Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - 22


__ADS_3

"Welcome home, sweety." 


Keynna membalikkan badan dan terdiam mendapati Arshaka berdiri menatapnya sembari tersenyum, Lelaki itu nampak segar, rona wajahnya tak pucat selayaknya orang sakit.


"Lo udah keluar dari rumah sakit?" tanya Keynna.


Arshaka mengangguk "Udah."


"Gimana kata dokter, lo luka dimana?" tanya Keynna beruntun. Dia belum mendapat informasi yang jelas mengenai kabar cowok itu selama dua hari ini.


"Mending kita duduk dulu ya, kasian takut lo pegel." ujar Arshaka. Lelaki itu maju dan menuntun Keynna untuk duduk di sofa. Arshaka memperlakukan Keyna dengan sangat lembut.


"Nyaman duduknya?" tanya lelaki itu memastikan. Keynna mengangguk kaku.


Arshaka lantas ikut duduk di seberang sofa, tidak bersebelahan dengan gadis itu.


"Luka gue udah lumayan pulih, gue dapet jahitan di bagian perut. Tapi everything is alright, gue udah baik-baik aja sekarang. Sangat membaik." jawab Arshaka.


"Kenapa bisa lo kena tusuk? Gimana kronologinya?" tanya cewek itu.


"Gue lagi bayar makan di kasir, terus tiba-tiba ada ODGJ yang bawa pisau di balik bajunya dan tiba-tiba nusuk gue." jelas Arshaka.


"Gitu aja?" Arshaka mengangguk.


"Random banget." komentar Keynna.


"Namanya juga orang gila, Key." timpal Arshaka. "Lo sendiri, kenapa bisa pingsan?" tanya Arshaka.


"Gue---" Keynna terdiam, dia tidak mungkin bilang alasannya sebenarnya. "Kecapean. Lo tau, kan perusahaan bakal luncurin produk snack baru jadi pusing cari ide." lanjutnya terkekeh palsu.


Arshaka hanya mengangguk-anggukan kepala, senyumnya masih terbit sejak tadi.


"Saat kejadian itu, lo lagi sama Kieena?"


"Iya."


"Hubungan kalian kayaknya makin deket ya."


"Dia mau bunuh gue Key, deket darimananya?"


Keynna mendesah pelan. Dia hampir lupa dengan hal itu karena kecemburuannya.


"Kenapa Key?" tanya Arshaka peka. Wajah Keynna terlihat sebal.


Keynna menggelengkan kepala, tapi mulutnya membuka, "Gue aja belum pernah makan sama lo." gumamnya.


"Kita bakal makan siang bareng kok. 24 jam setiap hari, setiap minggu, setiap tahun, selama-lamanya." tandas Arshaka mendengar gumaman Keynna.


Keynna menoleh, "Maksud lo?" tanya Keynna.


Senyum Arshaka makin lebar, "Key, gue seneng lo mau ngandung anak gue."


Deg


Keynna mendongak, perempuan itu nampak menegang di tempatnya. "Lo---"


"Gue tau, Key. Gue tau." ucap Arshaka seakan mengetahui apa yang dipikirkan Keynna.


"Tapi gue sedih, lo anggap dia aib." lanjut Arshaka pelan.


Keynna menghela nafas berat, "Maaf Saka, gue gak maksud bilang gitu. Apapun yang lo denger, lo harus percaya sama gue."


"Jadi, Key, lo mau ngandung dia?" tanya Arshaka berharap.


'Gue--" Lagi-lagi Keynna terdiam membisu. Dia tidak tahu harus mengatakan apa.


"Key." Arshaka beranjak dari duduknya. Dia berlutut di depan Keynna. Membawa kedua tangan rapuh ke dalam genggamannya.


"Ada yang mau diceritakan? Gue siap dengerin." ucap lelaki itu penuh kelembutan.


"Hiks." Keynna tiba-tiba terisak membuat Arshaka mengerut bingung.


"Keynna, ada apa?"


Bug bug


Tiba-tiba Keynna memukul pundak Arshaka dengan brutal membuat sang empu kesakitan.


"Key, Key stop. Luka gue masih basah." ringisnya mencoba menangkis pukulan membabi buta Keynna.


Namun Keynna enggan berhenti. Dia masih menangis sembari mengeluarkan sumpah serapahnya.

__ADS_1


"Lo bajingan, Saka. Kenapa lo lakuin ini sama gue! Gue masih muda, pengen kejar karir tapi lo malah seenaknya nanam benih lo! Kenapa lo mabuk waktu itu? Saka, lo bajingan, jelasin!"


"Keynna, tenang ya, gue jelasin baik-baik, Please, tenang dulu, lo lagi hamil." ucap Arshaka penuh kelembutan dan kehati-hatian.


Keynna mendelik tajam, "Jelasin semuanya. gimana pertanggungjawaban lo!" tegasnya sembari berkata terengah-engah.


"Gue duduk dulu, bentar. Perut gue nyut-nyutan." ucap Arshaka. Lelaki itu bangun dan berjalan tertatih ke sofa samping Keynna.


"Lo--" Keynna mendadak berubah cemas tatkala melihat raut kesakitan Arshaka.


"Gak papa, cuma kaget aja pukulan lo masih kenceng Key. Masih latihan judo?" Arshaka teringat bahwa saat SMP, Keynna mengikuti les judo bersama abangnya, Keenan sebelum berhenti total saat kedua orang tuanya bercerai.


"Ya enggaklah. Ngaco lo." ketus Keynna.


Melihat Keynna masih ngambek, Arshaka tersenyum manis, "Sayang, jangan marah. Aku jelasin."


"Wlee." Keynna berlagak muntah melihat ucapan Arshaka yang berubah manis itu. "Jijik, tau gak lo ngomong gitu!"


"Lah, emang salah? Lo kan ibunya anak gue dan otw jadi istri gue." cengirnya.


"Siapa yang bilang gue mau jadi istri lo?!"


"Lah gak mau?"


"Gak!"


"Terus anak gue gimana?" paniknya.


"Dia juga anak gue, kalau lo lupa. Gue mau jadi ibunya tapi gak jadi istri lo." tandas Keynna.


"Oh, gabisa, Keynna Alsha Iskandar. Itu sepaket, gak bisa dibagi dua apalagi didiskon." Keynna hendak menyanggah namun Arshaka buru-buru melajutkan ucapannya, "Gue udah dp ya, anak lo adalah produk awal. Lo gak boleh nolak."


Keynna berdecak, "Kenapa hidup gue selama ini terus terjebak sama lo sih?"


"Karena definisi jodoh itu bertemu lalu berjodoh tapi karena jodoh makanya bertemu." jawab Arshaka santai.


Plak


Keynna menggeplak mulut menyebalkan Arshaka, "Gue gak mau berjodoh sama lo!"


"Sekarang aja bilang gak mau, kemarin-kemarin gue masukkin lo mau aja!"


"Ampun Key, ampun. Arrgh, sakit." ringis Arshaka memeluk perutnya dengan tampang kesakitan.


"Saka, lo gak apa-apa? Sorry." Keynna menghentikan pukulannya, dia maju menatap wajah Arshaka yang masih meringis.


Cup


Namun tanpa disangka Arshaka malah mencuri ciuman di pipi Keynna, "Lo cantik banget, Key." pujinya membuat pipi Keynna memerah.


"Ih, Arshaka!" pekik Keynna agak kesal namun tak bisa menyembunyikan senyumannya.


"Jadi, gue tau lo mungkin ada sesuatu yang buat lo masih enggan cerita ke gue. Gue nunggu lo cerita dengan sendirinya, Key tanpa gue minta apalagi dipaksa. Tapi yang harus lo tau,  gue minta maaf karena telah menyebabkan kejadian ini, gue sadar gue salah buat lo hamil apalagi di luar ikatan sah. Tapi lo harus yakinin, kalau gue gak pernah nyesel gue bakal jadi ayah secepat ini. Punya anak sama lo dan memiliki kehidupan yang indah bersama itu udah sering gue bayangin selama ini. Lo adalah satu-satunya pasangan yang gue mau jadi pendamping hidup gue sehidup semati." tutur Arshaka serius.


Keynna terdiam di tempatnya, air matanya berusaha mendesak keluar namun sebisa mungkin ia tahan, mungkin karena hormonnya yang tak biasa di keadaan baru ini. Dia menjadi lebih sensitif.


"Lo tinggal sama gue mulai sekarang ya. Gapapa kalau lo belum cinta sama gue, dan gapapa kalau lo belum mau nikah sama gue tapi gue mohon izinin gue tetap disamping lo, nemenin lo melalui waktu-waktu ini sampai anak kita lahir dan besar. Gue mau dia kehilangan figur gambaran keluarga bahagia hanya karena orangtuanya gak bersama. Di harus mendapat kasih sayang yang melimpah dari mama dan papanya," lanjut Arshaka, mengenggam tangan Keynna dengan erat.


"Jadi gue tinggal sama lo? Disini?" Arshaka menganggukan kepala.


"Di rumah kita." tegas Arshaka.


"Rumah kita?" tanya Keynna bingung.


"Lihat sekeliling, ini adalah gambaran rumah  yang lo pengenin 14 tahun yang lalu, saat kita masih SMP."


Keynna sontak mengedarkan pandangannya dan terperangah. Cat dinding, eksterior, interior dan semua benda-benda semuanya berwarna putih, coklat dan biru langit. Persis warna favorit Keynna.Bahkan baju yang Keynna pakai kini adalah perpaduan putih dan biru.


"Kapan lo siapin rumah ini?"


"Ini emang rumah gue Key, udah gue tempatin lebih dari lima tahun."


***


Malam harinya, Keynna tengah berbaring di ranjang barunya. Dia memutuskan untuk tinggal sementara waktu di rumah Arshaka demi bayinya. Sejujurnya, Keynna juga tidak tahu mengapa tapi kehamilannya membuatnya ingin terus berada di dekat Arshaka.


Omong-omong soal rumah, Keynna baru menyadari bahwa dia memang tidak tahu dimana Arshaka tinggal karena selama ini mereka hanya bertemu di kantor saja. Dia juga tidak tahu bagaimana keadaan anggota keluarga Arshaka yang lain setelah kematian papa dan kakaknya serta mamanya yang memutuskan pindah ke luar negeri. Tapi tunggu, entah kenapa Keynna merasa ada kejanggalan dari hal ini. Seakan-akan Arshaka sedang menutupi sesuatu tentang anggota keluarganya. Ditambah dengan Kieena, kenapa menyelesaikan permasalahan dengan "adik" beda ibunya itu memakan waktu yang lama? padahal kalau Arshaka mau, dengan kekuasaannya sebagai pemilik tertinggi Aldebaran Group, menyingkirkan Kieena yang tak punya pengaruh apa-apa bukan masalah besar. Karena membiarkan Kieena terus disamping Arshaka hanya membuat peluang Kieena mencelakai lelaki itu lebih tinggi.


"Argh," Keynna tiba-tiba meringis. Perutnya mendadak keram.


"****, gue lupa seharusnya gue gak banyak mikir berat-berat." gumamnya merutuki kebodohannya sendiri yang bisa saja membahayakan anaknya.

__ADS_1


Tok tok


"Key, gue boleh masuk?" tanya Arshaka meminta izin.


"Gak." tolak Keynna.


"Oke deh," Berlawanan dengan ucapan Keynna, Arshaka malah membuka pintu kamar dan menghampiri Keynna yang sedang bersandar pada kepala ranjang.


"Lo budeg ya? Gue bilang kan gak boleh masuk."


"Oh gue kira lo bilang boleh." ucap Arshaka  santai. Lelaki itu membawa sebuah nampan berisi lima gelas dengan warna-warna berbeda.


"Apa ini?" tanya Keynna bingung.


"Susu ibu hamil." jawab Arshaka.


"Terus kenapa ada banyak? Siapa yang hamil selain gue?"


"Lo doang lah. Gue gak tahu lo sukanya rasa apa dan gue denger katanya ibu hamil itu sensitif soal bau dan rasa. Jadi daripada nanti lo kesusahan karena gak suka sama satu rasa, gue bawain semua produk trial kesini. Lo bisa coba semuanya terus lo bisa pilih deh mana yang jadi kesukaan lo." jawab Arshaka riang.


"Ya tapi gak sebanyak ini kali. Gue kembung minumnya!"


"Gue gak minta lo minum semuanya. Lo cicip aja. terus habisin yang lo suka. Lihat, ini ada rasa coklat, kacang ijjo, vanila, strawberry sama moka. Lo mau coba yang mana dulu?" tawar arshaka.


"Gue--" Keynna menatap kelima gelas itu dengan pandangan memilah, lalu pilihannya jatuh pada rasa strawberry.


"Gue minum yang stroberi aja." ucapnya.


Arshaka menyerahkan gelas pilihan Keynna ke tangan sang empu. Memerhatikan dengan dalam kegiatan Keynna menghabiskan susu hamilnya.


"Enak Key? Lo suka yang ini?" tanya Arshaka penasaran, karena Keynna menghabiskan semuanya hingga tandas.


"Enak." jawab Keynna singkat.


"Syukur deh." ucap Arshaka senang, "Kalau gitu sekarang lo tidur ya, Gak baik ibu hamil begadang. Selamat malam Keynna." ucap Arshaka lalu tanpa izin mengecup kening perempuan itu. Setelahnya berlalu dari kamar setelah mengucapkan salam perpisahan lagi.


Keynna mengelus keningnya, jantungnya kembali berdetak tak karuan. Kalau Arshaka terus seperti ini, lama-lama Keynna bisa mati kena serangan jantung!


***


Pagi harinya, di lain tempat, Regan sedang memakan sarapannya sembari mengutak-atik tab. Lelaki itu rupanya sedang berada di Yogyakarta alih-alih di Amerika. Pekerjaannya sudah selesai dan sebelum ke Jakarta, lelaki dengan rambut diikat itu memutuskan berlibur di Yogyakarta bersama beberapa teman satu profesinya.


"Halo, Key?" sapa Regan senang. Lelaki itu melakukan panggilan video pada Keynna.


Keynna yang berada di seberang sana, langsung tersadar begitu mendengar suara Regan. Perempuan itu bangun dengan cepat masih dengan muka bantalnya.


"Regan!" teriaknya.


Regan terkekeh, "Apa Keynna, kaget banget ya? Kenapa masih tidur? Kebiasaan kebo lo masih aja sama ya." ucapnya sembari geleng-geleng kepala.


"Kok di lo kayak pagi sih, Gan? Bukannya kalau di gue pagi, lo malem ya?"  tanya perempuan itu bingung.


"Tebak gue lagi dimana?" tanya lelaki itu usil.


"Di Amerika, kan?"


"No." geleng Regan.


"Dimana dong?"


"Di Indonesia."


"APA?" pekik Keynna lantang.


"Gue di Jogja, Key. Liburan dulu bareng temen-temen gue. Minggu depan gue baru balik." ucapnya.


Di seberang telfon, Keynna menggigit bibirnya, kaget karena Regan sudah di Indonesia dan akan pulang tak lama lagi. Apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi cowok itu dan bagaimana memberitahukan padanya bahwa dia telah kembali bersama Arshaka dan malah mengandung anaknya?


"Key, lo masih disana? Kenapa ngelamun? Gak baik loh, ngelamun pagi-pagi, kesambet setan tomang tau rasa." 


Keynna tersenyum paksa, berusaha menampilkan wajah baik-baiknya, "Apaan sih Gan, siapa yang ngelamun." kekehnya. "Um-- gue mandi dulu ya, gue harus ke kantor. Lo baik-baik disana ya, gak usah buru-buru balik, nikmatin aja sampai lo puas disana, oke?" buru-buru Keynna menyudahi pembicaraan mereka.


"Oke deh, Key. Lo juga harus cepet siap-siap. Semangat kerjanya ya. Jangan males, apalagi males makan. Lo punya riwayat maagh soalnya." 


Bahkan setelah sekian lama, Regan masih bersikap manis padanya.


"Iya Gan, lo juga ya. Have Fun disana ya. Dah, Regan."


Pip


Keynna mematikan sambungan video sembari menghela nafas lega. Belum juga satu masalah sudah selesai, kini malah bertambah. Entah apa yang harus dia katakan pada Regan dan juga keluarganya mengenai kehamilannya yang tidak terduga ini.

__ADS_1


__ADS_2