanjutnya.
Keynna melotot pada Anna tapi Anna tak menggubrisnya malah Lisa yang menyadari ada yang aneh.
"Kenapa mata lo melotot?" tanyanya.
Keynna kelabakan, dia cepat-cepat mencari alasan.
"Mata gue kelilipan. Wah perih banget." ucapnya sambil mengerjap-ngerjap pelan. Dia lalu membuka matanya kembali. "Sekarang udah mendingan." lanjutnya sambil tersenyum garing.
"Jadi gimana Gan? Lo kuy gak nih?" tanya Raffa.
Regan diam sesaat lalu mendesah pelan, "Oke deh." jawabnya. Dia harus datang karena Anna yang keras kepala mau datang. Dia harus menjaganya.
Mendengar jawaban Regan, diam-diam Anna tersenyum tipis.
"Nah sekarang giliran mantan pasangan ini." tandas Raffa menatap Keynna dan Arshaka.
"Gue gak ikut." cetus Arshaka.
"Lah kenapa?" tanya Panji.
"Sibuk dan kegiatan ini gak ada faedahnya sama sekali." balas Arshaka jujur tapi nyelekit.
Raffa mendumel dalam hati. Dia lalu melirik Keynna, satu-satunya harapan terakhirnya.
"Lo gak ikutin jejak mantan dingin lo ini kan?"
"Gue?" tunjuk Keynna pada diri sendiri. Raffa mengangguk.
"Gue..." Keynna terdiam, nampak bimbang. Semua orang menatapnya penasaran terutama Raffa yang penuh harap padanya.
Brak
Tiba-tiba Keynna menggebrak meja dan itu membuat semua orang kaget. "Gue ikut dong! Kapan lagi liburan gretong?" seru Keynna gembira.
Raffa bersorak senang. Dia bertos ria dengan Keynna.
"Tenang aja Key, asal acaranya lancar, gue biarin lo nikmatin sepuasnya." ucapnya.
"Sip, gue jamin lo sukses. Tenang aja." balas Keynna riang.
Di sisi lain, Arshaka mendengus kesal.
__ADS_1
"Lo gimana, Saka? Aslian gak akan dateng?" tanya Raffa sekali lagi.
Arshaka menatap Keynna yang turut meliriknya. Mencari rasa penuh harap dari tatapan gadis itu. Tapi dia tidak menemukannya sama sekali.
Arshaka kembali mendengus sinis, "Gak." tandasnya.
"Emang ada apa sih? Lo ada acara?" tanya Regan.
"Ulang tahun panti. Mereka mau jalan-jalan. Gue harus ikut." jawab Arshaka.
"Lo pengurus panti apa harus ikut segala?" ujar Raffa dongkol.
"Gue budak lo apa harus ikut segala?" balas Arshaka.
Raffa mencebik sebal. Sedangkan yang lainnya terkekeh.
"Eh tapi tunggu dulu." sela Keynna. Dia tiba-tiba merasa ada yang aneh.
"Apa Key?" tanya Lisa.
Mulut Keynna menganga. Matanya melebat begitu menyadari sesuatu.
"Mampus gue! Besok ulang tahun nyokap gue!" pekik Keynna.
"Seriusan?"
Keynna mengangguk. "Eh gue ke kelas duluan ya. Mau nelfon abang gue dulu." pamit Keynna tiba-tiba pergi sambil berlari.
Sepeninggal Keynna, Regan melirik Arshaka.
"Saka, calon mertua lo ultah. Gak ada hadiah gitu?"
Arshaka terdiam tak menjawab. Di kepalanya tiba-tiba memikirkan sesuatu.
***
"Pelajaran hari ini selesai. Kamu, Keenan Rio Iskandar, ikut saya ke kantor dulu." ucap dosen Keenan, namanya Wibowo.
"Baik pak." balas Keenan malas.
Pak Wibowo pun kemudian pergi dari kelas diikuti mahasiswa lainnya.
Tara, teman Keenan menepuk pundak Keenan dari belakang.
"Eh, ada apaan Pak Wibowo manggil lo? Lo kena masalah lagi?" tanyanya.
Keenan berdecih sinis, "Gue mahasiswa paling tampan dan tentu rajin, kapan gue bikin masalahnya? Paling beliau kangen sama gue." ujarnya angkuh.
"Cih, buru cabut sana lo. Ikutin Pak Wibowo." titah Tara.
"Ogah, males. Mending ngantin, kuy." ajaknya.
"Wah parah lo!"
Keenan hanya tertawa tanpa beban. Tapi ponselnya tiba-tiba bergetar. Dia mengambil ponselnya dari saku. Telfon dari Keynna.
"Wih, calon pacar gue nelfon. Gue mau ngomong dong." ujar Tara antusias. Tara adalah penggemar nomor satu adiknya. Lelaki itu berusaha menggapai ponsel Keenna tapi Keenan memukul punggung tangan Tara.
"Enyah lo!" ketusnya. Keenan selalu sensitif kalau Tara udah masuk mode fanboy.
"Apaan Key? Mau minta sumbangan?"
"Sembarangan lo. Gue baru inget kalau besok ulang tahun mama."
Keenan berdecih, "Dasar anak gak berbakti lo." ejeknya.
"Halah, paling lo juga lupa. Orang sibuk pacaran sama Tara!" dengus Keynna.
"Dih, ogah banget homoan sama centong sayur." balasnya melirik Tara.
"Jadi gimana? Gue belum pesen kue. Kalau pesen sekarang keburu tengah malem gak ya?"
"Tenang aja. Gue udah pesen dari kemarin. Tinggal ambil aja jam tujuh nanti." jelas Keenan santai.
"Seriusan lo? Awas kalau nipu lo."
"Elah, jadi adek gak percayaan banget sana abangnya, heran gue."
"Percaya sama lo itu musyrik!"
Keenan sudah tak mood berbicara lagi dengan Keynna yang malah buat dia sakit hati terus.
"Dah, males gue ngomong sama lo. Gue tutup." ketusnya.
"Eh bentar dulu! Jangan lupa ambil kuenya."
"Tenang aja. Lagian gue bikin kue di toko gebetan gue jadi sekalian ngapel, hihiw."
"Dasar fakboy. Bye!"
Keynna langsung menutup telfonnya. Keenan mendengus kesal.
"Gini nih kalau jomblo bertahun-tahun. Sensitifnya ngalahin termometer!" gerutunya.
***
Sepulang sekolah, Keynna langsung pulang ke rumah. Dia harus mulai menyiapkan kejutan ulang tahun buat sang mama, Kirana.
Keuntungannya, hari ini mamanya masih ada urusan bisnis di Bangkok dan akan pulang pukul sebelas malam. Jadi Keynna bisa mengatur kejutan dengan leluasa.
Tak lama, Keynna sampai di rumahnya. Tapi dia terkejut kala melihat mobil sang mama sudah terparkir di halaman rumahnya. Keynna buru-buru keluar.
"Ma?" panggil Keynna berjalan masuk ke rumah. Masa iya mamanya sudah pulang? Katanya nanti malam?
Keynna terus memanggil nama sang mama. Tapi tak ada sahutan sedikitpun. Keynna pun memutuskan masuk ke kamar sang mama.
"Ma?" Begitu Keynna membuka pintu, dia terkejut.
Mamanya tergeletak pingsan di lantai. Masih dengan pakaian kerjanya.
"Ma!" pekik Keynna sambil melemparkan tasnya ke sembarang tempat. Dia langsung menghampiri sang mama yang tak sadarkan diri di lantai.
"Ma!" Keynna menggoyangkan badan Karina panik. Air matanya sudah mengalir deras. "Ma, bangun!" isaknya.
Keynna buru-buru mencari ponselnya. Tapi karena panik, dia tidak bisa menemukannya.
Tapi pandangan Keynna tiba-tiba terpaku pada sebuah undangan yang dipegang sang mama. Keynna mengambil undangan itu dan begitu membacanya, dia membeku.
...Undangan Pernikahan...
...Reon Iskandar & Linda Agustin...
__ADS_1