
Di BK, Keynna, Lisa, Anna dan kelima siswi pembully itu tengah dimarahi habis-habisan.
"Kalian benar-benar keterlaluan! Sudah mau lulus malah bikin masalah?Kali ini karena apa?!" sentak Bu Dayu.
Tak ada yang menjawab satu pun.
"JAWAB!"
Delapan cewek itu tersentak kaget.
"Maaf bu, mereka ngebully saya." jawab Keynna.
"Apa lo bilang? Enak aja main tuduh sembarangan. Itu bohong bu!" tukas Engie.
"Dih dasar muka dua. Emang kayak gitu kenyataannya. Lo ngebully temen gue." bela Lisa.
"Sembarangan nuduh lo!"
Mereka kembali beradu mulut dan itu membuat Bu Dayu tambah sakit kepala.
Brak
Meja digebrak keras oleh Bu Dayu. Perdebatan seketika berhenti. Bu Dayu mendelik tajam pada semua wajah para siswinya itu.
"Katakan sejujurnya." tekannya dengan nada amat menakutkan.
Lagi, tak ada yang bersuara untuk mewakili menjawab pertanyaan Bu Dayu. Semuanya ketakutan.
"Keynna, apa benar kamu dibully oleh mereka?" tanya Bu Dayu menunjuk Engie dan kawanannya.
Keynna tak memedulikan Engie yang memelotinya. Toh dia tidak takut sama sekali.
Keynna mengangguk, "Benar bu."
"Alasannya apa, Engie Vitaloka?" Kini Bu Dayu menatap Engie.
Engie menelan salivanya susah payah, dia tak berani menatap wajah Bu Dayu.
Karena tak mendengar jawaban apapun dari Engie, Bu Dayu kembali menoleh pada Keynna.
"Katakan alasannya."
Keynna menghembuskan nafas pelan, "Ini soal cowok bu. Mereka meminta saya menjauhi Arshaka dan Alfaro padahal saya tidak memiliki hubungan apapun dengan mereka."
"Bohong bu! Jelas-jelas cewek itu berbohong. Dia menolak Arshaka karena sudah berpacaran dengan sahabat Arshaka sendiri. Dasar sok cantik emang lo!" tukas Engie emosi.
"Gue akui gue emang nolak Arshaka tapi alasannya bukan karena Alfaro. Gue gak pernah pacaran dengan Alfaro." jelas Keynna.
"Gak usah sok suci lo. Tinggal bilang aja kalau lo emang suka ngoleksi cowok keren!" balas Engie.
"Penilaian lo jelek banget ya ke gue. Gue cewek baik-baik ya gak kayak lo sama temen-temen lo yang ngebully orang gitu aja. Gue kasih saran sama lo, jangan terlalu fanatik jadi fans." sahut Keynna menohok.
"Lo--"
Perkataan Engie dipotong oleh Bu Dayu.
__ADS_1
"Kalian ini dasar anak muda zaman sekarang. Masalah kecil saja langsung dibesar- besarkan. Apalagi hanya karena cowok kalian sampai berkelahi. Hey girls, cowok tuh gak hanya satu!"
"Tapi Arshaka satu-satunya di dunia ini, bu." sela Lisa.
Anna menendang tungkai Lisa membuat Lisa langsung mengatupkan mulutnya.
"Kalau itu ibu setuju." Tanpa diduga Bu Dayu malah setuju. "Tapi tetap saja, jangan hanya karena satu cowok kalian beranteman."
"Dan sambil kalian berdebat tadi, ibu sudah menganalisa mana pihak yang banyak salahnya."
"Maksud ibu banyak salahnya?" tanya Keynna tidak mengerti.
"Kalian semua kan sama-sama salah tapi ibu sudah memutuskan mana yang banyak salahnya dan berdasarkan CCTV dan kesaksian beberapa siswa sebagai saksi mata atas kejadian itu, ibu putuskan bahwa Engie dan teman-temannya bersalah lebih banyak."
"Bu, kok gitu?!" protes Engie keras.
"Engie Vitaloka, coba jelaskan alasannya kalau kamu gak bersalah." tandas Bu Dayu.
Engie nampak kelabakan, dia diam lama memikirkan bagaimana membela dirinya.
"Oke, waktu habis." sela Bu Dayu acuh. "Kalian akan tetap ibu hukum. Keynna, Anna dan Lisa, kalian ibu hukum membersihkan aula olahraga beserta gudang penyimpanannya."
Keynna, Lisa dan Anna menganga dengan hukuman yang diberikan Bu Dayu. Meski mereka dinyatakan tidak banyak bersalah tapi kan tetap saja, hukuman seperti itu terlalu berat untuk mereka bertiga. Sedangkan Engie tertawa mengejek.
"Sedangkan Engie dan empat temannya, kalian bersihkan halaman sekolah tak terkecuali taman belakang, kantin dan toilet perempuan yang menjadi TKP."
Kini giliran Engie dan empat temannya yang menganga tak percaya. Keynna, Lisa dan Anna cekikikan.
"Dan satu lagi, bawa surat pemanggilan orang tua ini dan serahkan pada orang tua kalian. Ibu tunggu besok pagi paling lambat pukul sepuluh di ruang BK."
***
Keynna duduk menyendiri di kursi taman belakang. Hukuman untuk mereka akan baru dilaksanakan sepulang sekolah karena masih dipakai siswa lainnya. Keynna sudah berganti seragam dengan yang baru tapi wajahnya masih memar. Dia sudah ditawari Anna untuk membantu membersihkan lukanya tapi Keynna menolak.
Keynna mendesah pelan, meresapi energi semilir angin yang berhembus di wajahnya.
Tiba-tiba sepasang kaki mendekat ke arahnya. Keynna mendongak, wajahnya berpapasan dengan Alfaro.
"Faro." ucap Keynna.
Alfaro tersenyum lalu duduk disamping Keynna. Di pangkuannya sebuah kapas dan betadine.
"Kalau luka seharusnya diobati dulu bukannya malah duduk-duduk disini." ucap Alfaro menaruh kapas yang sudah diberi obat merah ke bekas luka Keynna.
"Aw, shh." ringis Keynna merasakan perih.
"Nah perih kan, makanya luka itu harus segera diobatin." ucap cowok itu.
Keynna menahan tangan Alfaro, cowok itu menatap Keynna bingung.
"Gue aja." ucap Keynna mengambil alih kapas ditangan Alfaro. Dia tidak mau ada kesalahpahaman atau rumor tak sedap lagi.
"Oh oke." Alfaro membiarkan Keynna mengobati lukanya sendiri.
Alfaro terdiam sambil memainkan jari-jarinya. Dia lalu memutuskan untuk menyuarakan apa yang ada di fikirannya sedari tadi.
__ADS_1
"Kenapa kamu menolak Arshaka?"
Keynna langsung berhenti bergerak, dia menatap Alfaro sedetik lalu mulai kembali mengobati lukanya.
"Hanya ngerasa gak cocok kalau harus pacaran sekarang." jawab Keynna.
"Berarti ada kemungkinan kamu akan berpacaran kalau waktunya sudah pas?"
Keynna diam sesaat lalu tersenyum paksa, "Hem mungkin aja. Tapi saat ini enggak."
Alfaro mengangguk mengerti. Dia lalu mengeluarlan plester di sakunya. Dan menempelkannya pada dahi Keynna.
"Gue bisa sendiri." ucap Keynna canggung.
Alfaro tersenyum, "Udah ditempel."
Alfaro masih menatap Keynna dengan satu tangannya masih hinggap di dahi Keynna, sedangkan Keynna mencoba mengalihkan tatapannya ke arah lain.
"Keynna." panggil Alfaro.
Keynna menoleh, "Ada apa?"
"Kasih tau saya kalau waktunya udah tiba ya."
"Wa-waktu?"
"Waktu yang kamu bilang belum saatnya."
Keynna sungguh terdiam. Ini apa-apaan maksud Alfaro? Alfaro sedang menyatakan ketertarikan padanya?
"Arshaka."
Keynna kaget begitu nama Arshaka disebut Alfaro. Keynna menoleh ke belakangnya dimana Alfaro juga menatapnya. Ada Arshaka yang berdiri disana dengan wajah datar. Keynna langsung menjauhkan dirinya dari Alfaro.
"Sa-saka.."
Arshaka hanya berdiri diam. Rahangnya mengeras, menatap Alfaro dengan dingin. Setelah itu dia mengalihkan tatapannya pada Keynna. raut itu melunak tapi jelas tersirat rasa kecewa. Tak lama, Arshaka langsung berbalik pergi tanpa sepatah katapun.
"Arshaka!" panggil Keynna langsung berlari menyusul Arshaka yang sudah berjalan menjauh.
Sedangkan Alfaro hanya tersenyum miris karena dia ditinggalkan Keynna.
Di sisi lain, Keynna terus mengejar Arshaka. Dia takut bahwa cowok itu salah paham padanya.
"Saka!" teriak Keynna.
Tapi Arshaka terus berjalan dan ketika tiba di belokan koridor, tangan Keynna ditarik seseorang.
Keynna terkejut bahwa orang yang menarik tangannya adalah, "Felly?"
"Ikut gue." ucap Felly hendak membawa Keynna berjalan.
"Mau kemana? Gue mau ngejar Arshaka." tukas Keynna melepaskan genggaman Felly.
Felly tak menjawab, dia malah kembali memegang lengan Keynna dan menariknya pergi.
__ADS_1