Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Boom


__ADS_3

Kemah sudah berakhir. Kini seluruh siswa sedang dalam perjalanan pulang. Mereka berada di dalam bus yang akan membawa mereka pulang.


Suasana bus sunyi dan senyap karena sebagaian penumpang tertidur. Hanya Arshaka, Keynna dan Anna yang masih terjaga. Arshaka tengah memeriksa laporan kegiatan, Keynna yang sedang mendengarkan musik sambil bermain game dan Anna yang asik melamun.


Arshaka menghentikan kegiatannya. Dia menutup laporan itu dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah itu menoleh pada kursi Keynna. Keynna masih asik bermain game. Dia hanya duduk sendiri karena Lisa yang tengah jatuh sakit diungsikan ke mobil pribadi salah satu guru.


Arshaka beranjak dari duduknya kemudian mendekati kursi Keynna. Dia lalu duduk disamping Keynna yang duduk di samping jendela. Keynna tersentak ketika dehaman Arshaka terdengar.


"Ngapain lo?" tanya Keynna.


"Duduk." jawab Arshaka singkat.


Keynna mempause gamenya kemudian menatap Arshaka dengan malas, "Gue tau. Maksud gue ngapain lo duduk disini. Tempat duduk lo disana." tunjuk Keynna dengan dagunya.


"Bosen." timpal Arshaka.


"Bosen maksudnya?" tanya Keynna tidak mengerti.


"Disana gak ada lo, gue bosen liat muka Pak Jaya mulu." aku Arshaka blak-blakan.


Keynna menahan tawa namun sedetik kemudian terdiam, "Ngalus aja lo." tukas Keynna kemudian kembali memasang earphone ke telinganya yang sempat ia cabut. Dan memejamkan mata, menikmati suara hentakan musik yang mengalun pelan.


Arshaka tidak menanggapi lagi, ia mencabut salah satu earphone Keynna dan memasangkannya di telinganya, membuat Keynna yang sedang terpejam, seketika membuka mata.


"Lo ngapain lagi?"


"Dengerin musik." sahut Arshaka santai, dia memejamkan matanya dan menyadarkan punggung dan kepalanya di kursi. "Selera musik lo bagus juga." komentar Arshaka.


"Gue fikir lo gak suka lagu-lagu klasik." lanjut Arshaka.

__ADS_1


"Gue suka semua jenis musik, terutama lagu yang penyanyinya punya wajah cakep." timpal Keynna ketus.


Arshaka terkekeh pelan, lalu menyenderkan kepalanya di bahu Keynna membuat Keynna terkesiap lagi. Sial, jantungnya malah berdebar keras.


"Lo--"


"Pinjem bahunya. Kursinya gak nyaman. Bahu lo yang malah nyaman. Gue gak tidur dengan baik semalem. " sela Arshaka lirih. Ia kembali memejamkan matanya dan mencari posisi nyaman di bahu Keynna.


Keynna mematung di tempatnya, mengapa pesona sang mantan masih kuat dan berakibat fatal padanya?


***


Keynna memerhatikan Arshaka yang tengah tertidur tenang. Entah kenapa wajah Arshaka saat tertidur adalah wajah paling polos yang pernah dilihat Keynna. Arshaka tidur seperti bayi, begitu tenang dan polos--begitu mempesona.


Keynna mengangkat tangan kirinya. Jemari lentiknya menyusuri gurat wajah Arshaka dari jarak beberapa senti. Mencoba melihat detail dari wajah yang terpahat sempurna itu.


"Lo cowok paling dingin yang pernah gue liat. Tapi kenapa pas lo tidur, lo keliatan polos? Sebenernya sihir apa yang udah lo lakuin ke gue?" gumam Keynna pelan.


"Semakin gue pengen lupain lo, semakin gue gak rela. Tapi tiap kali liat lo, entah kenapa hati gua sesek." lanjut Keynna masih bergumam.


"Gue harus gimana? Kasih tau gue, gimana caranya bisa lupain lo."


****


Keenan menunggu di mobilnya dengan tidak tenang. Dia sudah sampai di Cakra, sebentar lagi bus yang mengangkut para siswa pulang akan tiba.


Keenan merasa gelisah. Bila tebakannya benar, cowok itu pasti satu sekolah dengan adiknya. Entah tebakan dari mana, Keenan hanya merasakannya.


Lalu tak lama 9 bus datang beriringan. Keenan sedikit menjulurkan kepalanya, menatap seksama figur adiknya dan satu orang yang ia antipasi keberadaannya.

__ADS_1


Keenan terkesiap ketika Keynna keluar dari bus diikuti seorang cowok berhodie putih. Rautnya yang datar namun menakutkan, Keenan masih ingat. Dia adalah cowok itu.


Keenan buru-buru keluar, dia harus mencari tahu hubungan apa yang terjalin antara Keynna dan cowok itu.


Keenan menghampimpiri Keynna yang celingak-celinguk. Cowok itu sudah tidak ada.


"Key." panggil Keenan.


Keynna menoleh dan menatap cemberut pada sang kakak, "Bang Ke, lo lama ih kalau jemput." protes Keynna.


"Apaan lo. Gue gak lama ya, udah setengah jam nunggu. Bilangnya jam sepuluh pagi udah sampai, taunya ngaret." timpal Keenan ketus.


"Ya maaf. Lagian bukan salah gue, kalau ngaret." pungkas Keynna.


Keenan menutar bola mata, malas, "Eh, tadi lo kesini bareng cowok kan? Siapa? Cowok lo?" tak ada nada godaan dalam perkataannya. Justru sebaliknya, Keenan nampak serius.


"Bukan, sok tau banget lo." seru keynna kesal. Arshaka memang meninggalkannya duluan karena dia harus pergi ke ruang OSIS untuk rapat evaluasi.


"Terus kalau bukan, siapa?"


"Lo gak bakalan kenal." tukas Keynna acuh.


"Ck, gue serius elah." ujar Keenan jengkel, "Dia siapanya lo? Dia punya hubungan khusus sama lo?"


"Dia mantan gue."


Boom


Jawaban Keynna membuat kerja otak Keenan berhenti. Dia mematung.

__ADS_1


__ADS_2