
"Kerja bagus. Lo gak boleh lupain gue.”
Setelah mengatakan hal itu, Arshaka langsung mengantarkan Keynna pulang. Si mantan ternyata masih ingat betul dimana letak rumah Keynna.
Keynna masuk ke dalam rumahnya. Rumahnya sepi, sepertinya nyoya ratu belum pulang, terbukti dengan tak ada mobil sang mama di carport. Keynna tak langsung ke kamar, ia menyempatkan diri untuk ke dapur mengambil minum. Disana ternyata ada bi Dora yang sedang nonton film di HP nya. Seketika Keynna tersenyum iblis.
“DORR.”
“Eh copot copot, gigi gue copot tinggal dua suami gue dua.” kaget bi Dora.
“Hahaha, Bi Dora ketauan pangen mendua,” ujar keynna sambil ketawa.
“Neng Keynna jahanam banget sih sama Dora yang cans ini. Kalau jantung Dora copot, mau neng Keynna tanggung jawab?”
“Iya nanti Keynna ganti sama jantung pisang. Hahaha.”
“Neng Keynna jahatnya kek iklan pipa. Mengalir sampe ulu hati.” Ucap Bi Dora dramatis sambil memegangi dadanya.
“Becanda kali bi elah,”
“Btw, neng Keynna baru pulang? Naik apa neng? Nyonya kan gak bisa jemput?” Nah ini nih salah satu istimewanya bi Dora. Kalau kayak iklan kecap, Keynna sudah seperti anak sendiri. Beliau begitu perhatian meski kadang harus dibeliin kuota.
“Sama temen bi.”
“Siapa? Cowo ya?” goda Bi Dora.
“Bukan bi, bencong.” Jawab Keynna asal. Tangannya membuka pintu kulkas dan mengambil sebotol minuman berperasa jeruk.
“Neng Keynna belok?”
“Becanda kali bi. Keynna masih suka sama yang anu.” Ujar Keynna ambigu.
“Terus siapanya neng Keynna? Pacar ya, Tapi kan neng Keynna jomblo.” Kok jleb ya.
“Si bibi enteng banget tuh rahang ngomong. Keynna itu bukan jomblo bi, Keynna cuma sedang tidak ingin berbagi perhatian dengan gender lain.”
“Gegayaan banget ngomongnya. Jadi siapa kalau bukan pacar. Masa iya beneran waria.”
“Yakali bi, astagfirullah. Itu mantan Keynna yang nganterin.”
“APA MANTAN?”
“Iya, aneh banget kan bi? Harusnya udah jadi mantan gak perlu seperhatian itu, sampe-sampe Keynna dibeliin es krim sama dianterin pulang.” Curhat Keynna.
“Kayaknya mantan neng Keynna masih sayang sama eneng deh.” Celetuk Bi Dora.
Keynna tersedak, tadi ia memang sedang minum. Lalu menatap bi Dora horor, “Gak mungkinlah bi.” Elak Keynna.
“Ya terus kalau bukan masih sayang kenapa? Itu mah modus dianya aja ke neng Keynna.”
Keynna pun terdiam seketika.
***
“SELAMAT PAGI DUNIA. SELAMAT PAGI NETIJEN. SELAMAT PAGI MANTAN, KEYNNA CANTIK UDAH BANGUN.”
Bruk
“Aaduh.” Ringis Keynna. Kepalanya mendongak, niat hati ingin mencaci maki pelaku yang seenak udel melemparkan bantal apa daya nyalinya menciut ketika pelaku pelemparan tak manusiawi itu adalah sang ratu yang kini sedang berkacak pinggang sambil melotot ke arahnya.
“Kamu ya, bukannya mandi siap siap, malah sibuk teriak-teriak gak jelas. Mandi!” titah sang nyonya.
“Siap ndoro.” Angguk Keynna patuh.
06.15
Keynna sudah cantik, hari ini adalah pelajaran olah raga jadi dia bawa minum dari rumah. Hari ini di Cakra jadwal seragamnya adalah kemeja putih polos dengan rok navy di bawah lutut 5 cm dengan dasi panjang senada dengan rok nya. Cakra memang termasuk sekolah swasta berbasis internasional. Mereka punya standarnya sendiri meski memang untuk pelajaran wajib terpaku pada kurikulum yang berlaku di Indonesia ditambah dengan beberapa pelajaran tambahan yang berstandar internasional. Makanya ada beberapa guru yang khusus dikirim dari luar negeri.
Setelah memakai kacamata beningnya dan menyisir rambut, Keynna mengambil tas dan turun ke bawah. Sarapan dengan sang nyonya.
Ketika sampai di ruang makan, Keynna yang niatnya mau balas dendam dengan mengagetkan sang mama, malah tertegun dengan pemandangan dihadapannya. Di meja makan bukan hanya ada mamanya tapi juga papanya.
“Pagi.” Sapa Keynna tanpa perlu repot-repot menatap sang mama atau papa. Dan langsung memakan sarapannya yang sudah disiapkan.
__ADS_1
“Pagi Keynna.” Sapa balik sang mama dan sang papa.
“Keynna gimana hari pertama sekolahnya kemarin?” tanya papa.
“Baik.” Jawab Keynna singkat. Papa Cuma mendesah pelan.
“Udah punya temen?” tanya papa lagi.
“Udah.” Jawab Keynna lagi-lagi singkat. Papa mendesah pelan, sadar bahwa anak bungsunya masih bersikap dingin padanya. Padahal Keynna adalah anak yang cerwet dan selalu manja padanya. Tapi kini, Keynna seolah membangun benteng, mencoba untuk tak bersinggungan dengan sang papa.
“Kata bi Dora kamu kemarin dianterin pulang sama cowo. Mantan kamu katanya.” Celetuk mama mencoba mengalihkan pembicaraan.
Keynna tersedak, buru-buru ia minum. “Si Bibi emang ember banget sih.lagian cuma sebatas nganterin pulang, kemarin gak ada taksi lewat, mau pake ojol juga ga ada kuota.”
“Sekarang kamu dianterin sama papa kamu ya. Mama gak bisa nganterin ada meeting di Jakarta. Kayaknya mama bakal pulang malem. Kamu gapapakan sama Bi Dora di rumah? Mobil kamu juga belum sampe.”
“Aku bisa naik taksi kok. Mama kalau sekiranya cape jangan maksain pulang, nginep aja dulu di hotel.”
“Engga, kamu diantar sama papa aja. Papa sengaja kesini kangen sama kamu.” Ucap papa lembut. Keynna hanya mengiyakan tak mau membuat pria paruh baya itu kecewa.
***
Sepanjang perjalanan, Keynna tak mengeluarkan sepatah kata bila ditanya itu pun singkat. Ia lebih memilih asik dengan dunia sendiri dengan menatap ke jendela mobil. Sang papa—Reon pun tidak bisa berbuat banyak. Ia mencoba kembali akrab dan membuat anak gadisnya nyaman tapi ternyata Keynna masih sama.
Mobil pun berhenti di gerbang Cakra yang menjulang, setelah mencium punggung tangan sang papa, Keynna langsung keluar mobil dan bergegas masuk. Reon hanya mendesah pelan, ini memang kesalahannya dan ia harus memperbaikinya.
Keynna bukannya tidak mau bersikap sopan pada papanya, ia hanya masih terluka dan kecewa. Bohong kalau ia tidak rindu, nyatanya gadis itu sungguh merindukan sosok yang menjadi cinta pertamanya. Karena bagi anak perempuan, ayah adalah cinta pertamanya. Dan itupun berlaku pada Keynna.
Mencoba melupakan kegundahannya, Keynna melangkah ringan menuju kelasnya. “Selamat pagi para jomblo!” sapa Keynna. Keynna memang tidak butuh waktu lama untuk penyesuaian dengan lingkungan baru, ia tipikal orang yang mudah beradaptasi.
“PAGI NENG KEYNNA. KOK MAKIN CANTIK SIH?” tanya Panji sang ketua kelas.
“Iya dong, gue banyak makan jahe soalnya.” Keynna terkekeh
“Bisa aja kang sedotan.” celetuk Regan.
Setelah itu ia melangkah ringan menuju bangkunya. Disana sudah bertengger manis sang mantan yang kemarin sukses memporak-porandakan hatinya. Seolah tanpa beban, Keynna menyapa manis Arshaka,
“Pagi Saka. Udah jadi mantan kok makin ganteng sih?” sapa genit Keynna.
“Pantes aja. Gue udah curiga sebelumnya, si arca batu repot-repot amat minta si Keynna buat sebangku sama dia.” ujar Regan.
“Jadi lo belum move on dari Keynna, Saka? Sampe-sampe posting foto mantan?” Panji juga ikut menimpali.
“Gue potek banget asli, awalnya mau jadiin Keynna gebetan.” Nah, ini si sableng Raffa yang asal nyablak.
“Awas aja kalau sampe lo lakuin itu. Tinggal milih mau kuburan atau RS?” ancam Arshaka.
“Canda, kanda.”
Dan bergitulah serangkaian komentar dari penghuni kelas jomblo ceria ini. Para siswi awalnya tidak terima dan mulai merencanakan laskar pembenci Keynna, tapi Arshaka ngamuk dan mengancam siapapun yang berani melakukannya. Jadilah para siswi berlapang dada.
Dan Keynna juga meminta untuk tidak disebarkan. Jadi biarlah berita ini hanya jadi rahasia kelas jomblo ceria ini.
“Ke mantan aja nyapa manis banget. Dasar cabe lo.” Celetuk Anna.
“Sirik aja sama anak cantik. Tuh minta godain sana sama Regan.” Sewot Keynna.
“Enak aja lo, lo kira gue cabe loakan apa? Gak level, ewh.” Anna mengernyit jijik.
“ Sekarang aja lo ngomong gitu. Lo liat nanti pas gue dandan pake jas, Natasha Wilona aja bingung mau milih balikan sama Verrel atau ngejar gue.” Ucap Regan songong.
“Udah kawin aja lah kalian berdua. Gue ikhlas jadi MC nya, potongan 30% mendekati akhir tahun.” Celetuk Panji cengengesan.
“Dasar Setan diskonan.” unpat
***
Kini XII IPA-1 sudah berada di lapangan autdoor. Pak Jaya selaku guru olah raga meminta kelas para jomblo ceria ini untuk pemanasan lalu dilanjutkan dengan pertandingan bola basket. Para couo dibagi 2 tim begitupun dengan para ceue.
Kini pertandingan terpanas sedang berlangsung, pertandingan antara tim yang dipimpin Arshaka dan tim yang dipimpin oleh Panji. Wasitnya adalah Regan. Awalnya yang menjadi wasit adalah Satria, tapi Regan menyela bahwa dia saja yang jadi wasit karena dia hari ini sedang mencret. Sontak para siswa yang mendengar alasannya pun tertawa, bahkan Raffa dan Dio yang keliatan paling keras hingga berguling-guling. Regan hanya bisa tersenyum pahit.
Keynna yang melihat itu hanya berharap cemas-cemas. Kini point yang tertera adalah 14 – 10. Tim Arshaka unggul 4 point.
__ADS_1
Flashback ON
“Key, kalau tim gue menang, lo harus elapin keringatnya Saka sambil bilang sayangnya aku keringetan ya? Sini aku elapin.” Celetuk Raffa. Keynna yang mendengarnya hanya bisa melotot.
“Apaan elah. Ogah gak mau.” Tolak Keynna.
“Kenapa? Takut baper lagi ya?” goda panji.
“Kalau iya kenapa? Mau tanggung jawab? Punya duit berapa lo?” salak Keynna.
“Kalau duit, gue gak bisa ngasih. Tapi kalau cinta, Saka bisa ngasih lo sebanyak yang lo mau.” Lalu semua siswa sontak tertawa dan bersiul-siul. Lalu Keynna hanya memalingkan muka ketika dirasa yang menjadi perbincangan menatapnya dengan intens.
“Gue setuju.” Ucap Arshaka. Keynna mendelik.
“Apaan lo? Enak aja, engga engga.”
“Kalau lo nolak berarti bener dong, kalau lo takut baper lagi sama gue?” tanya Arshaka sembari menaikkan sebelah alisnya.
“Hah? Gue? Takut baper sama lo? Sorry ya dalam sejarah Keynna Alsha pantang untuk balik lagi ke masa lalu!” tukas Keynna menatap tajam Arshaka.
“Kalau gitu kenapa lo gak mau? Cuma elapin keringat, gak bakal bikin lo mati kan?”
Keynna kehabisan kata-kata, sumpah berdebat dengan patung batu memang tidak akan pernah menang.
“Oke, fiks!” putus Keynna. Arshaka hanya tersenyum miring.
Flashback Off
Kini peluit panjang tanda pertandingan telah berakhir. Seperti dugaan, tim Arshaka menang dengan selisih 2 point dari tim Panji. Raffa yang merupakan anggota tim Arshaka senang bukan main. Sedari tadi ia tidak berhenti bersiul menggoda Keynna.
“Seperti yang diharapkan, gue menang. Dan lo harus lakuin apa yang gue bilang tadi. Elapin keringatnya Saka sambil bilang hal manis ke dia, oke sip.” Ujar Raffa sambil mengacungkan jempolnya. Keynna mendelik.
Lalu Keynna menoleh ke samping dan meminta tisu Anna. Anna pun memberikannya dengan tak lupa disertai senyuman jahilnya. Keynna pun melangkah menuju ke arah si mantan tengil.
“Kalau bukan karena Raffa **** dan tantangan laknatnya, ogah banget gue.” Gerutu Keynna yang bibirnya langsung disentil oleh Arshaka. Keynna mendelik.
“Apa sih?” sewot Keynna.
“Jangan ngumpat.”
“Suit suit, aduh aduh kok baper ya.” Celetuk Regan.
“Padahal ini masih pagi loh, udah romantisan aja.” Timpal Raffa.
“Abang, adek gak bisa diginiin.”
“Arshaka, balikan yuk!” dan beberapa godaan laknat lainnya. Keynna hanya bisa terdiam dengan muka memerah.
“Gak usah goda. Mukanya merah.” Celetuk Arshaka sambil tersenyum miring.
“Aduh Mak lampir abis pake blush on ya? Ketebelan deh keknya, merah banget.” Goda Anna.
“Bukan abis pake blush on, Ann. Tapi Keynna dibaperin terus sama Arshaka.” Timpal Lisa.
“Pengen dong dibaperin.” Celetuk Panji.
“Diem lu pada!” sewot Keynna. Semuanya hanya tertawa.
Keynna dengan perlahan mengelap wajah rupawan Arshaka dengan tisu yang tadi dia bawa. Arshaka dengan wajah tertimpa mentari pagi ditambah melihat dengan jarak sedekat ini mampu membuat jantung Keynna berdetak kencang. Keynna bahkan sampai berdecak kagum dalam hati.
Setelah selesai, Keynna menarik tangannya sebelum ia berbalik, Arshaka terlebih dahulu menahan pinggangnya dengan mata menatap intens. Keynna terkejut, terlalu terkejut hingga ia tak menghiraukan seruan godaan dari sekelilingnya. Semuanya terasa senyap seolah ia tuli sesaat dan pandangan di sekelilingnya terlihat buram hingga ia hanya fokus melihat satu titik, Arshaka dan sorot penuh kerinduan-nya.
Ia dan Arshaka terlihat intim, hidung mereka hampir bersentuhan bila ia melangkah satu langkah lagi. Nafas Arshaka menerpa wajahnya, parfum khas cowo itu makin terasa jelas di penciuman.
“Gue kangen, Na.” Ucap Arhaka lirih. Arshaka tersenyum lembut, dia lega bahwa kalimat yang ditahannya selama ini dapat tersampaikan tepat di mata hazel Keynna.
Keynna tersentak, dia hanya terpaku. Kakinya seolah mati rasa kontras dengan ritme jantungnya yang tak sebiasanya. Cewe itu terlalu syok dengan apa yang dilakukan Arshaka hingga tak bisa berfikir jernih. Ia baru sadar ketika Arshaka mengelus puncak rambutnya dan melepaskan lilitan lengannya di pinggangnya dan menjauhkan diri.
“Nafas, Na.” Detik itu Keynna ingin hilang dari peradaban.
Terima kasih yang sudah membaca🙏😊
Next Spoiler :
__ADS_1
"Kerja bagus. Tapi jangan sampe ngelakuin kek gini lagi.”
“Gue khawatir.”