
Keynna merasa dirinya akan jatuh sebentar lagi namun ternyata tidak. Arshaka menahannya dari belakang.
Felly dan semua yang menonton pertengkaran mereka terkejut dengan kedatangan Arshaka yang tiba-tiba.
Arshaka melingkarkan tangannya di bahu Keynna dan menatap dingin Felly.
"Jangan usik Keynna." peringat Arshaka. Ia lalu membawa Keynna pergi.
Arshaka membawa Keynna ke sebuah taman hutan. Mata Keynna terbelalak. Ia belum pernah melihat pemandangan seindah ini. Bukan danau di tengah hutan yang biasa ia lihat, tapi sebuah taman alami yang berada di tengah hutan.
"Wah. Tempat ini bagus banget!" seru Keynna takjub. Ia menatap sekeliling dengan mata penuh kekaguman.
"Gimana caranya lo bisa tau tempat kek gini?" tanyanya pada Arshaka.
Arshaka memasukkan tangannya ke dalam saku. "Keuntungan panitia. Survey tempat." jawabnya.
Keynna menoleh lalu mengacungkan jempolnya pada Arshaka. "Kanda, lo emang luar biasa." puji Keynna.
Arshaka memutar bola mata. Panggilan Kanda sepertinya memang tengah menjamur di kelas jomblo ceria. Kanda adalah panggilan lain untuk Arshaka. Biasanya Kanda digunakan mereka, untuk memuji Arshaka atau membujuk Arshaka. Intinya ya ada modusnya. Namun sebenarnya, Arshaka tidak terlalu suka panggilan itu. Ayolah, kanda adalah panggilan zaman kerajaan. Sedang ia punya nama sendiri.
"Jangan panggil kek gitu. Gue gak suka." kata Arshaka datar.
Keynna terkekeh, "Bagus tau." ujar Keynna memeletkan lidah.
Arshaka mendengus lalu tersenyum tipis. Ia bahagia bila melihat Keynna bahagia.
"Kanda, ada yang mau gue tanyain ke elo." ujar Keynna tiba-tiba.
"Apa?"
Keynna diam sejenak. Menimbang apakah harus dikatakan atau tidak. Namun nasi sudah jadi bubur, ia harus mengatakannya.
Lagipula ia juga penasaran.
"Kalian bertiga-- lo, Risa dan Alfaro, sahabatan dulu?" tanya Keynna.
Arshaka mengerutkan dahi. Darimana Keynna tahu bahwa ia dulu berteman dengan Alfa. Setahunya ia tidak pernah mengatakan itu pada Keynna.
Namun tak urung, Arshaka mengangguk.
"Terus persahabatan kalian rusak, bener kan?" tanya Keynna lagi. Arshaka mengangguk.
"Kenapa bisa?"
Arshaka terdiam cukup lama lalu menghela nafas pelan, "Apa yang sebenernya mau lo tanyain?"
Keynna tersentak lalu memalingkan pandangannya. "Itu yang mau gue tanyain." ujar Keynna gugup.
"Oh ya? Terus kenapa lo gugup?"
Keynna mengerjap, "Gue gak gugup. Jadi apa yang sebenarnya terjadi?"
"Gak ada. Hanya kesalahpahaman." jawab Arshaka acuh.
__ADS_1
"Salah paham apa?"
Arshaka melipat tangan di dada, lalu satu tangannya menyentil dahi Keynna, pelan.
"Aduh, apasih Saka?" sentak Keynna sambil mengusap dahinya yang tadi disentil Arshaka.
"Gak usah kepo. Gak ada hubungannya sama lo juga." kata Arshaka.
Keynna hanya mencebik kesal, "Kalau mau tau emang kenapa? Sok-sok an ngelarang." Gerutu Keynna.
Arshaka hanya mendesah lelah, "Gak usah ngegurutu, gak baik."
Keynna menoleh sengit, "Bodo amat!" seru Keynna langsung pergi.
Arshaka hanya diam, menatap datar punggung Keynna yang semakin menjauh.
***
Alfaro termenung di depan danau. Matanya menatap kosong pada permukaan danau yang membias kontras dengan fikirannya yang asik berkelana. Ia memikirkan kejadian beberapa saat lalu. Puzzle-puzzle mulai terbentuk di kepalanya.
Flashback on
Alfaro sedang mencari bendera di sekitar hutan pinus ketika Felly mendekat.
"Gue denger, lo lagi deket sama Keynna." ucap Felly.
Alfaro tidak menoleh, ia terus melanjutkan mencari bendera Cakra yang disembunyikan oleh panitia tanpa mengindahkan perkataan Felly.
"Apa jadinya ya kalau dua sahabat yang saling bermusuhan harus ngerebutin cewe yang sama?" kata Felly lagi.
"Apa maksud lo?" tanya Alfaro.
Felly melipat tangan di dada, "Arshaka, mantan sahabat lo itu mantannya Keynna." jawab Felly.
Alfaro mengernyit. Ia terkejut dengan fakta itu. Setahunya..
"Lo gak usah ngada-ngada. Kapan Arshaka pacaran sama Keynna coba."
"Gue gak ngada-ngada. Mereka pacaran pas SMP. Tapi..kenapa lo gak tau?"
Alfaro terdiam. Arshaka dan Keynna pacaran ketika SMP? Ia sungguh tidak tahu hal ini.
"Gue jadi ngeraguin hubungan persahabatan kalian pas SMP. Masa Arshaka pacaran, lo gak tau? Oh, sorry, gue baru inget kalau lo sibuk ngejagain Risa kan?"
"Darimana lo tau soal itu?" tanya Alfaro.
"Itu gak penting. Satu hal yang harus lo tau, Keynna ada hubungannya sama kematian Risa." kata Felly.
Alfaro terkejut. "Apa?"
"Kaget? Gue juga." ucap Felly.
"Lo kalau mau ngarang, yang bener dong. Ngaco banget lo." elak Alfaro tidak percaya.
__ADS_1
"Lo gak percaya?" tanya Felly.
Alfaro terkekeh garing, "Gue harus percaya sama lo? Enggaklah. Gue masih waras buat gak percaya sama nenek lampir kayak lo."
"Sebenarnya gue gak terima lo hina gue tapi karena disini lo adalah pihak yang terkasihani, jadi gak masalah." alfaro diam tidak menanggapi. Felly mengangkar bahu, acuh lalu pergi meninggalkan Alfaro.
"Oh ya." Felly berhenti beberapa langkah, "Coba lo cari tau sendiri kebenarannya. Gue yakin, lo bakal berterimakasih sama gue." ujar Felly tanpa membalikkan tubuhnya. Setelah mengatakan itu, Felly kembali melangkah meninggalkan Alfaro dengan sejuta keterdiaman.
***
Dulu aku suka padamu
Dulu aku memang cinta
Yayaya
Jreng jreng
Keenan sedang menikmati masa liburan seharinya dengan bermain gitar di balkon apartemennya. Beginilah nasib jomblo. Tidak ada teman kencan apalagi teman hidup. Hiks
Drrt
Ponselnya bergetar. Ada sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal. Namun Keenan tidak membukanya.
"Palingan cuma pesan php. Katanya dapat 100 juta asliannya buntung 100 juta. Pret." kata Keenan lalu meletakkan ponselnya dan kembali memetik gitar.
Drrt
Ponselnya kembali berbunyi. Keenan mengambil kembali ponselnya. Pesan dari nomor yang sama.
"Ampun dah! Ngebet banget sih mau nipu, mas mbak. Maaf, Keenan ganteng gak akan tertipu." ucap Keenan lagi lalu meletakkan kembali ponselnya tanpa membuka 2 pesan yang tadi masuk.
Bang Toyip Bang Toyip
Kenapa kau tak pulang-pulang
Anakmu anakku panggil panggil namamu
Jreng jreng
"Asoy dah." desah Keenan. Surga dunia versi Keenan sih memang sederhana kayak gini. Duduk di balkon-alone, mangku gitar sambil makan kacang. Percayalah, itu lebih menyenangkan dibanding ngehaluin Dakota.
Drrt
Ponselnya kembali bergetar untuk ketiga kalinya. Keenan mengambil ponselnya dan menghela nafas bahwa pesannya dari nomor yang sama.
"Ini yang ketiga kalinya, harusnya gue dapet gelas cantik."
"Awas aja kalau bener-bener penipuan. Gue santet lo!" kata Keenan lalu membuka pesan dari nomor yang tak dikenal itu.
Keenan kira itu benar-benar sebuah pesan penipuan. Namun alangkah terkejutnya bahwa pesannya berupa beberapa lembar foto.
Orang difoto itu adalah Keynna yang sedang dirangkul mesra oleh seorang laki-laki yang Keenan rasa familiar dengan wajahnya.
__ADS_1
Tunggu, sepertinya Keenan tahu siapa dia.
Tidak mungkin.