
“Bang, ngapain lo sembunyi-sembunyi?” tanya Keynna.
Keenan yang awalnya kaget bisa dipergoki seketika menggeleng, “Gak ada. Btw, lo kemana aja?”
“Ntar gue ceritain, yuk cabut.” Ajak Keynna berjalan lebih dahulu.
Keenan buru-buru menyusul. Dia bahkan berlari meninggalkan Keynna lebih dulu. Keynna mengejarnya.
***
Di sisi lain, Arshaka yang baru saja keluar dari pintu lobi seketika berhenti melangkah karena dia mendengar suara familiar yang sudah tak dia dengar sejak dua tahun lamanya. Suasana rumah sakit yang hening menyebabkan dia mampu mendengar suara sekecil apapun.
Jantung Arshaka berdebar-debar. Dia memutuskan membuktikan dugaannya. Arshaka berbalik badan.
Tapi tidak ada siapapun disana. Arshaka menelengkan kepalanya, mungkin dia salah dengar. Cowok itu kembali berjalan pergi.
***
“Ceritain sekarang, lo kemana aja? Gue cariin dari tadi, main ngilang aja lo gak jagain mama.” Dumel Keenan.
Mereka duduk di kursi tunggu didepan ruang rawat.
Keynna mendesah pelan, “Gue..” Keynna menggantung ucapannya.
“Apa? Hamil?” otak Keenan konslet kembali.
Keynna menggeplak kepala abangnya, “Fikiran lo ajaib banget sampe pengen gue tampol pake tamborin.” Kesalnya.
Keenan hanya cengengesan, “Abisnya penasaran nih, lo malah gak ngomong-ngomong dari tadi.”
“Gue ini mau ngomong. Diem dulu coba , jangan langsung nyambar kek ayam mau kawin aja.”
“Iya-iya. Sok atuh lanjutkeun, geulis.”
Keynna kembali dengan raut penuh keseriusan, “Gue ke rumah papa dan bertengkar sama beliau disana.” Cerita Keynna.
“Masalahnya apa?” tanya Keenan.
“Lo tau gak, kalau alasan mama bisa serangan jantung itu karena papa ngirimin mama undangan pernikahannya? “
Keenan membeku, dia sontak menggeleng.
“Gue gak tahu.”
Keynna kembali mendesah, “Itu sebabnya mama syok dan akhirnya kena serangan jantung. Jadi gue nemuin papa dan ternyata baru tau kalau dia sama cewek pelakor itu udah punya anak dan parahnya anaknya itu pake nama keluarga kita, lo bayangin segimana marahnya gue!”
“Apa? Mereka punya anak?!” pekik Keenan kaget.
Keynna mengangguk, “Usia dua tahun. Dan si cewek gila itu juga gak ada rasa bersalahnya. Dia malah dengan santai bilang kalau dia gak pernah minta mama sama papa cerai, mama aja yang pengen udahin. Gila gak sih tuh cewek? Otaknya kayaknya kebanyakan garam!” emosi Keynna.
Keenan menghembuskan nafasnya, menahan emosinya yang sudah bergemuruh.
“Terus setelah itu?” tanyanya.
“Ya gue minta papa buat milih, antara gue sama tuh cewek.”
“Hasilnya?”
Keynna diam, wajahnya murung semurungnya. Keenan mengerti apa jawabannya.
“Tentu aja, dia milih keluarga barunya. Beliau bilang anak mereka itu perlu orang tua yang utuh secara legal, dan beliau fikir gue gak butuh gitu orang tua utuh? Gue gak ngerti sama jalan fikiran papa. Dan setelah itu, gue ngerobek kartu keluarga kita dan mutusin hubungan keluarga gue sama dia.”
Keenan menoleh dengan raut terkejut, “Apa lo bilang?!” serunya.
Keynna mengangguk pelan, “Gue tau lo pasti marah, gue gak beneran serius mau. Saat itu gue cuma lagi emosi aja.” Aku Keynna pelan.
“Ya iyalah, gue bakal marah.” Seru Keenan. Mendengarnya, Keynna menunduk pasrah. Dia siap diomeli.
Keenan berkacak pinggang, menatap tajam pada adiknya itu.
“Lo Keynna Alsha Iskandar!” Keynna makin menunduk dalam, “Bisa-bisanya lo ngerobek kartu keluarga, mana yang asli lagi! Lo gak tau segimana susahnya bikin kartu keluarga baru! Emosi sih boleh tapi ya pake mikir juga dong!” omel Keenan.
Oh, Keenan ternyata marah karena itu.
Keynna mendongak, dia mengernyit bingung. “Lo marah karena gue ngerobek kartu keluarga?” Keenan mengangguk mantap. Keynna makin bingung, “Bukan karena gue mutusin hubungan sama papa?”
Wajah Keenan cengo sesaat, “Euu, kalau itu gue juga marah tapi gue ngerti apa yang lo rasain. Lagian gak beneran, kan.” Ujar Keenan santai.
“Gimana kalau misalnya serius?” tanya Keynna.
“Ya lo gak akan dapet warisan, bego!” sambar Keenan.
Keynna cengo.
***
Keynna masuk ke kamar rawat Kirana. Kirana ternyata sudah bangun. Keynna langsung saja berlari memeluknya.
“Ma, aku kangen.” Ucapnya di pelukan hangat mamanya.
“Mama juga kangen. Mama lega mama masih bisa ngeliat kamu lagi.” Jawab Kirana pelan.
Keynna melepaskan pelukannya, lalu menatap tajam Kirana.
“Kalau mama masih mau ketemu aku, jangan sakit lagi. Jangan kebanyakan kerja sampe-sampe mama lupa istirahat. Aku gak mau nemuin mama lagi jatuh pingsan di kamar!” tegas Keynna.
Kirana terkekeh pelan.
Keynna melotot, “Kenapa malah ketawa? Aku serius, tau!”
Kirana mengangguk-anggukan kepalanya, “Iya, iya, mama tahu. Maafin mama ya. Mama janji gak akan kayak gitu lagi.” Jawabnya.
__ADS_1
“Pokoknya mama harus mau check-up sebulan sekali. Aku temenin.” Tegas Keynna lagi.
Kirana mengangguk sambil tersenyum, “Siap Bu Keynna.” Serunya.
Lalu wajah Keynna kembali keruh, “Besok, ulang tahun mama.” Celetuknya. “Seharusnya malam ini kita rayain sama-sama di rumah.” Lanjutnya sedih.
Kirana mengelus rambut Keynna lembut, “Gak papa. Gak perlu dirayain umur mama yang makin berkurang.” Katanya.
Keynna menggeleng, “Enggak, tetap harus dirayain. Kita berdoa tiap ulang tahun mama, bahwa mama selalu sehat dan tetap bahagia menjalani sisa umur mama. Aku gak mau kelewat satu kalipun.”
“Kalau gitu, gimana dong?”
Keynna seketika tersenyum, “Untungnya anak laki-laki mama otaknya lagi bener, dia udah pesen kue. Meski dari gebetan kesekiannya.” Ucap Keynna dengan dumelan pelan di akhir kalimatnya.
Brak
Keenan t iba-tiba masuk ke kamar dengan kue ditangannya. Ekspresinya kesal. Sedangkan Keynna melotot, padahal Keenan sudah diberi tahu untuk jangan dulu masuk. Dasar Bang-ke.
“Nyebelin lo, Key. Ngambil-ngambil kesempatan buat jelekkin gue di depan mama.” Amuk Kennan.
“Gue ngomong bener kali, bukan ngejelek-jelekkin. Lagian lo yang bilang sendiri kalau kue itu dari calon gebetan lo!” balas Keynna tak mau kalah.
Keenan hendak menyahut tapi Kirana buru-buru menghentikannya sebelum adu mulur dua kakak beradik ini makin tak terkendali.
“Udah-udah jangan ribut terus. Katanya mau ngerayain ulang tahun mama. Yuk cepet, udah tengah malem.” Sela Kirana.
Keyna menarik baju Keenan agar cowok itu mendekat pada mereka berdua. Lalu kue dinyalakan Keenan.
“Yuk berdoa dulu, ma,” ucap Keynna.
Kirana mengatupkan bibirnya, dan matanya memejam. Dia melapalkan doa di dalam hatinya pada sang Kuasa. Setelah selesai, Kirana langsung meniup lilin. Keynna dan Keenan bersorak riang.
“Yeay, selamat ulang tahun, ma.” Ucap Keynna mencium pipi kanan Kirana.
“Selamat ulang tahun juga, ma.” Timpal Keenan turut mencium pipi kiri mamanya.
Kirana tersenyum bahagia, dia memeluk kedua anaknya dari kanan kiri, “Terima kasih, nak. Mama mencintai kalian. Kalian sudah cukup bagi mama.” Uajrnya tulus.
Keynna dan Keenan langsung menyunggingkan senyumnya.
“Kami juga mencintai mama.”
***
Keesokan paginya, Keynna masih menjaga sang mama di rumah sakit. Sedangkan Keenan, cowok itu harus menetap di kampusnya seharian karena dosennya, Pak Wibowo yang sempat mengamuk karena cowok itu tidak mengindahkan kata-katanya kemarin. Keenan kini terjebak di lab. Dia memang mengikuti lomba Fisika nasional.
Menarik, bukan? Keenan mengikuti lomba Fisika padahal dia jelas-jelas bukan mahasiswa Fisika. Tapi itulah Keenan. Kecualikan sifat gilanya, Keenan benar-benar cowok cerdas.
Dan selama itu, teman-teman Keynna datang menjenguk kembali. Darimulai Anna dan Regan, yang memang sekalian Anna akan check-up di rumah sakit yang sama. Lalu disusul Lisa yang kebetulan datang sendiri, tapi hanya sebentar karena dia bilang dia punya arisan di kompleknya. Dan terakhir yang datang adalah trio ubur-ubur dan Arshaka. Kecuali Regan, cowok itu tidak ikut. Bohongnya ke teman-temannya adalah dia mengalami mencret gara-gara makan seblak kemarin dengan Raffa gila-gilaan di Taman Jomblo.
Tapi saat itu, muka Panji nampak berbeda. Air mukanya tak biasa. Dia terlihat memiliki beban.
“Lo kenapa, Nji?” tegur Arshaka. Saat itu di ruangan hanya ada mereka berempat, sedangkan Kirana kebetulan sedang cek darah bersama suster.
“Elah, jangan kek cewek, tiap ditanya bilang gak papa, padahal ada apa-apa.” Tukas Raffa.
“Itu cewek lo kali, gue enggak tuh!” seru Keynna.
“Serius, Saka?” tanya Raffa malah nanya ke Arshaka.
Arshaka mengangguk, “Cewek gue selalu jujur dan terus terang.” Jawab Arshaka.
“Cieee.” Sorak ketiganya riuh.
Sedangkan Keynna tersipu begitu Arshaka memujinya, dia memukul Arshaka pelan.
“Ngalus mulu lo, kecebong.” Ujarnya. Arshaka hanya tersenyum tipis.
“Elah, Keynna, muka lo merah tuh.” Goda Raffa.
“Iye kek tomat busuk.” Timpal Panji enteng.
Keynna mendatarkan rautnya, “Syialan lo.”
“Tapi balik lagi ke lo, lo kenapa dah? Grasak-grusuk kek cacing kepanasan?” tanya Raffa menatap Panji.
Ekspresi Panji kembali melunak, “Lalisa minta gue comblangin dia sama Niko.” Curhatnya.
“Niko? Niko siapa?” tanya Raffa.
“Temennya temen gue tapi nyambung karena sama-sama hobi fotografi.”
“Lah, terus kenapa kalau emang Lisa minta dicomblangin? Sah-sah aja kan, lo sama-sama temen mereka berdua.” Tukas Keynna.
“Masalahnya itu...” Panji mendesah, “Gak jadi.” urungnya.
“Lah?”
Mata Keynna tiba-tiba menyipit, “Nji, jangan bilang lo...” Keynna menggantungkan ucapannya.
Raffa terdiam lalu seketika menganga kaget. Dia menatap Panji.
“LO SUKA SAMA LISA?!” teriak Keynna dan Raffa.
***
“Key, lo beneran gak bakal dateng ?” tanya Lisa di telfon.
Hari ini adalah hari dimana Raffa akan menyatakan cintanya pada Jessi.
Keynna mendesah pelan, “Gue mau tapi gak bisa. Lo tau sendiri kalau nyokap gue baru pulang dari RS.”
__ADS_1
Kirana memang sudah pulang sejak kemarin sore. Dan kondisinya baru membaik.
“Iya sih, tapi sayang banget kalau dilewatin. Secara, kapan lagi liat Raffa sebegitu royalnya? Kita porotin aja dia gak bakal marah.” ujar Lisa enteng.
“Karena cinta.” Timpal Keynna tertawa.
"Jadi lo seriusan gak akan ikut nih?” tanya Lisa lagi.
Keynna mengangguk, “Iya, bilangin gue minta maaf ya ke si Raffa dan semoga sukses acaranya.”
“Yaudin deh. Sehat-sehat ya nyokap lo. Bilangin ada salam cinta dari Lalisa yang cantik jelita.” Ujar Lisa genit.
Keynna memutar bola matanya malas, “Iya iya. udah ya gue tutup.”
“Hem, bye.”
***
“Gimana Lis? Keynna jadi gak?” tanya Raffa.
Lisa menggeleng, “Enggak. Dia bilang dia gak mau ninggalin nyokapnya. Titip salam aja ke lo sama minta maaf. Semoga acaranya sukses.” Ujar Lisa.
Mereka mendesah, tapi Raffa memakluminya.
“Gak masalah. Lagian lebih penting nyokapnya. Yaudah yuk berangkat langsung aja.”
Mereka naik ke mobil masing-masing. Tapi tiba-tiba Panji menurunkan kaca mobilnya.
“Woy, kita gak bakal nungguin Saka nih?” teriaknya.
“Si Saka gak akan ikut lah.” Jawab Raffa.
“Kenapa? Karena Keynna gak ikut juga?” tanya Panji.
“Bukan bege. Dia ada urusan di panti. Bukannya lo juga tau kan?” balas Raffa.
“Masa sih?” Panji bingung.
“Yaelah Raf, maklumin aja. Si panji masih mabok koktail semalem,” tukas Regan acuh.
“Lo mabok, Panji?!” sela Lisa kaget yang duduk disampingnya.
Panji seketika kelabakan, “Enggaklah Lalisa. Lo jangan dengerin apa kata syaiton itu!”
“Awas aja kalau lo mabok dan kita jadi celaka di jalan. Gue gentayangin lo selamanya!” ancam Lalisa.
“Udah buru berangkat, elah. Kebanyakan lagu.” Sela Anna jengah.
“Anna udah ngamuk, kuy berangkat.” Seru Regan.
Setelah itu mereka semua mulai berangkat.
“Uhuy, pantai, I’am coming!” pekik Lisa senang.
***
Di sisi lain, Keynna masih menjaga Kirana. Dia terus menemani sang mama.
“Key, udah deh jangan liatin mama gitu terus. Ini akhir pekan loh, kamu gak ada kegiatan gitu?” tanya Kirana.
Keynna menggeleng.
“Aku mau jagain mama aja.” Jawabnya.
Kirana yang sedang membaca buku berdecak kecil, “Mama bukan anak kecil yang harus dijagain terus. Mending kamu main gih, ke luar, jalan-jalan atau ngapain terserah.”
Keynna lagi-lagi menggeleng.
“Kalau pacar kamu tau, kamu gak peduliin dia dan lebih jagain mama yang jelas-jelas udah sehat, dia pasti kesel.” Ujar Kirana.
“Aku gak punya pacar kali, ma.” Decak Keynna.
“Serius?” Keynna mengangguk.
“Dan mama tenang aja, gak akan ada yang kesel sama aku. Lagian lebih penting mama kali dibanding siapapun.”
Ting tong
“Tuh pacar kamu dateng.” Ucap Kirana ketika terdengar suara bel pintu.
“Bukan ih, udah dibilangin aku gada pacar.” Gerutu Keynna. Cewek itu lalu berjalan menuju pintu rumah.
“Siapa?” tanya Keynna begitu membuka pintu. Tapi dia langsung terkejut kalau tahu yang bertamu adalah Arshaka.
“Saka? Ngapain lo disini? Bukannya lo dipanti?” seru Keynna terkejut.
Arshaka hendak menjawab tapi dipotong Kirana yang datang dari belakang Keynna, “Pacarnya Keynna ya?” tebaknya langsung.
Keynna terkejut mendengar betapa blak-blakannya Kirana. Dia menggeleng keras.
“Ma, udah aku bilang aku gak punya—“
“Belum tante, tapi masih calonnya.” Potong Arshaka memotong ucapan Keynna.
Keynna melotot tak percaya.
“Oh, suka Keynna?” tanya Kirana lagi. Nadanya benar-benar santai.
“Ma...” tegur Keynna. Tapi Kirana mengabaikannya.
Arshaka mengangguk, “Saya menyukai putri tante.” Tandasnya terus terang.
__ADS_1
"Oh gitu." angguk Kirana santai.
Keynna cengo. Situasi apa ini ketika mamanya dan Arshaka berbicara hal serius sebegitu tenangnya?