
"Becanda kali, Key." ucap Arshaka tertawa geli.
"Becanda terus, kapan seriusnya?" celetuk Keynna.
"Gue nikahin." jawab Arshaka.
Keynna terdiam.
Merasakan atmosfir yang canggung, Arshaka lekas mengalihkan pembicaraan.
"Regan, kapan balik?" tanyanya.
"Gak tau. Dia mulur waktu terus buat balik." jawab Keynna.
"Mungkin lagi sibuk ya." gumam Arshaka. "Lo sedih gak ditinggal Regan lama?"
Keynna diam beberapa saat, "Sedih tapi dia bukan siapa-siapa gue. Jadi gue gak berhak lakuin apapun."
Ambigu banget jawabannya, batin Arshaka.
"Lo sayang sama Regan?" tanya Arshaka pelan.
Keynna langsung menoleh pada cowok itu terkejut dengan pertanyaan tak terduga.
"Enggak." jawab Keynna. "Sayang sebagai teman, iya." lanjutnya meralat.
"Kalau sebagai seorang cowok?"
"Enggak."
"Kalau sama gue, masih sayang gak?"
Deg
Keynna kembali diam. Jantungnya entah kenapa berdetak cepat akibat pertanyaan Arshaka barusan.
"Key?" panggil Arshaka yang melihat Keynna hanya diam.
"Kayaknya udah gak sayang ya." lirih Arshaka kecewa.
"Gue sayang tapi gue gak lagi cinta sama lo." ungkap Keynna. Mata perempuan itu menatap lamat-lamat pada netra sekelam jelaga milik Arshaka.
"Gimana caranya gue buat lo jatuh cinta lagi sama gue Key?" tanya Arshaka.
__ADS_1
Keynna mengendikkan bahunya, "Menurut lo?"
Arshaka tersenyum manis, "Gue punya banyak pesona yang bakal bikin lo jatuh cinta. Kalau seribu pesona gak cukup, maka gue masih punya sejuta pesona lagi buat bikin lo cinta lagi."
***
Arshaka yang sedang bekerja di kantor keesokan paginya, dihubungi oleh Kieena. Perempuan itu bilang akan mengunjungi kantornya saat jam makan siang. Arshaka hanya mengiyakan saja.
Di lain tempat, Keynna juga sedang kedatangan Lalisa. Gadis itu datang untuk menemaninya makan siang. Namun ini baru juga pukul sepuluh pagi.
"Lisa, lo kenapa datang lebih awal? Jam makan siang masih dua jam lagi loh." ucap Keynna pada sahabatnya tersebut. Mereka sedang di ruang departemen gizi dan makanan. Lisa duduk di meja Raffi karena lelaki plamboyan itu sedang ada tugas ke luar kantor.
"Ya gak papa sih, lumayan sekalian cuci mata." jawab Lisa. Matanya sedari tadi tak berhenti menatap Jeremy. Jeremy yang ditatap begitu intens oleh Lisa hanya bisa menunduk canggung.
Keynna yang melihat kelakukan sahabatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Lo gak inget Panji?"
"Inget tapi Panji kan lagi gak ada." jawab Lisa santai.
Keynna mendengus, "Jeremy jadi gak bisa fokus kerja karena diliatin lo terus. Udah sih." titah Keynna.
Lisa menghentikan kegiatannya dan menatap kesal Keynna, "Keynna lo bener-bener ganggu kesenengan gue ya." sebalnya.
"Soalnya dia ganteng sih. Kayak Oppa-oppa jerman gitu. Ih gemes jadi pengen dibawa pulang!" pekik Lisa.
Tok tok
Raffa membuka pintu departemen dan begitu terkejut ketika mendapati Lisa disini.
"Lalisa. lo ngapain disini?" tanya Raffa kaget.
"Mau ngajak temen gue makan." jawab Lisa.
"Raffa, Panji dimana?" tanya Keynna.
"Di studionya, emang kenapa?"
"Tuh pacarnya lagi kegatelan sama rekan gue!" adu Keynna. Lisa melotot.
"Keynna ember banget ya lo! Gue gak gatel ya gue cuma mengagumi keindahan Tuhan." jelas Lisa.
"Lalisa, kalau ngerecokin orang gue usir ya!" ancam raffa. "Lagian lo ngapain disini sih?Gak ada kerjaan banget."
__ADS_1
"Gue kan udah bilang, gue mau ngajak Keynna makan!" seru Lisa.
"Ya lo datengnya pas jam makan siang, bege. Lalisa ini masih jam kerja. Gak habis fikri gue, diluar nurul."
Lisa hanya menyengir, "Gue cuma lagi bosen aja di rumah jadi gue kesini. Please jangan aduin ke bos lo ya. Gue gak ngeganggu stafnya kok. Daritadi gue cuma duduk aja. " pinta Lisa.
"Lo udah minta izin ke Mbak Jiana?" tanya Raffa.
"Udah, tanya aja Keynna."
Keynna menganggukan kepalanya.
"Btw lo kesini mau ke Mbak Jiana?" tanya Keynna mengalihkan pembicaraan.
"Iya, dimana beliau?"
"Di ruangannya lah."
"Gue kesana dulu. Jangan buat ulah ya, Lalisa!" peringat Raffa.
"Iye-iye bawel lo, botak."
***
Jam makan siang tiba, Keynna mengajak Lisa untuk makan siang di kantin. Mereka duduk saling berhadapan.
"Kita kenapa gak ke restoran aja sih." keluh Lisa.
Keynna cuma tersenyum. Dia menyerahkan sepiring nasi dengan ayam goreng sambal matah. "Cobain, enak kok."
Lisa menurut, perempuan itu menyuapkan nasi ke mulutnya. "Enak sih." akunya.
Di tengah makan siang mereka, ponsel Keynna berdering.
"Halo." sapa Keynna pada seberang telfon.
"Apa?!" pekik Keynna terkejut.
"Kenapa Key?" tanya Lisa bingung.
Keynna menatap Lisa dengan mata gemetar, "Arshaka dilarikan ke rumah sakit."
"Kok bisa?" seru Lisa kaget.
__ADS_1
Mata Keynna berlinang air mata, "Dia terkena luka tusukan."