Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - Romansa Putri Disney yang Terulang Kembali


__ADS_3

"****, Regan stress!" umpat Panji dan Raffa.


Alvaro hanya bisa duduk diam mendengarkan umpatan dari kedua temannya.


Mereka memilih nongkrong di bar selepas bertemu Arshaka tapi bukan untuk bersenang senang, mereka membicarakan perihal Regan dan Arshaka yang nampaknya sedang tak baik-baik saja.


"Dulu, dia sama gue sekarang Regan yang lakuin itu." desah Alvaro.


Panji dan Raffa seakan tersadar akibat ucapan Alvaro.


"Hei, Al, waktu itu apa lo memang menyukainya? Atau hanya sekedar balas dendam karena lo gak suka Saka?" celetuk Panji.


Alvaro terdiam sebentar.


"Ck, jawab kek Al." decak Raffa.


"Kalau gue sih waktu iya, gak tau juga ya." Alvaro diam lagi, seakan bingung dengan jawabannya sendiri. "Ah, ga tau gue. Intinya kayak gitulah." tandasnya.


"Stress lo." seru Raffa kesal dengan jawaban aneh Alvaro.


"Eh tapi gimana nih soal mereka berdua? Masa kita diemin sih." ujar Panji.


"Ya enggak boleh lah. Kita udah temenan lama, masa cuma gara-gara cewek, kita jadi berantem terus musuhan." tandas Alvaro.


"Harus gue akuin kalau Keynna emang kayaknya punya pesona." ucap Raffa.


"Arshakanya aja yang terlalu bucin!" sanggah Panji. Gemas juga dengan kelakuan sahabatnya itu.


"Jadi gimana nih?"


"Menurut Lo gimana, Al?" tanya balik Panji pada Alvaro yang sedari tadi diam.


"Kita liat aja dulu, kalau emang situasinya makin gak kondusif baru kita tindak mereka. Sekarang diem dulu, biarin mereka selesaikan masalah mereka sendiri. Kita liat aja apa yang akan mereka lakuin. Mereka bukan anak remaja lagi yang musuhan cuma gara-gara satu cewek." jelas Alvaro.


Panji dan Raffa mengangguk setuju.


***


Keynna mendapatkan sebuah informasi dari Lisa mengenai Keynna. Dan itu membuat gadis itu terkejut luar biasa.


"Lo yakin sama informasi ini, Lis?" tanya Keynna memastikan.


"Bener lah, mana mungkin gue mengada-mengada, gue dikasih tau temen sesama model gue." jawab Lisa diseberang telfon.

__ADS_1


"Temen Lo tau dari mana? Kok dia bisa kenal Kieena sih?"


"Waktu gue lagi duduk berdua sama dia di lokasi shooting, gue kan lagi liat berita soal skandal perselingkuhan Lo sama Arshaka kan, terus temen gue liat foto Kieena yang tampil disana eh dia nyeletuk, loh bukannya dia udah meninggal ya, gitu." jelas Lisa.


"Gue masih gak yakin kalau Kieena bukan Kieena yang asli." Keynna bingung karena fakta ini di luar nalarnya.


"Ya gimana ya Key, bisa aja sih sebenarnya. Soalnya Lo juga tau dari awal kalau Kieena itu bener-bener low profile! Bisa aja kan karena dia emang bukan Kieena yang asli. Lo harus cari tau Key, gue khawatirnya dia punya tujuan jahat ngelakuin semua ini."


Keynna mengerti, dia juga makin merasa aneh dengan tunangannya Arshaka itu. Rasanya memang ada yang tidak beres.


"Eh Key, gue mesti syuting nih. Kita lanjut nanti ya! See you di Jakarta, ma pren!"


"See you Lisa, jangan lupa oleh oleh ya!"


"Iya gue kasih keripik kaca khas Paris, wkwk."


Keynna tertawa, "Berarti ini pake keju Brie."


"Gila aja Lo!" balas Lisa tertawa.


Lisa pun akhirnya menutup telfon mereka. Keynna berfikir keras.


"Masa iya sih Kieena udah meninggal. Terus dia siapa? Gak mungkin kan orang mati bisa hidup lagi."


***


Regan menatap tajam pengemudi yang ada dibalik mobil berwarna oranye tersebut. Lelaki itu keluar menghampiri mobil oranye itu.


"Turun." titah Regan dingin.


Pengemudi mobil oranye itu keluar mobil dan ternyata adalah Kieena.


"Lo mulai kelewatan ya. Gimana bisa Lo bikin skandal bawa-bawa nama Keyna?" ucap Regan tajam.


"Dia pantas dapetin itu. Siapa suruh halangin jalan gue buat dapetin Arshaka!" seru Kieena marah.


"Keynna itu mantan pacarnya Arshaka dan Arshaka masih suka banget sama dia." jelas Regan.


"Gue gak peduli soal itu, intinya gue harus dapetin Arshaka." tandas Kieena.


"Dan gue kasih jalan Lo buat deket sama Arshaka. Sekarang tinggal Lo buat Arshaka bertekuk lutut sama Lo."


"Tapi sekarang ada penghalang, cewek ular itu!"

__ADS_1


"Lo jangan berani-beraninya nyentuh Keynna ya. Biar itu Keynna jadi urusan gue." peringat Regan.


Kieena menghembuskan nafasnya kesal, "kalau gitu urus yang bener!"


"Lo tenang aja." ujar Regan tenang.


***


Keesokan harinya, Keynna masih mencari pekerjaan hingga saat ini. Dan saat dia sedang di kafe, ada seorang laki-laki berkemeja biru langit menghampiri mejanya.


"Mbak Keynna ya?" tanyanya.


Keynna yang sedang mengaduk kopinya sambil melamun menganggukkan kepala.


"Iya saya, ada apa ya pak? Mohon maaf bapak kok bisa tau saya. Saya rasa kita belum pernah bertemu sebelumnya." jawab Keynna bingung.


"Boleh saya duduk?" tanyanya.


Keynna mengangguk, "Silakan."


"Terimakasih." lelaki itu pun duduk.


Keynna menelisik penampilan lelaki itu. Dia tidak mungkin orang jahat, pakaiannya terlalu bagus untuk itu. Namun memang dia memakai gaya khas orang kantoran. Dan mata Keynna tiba-tiba terbelalak melihat jamnya, seri Daytona dari koleksi Rolex.


"Sekaya apa dia hingga jamnya Rolex dan dasinya Louis Vuitton?" batin Keynna. Mungkin dia bekerja dengan gaji fantastis.


"Saya Bayu, karyawan Aldebaran Group. Pasti ibu sudah pernah mendengar ini kan?"


"Ah, perusahaan mantan gue. Pantes dia bisa punya jam Rolex!" batin Keynna.


"Iya, jadi gimana ya?"


"Pak Arshaka merekrut mbak langsung untuk menjadi salah satu peneliti makanan di perusahaan kami. Kami sedang meneliti makanan baru dan Pak Arshaka ingin Anda turut membantu dan berkontribusi."


"Mantan--Pak Arshaka bilang begitu?"


Lelaki itu mengangguk, "Saya harap saya bisa melihat CV mbak kalau berkenan."


"Tunggu, jadi saya direkrut oleh Aldebaran Group bukannya sama yg melamar pekerjaan disana kan?" tanya Keynna memastikan.


Lelaki kembali menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu saya sendiri yang akan berbicara dengan Arshaka, terimakasih." ujar Keunna.

__ADS_1


"Baik mbak, kalau itu yang mbak inginkan."


Keynna jadi bingung kenapa tiba-tiba mantannya itu merekrutnya ke dalam perusahaan?


__ADS_2