
Arshaka meraih tangan Keynna, menggengamnya ditengah pemandangan kunang-kunang di taman hutan.
"Apa gue masih punya kesempatan?"
Mendengarnya, Keynna terdiam.
Hanya suara jangkrik dan serangga malam terdengar. Menemani keheningan tiba-tiba atas pertanyaan Arshaka. Dan jujur, Keynna tak tahu harus berkata apa.
Tatapannya mengarah pada seekor kunang-kunang yang cahayanya meredup. Kunang-kunang itu berada di tempat paling menonjol hingga dia seakan menjadi pusat perhatian. Namun tiba-tiba cahayanya menghilang. Seketika keberadaan kunang-kunang itu tak diketahui lagi.
"Key.."
Belum selesai Arshaka bicara, Keynna melepaskan genggaman Arshaka pada tangannya.
"Gue...gak bisa." jawab Keynna tanpa menatap wajah Arshaka.
Arshaka terdiam. Dia tidak yakin kenapa pernyataan cintanya ditolak oleh Keynna.
"Kenapa?" tanya Arshaka pada akhirnya.
Keynna mendesah pelan, dia masih tak menatap Arshaka.
"Gue belum siap disakitin atau dikhianati lagi. Gue belum siap gak sendirian lagi."
"Tatap gue, Key." tegas Arshaka.
"Gue tau ini kedengerannya konyol, tapi--"
"Key, " potong Arshaka. Keynna diam. "Tatap mata gue." ujarnya lembut.
Keynna kembali menghela nafas, ekspresinya sudah tak baik. Dia membasahi bibirnya terlebih dulu kemudian menatap mata Arshaka.
"Gue belum siap jadi kunang-kunang yang ketika sinarnya hilang, dilupakan gitu aja. Kayak papa ke mama."
Usai mengatakan itu, Keynna pergi meninggalkan Arshaka sendirian.
Arshaka tak mengejarnya. dia terdiam membeku di tempatnya. Mata lelaki itu menatap sekumpulan kunang-kunang yang masih menari-nari disampingnya.
***
Pagi hari tiba. Keynna datang ke kelas dengan suasana muram. Tentu saja karena pengakuan Arshaka. Dia tidak bisa tidur nyenyak karena terus kefikiran.
"Pagi, Key." sapa Lisa dan Anna ketika Keynna melewati tempat duduknya.
"Pagi." jawab Keynna pelan. Dia tak mengatakan apa-apa lagi dan langsung duduk.
Lisa dan Anna saling berpandangan bingung ketika menyadari bahwa Keynna tak seperti biasanya. Mereka langsung berbalik, menghadap meja Keynna.
"Lo kenapa? Muka lo kusut banget kek pakaian gak disetrika bertahun-tahun."
Keynna hanya menggeleng. Dia malas memberitahu.
"Pagi para jomblo!" seru Raffa yang baru datang diikuti Panji dan Regan yang menatap lelah.
"Pagi, Keynna. Sayang banget lo gak liat gimana pengakuan gue kemarin." ucap Raffa dengan nada kecewa.
Keynna hanya tersenyum paksa.
"Acaranya sukses?" bisik Keynna.
Lisa memutar bola mata malas, "Kalau dia ditolak, dia gak akan seseneng itu. Asli, begitu mereka pacaran, Raffa berubah bucin ke Jessi!" tutur Lisa.
"Yaelah namanya juga orang pacaran, lo gak bucin ya mampus ditinggalin." timpal Anna.
"Ya tapi gak gitu juga kali Ann. Bayangin kita lagi bbq tapi Raffa ngasihin semuanya ke Jessi, Jessi bahkan tidur di van alih-alih tenda dan kita gak dibolehin buat tidur disana karena katanya sempit banget. Asli gue sebel banget, mana banyak nyamuk lagi!" sungut Lisa.
"Cinta emang bikin orang jadi buta sama dungu." komentar Keynna.
Tok tok
Panji tiba-tiba mengetuk papan tulis. Semua perhatian siswa teralih kearahnya.
"Oke guys, hari ini gue selaku ketua kelas yang ketampanannya setara Lee Jong Suk---"
"Iuhhh." riuh semua siswi, enek mendengar ucapan Panji yang memuakkan telinga.
Panji mengangkat kedua tangannya, "Kalem dong, mbak bos. Gue becanda." ujarnya santai.
"Buruan Panji, lo mau ngomong apa?!" seru Lisa.
"Soal Pekan Seni Olahraga Cakra ke-32. Kita harus tentuin siapa aja yang bakal wakilin kelas kita. Oke, gue gak maksa, siapa aja yang mau, rela lahir batin. Maju."
Semua siswa kelas XII IPA-1 saling berbisik. Mereka mulai saling mendiskusikan siapa saja yang kira-kira cocok.
Anna menoleh kiri kanan, dia lalu berbicara, "Eh, bakal lama kalau gitu. Nunjuk aja." sarannya.
"Iya, bener. Atau gak lo udah punya daftar pesertanya?" timpal Lisa.
"Udin." tandas Panji. Dia membuka ponselnya dan mulai membacakan daftar nama yang dia kira bisa jadi perwakilan kelasnya
"Buat lari estafet putri, 3N, Nanda, Nina, Nisya dan Keynna. Gimana 3N+K, setuju?"
Si 3N(?) mengangguk setuju begitupun Keynna. Toh dia dulunya memang jago atletik terutama lari.
"Oke, 3N+K jadi tim lari estafet putri kelas kita. Tepuk tangan."
__ADS_1
Prok prok
"Lanjut, ke renang putra putri, ini jelas banget ya siapa yang bakal wakilin. Si juara olimpiade renang tahun 2019, Dito Aryadika dan Lalisa Candrakirana."
"Gue?" sela Lisa kaget.
"Iya, lo. Siapa lagi disini yang namanya mirip Lisa Blackpink jadi pengen disamain?"
Lisa melotot kesal mendengarnya. Dia seketika menggeleng, "Gue gak mau!" tolaknya.
"Kenapa? Lo jago renang kan? Gue yakin kemampuan kaki lo udah setara dayungan ekor ikan." sela Regan lantang.
Semua siswa tertawa mendengarnya sedangkan Lisa langsung melemparkan penghapus ke Regan.
"Udah deh Lis, setuju aja. Kapan lagi lo pake baju ketat di tingkat akhir sekolah?" bujuk Keynna.
"Iya, tunjukkin body seksi lo." timpal Raffa.
Panji langsung melemparkan sepatunya tepat ke wajah Raffa hingga cowok itu terjungkal.
"Mulut lo dijaga ya, sialan lo!" umpat Panji kesal.
Lisa mengernyitkan dahinya bingung, ketika Panji yang malah marah-marah bukannya dia. "Tunggu bukannya gue yang harus marah? Tapi makasih Panji, udah wakilin gue buat labrak tuh mulut penuh jigong!" emosi Lisa.
"Elah, gue becanda kali. Gak asik ih, bentaran ambekan." keluh Raffa.
"Udah-udah lanjutin lagi." potong Anna meleraikan.
"Thanks to Anna yang udah lerain dua anak baru gede itu. Oke, lanjut ke bulutangkis. Kalau ini jelas si Rey yang katanya mirip Jonathan Cristie yang bakal maju. Ceweknya....gue belum dapet."
Anna tiba-tiba mengacungkan tangannya, "Gue!" serunya.
Semua mata siswa langsung mengarah ke arahnya begitupun Regan yang langsung syok mendengar kalau Anna ngajuin diri.
"Oh, lo mau ikutan?" tanya Panji.
Anna mengangguk tapi Regan menyela, "Kagak. Anna gak akan ikutan." tegasnya.
"Kenapa?" tanya Lisa.
Regan gelagapan, sial dia bicara tanpa mikir dulu.
"Intinya enggak." tegas Regan, "Anna, lo ikut gue." Regan tiba-tiba menarik lengan Anna dan membawa cewek itu keluar kelas.
"Kenapa dah tuh dua anak? Sikapnya Regan aneh banget lagi." ujar Lisa.
Keynna hanya diam saja.
"Oke deh, buat bulutangkis cewek kita tangguhin aja dulu. Lanjut ke basket, nama-namanya udah siap dari lama. Gue, Raffa, Agan, Bimo, Bayu sama Arshaka." papar Panji.
Keynna terkesiap. Dia sudah dari tadi penasaran kemana Arshaka pergi.
"Eh itu dia." tunjuk Panji ke arah pintu kelas. Nampak Arshaka baru datang dengan wajah datarnya seperti biasa.
Tapi tatapan Arshaka tiba-tiba mengarah pada Keynna. Keynna yang mendadak ditatap langsung membeku. Dia berusaha mengalihkan pandangannya tapi tak bisa. Arshaka menatapnya seakan-akan ingin mencincangnya hidup-hidup atas penolakan kemarin. Yah, Keynna telah menghina harga diri Arshaka mungkin.
"Saka, lo basket ya, kayak biasa." ujar Panji.
Saka memutuskan pandangannya, dia menatap Panji.
"Gue gak ikutan." umumnya.
Semua siswa terkejut dan tak percaya. Seorang Arshaka yang jago main basket bahkan pernah masuk tim nasional basket, , mantan ketua basket tahun lalu dan jelas sangat menyukai basket, tiba-tiba menolak ikut bertanding?
"Lah kenapa?" tanya Raffa kaget.
Arshaka tak menjawab, dia malah menatap Keynna lagi. Keynna makin kehilangan muka karena malu dan perasaan bersalah.
"Intinya enggak. Gue absen tahun ini." tandas Arshaka. Setelah itu, cowok itu tiba-tiba pergi dari kelas.
Semua siswa khususnya Panji dan Raffa menjadi bingung dengan keputusan Arshaka tiba-tiba. Mereka tidak tahu apa alasan mantan ketua basket Cakra itu tak mau ikut pertandingan terakhir di Cakra.
"Aneh banget, Key, lo tau kenapa Arshaka gak ikutan?" tanya Lisa menghadapkan tubuhnya ke arah Keynna.
Keynna yang ditanya seperti itu hanya mendesah pelan. Wajahnya nampak frustasi dan tertekan.
"Kayaknya gara-gara gue." aku Keynna.
Lisa mengernyitkan dahinya tidak mengerti, "Apa maksud lo?"
***
Brak
Lisa menggebrak meja kantin keras, "Lo tolak Arshaka?!" pekiknya.
Keynna buru-buru menutup mulut Lisa. Akibat teriakan itu, semua siswa yang sedag makan siang di kantin langsung melirik meja mereka.
"Jangan keras-keras, bego. Kalau didenger gimana?" desis Keynna kesal.
"Lagian lo ada-ada aja. Gila, Key. Kalau gue jadi lo, mantan modelan Arshaka nembak gue lagi, udah gue iyain!" seru Lisa berapi-api.
Keynna mendesah kasar. "Gue tau. Gue sekarang khawatir kalau Saka jadi marah sama gue dan jauhin gue. Gue juga takut kalau gak keikutsertaannya dia di pertandingan basket itu juga gara-gara gue."
"Tapi kenapa lo nolak dia?" tanya Lisa tak habis fikir.
__ADS_1
"Itu..."
"Gue kira lo masih ada perasaan sama dia. Begitupun sebaliknya."
"Gue hanya belum siap buat CLBK. Hubungan gue sama Saka dulu berakhir gak baik. Gue cuma takut kalau kita ngeulang proses yang sama, hasilnya juga akan sama." jelas Keynna.
"Keynna, belum tentu ngeulang proses yang sama, hasilnya juga bakalan sama. Misal, lo bikin roti kukus, prosesnya sama tapi hasil kuenya malah bantet. Terus elo nyerah gitu aja? Kenapa gak lo coba perbaiki, cari tau mana yang salah terus lo ulangi prosesnya dengan solusi yang lo udah temuin. Menurut lo tuh roti masih bantet?"
Keynna lagi-lagi mendesah pelan. Dia menumpukan kepalanya di atas meja.
"Gue kacau, Lis." ujarnya lesu. Lisa hanya mengusap-usap rambut Keynna menenangkannya.
***
Regan membawa Anna ke halaman belakang. Begitu mereka berhenti, Anna langsung menyentakkan genggaman Regan.
Regan mendesah kasar, dia menatap Anna dengan raut tak biasa.
"Lo ngapain ngajuin diri?" tanya Regan tidak habis fikir dengan otak Anna.
"Masalahnya kenapa? Hak-hak gue mau ikutan kek, mau enggak, terserah gue."
"Iya kalau lo sehat tapi lo kan--" Regan tak melanjutkan ucapannya. Dia lantas menyugar rambutnya dengan kasar.
"Gan, gue ngerti perasaan lo. Gue tau gue sakit tapi gue pengen nikmatin semua yang ada dihidup gue dengan bahagia. Gue pengen ngehargain semua yang ada." jelas Anna.
Tatapan Regan melunak, dia mengenggam tangan Anna.
"Tapi fisik lo gak mampu, Ann. Masih banyak hal yang bisa lo nikmatin tapi enggak dengan yang nyiksa fisik lo. Gue takut lo malah kambuh."
Anna tersenyum tipis, "Sekali aja. Gue mohon. Gue pengen ikutan lomba olahraga terakhir disini." pinta Anna.
Tatapan Regan berubah tak suka, "Apa maksud lo terakhir?" sarkasnya.
"Gan, gue tau gue gak akan lama lagi disini. Semua yang belum gue cobain akan jadi yang terakhir buat gue." ujar Anna lirih.
"Ann, umur lo masih panjang. Gak ada yang namanya terakhir. Lo bisa cobain semuanya berapa kali pun." tukas Regan panik.
Tiba-tiba air mata Anna menitik, "Rasanya gue ngasihanin diri gue tiap kali air mata gue jatuh. Tapi yang tahu soal kondisi tubuh gue ya gue."
Regan menahan tangisnya, dia juga menjadi sensitif dan mudah cengeng akhir-akhir ini. Terlebih ketika memikirkan kondisi Anna yang tak kunjung membaik. Sel kankernya terus menggerogoti tiap sel otaknya dan kini telah menjalar ke bagian tubuh lain. Kemoterapi bahkan tak berarti apa-apa.
"Gue mohon Gan. Izinin gue." pinta Anna.
Regan menghembuskan nafas berat. Rasanya dadanya amat berat acapkali berbicara dengan Anna.
Regan mengangguk, "Oke, gue izinin lo."
Anna tersenyum lega, "Thanks, Regan."
"Tapi inget begitu lo ngerasa capek atau udah gak kuat, berhenti. Sekalipun lo bakal menang." peringat Regan.
Anna mengangguk mantap, "Lo tenang aja."
Regan tersenyum, dia mengusap baret Anna lembut.
Drrt
Sebuah notifikasi muncul di ponsel Anna..Dia melihat ada postingan baru di akun sekolah. Dan isi postingan itu membuat Anna melotot kaget.
"Kenapa Ann?" tanya Regan.
"Buka hp lo." jawab Anna masih syok.
Regan yang belum tahu apa-apa langsung membuka ponselnya dan sebuah notifakasi postingan di akun sekolah mereka muncul. Regan langsung membukanya. Tapi sama seperti Anna, Regan juga terkejut dengan isinya. Dia sampai-sampai menutup mulutnya.
***
"Intinya ya Key, gue pengen lo mikirin ini dari hati lo. Terlepas dari apapun masa lalu kalian, kalau misal Saka buat lo bahagia, kenapa gak lo coba pertahanin lagi aja."
Lisa dan Keynna masih mengobrol di kantin. Tapi setelah itu ponsel Lisa maupun Anna berbunyi. Lisa mengecek notifikasi yang muncul.
"Key.." Lisa memanggil Keynna dengan panik usai melihat postingan itu.
Keynna mendongak, matanya nampak lelah. "Apaan?"
"Liat nih." Lisa menunjukkan layar ponselnya ke Keynna.
Keynna membacanya dan matanya terbelalak.
"Ini..." Keynna tak tahu harus mengatakan apa. Dia terlalu terkejut dan syok.
"Arshaka Juna Aldebaran, si most wanted boy Cakra ternyata mantan Keynna, siswi baru pacar Alfaro. Ini judul receh kayak apaan?!" seru Lisa kesal.
Keynna membaca postingan itu langsung melihatnya di ponselnya.
...Arshaka Juna Aldebaran, si most wanted boy Cakra ternyata mantan Keynna, siswi baru pacar Alfaro....
BREAKING NEWS : Arshaka, cowok idaman semua siswi Cakra ternyata pernah berpacaran dengan Keynna, yang berstatus murid baru. Beredar kabar dari teman SMP mereka, bahwa mereka mulai berpacaran sejak kelas 8 namun harus berakhir satu tahun kemudian. Alasannya gak diketahui, tapi banyak yang bilang kalau mereka putus karena Keynna pergi ke Amerika menemani nyokapnya yang abis cerai dari bokapnya
Namun setelah dua tahun, mereka kembali ketemu di Cakra, satu kelas dan satu bangku lagi! Semua siswa kelas XII IPA-1 A udah tahu soal hubungan mereka tapi memilih merahasiakannya. Dan beredar rumor lagi kalau Alfaro, si jenius bahasa yang merupakan mantan teman Arshaka itu berpacaran dengan Keynna setelah beredar foto mereka berdua jalan bareng di mall.
Dan berita paling hotnya dari cinta segita ini adalah Arshaka nembak Keynna lagi tapi karena saat itu Keynna udah pacaran sama Alfaro, Keynna nolak Arshaka. Penolakaan ini membuat Arshaka mengundurkan diri dari kejuaraan basket tahun ini.
Yang penasaran dengan buktinya, foto-foto mereka akan diposting di slide berikutnya ya.
__ADS_1