Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - Dokter Gizi Ahli Cinta


__ADS_3

Keynna sampai di perusahaan Arshaka. Wanita itu langsung menuju resepsionis dan mengatakan tujuan kedatangannya.


"Maaf, mbak. Ada ketentuan di perusahaan ini bahwa bila ada tamu yang ingin menemui Pak Arshaka, harus membuat janji terlebih dahulu." ucap resepsionis itu.


Keynna berdecih dalam hatinya, sok sekali mantannya itu, masa dia harus membuat janji dulu.


"Emangnya pekerjaannya padat banget ya mbak?" tanya Keynna.


"Tentu saja, mbak. Pak Arshaka kan CEO perusahaan, tentu saja jadwalnya sangat sibuk." Resepsionis itu hampir menertawai pertanyaan konyol Keynna.


Keynna jadi malu sendiri. "Jadi saya gak bisa nemuin beliau?" tanyanya.


"Harus membuat janji dulu mbak."


"Yaudah deh." ucap Keynna. "Makasih ya mbak."


Resepsionis itu mengangguk. Keynna pun memutuskan pulang saja.


"Bu Keynna!"


Baru saja dia berbalik, seseorang berteriak memanggil namanya. Keynna menoleh. Itu Raffa.


Raffa menghampiri Keynna begitu si empu sudah ngeh dengan kehadirannya.


"Bu Keynna--" Keynna hampir tertawa.


"Berisik Lo." balas Raffa pelan.


"Meli, lain kali kalau misal ada tamu mau ke Pak Arshaka tolong hubungi bagian manajemen dulu ya." tegur Raffa.


"Baik, pak. Saya memohon maaf." ucap Meli itu.


"Yuk, lu ditunggu mantan Lo." bisik Raffa.


"Bu Keynna-- ikut saya." ucap Raffa lebih formal.


Keynna memutar bola matanya.


...****************...


Raffa membawa Keynna ke lantai 11, lantai paling tinggi di perusahaan yang berisi kantor para pejabat eksekutif. Suasananya sangat tenang disini dengan pintu-pintu besar yang menjulang tinggi. Nama-nama setiap pejabat eksekutif tertempel di depan setiap pintu, berderet di sepanjang lorong bernuansa modern serba putih dan coklat. Kemudian mereka berhenti tepat di pintu paling ujung. Ini adalah pintu yang sangat besar, sangat mewah dan lebih tertutup dibanding kantor pejabat eksekutif lainnya yang tadi dilihatnya. Hanya ada satu jendela dengan gorden tertutup dan satu set meja kantor yang diatasnya tertera papan nama bertuliskan


Tomi Handrianto


CEO secretary


"Itu mejanya si Tomi, kacung nomor satu di perusahaan ini." jelas Raffa.


"Kacung? dia sekretaris Presdir tau!" sahut Keynna.


"Iya, dengan kata lain kacungnya. Dia ngurusin segala keperluannya Arshaka. Kacung kan disuruh-suruh." tandas Raffa


"Terus kenapa dia disebut nomor satu?"


"Karena Arshaka adalah orang nomor satu di perusahaan ini dan dia," Raffa menunjuk meja Tomi, "adalah orang yang mengurusi keperluan orang nomor satu makanya dia disebut sebagai kacung nomor satu." jelas Raffa.

__ADS_1


Tak ada tanggapan, Raffa menepuk bahu Keynna, "Ngerti ga lo?"


Keynna menganggukan kepalanya sajalah.


"Dan sekarang dibalik pintu itu adalah orang nomor satu yang bakal dihadapin Lo. Dengan kata lain Lo mantan nomor satu."


"What?"


Raffa tak menjawab, dia mengetuk pintu bertuliskan CEO Arshaka Juna Aldebaran itu dan masuk kedalam setelah terdengar sahutan mempersilakan dari dalam.


Keynna mengikuti Raffa masuk meski dadanya berdebar tak keruan. Dan beberapa langkah dari mereka berdua, ada mantannya yang duduk dibalik meja kaca besar dan di depannya ada Tomi, yang Raffa bilang adalah kacung nomor satu.


Toh dia juga mantan nomor satu kan? fikir Keynna mulai menerima pernyataan Raffa.


"Bos, nih gue bawa dokter gizi ahli cinta." lapor Raffa.


Keynna mendelik mendengar ucapan Raffa dan Arshaka mengangguk sedangkan Tomi langsung menatap Keynna.


"Thanks Raf, Lo sama Tomi boleh keluar." ucap Arshaka.


"Loh kok gitu?" protes Keynna tiba-tiba.


"Karena gue mau wawancarain Lo." jawab Arshaka.


Raffa dan Tomi pun akhirnya pergi. Namun sebelum pergi, Raffa membisikkan sesuatu ke telinga Keynna dan itu membangkitkan rasa penasaran Arshaka.


Sepeninggal mereka berdua, kini di ruangan luas ini hanya ada Arshaka dan Keynna. Keynna menelisik ke sekitar dan mulai mengagumi keindahan interior ruangan mantannya itu. Ruangannya luas dengan serba putih. Ada meja kaca besar dengan kursi sama besarnya di baliknya. Papan metalik bertuliskan nama Arshaka sebagai CEO terpapampang disana.


Arshaka tersenyum tipis melihat Keynna dengan takzimnya menelisik ruangannya. Cowok itu mengetuk mejanya sekali, "Sudah puas kagumnya?" ujarnya.


"Gue langsung aja ke intinya ya, Saka. Apa maksud Lo rekrut gue jadi dokter disini? Ini perusahaan real estate setau gue bukan perusahaan makanan apalagi medis! Dan lagi gue ga pernah ngelamar ke perusahaan Lo." ucap Keynna langsung.


Arshaka terdiam sebentar, lalu mengangkat kedua bahunya acuh, "Simple, karena Lo ga mau jadi istri gue makanya gue jadiin dokter gue aja." jawabnya.


Keynna terkejut, dia hampir menjatuhkan rahangnya ke lantai. "A-apa?"


Arshaka terkekeh, "Becanda." ucapnya jahil. Dia berhasil menipu Keynna dengan leluconnya.


"Berani-beraninya Lo becanda ya, Arshaka Juna!" seru Keynna kesal.


"Haha, oke woles, Key. Sebenernya gue punya alasan kenapa rekrut Lo tanpa Lo pernah ngelamar kesini. Jawabannya emang simple, gue lagi ngembangin sayap bisnis gue ke bidang makanan. Dan gue lagi pengen buat camilan yang unik, baru dan menjual buat perusahaan baru gue. Jadi gue mutusin buat memperkerjakan dokter gizi, ahli research makanan dan lain-lain buat ngedukung cita-cita gue." jelas Arshaka.


"Ya terus kenapa gue? Eh Shaka, gue dokter gizi di rumah sakit, tugas gue ngatur gizi para pasien yang sakit. Bukan orang yang bikin makanan terus dijual! Gue bukan koki, gue ga bisa masak!"


"Oh ya? Setahu gue, hampir dokter gizi bisa masak tuh. Itu karena mereka juga selalu bereksperimen dengan makanannya."


"Itu jurusan teknologi pangan, wahai ubur-ubur laknat." geram Keynna.


"Tapi gue percaya Lo bisa, gue tahu semua reputasi Lo di New York. Lo cukup hebat." ucap Arshaka keukeuh.


"Tapi gue gak mau." Gak sudi lebih tepatnya. Ingetin gue kalau gue masih marah sama Shaka. Siapa suruh dia tunangan duluan sama tuh cewek uler sanca! batin Keynna geram.


"Kalau misal Lo nolak karena gaji, tenang aja, gue bebasin Lo milih gaji berapa. Nominalnya tulis aja." balas Arshaka santai.


"Bukan karena itu, Sarkoji!" tukas Keynna tambah kesal.

__ADS_1


"Terus karena apa, Key?" tanya Arshaka. "Lo jangan bilang ga mau, karena Lo takut baper lagi sama gue ya? Terus Lo tambah gak bisa move on." selidik Arshaka.


"Cuih, najis megalodon!" seru Keynna meludah, amit-amit.


Arshaka diam saja, dan malah beranjak dari kursi kebesarannya. Lelaki itu maju menghampiri Keynna, membuat Keynna termundur perlahan. Mata lelaki itu kini menatapnya tajam. Keynna makin mundur, tapi Arshaka juga terus maju, mengikis jarak di antara mereka.


Namun ketika Keynna terus mundur, tanpa sadar di belakangnya sudah tak ada ruang lagi. Punggung cewek itu menabrak dinding di belakangnya. Keynna terkejut, dan hampir melarikan diri ketika tangan besar Arshaka malah mengungkungnya di kedua sisi. Keynna menutup matanya kala mencium bau maskulin Arshaka menguar di indera penciumannya.


"Gue tahu Lo gak bisa kembali lagi Key, ke New York karena insiden tuduhan plagiarisme makanan yang dilakuin sama Lo. Reputasi Lo udah buruk disana. Dan Lo juga gak bisa menerima pekerjaan disini karena mereka nganggap Lo sebagai pelakor hubungan gue. Lo bisa aja sih gabung ke perusahaan yang dipimpin Abang Lo tapi gue tau Lo benci menggunakan koneksi terlebih lagi itu emang perusahaan keluarga lo. Oh ya, Lo bisa aja sih kerja di bidang lain tapi gue yakin Lo gak akan mau karena passion Lo tetap di makanan. Jadi Lo gak punya pilihan lain Key, selain kerja disini. Dan Lo harusnya bersyukur karena gue yang nawarin Lo kerja duluan, gimana?" jelas Arshaka panjang lebar.


Keynna terdiam, dia jujur saja antara fokus tidak fokus dengan penjelasan super panjang mantannya ini. Setengah fokusnya menghilang akibat debaran jantungnya yang maraton mampus karena tubuh Arshaka sedekat ini.


please, jantung stop dag dig dugnya. Malu-maluin gue Lo rutuk Keynna dalam hatinya.


Arshaka mengangkat satu alisnya ketika hanya melihat Keynna diam saja. "Keynna?" tegur Arshaka.


Keynna tersentak, dia jadi gelagapan sendiri.


"Gimana?" tanya Arshaka.


"Eh, gu-gue setuju." jawab Keynna terbata-bata.


Arshaka menyunggingkan senyumnya, dia melepas kungkungannya pada Keynna. Keynna langsung menghirup nafas lega karena serangan maha kuat yang bisa bikin dia gagal move on itu menghilang.


"Tulis aja gaji yang Lo mau, Key. Gue bakal kabulin berapapun yang Lo mau." ucap Arshaka sembari berjalan menuju mejanya kembali. Lelaki itu kemudian duduk dan membuka salah satu map hitam. Disana ada selembar dokumen dengan sebuah cek kosong.


"Tulis aja." ucap Arshaka menyerahkan pulpen di hadapan Keynna.


Keynna menggelengkan kepalanya.


"Gue gak bisa, Saka." tolaknya.


"Kenapa?"


"Gue mau kerja disini tapi gue gak mau gue sendiri yang nentuin gaji gue. Lo adalah atasannya, Lo yang berhak ngasih gaji ke gue. Ditambah Lo belum liat kinerja gue, jadi berlebihan kalau Lo harus lakuin ini semua." jelas Keynna.


Arshaka tersenyum, mantannya ini memang memiliki hati yang jujur. Dia memuji bagaimana argumen logis Keynna yang menolak menentukan sendiri gajinya itu.


"Jadi Lo maunya gimana?" tanya Arshaka.


"Ya kasih gue nominal yang masuk akal sesuai kebijakan perusahaan ini. Lo bisa tambahin gue bonus dan lainnya kalau emang hasil kerja gue memuaskan." jawab Keynna.


Arshaka mengangguk, "Oke, gue setuju."


Arshaka lalu menulisnya beberapa angka di dokumen tadi. Dia lalu menandatanginya setelah selesai, Arshaka menyerahkan dokumen itu pada Keynna untuk ditandatangani juga.


Keynna membaca ketentuan kontraknya lalu tak urung melihat berapa gaji yang dituliskan Arshaka. Setelah cukup berfikir, Keynna akhirnya menandatanginya. Gaji dan ketentuan kontraknya masuk akal semua. Keynna bisa melakukannya.


Arshaka berdiri lalu menghampiri Keynna dan mengajaknya berjabatan tangan, "Selamat datang di perusahaan Aldebaran Group." ucap Arshaka menyelamati Keynna.


Keynna tersenyum sumringah. Namun belum lima detik mereka bersalaman, Arshaka tiba-tiba mengubah senyumnya menjadi sebuah smirk, lelaki itu menarik tangannya yang otomatis menarik Keynna ke arahnya juga. Cewek itu terkejut dan tak siap. Dada Keynna membentur dada cowok itu.


"Tapi sebelum Lo jadi karyawan gue sesungguhnya, gue mau peluk Lo dulu." bisik Arshaka memeluk Keynna erat.


Kini Keynna menyesal, seharusnya dia mengajukan penambahan pasal di kontraknya. Pasal agar atasannya itu melakukan sentuhan fisik di luar pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2