Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - BOBA


__ADS_3

Ide dadakan Keynna diuji coba sungguh-sungguh oleh tim Snack yang dipimpin Jiana. Mereka menguji kecocokan sorgum dengan lemak pada susu es krim dan mentestimoni rasanya. Sesuai saran Keynna, mereka mengganti susu hewani dengan susu kedelai. Dan jadilah prototype pertama mereka hari ini yang menghabiskan sepuluh jam untuk mewujudkan rancangan ide kreatif Keynna.


"Akhirnya!" pekik Chika. Dia meregangkan tangannya yang kaku ke atas.


"Kita cobain." ucap Jiana. Mereka pun mulai menyendok sedikit es krim dingin itu untuk dicicipi rasanya.


Gila sih, jam tujuh malam mereka makan es krim.


"Gimana?" tanya Jiana meminta pendapat. Keynna meneliti raut muka rekan-rekannya, agak penasaran bagaimana rasa es krim idenya itu.


"Enak sih, tapi kayak agak yang kurang deh. Kayak es krimnya itu meleleh langsung di mulut. Bukan ke lembut tapi lebih ke encer." komentar Jeremy. Pendapat cowok itu diangguki Chika, Desi dan Rafi. Mereka juga merasakan hal yang sama.


"Konsistensi bahannya juga agak berantakan menurutku mbak. Kayak aneh sih. Seakan-akan es krim tepung gitu." tambah Desi mengernyit.


"Tapi enak. Cocok untuk dikomersialkan." pungkas Chika.


Jiana mengangguk, "Oke karena berhubung udah malam, kita sudahi aja dulu. Kalian bawa contoh es krim ini lalu kalian fikirin di rumah bagaimana cara memperbaikinya. Saya sudah ajukan ini ke tim manajemen. Pusat akan meninjau ide kita seminggu lagi."


"What? Mbak, gak kecepetan? Ide Keynna aja masih mentah gitu, gak yakin bisa rampung seminggu." protes Rafi.


"Mau bagaimana lagi, cafe flower akan mengadakan event edisi winter, waktunya kan sebulan lagi. Pokoknya gak usah banyak ngeluh, kerjain dengan sebaik-baiknya oke." pungkas Jiana.


Mereka semua mengangguk lesu.


***


Keynna sampai di apartemennya satu jam kemudian. Jalanan Jakarta di malam hari masih macet tak jauh beda dengan siang hari. Energinya seakan sudah habis di perjalanan jadinya dia hanya bisa duduk lemah di kursi ruang tamunya.


Ceklek


Pintu utama terbuka, Keynna mendongak namun tak lama dia merebahkan kembali kepalanya, sudah tahu siapa yang datang. Regan yang melihat Keynna tepar mendekatinya.


"Gak panas." gumam Regan menyentuh kening Keynna.


Keynna menepis tangan Regan di dahinya.


"Kenapa Lo Key?" tanya Regan duduk di samping Keynna, menggoyang-goyangkan kaki cewek cantik itu.


"Lemes, gak usah ganggu." ucapnya.


"Lemes sakit? apa lemes capek?" tanya Regan.


Keynna mengangkat kedua jari, mengisyaratkan bahwa dia lemas karena kecapekan.


"Yaudah gue bikinin makanan ya sekalian gue mau ngomong sesuatu." ucap Regan. Tak ada jawaban, Regan langsung beranjak ke dapur saja.


Tak lama Regan membawa semangkuk sup hangat dan nasi yang juga mengepul hangat ke hadapan Keynna. Cowok itu meletakkan nampan makanan itu di atas meja.


"Key, bangun dulu, makan." ucapnya.


"Males." jawab Keynna singkat. Dia masih asik memejamkan matanya meski tak tidur.


"Gak usah gitu, buru." Regan menarik tangan Keynna, sedikit merengkuhnya agar Keynna mau duduk tegak. Akhirnya mau tak mau Keynna pun membuka matanya.


"Gue suapin." putus Regan.


"Ck, gue bukan anak kecil." Keynna mengambil alih mangkuk sup itu dan mulai makan.


Regan hanya geleng-geleng kepala.


Tiga puluh menit kemudian, Keynna selesai makan malam begitupun Regan. Usai Regan mencuci piring, kini cowok itu bersiap mengatakan apa yang tadi ingin dia sampaikan.


"Jadi Key, Lo bisa fokus kan?" tanya Regan dulu.


Keynna mengangguk. Energinya sudah terisi kembali.


"Gue--mau pergi ke New York." ucap Regan ragu-ragu.


Keynna mematung, "Why?" tanya Keynna pelan.


"Ada kerjaan penting. Gak akan lama kok." jawabnya.


"Berapa lama?" tanya Keynna.


"Satu bulan."


"REGAN!" Keynna melotot. "Kok lama banget sih?" keluhnya.


"Ya gimana ya Key, kerjaannya cukup penting sih. Atau Lo mau ikut gue aja?" tawar Regan berharap.


Keynna sontak menggeleng, "Lo amnesia gue udah kerja?"


Regan menghela nafas. "Jadi ya terpaksa gue tinggalin Lo sementara."


Keynna juga ikut mendesah pelan, astaga bagaimana caranya dia menjalani harinya tanpa Regan di tempat asing ini. Meski Jakarta adalah salah satu kota di negara kelahirannya tapi tetap saja, kehadiran Regan selama 10 tahun dihidupnya ini membuatnya ketergantungan cowok itu. Ditambah lagi dia sendirian kan. Mamanya di Jogja, kakaknya di Singapura. Papanya? ah lupakan lelaki itu.


"Cuma sebulan kok sayang, jangan sedih ya." ucap Regan lembut. Dia menarik Keynna ke pelukannya membuat Keynna akhirnya terisak pelan.


***


Dan sialnya Regan tak memberitahu kapan keberangkatannya. Karena begitu bangun, dia mencari ke sekeliling rumah Regan sudah tak ada. Lelaki itu hanya meninggalkan sepucuk surat lengkap dengan sarapan yang sudah tersaji di meja makan.


Sorry, sweety gue terpaksa pergi tanpa pamitan secara langsung ke Lo. Gue cuma gak sanggup liat Lo sedih nanti, iman gue suka gak kuat nanti malah gue jadi pergi. Intinya Lo jaga kesehatan ya, jangan lupa makannya yang teratur, jangan makan junkfood, kalau Lo males masak tinggal pesen gofood aja ya. Nanti gue hubungi Lo tiap hari ya, dan Lo harus jawab telfon gue awas kalau engga. Mata gue banyak. Jaga diri baik-baik, Keynna. Gue bakal kembali sebulan lagi. Engga--gue usahain secepatnya gue kembali ke sisi Lo lagi. Gue gak sanggup tinggalin Lo lama-lama di tempat asing.


^^^- Regan, si cogan kesayangan Keynna^^^


"Aaa!! sialan Regan!" Isak Keynna kesal.


Namun tak lama Keynna mulai memakan sarapan terakhir yang dibuatkan Regan meski sambil merengek.


***

__ADS_1


Di kantor, Keynna hanya diam saja. Moodnya jelek karena ditinggal Regan tanpa pamit. Meski tadi malam cowok itu sudah mengatakan alasan kepergiannya tapi kan tetap saja, Keynna ingin Regan pamitan secara langsung atau kalau bisa dia ingin ikut mengantarkan Regan ke bandara.


Keynna akhirnya memutuskan ke pantry kantor, dia ingin membuat kopi. Namun ketika dia sedang membuat kopi, dia malah termenung. Baru saja tiga jam ditinggal Regan, Keynna sudah uring-uringan sendiri.


"Ah!" pekik Keynna ketika air panas memercik ke lengannya. Keynna sontak melotot, dia langsung mematikan mesin kopi.


"Shhh---ceroboh banget gue." rutuknya meniup lengannya yang memerah.


Saat dirinya sedang fokus meniup lengannya, sebuah tangan kekar menarik lengannya yang terluka itu.


"Arshaka." serunya kaget.


"Ceroboh banget sih. Kalau mau ngelamun jangan lagi bikin kopi. Sana di kuburan biar sekalian kesambet." omel Arshaka dingin. Lelaki itu menarik tangan Keynna untuk duduk di kursi pantry.


Keynna hanya diam sementara Arshaka fokus mengoleskan salep ke lukanya. Rasa dingin seketika menjalar meredakan rasa panas yang tadi dirasanya. Tanpa sadar Keynna melamun kembali.


"Selesai." gumam Arshaka lega. Dia khawatir ketika melihat Keynna terkena air panas tadi. Sebenarnya, dia sudah mengamati Keynna yang malah melamun sambil membuat kopi. Lelaki itu langsung berlari ketika Keynna memekik kesakitan.


"Keyna---" tegur Arshaka ketika melihat cewek itu kembali melamun.


"Hah? Apa--" Keynna terkesiap.


"Kayaknya fikiran Lo lagi gak di tempat kerja. Lo gak bisa kerja dengan kondisi kayak gini." tandas Arshaka. Keynna adalah satu-satunya karyawan wanita yang dia perlakukan spesial. Cowok itu tidak mau berbicara formal selayaknya atasan pada bawahan.


"Gak apa-apa, saya baik-baik aja." jawab Keynna tanpa melupakan kesopanannya berbicara pada bos.


"Lebih baik Lo pulang aja. Gue minta supir kantor buat anterin Lo." putus Arshaka.


"Gak apa-apa, pak. Saya baik-baik aja. Saya cuma lagi agak banyak pikiran aja." tolak Keynna. Masa dia pulang sih? Tidak enak dengan rekan kerjanya yang lain. Terlebih dia juga tidak memiliki hal yang mengharuskannya untuk pulang lebih awal.


"Really? Kok gue khawatir ya?" tanya Arshaka ragu.


Keynna mengangguk yakin, "Saya punya kerjaan yang harus diselesaikan. Saya gak ingin buat bos saya kecewa." ucapnya.


***


Arshaka kembali ke ruangannya setelah berpisah jalan dengan Keynna di lift. Keynna kembali ke ruangannya untuk bekerja.


Arshaka terdiam memikirkan sesuatu lalu tak lama dia menelfon seseorang dari telepon kantor.


"Raffa, ke ruangan gue sekarang."


Lima menit kemudian, Raffa datang.


Tok tok


"Masuk." ucap Arshaka.


Raffa masuk ke ruangan sahabatnya sekaligus bosnya tersebut.


"Yoo what's up boss?" tanyanya santai.


"Cari tau apa yang terjadi sama Keynna. Gue rasa dia ada masalah." perintah Arshaka.


"Gue gak mungkin nyuruh Lo kalau gue tau." jawab Arshaka tajam.


Raffa mengatupkan bibirnya mengerti. Dia tak mau bertanya lebih lanjut dan langsung menjalankan perintah bosnya.


****


Keynna diam memikirkan ide apa yang harus dia tambahkan ke dalam inovasinya. Namun otaknya tak bisa diajak kompromi.


"Hei, cynnn gak usah dipaksain mikir deh. Pekerjaan kita itu mengharuskan ide mengalir secara alami. Ga usah dipaksa, karena yang dipaksa itu ga enak." celetuk Rafi menghampiri meja Keynna.


"Gue bingung kak, apa yang salah ya? kok gak sesuai ekspetasi." ujar Keynna mengernyit.


"Udah gak usah dipikirin terlalu dalem. Santai aja Key, biarin ide itu datang secara alami. Mending kamu ke kafe, nongki-nongki cantik siapa tau kenapa cogan beneran." saran Rafi antusias.


"Emang bisa keluar pas jam kerja?" tanya Keynna.


"Ya bisa aja lah. Kita itu dispesialkan. Karena bagian tim Pengembangan jadi jam kerja kita itu bebas. Kita gak mungkin dikurung berjam jam di dalam kubikel kek gini yang ada kita bakal mentok kehabisan ide karena gak ada inspirasi."


Keynna diam, terlihat memikirkan sesuatu.


"Ck, lama. Buru pergi." Keynna didorong Rafi agar keluar ruangan.


"Jangan balik sebelum puas ye!" serunya pada Keynna lalu menutup pintu metalik itu begitu saja.


"Gue kayak diusir." gerutu Keynna dari luar.


***


Akhirnya Keynna mengikuti saran Rafi untuk menongkrong sebentar mencoba menaikan suasananya yang tak baik sejak pagi. Cewek itu pergi ke Cafe yang cukup dekat dengan kantor. Suasananya cukup lengang saat itu. Mungkin karena masih jam kerja juga. Jadi tak banyak pengunjung berbeda ketika jam makan tiba. Bisa dipastikan antrian pengunjungnya sampai keluar kafe.


Keynna maju untuk memesan minumannya namun sebelum dia mengatakan apa pesannya, seseorang tiba-tiba menyerobotnya.


"Boba satu, milkshake satu." ucap orang itu.


Keynna mendelik dan matanya hampir copot ketika beradu pandang dengan Arshaka. Sedang apa cowok itu disini. Keynna melirik jam tangannya masih pukul sepuluh pagi.


"Bapak?" tanya Keynna terbata-bata.


"Mbaknya pesen apa?" tegur pelayan itu pada Keynna.


"Saya---"


"Pesanannya tadi itu, mbak. Boba satu, milkshake satu." potong Arshaka.


Pelayan itu mengangguk. "Baik silakan tunggu sebentar ya."


Usai memesan, Arshaka langsung menarik tangan Keynna lembut menuju salah satu meja. Mereka duduk berhadapan dekat jendela besar.

__ADS_1


"Bapak kok bisa ada disini?" tanya Keynna masih belum pulih dari keterkejutannya.


"Ini di luar kantor kali, Key. Panggil biasa aja kenapa sih." protes Arshaka.


"Kenapa Lo bisa disini? Lo gak mungkin kurang kerjaan banget kan sampai jam kerja dipake buat nongkrong." tanya Keynna kini dengan nadanya seperti biasa.


"Lo sendiri ngapain disini? Ini jam kerja malah ke kafe." tanya balik Arshaka.


Keynna meringis, iya dia gak boleh lupa kalau Arshaka itu bosnya. Dan dia ketahuan oleh bosnya saat sedang nongkrong di jam kerja.


"Gue suntuk, butuh penyegaran biar bisa mikir jadi kesini. Lagian bukan katanya jam kerja tim gue bebas ya? Maksudnya ga perlu terkurung di dalam kubikel doang." Keynna mencoba membela diri.


"Iya emang. Gue ngebebasin kalian dateng kerja jam berapa, pulang jam berapa asal hasil kerja kalian sesuai target dan memuaskan."


Keynna menghela nafas lega, "Aman kalau gitu."


Tak lama pesanan mereka sampai. Keynna hendak mengambil Boba namun Arshaka langsung menyerobotnya dan meminumnya tanpa dosa.


"Saka, gue pengen boba." seru Keynna.


"Tapi gue yang pesen ini duluan." ujar Arshaka enteng.


"Tapi Lo kan bisa minum milkshake, gue lagi pengen boba!" tukas Keynna.


"Gue juga lagi pengen." balas Arshaka tidak mau kalah.


Keynna berdecak sebal, percuma berdebat dengan mantan nyebelinnya itu yang ada dia akan semakin naik darah. Menyerah, akhirnya Keynna meminum milkshake stroberinya meski dengan perasaan dongkol.


"Gak usah marah kali. Tinggal pesen lagi aja." ucap Arshaka.


Keynna mendelik tajam, "Males. Beliin sono!"


"Gue bos Lo ya masa karyawan merintahin bosnya, gak ada sopan santunnya." omel Arshaka.


Keynna mendengus, "Yaudah gue resign sekarang." ancamnya.


Arshaka sontak panik, "Ya jangan lah. Ambekan Lo. Yaudah gue pesenin. Mau Boba kan?" Keynna mengangguk.


Arshaka langsung beranjak dari duduknya dan menhampiri kasir untuk memesan lagi. Diam-diam Keynna tersenyum senang.


Tak lama Arshaka datang membawa segelas Boba dan menyerahkannya pada Keynna.


"Gak bilang makasih nih?" sindir Arshaka.


"Buat apa? Lo sendiri yang rebut minuman gue." balas Keynna melotot.


Arshaka mendengus.


Tapi Keynna tiba-tiba diam ketika merasakan Boba kenyal itu masuk ke mulutnya. Dia mengunyah dengan pelan, merasakan tekstur kenyal bola-bola coklat itu. Seketika ide muncul di pikirannya.


"Gue harus ke kantor lagi." celetuknya. Cewek itu dengan terburu-buru keluar kafe meninggalkan Arshaka sendirian tanpa sempat cowok itu bertanya.


"Ck, ditinggalin lagi." gerutu Arshaka.


Cowok itu pun akhirnya juga pergi sambil menyesap minuman Boba Keynna yang masih penuh karena tadi minumannya sudah habis duluan.


***


Keynna sampai di ruangannya, menyambar jas labnya yang tergantung di dekat mejanya kemudian berlari secepat mungkin menuju lab. Dia tak memedulikan rekan kerjanya yang menatapnya kebingungan.


"Ikutin." ucap Jeremy pada teman-temannya.


Sedangkan Keynna langsung melaksanakan ide yang baru saja datang ke otaknya. Setelah tadi makan Boba itu, dia merasa memiliki ide. Dia akan membuat Boba dari sorgum dan untuk semakin memperkaya tekstur dia juga akan memasukkan butiran kecil sorgum agar es krimnya tidak cepat meleleh di mulut dan terasa lebih crunchy.


Melihat Keynna kesusahan, Jeremy, Chika, Desi dan Rafi ikut membantu usai Keynna mengintruksikan langkah-langkahnya.


Dua jam kemudian, jadilah Boba sorgum dan es krim versi kedua.


Mereka mencobanya dan mata mereka semuanya memancarkan binar yang sama.


"Gila, Mbak Jiana mesti tau soal ini." ucap Desi antusias.


Kemudian mereka membawa hasil percobaan mereka itu ke ruang rapat dimana mbak Jiana sudah menunggu karena tadi dia sedang berada di kantin ketika ditelfon Jeremy.


"So, hal luar biasa apa yang ingin kalian kasih tau?" tanya Jiana mengawali pembicaraan.


"Biar Keynna yang bicara. Ini hasil ide cemerlang Keynna." kata Chika mempersilakan Keynna menjelaskan.


Semua mata menatap Keynna kini.


"Jadi kemarin kita menemukan masalah mengenai es krim yang cepat meleleh di mulut jadi untuk memperlama proses lelehan dan memperkaya struktur saya mencoba memasukkan butiran sorgum ke dalam eskrim agar es krim menjadi sedikit lebih padat dan ketika dimakan akan ada sensasi crunchy. kemudian sebagai es krim yang bisa mengganjal perut saya membuat Boba sebagai topping dengan sorgum. Jadi es krim ini akan saya namakan sebagai Es Boba sorgum." jelas Keynna.


"Mbak cobain deh, rasanya meski belum sempurna karena masih polos tapi dari segi konsistensi rasa dan bahan udah pas." ujar Desi menyerahkan satu sendok kecil ke Jiana.


Jiana mencicipinya. Matanya berbinar dan seketika mengangguk.


"Ini luar biasa. Padahal hanya rasa original dari susu dan sorgum tapi sudah seenak ini bagaimana bila dicampur rasa lain seperti stoberi atau mangga." puji Jiana.


"Saya akan mengajukan menu ini segera ke tim manajemen. Kerja bagus Keynna, kerja bagus semuanya." usai mengatakan itu, Jiana langsung pergi untuk menemui tim manajemen.


"Good job, Keynna, Lo bisa buktiin meski Lo anak baru tapi kinerja Lo hebat." puji Desi.


"Good job, Key, semoga event ini lancar." tambah Chika.


"Goodjob Keynna, gue bangga banget sama Lo." Jeremy tersenyum menepuk pundak Keynna.


"Selamat ya cyn, kayaknya ini semua gara-gara ide aku yang nyuruh kamu nongki di kafe dan berhasil kamu punya ide cemerlang." Rafi memeluk Keynna antusias.


"Iya thanks ya tanpa kalian semua gue gak bisa sampai di titik ini. Makasih atas support kalian. dan Rafi kalau Lo ga ngusir gue buat nongkrong di kafe kayaknya gue bakal selamanya jadi fosil hidup duduk ngelamun di dalam kubikel." jawab Keynna terkekeh.


"Always dong, apalagi tadi ditemenin cowok ganteng, awokwok." goda Rafi mengerling jahil.

__ADS_1


Untungnya hanya Keynna yang mampu mendengar ucapan Rafi tadi. Gawat, apakah benar Rafi melihat dia dan Arshaka duduk bersama?


__ADS_2