
Maaf banget ya, up ngaret gini🙏 Itu karena aku ketiduran padahal tulisannya hampir selesai💦
So, selamat membaca semuanya😁
...----------...
"Eh foto bareng kuy." ajak Panji pada semua rekan sekelasnya.
Mereka semua berfoto di photobooth yang sudah disediakan. Berpose dalam berbagai gaya dimulai dari formal hingga nyeleneh. Setelah itu mereka mulai berpisah meski terus berfoto-foto.
Lisa dan Keynna juga asik berfoto hingga keasikan mereka direcoki Raffa dan Panji yang melesak ingin ikut difoto juga.
"Eh buru foto, Saka, Regan. Diem aja lo pada kayak patung." ajak Raffa.
Regan dan Arshaka akhirnya memasuki barisan foto. Keynna terdiam ketika Arshaka ikut berdiri disampingnya. Dia mendongak, menatap Arshaka tapi Arshaka hanya terus menatap ke depan.
"Moy, mulai, Moy." titah Panji. Moy atau Cimoy adalah teman sekelas mereka yang nama aslinya Cecep tapi karena sedikit plamboyan, Raffa menjulukinga Cimoy alias Cici Gemoy.
"Oke, satu, dua, tiga."
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Mereka berfoto bersama cukup banyak. Setelah itu, Lisa tiba-tiba berkata.
"Gue mau foto sama lo, Nji." ucapnya pada Panji yang sedang memeriksa hasl foto di kameranya.
"Hah? Gue?" tunjuk Panji pada dirinya sendiri. Lisa mengangguk.
"Ciee, ada apaan nih?" seru Raffa dan Regan heboh.
"Gue cuma mau ngucapin makasih sama dia soal pertolongannya kemarin." ucap Lisa malu.
"Oke deh." Panji dengan senang hati akhirnya berfoto dengan Lisa.
"Nah, Kanda lo mau foto juga gak sekalian?" tawar Raffa masih memegang kamera Panji.
"Iya, sama mantan terindah." timpal Regan.
"Sekarang foto kelulusan, siapa tau entar foto nikahan." tambah Panji usil.
Keynna menatap Arshaka yang terdiam. Arshaka sontak menggeleng.
"Gak." ucapnya. Mata Keynna meredup.
"Gak apaan?" tanya Raffa.
"Gak foto." tolaknya.
"Kenapa?" seru Panji.
"Kepo." balas Arshaka acuh.
Cowok itu tiba-tiba pergi begitu saja keluar kelas.
"Lah, kenapa tuh cowok batu? Lo apain Key?" tanya Regan bingung.
Keynna hanya menggeleng.
"Kuy ah samperin. Dia lagi PMS keknya." ujar Raffa.
"Dasar anak gadis." timpal Panji.
Raffa, Regan dan Panji pun keluar kelas menyusul Arshaka.
Sepeninggal mereka, Lisa merangkul pundak Keynna.
__ADS_1
"Lo ribut sama Arshaka?" tebaknya.
Keynna mendesah, "Masih mending kalau ribut. Nyatanya gue diblacklist sama dia."
"Kenapa?" tanya Lisa.
Keynna hanya menggeleng.
***
Keynna berpapasan dengan Alfaro di lapangan olahraga. Cowok itu masih sama seperti dulu, selalu teduh saat menatapnya.
"Key, Happy Graduation." ucapnya.
Keynna tersenyum, "Happy Graduation too."
"Habis ini mau kemana? Udah punya rencana?" tanya Alfaro.
Keynna menggeleng, "Gue masih bingung."
Alfaro mengangguk mengerti.
"Ada yang mau gue kasih tau sama lo soal 2 tahun lalu." ucap Keynna.
Alfaro masih mempertahankan senyumnya, "Key, itu udah lewat."
"Gue tau tapi ada banyak hal yang keliru dan bikin salah paham. Jadi gue pengen lurusin semuanya."
"Key, apa yang mau kamu lurusin masalah ketika kamu aja gak terlibat?" tanya Alfaro geli.
"Gue mantan Arshaka, lo lupa?" sahut Keynna.
Alfaro melunturkan senyumnya, "Tapi itu bukan berarti kamu punya hubungan ke masalah ini secara langsung."
"Faro, gue cuma minta waktu lo aja bentaran. Lima menit, oke? Gue harus jelasin ini sama lo." pinta Keynna.
Alfaro mendesah, "Oke. Kamu punya waktu lima menit."
Keynna tersenyum senang. Dia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Setelah itu menatap Alfaro setenang mungkin.
"Gue tau lo selama ini nyangka kalau Risa suka sama Arshaka dan cinta lo bertepuk sebelah tangan. Tapi kenyataannya, Risa gak suka sama Arshaka. Karena Risa udah punya pacar dan pacarnya itu adalah abang gue."
Alfaro terkekeh geli, "Key, kamu pantes jadi penulis, imajinasi kamu luar biasa." Alfaro jelas tak memercayai perkataan Keynna.
"Gue serius, Far." seru Keynna sungguh-sungguh. "Mereka kayaknya backstreet karena gue juga baru tau sekarang. Arshaka tau kalau Risa udah punya pacar. Tapi abang gue gak pernah ada buat Risa saat dia sekarat jadi Arshaka yang selalu nemenin dia. Ada alasan kenapa Risa lebih milih Arshaka buat terus di sisinya daripada lo itu karena dia takut Arshaka bakal hajar abang gue."
Alfaro kini menatapnya dengan serius, "Lanjutin."
Alfaro nampak sudah mulai percaya, jantung Keynna makin berdegup gugup tapi dia tetap melanjutkan ucapannya.
"Saat itu keluarga gue lagi ditimpa musibah. Nyokap bokap cerai setelah 20 tahun bersama. Dan kita sebagai anak-anaknya juga kacau. Gue aja saat itu selalu self-harm apalagi abang gue, kerjaannya main sampe lupa waktu, minum-minum dan emosinya bener-bener gak kekontrol. Kita broken home sejak itu. Abang gue gak tau kalau Risa sakit. Dia baru tau pas Arshaka ngedatengin dia."
"Itu juga alasan kenapa gue bisa putus sama Arshaka. Disaat gue lagi butuh seseorang buat kasih gue dukungan mental, Arshaka sebagai pacar gue gak pernah ada. Gue tau siapa Risa dan tau Arshaka lebih nemenin dia dibanding gue. Gue sempet benci sama dia dan akhirnya mutusin Arshaka di malam kematian Risa."
Keynna berhenti sebentar, menilik reaksi Alfaro.
"Lanjutin." titah Alfaro.
Keynna melanjutkan, "Saat malam itu, Arshaka ternyata berantem sama abang gue, dan mereka bikin kayak semacam perjanjian gitu. Kalau abang gue harus lepasin Risa dan sebaliknya Arshaka bakal usahain yang terbaik buat nyelamatin Risa. Setelah abang gue setuju buat lepasin Risa karena dia nganggep kalau dia gak becus jagain ceweknya. Setelah pertemuannya dengan abang gue, gue sama dia juga ketemu. Dan saat itulah gue minta putus sama dia. Tepat itulah, Risa kecelakaan dan akhirnya meninggal. Alasan kenapa telfon Arshaka gak diangkat-angkat karena kami lagi berantem." tutup Keynna.
Keynna lalu menatap Alfaro yang terdiam dengan pandangan tak percaya dan syok.
"Sekarang lo ngerti kan, kenapa kebencian ko gak berdasar sama dia?"
Mata Alfaro bergetar, "Jadi Risa gak suka sama Arshaka karena dia sebenernya udah punya kekasih?" Keynna mengangguk.
"Gue tau masalah ini awal mulanya disebabin sama gue dan abang gue. Gue juga mewakili abang gue minta maaf sama lo yang sebesar-besarnya." ucap Keynna menunduk dalam.
Setelah itu cewek itu kembali menegakkan kepalanya.
__ADS_1
"Itu aja yang mau gue omongin sama lo. Gue pergi, Faro."
Alfaro tak menanggapi kepergian Keynna.
Tapi Keynna menghentikan langkahnya, lalu berbalik menghadap Alfaro lagi.
"Faro," Alfaro menoleh. "Baik lo, Arshaka, Risa gak ada yang salah diantara kalian. Saat itu adalah masa kelam diantara kita berlima. Dan itu sebabnya gue gak tega harus nyalahin abang gue disini. Dia emang salah karena udah ngelalain tanggung jawabnya jagain Risa tapi kalau gue ada di posisi abang gue, gue mungkin udah kehilangan waras. Siapa sih anak yang gak kacau dan gak sedih liat orang tuanya berpisah. Terlebih lagi, hubungan kami dengan papa sudah mendingin sejak itu. Jadi gue mohon sama lo, tolong jangan salahin abang gue. Gue ngerti alasan dia lakuin itu."
Keynna hendak melangkah pergi tapi dia lagi-lagi mengurungkan niatnya, "Ketemuan sama Arshaka terus duduk ngobrol-ngobrol lagi. Kalian adalah sahabat sejak kecil, kan?"
Setelah mengatakan itu semua, kini Keynna benar-benar melangkah pergi meninggalkan Alfaro yang masih membeku atas serangkaian fakta yang dibeberkan Keynna.
***
Raffa, Panji, Arshaka dan Lisa sedang mengantar kepergian Regan di bandara. Cowok berambut gondrong dan bermata sipit itu akan pergi ke Belanda, sepertinya untuk melanjutkan studinya. Regan pernah bilang soalnya kalau dia udah punya cita-cita pengen kuliah di luar negeri.
"Safe flight ya, Agan togel. Jangan kangen sama gue." ucap Raffa memeluk Regan.
"Ogah kangen sama tuyul kriting macam lo." balas Regan.
"Sialan lo." kekeh Raffa tetap memeluk Regan.
"Ck, udah lepasin." Panji langsung melepaskan pelukan Raffa dan Regan.
"Lama amat ntar dikira homo." decak Panji.
"Cih, ngomong aja iri Njul." decih Raffa.
"Emang." balas Panji lalu memeluk Regan. Regan membalasnya.
"Sehat-sehat disana ya, jangan lupa pacaran, disana ceweknya cakep-cakep."
Regan menendang tulang kering Panji hingga cowok itu melepaskan pelukannya.
"Gue masih cinta mati sama Anna." ketus Regan.
Panji tak memperpanjang masalah, dia hanya terus meringis.
"Lis, gue titip makam Anna ya. Pastiin makamnya selalu dalam keadaan bersih, gue pasti bakal balik setiap summer." pinta Regan.
Lisa mengangguk, "Lo tenang aja."
Setelah itu Regan menatap Arshaka, dia berjalan mendekati cowok itu dan berbisik ke telinganya.
Raffa, Panji dan Lisa langsung penasaran dengan apa yang diucapkan Regan sampai membuat Arshaka terdiam seperti itu.
Setelah berbisik pada Arshaka, Regan memundurkan tubuhnya. Dia tersenyum menatap ketiga teman-temannya.
"Gue pergi ya. Sampai ketemu lagi. Jangan lupa main kalau ada waktu." pamit Regan.
"Bye Regan." balas Panji, Lisa, Arshaka dan Raffa.
Kepergian Regan kali ini bukan hanya soal masa depannya melainkan juga untuk memulihkan hatinya setelah Anna meninggalkannya.
Meski berat, tapi mereka harus melepas Regan pergi mencari kebahagiannya sendiri.
***
Keynna sayang banget sama lo. Dia kayak gini karena cinta yang diberikan buat dia kurang. Jadi lo harus menuhin hatinya pake cinta lo.
Arshaka teringat dengan ucapan Regan yang cowok itu bisikkan ke telinganya. Dia tahu fakta itu bahwa Keynna memang seorang anak broken home. Tapi masalahnya dengan sebuah kebenaran yang baru saja menamparkan beberapa hari belakangan ini, membuat Arshaka seakan marah. Bukan pada Keynna tapi pada keadaan.
Tuk
Arshaka yang sedang melamun langsung menoleh dan mendapati seseorang tengah berdiri dihadapannya sambil mengetukkan kaleng soda ke atas meja kafe.
Arshaka tak percaya bahwa orang itu adalah Alfaro.
Dia mengangkat dua kaleng soda itu, "Mau kemping bareng?" tawarnya.
__ADS_1