
Hari selasa, udah itu aja.
Hari ini Regan kesal sekali! Kesalnya adalah karena hari ini adalah pelajaran Kimia sedangkan pak Joko, guru pengampu pelajaran itu sangat anti terhadapnya. Ya gak masalah sih bagi Regan, toh dia juga tidak suka dengan pelajaran yang rumetnya ngalahin PMS nya cewe.
Permusuhan Regan dan Pak Joko bermula dari awal kelas kelas dua belas. Saat itu, pak Joko baru mengajar untuk kali pertama di kelas jomblo ceria ini. Regan yang sedang menikmati surga duniawi—tidur maksudnya, harus terpaksa terbangun gara-gara pak Joko berteriak tepat di depan telinganya dengan menggunakan toa. Bayangin gak segimana kencangnya? Regan yang mendengarnya saja langsung budeg sesaat. Apalagi kata-kata pak Joko yang menyesakkan otak dan memotekkan hati Regan masih membekas sampai sekarang. Katanya..
“YA AHLI KUBUR, BANGUN KAMU! PANTES AJA JOMBLO, KERJAANNYA TIDUR MULU MANA ILERAN LAGI. NANTI GAK ADA YANG MAU SAMA KAMU, NANGIS KAMU DI POJOKKAN!”
Regan yang saat itu masih dalam tahap patah hati, hanya bisa ternganga. Sungguh nyesek gaess. Tapi memang kata-kata teman-temannya, pak Joko memang begitu suka bercanda. Tapi ini kan Regan lagi patah hati, barudak. Sensitifnya ngalahin merek pengecek kehamilan.
Setelah itu Regan yang sudah terlanjur dendam, berniat balas dendam. Di pertemuan selanjutnya, pak Joko yang mempunyai kebiasaan bawa minum itu tiba-tiba menyuruh Regan untuk mengisi air minumnya. Lalu Regan dengan segala kelicikan malah mencampurkan air putih itu dengan cuka dan oralit. Lalu ditengah-tengah pelajaran, pak Joko berhenti menjelaskan dan mulai mendekati meja guru untuk minum sebentar, ketika sudah mulai minum tiba-tiba Regan menyetel lagu mbah dukun yang sudah disetting sedemikian rupa.
Dengan segelas air pasien langsung disembur
BYUR
Bertepatan dengan pak Joko yang menyemburkan air minumnya. Para siswa sontak tertawa keras, mereka tidak menyangka ada hiburan selucu dan seepic ini. Ini kayaknya yang ngerjain udah pro, begitulah anggapan mereka.
Regan yang duduk ditempatnya, sudah ngakak tidak keruan. Tadinya dia fikir ini tidak akan berhasil tapi ternyata pak Joko telat merasakan ada tanda-tanda bahaya. Mata pak Joko sudah merah, dia benar-benar merasa dikerjai dan satu nama terlintas di fikiran. Si biang kerok kejadian ini, Regan. Terbukti dia yang paling keras tertawa sampai guling-guling dilantai.
Pak Joko mendekati meja Regan, lalu berdiri dengan berkacak pinggang.
“Regan Deova, ini pasti kerjaan kamu kan?” geram pak Joko.
Regan berhenti tertawa, lalu menelan ludah gugup kemudian tersenyum polos, “Maksudnya pak?”
“Ini pasti ulah kamu kan? Nyampurin sesuatu di minum saya lalu setel lagu dukun dukun itu.”
“Apa sih bapak, suudzon mulu sama anak ganteng. Ntar kena adzab loh, matinya gak diterima bumi.”
“Kamu nyumpahin saya mati?” teriak pak Joko.
“Siapa yang nyumpahin bapak? Inget loh pak, omongan itu do’a dan yang bilang bapak mati kan bapak sendiri.” kilah Regan.
“Saya tau itu kelakuan kamu. Tadi saya kan nyuruh kamu ambilkan air minum untuk saya.” Pak Joko masih tak mau mengalah.
“Ya terus, masa gara-gara saya ngisi air minum buat bapak, saya yang dituduh sih? Kan bapak juga yang nyuruh. Mungkin bapak sendiri kali yang nyampurin sesuatu kayak oralit, eh..” Regan keceplosan lalu langsung menutup mulutnya.
“Jadi bener kamu ya Regan deova. Kamu nyampurin oralit ke minuman saya.” Desis pak Joko marah.
__ADS_1
“Wah Regan parah ih. Berarti yang dimaksud buat saudara lo yang kekurangan cairan gara-gara mencret mulu ternyata pak Joko ya.” Celetuk Raffa polos.
Regan mendesis kesal, Raffa setan umpatnya dalam hati.
Pak Joko menarik nafas, “REGAN DEOVA, BERSIHIN SEISI SEKOLAH SEKARANG JUGA!”
Gawat, batin Regan.
Dan ya itulah sekelebat awal mula permusuhan antara pak Joko dan Regan. Regan yang saat itu tidak bisa melakukan apa-apa karena ternyata pak Joko sendiri yang mengawasi ditambah bu Dayu dan pak Ijal hanya bisa pasrah. Bayangkan 5 jam dia membersihkan sekolah dengan diawasi ketat bak tahanan.
Setelah selesai, penampilannya nampak kacau. tubuh rumuk redam dengan baju yang sudah basah keringat sampai-sampai dia harus membuka baju seragam nya hingga bu Dayu tutup mata meski sesekali mengintip karena body Regan yang luar biasa bikin mimisan para cewe jomblo kayak bu Dayu. Apalagi teman laknatnya tidak ada yang mau membantunya, malah si sableng Raffa memosting foto nya yang sedang dihukum ke IG.
Sejak saat itu, Regan mengibarkan bendera permusuhan untuk pak Joko.
Lalu hari ini, hari Selasa tanggal 5 pelajaran kimia datang lagi. Regan tadinya ingin berniat bolos karena masih dendam dengan pelajaran minggu lalu, ia dihukum karena kedapatan tidur. Ia dihukum menghadap tembok luar kelasnya dan harus mengatakan Saya akan jadi anak baik seratus kali. Bayangkan betapa malunya ia! Meski wajahnya menghadap tembok, namun siapapun orang yang melihat pasti tahu itu adalah Regan, secara salah satu deretan cassanova Cakra. Dan parahnya adalah Anna dan Panji yang mengejeknya dengan sebutan anak kecil karena hukuman seperti itu biasanya dilakukan oleh anak kecil.
Niat tulus Regan bolos harus kandas gara-gara pak Joko dengan teganya mengadakan ulangan dadakan dan Regan sudah diwanti wanti oleh mommynya untuk tidak mendapatkan nilai merah saat ulangan atau PSP kesayangannya akan diloakkan ke dalam tong sampah. Betapa miris dirinya.
Kini kelas jomblo ceria sedang duduk hening dalam keadaan syahdu menatap dengan khikmad kertas soal ulangan didepannya. Arshaka sih tenang-tenang saja, cowok jangkung itu paling suka dengan hitung-hitungan beda dengan Raffa atau Keynna, apalagi Regan si ketua laskar pembenci pak Joko.
Pak Joko dengan telinga caplangnya yang konon mampu mendengar suara sedikit saja langsung bereaksi ketika Regan sedang menengadahkan kepala sambil sedikit bersiul, mencoba mencari suatu rumus di atas langit-langit kelas yang memang tidak ada.
“Lagi ngapain kamu?” tanya pak Joko curiga.
“Siapa Dakota?” tanya pak Joko. Padahal jawaban Regan itu ngawur tapi masih aja ditanggapi. Dasar pak Joko.
“Dia mantan saya sih pak. Saya putusin gara-gara dia selingkuh sama edward culen. Tapi dia mohon-mohon ke saya buat balikan disaat saya mulai move on ke si bella.” Fiks, Regan gila.
Penghuni kelas sudah ingin tertawa, tapi sekuat mungkin untuk menahannya karena tidak ingin mendapat semprotan dari air beracun milik pak Joko. Pak joko menghela nafas lalu tersenyum, “Regan kamu tau tidak, teman saya bertanya pada saya apakah ada orang yang terlihat baik-baik saja tapi ternyata memiliki masalah? ” Regan mulai mendapat firasat aneh.
“Saya jadi ingin merekomendasikan kamu pada teman saya. Siapa tahu jiwa kamu terguncang.” Kalimat terakhir itu penuh penekanan dari pak Joko.
“Emang teman bapak itu siapa pak?” celetuk Raffa sambil menahan tawa.
“Psikiater.” Jawab pak Joko tersenyum.
Regan tersedak.
***
__ADS_1
Setelah ulangan yang menyesakkan otak sudah berakhir. Kini Regan mencoba mengasingkan diri dari kantin menuju taman belakang. Di taman belakang, jarang ada orang yang kesini karena konon taman belakang angker apalagi ada pohon beringin besar yang katanya penghuninya diberi nama Mpok Wati. Entah apa faedahnya atau asal usulnya, yang jelas hantu Mpok Wati sudah berkeliaran di sekolah sejak ratusan tahun.
Regan duduk sendiri, alone kalau kata orang Inggris dan jomblo kalau kata orang yang udah taken.
Regan duduk lemas di bangku panjang depan pohon beringin sambil memejamkan matanya.
Lalu tiba-tiba terasa ada yang dingin menyentuh pipinya dan panas menyentuh pahanya. Mata Regan terbuka lalu langsung bangun.
Mata Regan membola melihat siapa gerangan yang melakukan hal tadi, Anna.
"Ann?" Anna hanya diam lalu duduk di bangku panjang diikuti Regan.
"Gue heran gak liat lo di kantin, biasanya lo orang paling gercep ke kantin ngegombal Lilis." ucap Anna jutek. Lilis adalah penjual nasi uduk langganan Arshaka dan trio ubur-ubur. Bodynya bahenol dan wajahnya lumayan cantik.
"Gue cuma mau mengasingkan diri dari peradaban." timpal Regan ngawur.
"Makan nih. Mumpung gue baik, tenang aja gak ada sianidanya."
"Thanks." Lalu Regan mulai makan.
Regan melihat Anna yang diam saja lalu mencoba menawari makanan yang ia makan, "Lo mau?" tanya Regan.
Anna menoleh lalu menggeleng, "Gak usah. Gue beliin buat lo."
"Tumben banget lo baik Ann. Biasanya ngajak ribut mulu." celetuk Regan.
"Sini kalau gak mau." Anna melotot lalu mencoba merebut makanan tadi namun segera ditahan oleh Regan.
"Maafin Regan, Anna." ucap Regan berpupy eyes.
"Jijik." Anna berdecih melihat kelakuan sok imut Regan.
Lalu keheningan mulai melanda. Anna sibuk dengan fikirannya dan Regan dengan makanannya. Mereka berdua memang aneh, ketika ramai, mereka akan saling caci dan bagai anjing-kucing. Giliran berdua seperti ini, saling peduli tapi canggung.
Regan sudah selesai menghabiskan makanannya lalu meminum air. Kemudian tiba-tiba berkata,
"Ann, mau sampai kapan?"
......
__ADS_1
Terima kasih yang sudah membaca~
maaf bila ngawur ya🙏