Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - Arshaka Menikah


__ADS_3

"Always dong, apalagi tadi ditemenin cowok ganteng, awokwok." goda Rafi mengerling jahil.


Untungnya hanya Keynna yang mampu mendengar ucapan Rafi tadi. Gawat, apakah benar Rafi melihat dia dan Arshaka duduk bersama?


Keynna melotot panik pada Rafi atas ucapan cowok kemayu itu barusan. Rafi menanggapinya dengan kedipan matanya.


Keynna mendesah, dia berharap bahwa Rafi tidak akan jadi ember bocor.


***


Tok Tok


"Masuk, Raf."


Raffa masuk ke ruangan Arshaka setelah diberi izin oleh empunya. Cowok itu kaget karena Arshaka tau bahwa itu dia.


"Darimana Lo tau itu gue?" tanya Raffa penasaran.


"Jadi gimana? Apa yang terjadi sama Keynna?" tanya Arshaka tak berniat menjawab pertanyaan Raffa.


Karena pertanyaannya tidak digubris, Raffa akhirnya mengeluarkan ponselnya lalu membaca sebuah email yang masuk.


"Gue sih yakin alasan kenapa Keynna bisa se badmood itu karena dia ditinggal pergi sama Regan--"


"Emang kemana Regan?" potong Arshaka.


"Dia ke New York. Ada kerjaan gitu." jawab Raffa.


"Selamanya? Keynna bakal tinggal disini kan?" tanya Arshaka entah kenapa dia antusias sendiri.


Raffa melotot kesal, "Kalau Lo lupa, gue ingetin kalau Regan itu juga temen Lo. Harusnya Lo seneng kita berlima bisa bareng lagi di Jakarta."


Arshaka hanya mengendikan bahunya, "Sebagai temen gue seneng. Tapi sebagai saingan cinta, kepergian dia buat gue bisa punya waktu lebih banyak buat deketin Keynna lagi." jawabnya acuh.


Raffa mendesah lelah, "Serah Lo, dah."


"Jadi berapa lama Regan pergi?" tanya Arshaka.


"Sekitar satu bulan."


"Kok sebentar?" kening Arshaka mengerut.


"Ya emang harus berapa lama? Lo pikir Regan tega ninggalin Keynna sendirian disini lama banget?" tanya balik Raffa sewot.


"Kok Lo jadi sewot sih?" balas Arshaka.


"Jadi intinya, Regan bakal ada proyek besar di New York makanya dia pergi kesana selama sebulan." ucap Raffa menyimpulkan laporannya.


"Udah kan? Gue mau cabut." ucap Raffa.


"Thanks ya Fa."


Raffa mengangguk, kemudian pergi dari ruangan Arshaka.


Setelah kepergian temannya itu, Arshaka menghubungi seseorang dengan ponselnya.


"Tomi, saya ada tugas buat kamu."


***


Berminggu-minggu setelahnya, yang dilakukan Keynna hanya fokus pada resep barunya. Dia juga sudah ceria kembali karena tidak terlalu kesepian meski Regan tidak ada. Ada Acha dan Desi yang selalu menemaninya jalan. Mereka bukan hanya rekan kerja melainkan juga sudah seperti sahabat sendiri.


"Eh eh, Lo tau gak? Katanya pacarnya bos besar bakal dateng. Mereka juga mau nikah tau." celetuk Desi ditengah projek penelitian mereka.


Acha terkejut, "Serius Lo? Bos besar beneran nikah sama cewek uler itu?"


"Cewek uler?" sela Keynna.


"Iya Kieena, asli sih gue gak suka banget sama tuh cewek." jawab Acha berapi-api.

__ADS_1


"Lah kenapa cyn?" tanya Rafi.


"Ya gak suka aja sih, kayaknya polos polos brengsek dia tuh."


Semua orang tertawa kecuali Keynna dan Jiana.


Entah kenapa hati Keynna seperti berdenyut nyeri gitu saat tahu bahwa mantannya akan segera menikah.


Namun Keynna cepat-cepat mengalihkan perhatiannya. Dia kembali fokus pada apa yang tengah dikerjakannya.


Sedangkan Jiana perempuan paruh baya itu juga terdiam. Ada yang berbeda dengan sorot matanya.


***


Kieena benar-benar datang, perempuan itu tampil anggun dan sederhana hanya dengan drees putih selutut dan cardigan berwarna hijau army. Perempuan itu juga melengkapi penampilannya dengan Sling bag putih dan flat shoes suedo balet putih polos juga.


Kehadiran Kieena menarik atensi semua karyawan. Mereka berbisik-bisik dengan tujuan kedatangan calon istri bosnya itu.


Dan kebetulannya, Keynna melihat perempuan itu datang. Saat itu Keynna hendak mengambil paketnya yang sengaja dititipkan di resepsionis. Keynna0 melihat bagaimana Arshaka menyambutnya di depan lift. Setelah melihat Kieena, cowok itu memeluknya sebentar kemudian merangkul pinggangnya. Mereka masuk ke dalam lift menuju ruangan CEO.


Hati Keynna seperti diremas-remas melihat pemandangan itu. Tak sanggup, Keynna memutuskan kembali ke ruangannya setelah mengambil paketnya.


Di ruangan Keynna melamun. Dia hanya memeluk boneka bobanya dan terus termenung.


Brak


Gebrakan meja dari Jiana menarik paksa Keynna untuk kembali ke kesadaran. Wanita itu menoleh kaget pada Jiana.


"Aduh, mbak, ada apa?" seru Rafi panik.


Dan ternyata bukan dia saja, melainkan Jeremy, Desi, Acha, dan Rafi juga ikut kaget.


Keynna diam-diam mendesah lega. Dia kira tadi Jiana mengepnya melamun.


"Gawat! Pak Arshaka minta kita presentasi hari ini!" seru Jiana panik.


"Mbak, gak mungkin kan. Bukannya jadwalnya masih Minggu depan?" tanya Desi.


"Iya mbak, kita belum siapin loh. Resepnya sih udah ada, tapi kan prototypenya belum!" imbuh Jeremy.


"Katanya Pak Arshaka akan ada perjalanan bisnis mendadak malam ini. Dia akan pulang ke Indonesia setelah tahun baru. Makanya manajemen meminta presentasi kita dimajukan sekarang." jelas Jiana.


"Loh tapi mbak--" Acha hendak memprotes, namun dipotong Jiana.


"Sudah, kita gak punya pilihan lain selain presentasi sekarang juga. Keynna kamu yang akan mempresentasikannya." tegas Jiana.


Keynna yang sedari tadi diam saja sontak membulatkan matanya tak percaya, "Saya mbak?" tanyanya menunjuk dirinya sendiri.


Jiana mengangguk.


"Kenapa Keynna?" tanya Rafi.


"Karena Keynna yang menemukan resep ini. Jadi Keynna yang harus mempresentasikannya."


"Ta-tapi, mbak---" Keynna hendak protes tapi Jiana sudah berlalu pergi.


Jeremy, Acha, Desi dan Rafi hanya bisa mengangguk menyemangatinya.


"Semangat, Key." ucap mereka.


Bahu Keynna merosot. Dia tak percaya diri.


***


Setelah persiapan selama satu jam, Keynna dan timnya kini sudah masuk ke ruang meeting kantor pusat. Letaknya ada di lantai paling tinggi perusahaan ini, satu ruangan dengan ruangan CEO dan eksekutif lainnya. Kini mereka sedang menunggu Arshaka.


Tak lama Arshaka datang, diikuti Raffa, Tomi, beberapa staf pemasaran dan Kieena? bagaimana bisa perempuan itu juga datang ke ruang rapat?


Keynna tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika melihat Kieena menggandeng lengan Arshaka. Dan Kieena juga terkejut mendapati ada mantan kekasih cowoknya disana.

__ADS_1


Gimana bisa Keynna disini? batinnya.


"Pak Arshaka." sapa Jiana sopan.


Memilih profesional, Keynna akhirnya mengalihkan pandangannya. Meski tanpa dia sadari, Arshaka bahkan Raffa meliriknya tak enak hati.


Mereka semua sudah duduk, kemudian Tomi memulai rapat kali ini.


"Baik, pembahasan rapat ini adalah untuk melihat presentasi tim Snack dari divisi penelitian makanan untuk resep menu baru di Flower Cafe edisi winter. Untuk tempat waktunya, dipersilakan."


Jiana kemudian berbicara, "Baik, terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan bapak dan perusahaan untuk tim kami. Presentator hari ini adalah karyawan baru kami, Keynna, dia lah yang menemukan ide awal dari resep kami ini."


Jiana melirik Keynna, kemudian Keynna mengangguk. Sedikit berdeham kecil kemudian berjalan ke depan proyektor. Dengan senyum sopan sebagai sapaan awal pada hadirin. Setelah itu dia menganggukan kepala pada Jeremy sebagai operator.


Kieena melirik Arshaka yang terus menatap Keynna lekat. Ada gejolak cemburu di hatinya.


"Baik, saya Keynna, izinkan saya untuk menjelaskan mengenai resep baru kami untuk Flower Cafe edisi Winter. Nama resep kami adalah Sorghum Boba Ice Cream. Ini merupakan sebuah es krim dengan inovasi baru dimana Boba dan sorgum akan menjadi pelengkap minuman yang tak hanya menyegarkan namun bisa mengenyangkan. Gelato ini bisa mengganjal perut kita yang kelaparan, ditambah dengan boba---"


Kieena terus menjelaskan resepnya ini membuat Arshaka, Raffa dan Tomi seakan tersihir dengan visual es krimnya. Dan setelah berbicara selama 1 menit, Keynna menutup presentasinya.


Sekarang waktunya tanya jawab dan tanggapan dari sang bos.


"Gimana pak?" tanya Jiana penasaran.


Arshaka melirik pada Jiana kemudian pada Keynna yang menatapnya dengan lekat.


"Saya merasa tertarik. Tapi tentu saja pangsa pasar ini adalah anak muda yang mungkin awam dengan es krim dan hanya mengetahui kelezatannya saja. Jadi calon istri saya juga akan menilainya. Gimana Ki?" Brengseknya, Arshaka malah menyerahkan penilaiannya pada Kieena.


Kieena tersenyum angkuh pada Keynna yang melotot tak percaya. Namun ekspresi keduanya cepat-cepat ditutupi.


"Lumayan sih, tapi saya bingung es krim sorgum itu gak bakalan bikin eneg ya? secara itu kan hampir kayak gandum ya, dan Bobanya juga emang gak bakalan aneh kalau dimakan ada teksturnya gitu? Es krim itu kan tentang sesuatu yang lembut untuk membuat penikmatnya bisa menikmati cita rasanya secara ekslusif." ucap Kieena


Sumpah, Kieena bego apa gimana sih? Keynna benar-benar tak paham dengan ucapan Kieena. Perempuan itu ingin memuji apa mengkritik.


"Saya sudah bilang kalau ada serpihan sorgum di Boba dan es krimnya itu untuk memperkaya tekstur. Ditambah lagi durasi leleh es krimnya juga akan lebih lama mencair. Kalian pasti pernah melihat es krim corn yang es krimnya memiliki serpihan coklat didalamnya kan? nah kami membuat mekanisme seperti itu." jelas Kieena mendapat anggukan dari Arshaka.


"Itu kan coklat, bukan sorgum. Secara rasa dan visual juga berbeda." sanggah Kieena.


"Memang berbeda. Sorgum akan memberikan rasa yang baru yang tak pernah ada sebelumnya. Sekarang sedang marak penggunaan sorgum sebagai pengganti beras. Terlebih kandungan kalorinya juga lebih sedikit, jadi bagi wanita yang ingin diet tapi tetap ingin makan es krim bisa memilih es krim ini. Dan untuk visual, saya rasa es krim sorgum ini juga bisa kita plating dengan semenarik mungkin. Bisa mengikuti dengan selera anak muda zaman sekarang."


"Kenapa kamu memilih sorgum untuk penambah kekayaan tekstur dan rasa?" sela Arshaka.


"Karena---" Keynna terdiam sebentar, dia malah jadi berkaca ke masa lalu ketika Regan sering sekali membuatkannya wafel sorgum saat di Amerika dulu. Tanpa sadar wanita itu tersenyum manis. "Ada seseorang yang berarti di hidup saya sering membuatkan saya wafel dari sorgum. Dia tidak bisa memasak tapi sangat jago dalam membuat wafel. Saya ingat ketika saya menangis memikirkan kedua kaki saya lumpuh, dia selalu membuatkan saya wafel sorgum." tutur Keynna tanpa sadar. Dirinya terlarut dengan kenangan indah sekaligus menyedihkan itu.


Namun tanpa Keynna sadari, Arshaka membeku ditempatnya ketika mendengar keterangan Keynna. Mantannya itu sempat lumpuh? Dan siapa orang yang selalu membuatkannya wafel sorgum yang jadi inspirasi makanannya itu? Mungkinkah Regan?


"Ah, maaf saya malah melamun, jadi---"


"Cukup. Saya sudah mengerti. Kamu boleh kembali ke tempat." potong Arshaka dingin.


Keynna mengangguk kaku, meski masih bingung kenapa Arshaka menghentikan presentasinya. Tak urung, perempuan itu duduk kembali.


"Jiana, saya sudah memikirkannya, resepmu ini bisa dipasarkan di Flowee Cafe, saya harap sebelum tanggal 20 Desember semuanya sudah rampung. Edisi Winter dimulai keesokan harinya. Dan jangan lupa koordinasi dengan tim pemasaran agar mereka segera membuat pengumuman dan iklannya." ucap Arshaka.


Jiana tak bisa menyembunyikan senyum lebarnya, "Baik pak, terimakasih."


"Terimakasih pak!" ucap yang lain juga.


Arshaka mengangguk, "Rapat selesai." Arshaka berdiri diikuti semua orang. Kemudian tanpa menoleh lagi lelaki itu meninggalkan ruang rapat diikuti Kieena, Raffa dan Tomi.


Jiana duduk kembali setelah bosnya tak kelihatan lagi. Perempuan itu menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Dia selalu gugup bila berhadapan dengan Arshaka. Aura yang dimiliki lelaki itu sangat kuat dan membuatnya segan.


"Mbak gapapa?" tanya Keynna khawatir.


Jiana menoleh, "Kalian denger kan tadi? Sebelum tanggal 20 dipastikan sudah selesai. Dan sekarang sudah tanggal 15, maka kita cuma punya 5 hari lagi. Jadi segera bekerja!" seru Jiana semangat. Perempuan itu berlari meninggalkan ruang rapat.


"Apa mbak Jiana selalu kayak gitu?" celetuk Keynna takjub.


"Lo tau, Mbak Jiana punya kelakuan lebih ajaib dari ini." jawab Jeremy menggelengkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2