Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Friendzone?


__ADS_3

Kini Cakra tengah jam istirahat. Semua siswa Cakra sedang berada di kantin. Kantin sesaat penuh. Di salah satu meja, ada Keynna dan Lisa yang tengah menikmati makan siang mereka.


"Gue masih penasaran, Anna kemana ya?" tanya Keynna sambil mengunyah soto ayam.


"Gak usah difikirin, si Anna emang kadang izin sekolah kok. Udah biasa." jawab Lisa santai. Dia meneguk jus jeruk dan seketika bersendawa, "Nikmatnya hqq banget." katanya lega.


"Jorok banget sih lo." ujar Keynna jijik. Lisa hanya tertawa.


"Tapi, kenapa muka Regan gak enak banget diliat ya?" tanya Keynna lagi heran. Dia memerhatikan Regan yang duduk lesu dengan air muka keruh. Dia hanya diam bahkan ketika teman-temannya mengobrol.


"Paling dia kecewa gak bisa ketemu si Anna. Mereka cuma bisa ketemu pas di sekolah doangan." balas Lisa santai. Kali ini dia tengah mengunyah bakso.


"Kenapa?" tanya Keynna.


"Lo gak tau soal hubungan mereka berdua?" tanya balik Lisa serius. Keynna hanya menggeleng.


Lisa tampak berfikir, "Gue kayaknya pernah cerita deh. Ah terserahlah, gue ceritain lagi." Dia mengibaskan tangannya lalu menatap Keynna, "Mereka sahabatan." lanjutnya santai.


"Udah gitu aja?" Keynna tampak tak percaya.


"Bukan sahabatan yang lo fikirin. Istilahnya sih," Lisa mendongak sambil berfikir. "Friendzone?"


"Friendzone?" ulang Keynna.


Lisa mengangguk, "Ya lo tau lah kayak dua sahabat yang saling suka tapi gak bisa bareng? Anna sama Regan gitu." ujar Lisa.


"Kenapa? Bukannya kalau mereka saling suka ya tinggal pacaran kan? Kenapa ini malah friendzone an segala?" Tanya Keynna tak mengerti.


"Masalahnya itu, mereka berbeda, you know 'berbeda'?" ujar Lisa menekankan kata berbeda.


"Maksudnya?"


"Mereka beda keyakinan. Anna itu katolik, sedangkan si Regan, itu protestan. Terus nyokap Regan itu gak suka sama Anna apalagi liat mereka barengan." jelas Lisa.


"Kalau gitu kenapa mereka bisa sahabatan?" Rasa penasaran Keynna makin tinggi.


Mendengar pertanyaan Keynna, Lisa terdiam sebentar kemudian melirik kanan-kiri. Dirasa aman, Lisa menyuruh Keynna mendekat. Setelah Keynna mendekat, Lisa mulai berbicara serius dengan suara sedikit pelan.


"Jadi awalnya mereka itu sahabat kecil. Sebelum itu nyokap Regan suka-suka aja tuh sama Anna. Walau beda keyakinan kan namanya juga harus toleransi. Nah bokap Anna sama bokapnya si Regan itu kerjasama bisnis gitu, tapi katanya bokapnya Anna itu nipu bokapnya Regan hingga rugi miliyaran rupiah. Seketika keluarganya Regan bangkrut dan keluarganya Anna malah pergi dari Indo." tutur Lisa. Keynna terkejut.


"Terus?" tanya Keynna.


Lisa terdiam sembari mengingat-ingat, "Nah, abis itu keluarganya Regan bangun usaha lagi dari nol. Dan yang namanya darah pengusaha sih, usaha mereka sukses hanya beberapa tahun. Dan si Anna sama kakaknya Jane, balik ke Indo. Kalau orang tua mereka sih udah meninggal dunia karena kecelakaan. Terus Anna sekolah disini deh ketemu sama si Regan lagi. Dan mereka masih saling suka kayaknya. Nyokapnya Regan tau, dan ngelarang Regan buat ketemu lagi sama Anna. Dia bahkan pernah diancam pindah sekolah tapi Regan gak mau." tutur Lisa serius.


"Gak gue sangka ini lebih drama dibanding sinetron." komentar Keynna.


"Tapi gue juga gak tau sih real nya kayak apa. Namanya juga gosip. Lagian bisa aja kan, kalau sebenernya itu salah paham doang? Misal, bokapnya Anna itu gak maksud nipu. Siapa yang tau." timpal Lisa.

__ADS_1


"Bisa juga sih." Keynna mengangguk menyetujui, "Dan lo emang cocok jadi lambe turah, Lis." tambah Keynna menatap Lisa.


Lisa melemparkan kulit jeruk ke wajah Keynna, "Sialan lo."


***


Di sisi lain, objek yang tadi sedang digosipkan masih terduduk lesu. Air mukanya keruh dan perasaannya buruk sejak semalam. Anna belum juga siuman setelah dini hari tadi melakukan operasi pertama. Kondisinya makin tak menentu dan perlahan berada di ujung tanduk.


"Pokoknya, abis ujian semester kita holiday ke pantai. Ngedinginin otak yang ngebul seminggu." ujar Raffa berapi-api.


"Gak usah mikirin dulu liburan elah. Fikirin dulu ujian, nilai lo kalau jeblok semua gimana?" timpal Panji.


"Paling di sembelih." tukas Arshaka singkat.


"Anjir. Sadis!" kata Panji tertawa ngakak. Sedangkan Raffa hanya mendatarkan wajahnya.


"Lo sekali becanda, sukanya yang sadis ya, psiko apa gimana lo?!" seru Raffa kesal. Arshaka hanya mengendikkan bahu.


Lalu perhatian Raffa teralih pada Regan yang sedari tadi diam. Regan bahkan hanya menjawab sepatah kata bisa dirasa perlu. Hal itu yang membuat teman-temannya bingung.


"Gan, damang? Lo kayak dukun yang lagi kerasukan." kata Raffa sambil ngakak. Panji menggeplak kepala Raffa keras.


"Kakang sakit!" Raffa mengaduh.


"Diem, lo syaiton!" sentak Panji. Ini bukan saatnya bercanda. Raffa mencebikkan bibirnya.


"Lo gak papa, Gan?" tanya Panji serius.


"Lo sakit?" tanya Arshaka. Regan hanya menggeleng.


"Paling dia kangen Anna yang bolos hari ini." celetuk Raffa. Regan mendelik, dia tak suka membahas Anna sekarang.


"Ngaco lo." ujar Regan berusaha tak kesal pada temannya. Raffa memang begitu, lagipula tidak ada teman-temannya yang tahu mengenai masalah yang menimpanya. Jadi dia seharusnya bersikap baik-baik saja.


"Yaudah, kalau gitu ntar pulang sekolah, nongkrong kuy. Cafe Bintang milik om gue grand opening siang ini. " ajak Panji mengalihkan topik.


"Gue gak bisa." tolak Regan.


"Kenapa?" tanya Panji.


"Gue--ada janji sama nyokap suruh nganterin belanja." bohong Regan.


"Gue juga gak bisa." timpal Raffa.


"Kenapa lagi lo? Awas lo sok bilang sibuk, gue cekek lo!" ancam Panji.


Raffa mengibaskan rambutnya, "Gue mau kencan." ujarnya santai.

__ADS_1


Panji menyemburkan air minumnya, "Bah, kencan? Punya gebetan aja kagak, sok-sok an kencan." ujar Panji tertawa.


"Serius, kambing. Gue punya gebetan." timpal Raffa sambil merapikan kerah bajunya, belagak keren.


"Sama siapa? Paling Iyem, tukang urut di komplek lo, ya kan."


"Sialan lo." Raffa menggeplak Panji. "Lo pada masih inget sama Jesi? Dia ngasih id line nya ke gue, dan kita jalan sejak itu." lanjut Raffa bangga.


"Anjir. Gue fikir becandaan." seru Panji terkejut. "Lagian tuh cewek jutek gitu. Kok lo mau sih? Eh kebalik, lagian lo playboy sinting, kok dia mau sih?"


"Gue punya pesona mas bro! Meski gue gak ganteng, tapi gue tetep menarik!"


"Siapa Jesi?" sela Arshaka.


"Oh, bukan siapa-siapa Kanda. Lo inget sama si duo R ini gak ibadah minggu? Nah nih dua cunguk taruhan buat minta id linenya si Jesi. Si Raffa yang dapet." cerita Panji.


"Eh, lo yang bikin taruhan. Gue sama Regan korban! Apalagi si Agan tuh, sampe ribut sama si Anna." tukas Raffa kesal.


"Iya sorry." kata Panji santai. "Btw, Kanda lo bisa pulang sekolah ini? Jangan bilang, lo mau ngedate juga sama si Keynna?" tuduh Panji cepat.


"Gue ada urusan ke panti. Lain kali aja." balas Arshaka.


"Jadi, gue jomblo lagi nih?" ujar Panji dramatis.


***


"Astaga, gue lupa kalau gue ke sekolah pake ojol!" Seru Keynna. Dia baru saja hendak pulang, tapi ketika ke parkiran, dia baru ingat bahwa dia tidak membawa mobilnya. Dan ponselnya juga mati gara-gara Lisa yang asik tik tok an sedang Keynna gak bawa chargeran.


"Mana gak ada taksi lagi. Sial banget hari ini gue." ujar Keynna mendesah keras.


Tit tit


Ratapan Keynna terhenti ketika sebuah klakson motor berbunyi. Dia melihat sebuah motor plus penumpangnya memerhatikannya. Dia jadi teringat dengan kejadian Arshaka yang mengantarnya pulang dulu.


"Ayo, balik." ujar Arshaka di balik kaca helm.


"Gue--gak usah. Gue udah order ojol." kilah Keynna. Dia canggung kalau harus satu frame dengan mantan lagi.


"Gak usah bohong. Ponsel lo abis daya." jawab Arshaka.


Keynna cengengesan. "Kuy." ajak Arshaka lagi. Mau tak mau, Keynna menurut dan duduk di bonceng Arshaka. Untuk situasi kayak gini, gak ada gunanya jual mahal.


"Gue ada urusan dulu. Lo gak masalah kalau agak lama?" tanya Arshaka setelah Keynna duduk.


"Kemana?"


"Nanti lo tau. Gimana?"

__ADS_1


"Oke deh. Asal lo gak bawa gue ke gudang terus gue dijadiin tumbal anggota geng. Gue ngikut." kata Keynna ngaco.


Arshaka menahan senyumnya. "Pegangan." titahnya.


__ADS_2