Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Masa Lalu dan Masa Kini


__ADS_3

Keynna memandang penuh kesal pada cowok dihadapannya. Sudah 10 menit mereka hanya saling berhadapan tanpa sepatah kata yang keluar. Sedangkan mereka harus bergegas ke lab kimia.


“Ck, apa sih Saka?” decak Keynna.


Arshaka tak menanggapi, malah mendorong bahu Keynna membentur tembok dibelakangnya dengan dua tangan tertumpu di samping kanan kiri Keynna. Keynna terdiam, mengira-ngira apa yang akan dilakukan si mantan kutubnya. Apakah akan ada adegan kisseu seperti drama korea yang sering ditonton bi Dora? Kalau iya, Keynna siap lahir batin, hehe.


“A-apa yang lo lakuin?” tanya Keynna gugup. Pasalnya jarak mereka sangat dekat, Keynna bahkan bisa melihat tahi lalat kecil di dahi cowo itu dengan jelas.


“Lo mau buat gue cemburu?” tanya Arshaka dingin.


“Maksudnya?” tanya balik Keynna tidak mengerti. Kenapa dia harus bikin si mantan cemburu, apa faedahnya buat maemunah coba.


Tapi detik itu Keynna sadar bahwa suasana makin dingin dan terasa mengintimidasi.


“Apa yang lo lakuin sama Alfaro?”


“Alfaro anak bahasa itu?”


“Iya, dia.”


“Gue gak lakuin apapun. Gue cuma nanya ke dia soalnya gue mau pinjem buku di perpus. Tunggu, kok lo bisa tau?” selidik Keynna.


“Apapun yang berhubungan sama lo, gue tau.” Jawab Arshaka dingin.


“Lebay lo.” Celetuk Keynna mencoba mengalihkan perasaan meletup di dadanya.


“Jangan berhubungan sama dia lagi, apapun itu.” Lanjut Arshaka.


“Emang kenapa?”


“Aturan dalam mencintai adalah menggenggam bila masih ingin menyatu. Melepaskan bila sudah susah digenggam. Masa lalu gue adalah lo. Gue pernah melepaskan lo bukan berarti gue gak bisa menggenggam lo lagi. Dan bisa gue pastiin hari ini, besok dan seterusnya hingga masa depan gue tetep sama lo, Keynna.” Setelah mengatakan itu, Arshaka menarik dirinya dan pergi.


Keynna menghela nafas. Pertanyaan apa dijawab naon. Tapi dia tau jelas maksud Arshaka. Ayolah, meski dia dikenal bar-bar, tapi bila berhubungan dengan mantan kutubnya, sesuatu yang tidak jelas menjadi jelas. Sesuatu yang tidak pasti menjadi pasti.


Tapi apakah ia bisa melanjutkan kisahnya dengan Arshaka bila lembar buku tentang mereka saja sudah habis?


***


Arshaka Pov


Saya berjalan pelan menuju lab kimia. Ketiga teman saya sudah duluan meninggalkan saya, kurang ajar emang. Banyak pasang mata memperhatikan saya, wajar karena bel masuk baru saja berbunyi 5 menit yang lalu. Jadi masih banyak siswa yang berkeliaran dan guru pun masih banyak yang belum masuk kelas. Itulah yang terkadang membuat saya kesal, mereka tidak punya disiplin sama sekali.


Langkah saya terhenti di depan taman ketika bertatap muka dengan Alfaro. Cowo yang baru saja membuat darah saya mendidih karena foto yang dikirim Raffa di grup.


Saya mendengus, “Minggir.” Ujar Saya dingin. Saya sedang tidak ingin meladeninya.


“Udah 2 tahun dan lo masih dingin kayak biasanya.”


Saya tidak menanggapi memilih memperhatikan danau buatan di tengah taman. Alfaro melanjutkan, “Dari dulu lo emang serakah. lo emang brengsek.” Umpatnya penuh kebencian.


“Lo diberi kebebasan buat gak merasa bersalah. Sedangkan gue? Gue terpenjara dan gue gak tau cara bebas gimana.”

__ADS_1


“Itu salah lo sendiri.” Tandas saya dingin.


Dia tertawa. Tawa paling memuakkan yang pernah saya dengar. “Kalau aja lo dateng, kalau aja lo mau dengerin penjelasannya. Dia gak perlu mati.” Alfaro menatap saya dingin. Sisi lain darinya.


Saya mendesah pelan, kenangan pahit itu menghantam kepala saya bertubi-tubi. Kenangan yang tak akan bisa saya lupakan, kenangan yang menghantam ulu hatinya telak.


“Tiap saat gue ngerasa bersalah. Gue sedih. Gue marah. Tapi gue bukan lo, yang merealisasikan kemarahan dengan bertindak kekanakkan.”


“Lo emang brengsek, Saka.”


***


Keenan memijit dahi pelan. Dia benar-benar muak dengan penjelasan dosen yang muter-muter kayak bianglala. Masih mending setelah diberi penjelasan panjang kali lebar, dosen dengan murah hati tidak memberikan tugas, tapi...


“Sekian yang saya sampaikan, silakan buat paper tentang tadi dalam bahasa inggris. Dan kumpulkan besok di meja saya sebelum pukul sepuluh. Terima kasih.”


Apa yang akan kamu lakukan ketika mendapat tugas amat menyesakkan dada seperti itu?


Kalau Keenan sih hanya bisa meratapi diri bahwa ia terpaksa begadang LAGI. Ayolah, bahkan dia gak punya pacar sama sekali. Boro-boro punya pacar, main game cacing saja dia tidak bisa. Semuanya gara-gara dosen yang seenak udel memberi tugas tanpa belas kasih. Hiks


Keenan berjalan lesu menuju parkiran. Mulai menjalankan motor sport hijau nya dengan tenang lalu berhenti di kedai es krim. Shuut, Keenan tahu pasti para pembaca aneh. Cowo semacho dirinya datang ke kedai es krim yang bahkan catnya berwarna pink? Gapapa, Keenan memaklumi. Baca dulu saja coba, kalian akan mengetahui alasannya.


Setelah memesan, Keenan duduk di salah satu meja di bagian pojok. Spot kesukaannya dengan dia. Keenan membuka laptopnya lalu mulai mengerjakan tugasnya. Keenan lebih memilih mengerjakan tugasnya di kedai es krim ini daripada di apartemen nya. Baginya, kedai dan dia adalah satu dari kenangan yang tak ingin Keenan lupakan.


Sudah setengah jam berlalu Keenan di kedai es krim. Mengerjakan paper tak berperikemasiswaan. Merasa suntuk, Keenan menutup laptopnya setelah menyimpan pekerjaannya. Lalu memasukkan laptop ke dalam tasnya dan beranjak pergi meninggalkan kedai setelah membayar di kasir.


Menuju parkiran, Keenan melamun. Fikirannya kembali pada kejadian 2 tahun yang lalu. Awal dan akhir kisah dirinya dengan dia.


“Kak Keenan liat deh, aku tadi diajarin sama mbak Vera bikin es krim bergambar Cookie.” Ujar riang seorang gadis cantik.


Keenan tersenyum manis lalu mengalihkan atensinya setelah sebelumnya ia asyik mengerjakan tugas di hadapannya pada gadis cantik yang tengah tersenyum riang dengan membawa semangkuk es krim ditangannya.


“Aku penasaran, kenapa sih kamu selalu samain aku sama cookie?” tanya Keenan.


“Karena kakak manis kayak cookies, hehehe.” Gadis itu tertawa pelan, manis.


Keenan mengacak rambut gadis itu pelan. Lalu mengambil mangkuk es krim itu dan meminta gadis itu duduk. “Kalau bener aku manis, suapin dong. Pengen tau, bener gak rasanya manis kayak aku?” goda Keenan jahil.


“Kalau bener rasanya manis, kak Keenan harus penuhin permintaan aku. Gimana?” tawar gadis itu.


Keenan mengangguk, lalu mencubit pipi gadis itu pelan. “Emangnya kamu mau apa, hmm?”


“Rahasia. Tapi kak Keenan cobain dulu. Aku suapin ya?” gadis itu mengambil sendok dan menyuapi Keenan.


Keenan mulai mengunyah pelan, merasakan rasa manis yang menguar dalam indera perasanya. Keenan memasang ekspresi datar ketika ia melihat gadis itu sedang harap-harap cemas menunggu penilaiannya.


“Gimana kak?” tanya gadis itu gugup.


“Enak. Manis kayak kamu” Jawab Keenan tersenyum manis.


Gadis itu bersorak riang. Merasa usahanya tidak sia-sia. Ah, ia harus mentraktir mbak Vera nanti.

__ADS_1


“Jadi, apa permintaan kamu, princess?” tanya Keenan sambil mencubit pipi gadis itu lagi.


“Temani aku ke ulang tahun sahabat aku ya kak?” mohon gadis itu sambil mengedip-ngedipkan matanya lucu berharap cowo dihadapannya ini luluh.


Keenan tak tahan lagi, langsung mengecup pipi gadis itu pelan. Lalu mengelusnya, “As you want, preety.”


Flash Back Off


Kenangan itu manis semanis gadis itu. Gadis yang dirindukannya.


***


Keenan baru saja sampai di apartement nya ketika Keynna, adik tengilnya mengirim chat padanya.


Mulut Mercon


Bangke, ke rumah kuy. Mama masak rendang


kesukaan bangke.


Udah gue bilang nama gue KEENAN.


Dasar adik kurang ajar lo!


Ah elah, jangan salahin gue dong. Salahin aja


kenapa nama lo Keenan terus mau-maunya


jadi abang. Artinya lo salahin nyokap bokap.


Mau apa lo?!


Ngegas mulu dasar jomblo laknat.


Sesama jomblo ga usah saling ngeledek ya.


dasar ade laknat


Seterah lo lah. Intinya gue tunggu jam 7


malem.Awas lo kalau telat, gue sebarin foto


lo yang cuma pake daleman doang!


BHAY


DASAR SETAN LO!


Keenan menggurutu. Dosa apa dia punya adek yang bangornya syaitonnirodzim? Apakah karena ia selalu mengganggu ketika orang tuanya sedang nananini? Atau karena ia sering nyolong jambu tetangga? Atau karena ia sering membantu sun go kong mencari keris sakti yang dicuri swipper? Tapi itu kan perbuatan baik.


Ah Keenan ganteng, pusing.

__ADS_1


__ADS_2