Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02-Missing


__ADS_3

Setelah menyaksikan yang terjadi, Regan mendekati Arshaka. Cowok jangkung itu menatap tajam Arshaka.


"Maksud Lo tadi apa-apaan?!" sentak Regan mencoba menahan emosinya agar tak menonjok wajah sahabatnya yang dimatanya bego itu.


Arshaka hanya diam, menatap kolam air mancur tempatnya membuang cincin pertunangannya tadi.


"Gue harus nyuruh orang buat keringin air di kolam ini." ujar Arshaka tidak nyambung.


Regan berdecak makin kesal, semakin ingin dia menonjok Arshaka karena ketololannya ini.


"Saka, Lo lebih pentingin cincin tunangan gadungan Lo daripada Keynna? Otak Lo dimana bro?!"


Arshaka menatap tajam Regan, "Gue gak pernah bilang ini pertunangan palsu."


Kini Regan yang terkejut, "Maksud Lo?"


Arshaka membuang mukanya, "Lo gak perlu tau."


"Jawab gue brengsek!" sentak Regan.


"Gue mutusin buat tunangan sama Kieena." Arshaka menatap Regan, "Sungguhan." lanjutnya penuh ketegasan menandakan bahwa ucapannya serius.


Mata Regan membulat kemudian cowok gondrong itu menarik kerah jas Arshaka, "Gue udah berusaha bikin Keynna mau balik ke Indo dan nemuin Lo, tapi apa yang Lo lakuin brengsek?!"


"Sepuluh tahun dia pergi, ngilang tanpa kabar. Berusaha untuk gak memberi celah biar gue tau ada dimana dia. Gimana kabarnya setiap hari. Dan gue akuin semua ini emang gue lakuin biar Keynna mau balik. Gue rela jadi bego, jadi cowok paling brengsek sedunia biar Keynna kesel dan akhirnya pulang. Tapi setelah yang terjadi gue mikir lagi, kenapa gue hanya mikirin perasaan Keynna? Tapi apa Keynna pernah mikirin perasaan gue?" tanya Arshaka terselip nada getir di setiap ucapannya.


Regan terdiam namun dengan tatapan masih menyalang marah. Rahangnya masih mengetat dan giginya bergemeletuk.


"Lo gak tau apa yang udah Keynna alamin selama 10 tahun itu. Dia gak mau ngasih tau keadaan dia karena gak mau bikin Lo sakit." ujar Regan.


"Kenapa? Itu hanya menandakan kalau dia emang gak peduli sama gue. Gak peduli sama cinta kita. Yang namanya cinta, gak selalu terus ada saat senang tapi juga rela menemani saat di masa duka dan sulit. Dan Keynna gak mau libatin gue dalam masa tersulitnya."


Regan menatap Arshaka sepersekian detik sebelum dia melepas cengkeramannya pada jas Arshaka. Cowok itu mendengus, "Gue kasih Lo waktu buat mikirin kekacauan yang udah Lo buat. Segera perbaikin kalau Lo masih sayang sama Keynna. Karena kali ini gue gak akan bantu Lo lagi kalau Keynna beneran pergi lagi " ucap Regan serius dan penuh penekanan.


Usai mengatakan itu, Regan pergi meninggalkan Arshaka sendirian. Cowok itu harus menyusul Keynna yang sekarang pasti tengah bersedih.


***


Regan mencari Keynna kemana-mana. Setelah mencari hampir setengah jam, Regan menemukan Keynna berada di salah satu pantai di dekat hotel tempat resepsi Alfaro setelah melacak lokasinya. Regan berjalan pelan mendekati Keynna yang tengah terduduk di baris pantai, wajah cowok itu melunak karena melihat Keynna berada dalam jangkauan matanya lagi.


"Key.." panggil Regan lembut.


Keynna menoleh ke belakang.


"Kenapa gak bilang kalau ada disini? Gue cariin. Lo kemana-mana." lanjut Regan duduk di samping Keynna.


Keynna tersenyum tipis, "Karena gue tau Lo bakal nemuin gue, Gan." jawab Keynna.


"Gue bukan dukun kali, darimana gue tau Lo ada di tempat A atau B?" ujar Regan terkekeh.


Keynna menatap teduh sahabat Arshaka itu, "Gue yakin aja, Gan."


Regan tersenyum, menganggukan kepalanya. "Diem aja di satu tempat itu, gue bakal menuju ke arah Lo sendiri."


Keynna balas tersenyum lalu menganggukan kepalanya kecil.


Kemudian mereka terdiam, Keynna nampak asik memerhatikan deburan ombak didepannya. Sedangkan Regan beberapakali mencuri pandang, ada yang ingin dia tanyakan tapi melihat Keynna yang nampak tenang membuatnya ragu.


"Tanya aja apa yang Lo fikirin terus dari tadi." celetuk Keynna tanpa mengalihkan pandang. Sepertinya cewek itu sudah tahu bahwa ada yang tengah difikirkan Regan dan ingin cowok itu tanyakan padanya.

__ADS_1


Regan nampak terkejut karena Keynna membaca isi fikirannya.


"Kok Lo tau?" tanya Regan.


"Lo terus-terusan lirik gue, Lo fikir gue gak akan sadar gitu?" balas Keynna geli.


Regan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Euu, yang mau gue tanyain adalah Lo baik-baik aja? Lo nangis tadi tapi sekarang Lo nampak tenang-tenang aja." Regan berkata dengan nada penuh hati-hati.


Ekspresi Keynna nampak berubah sendu dan itu membuat Regan seketika panik.


"Key, gue gak ada maksud bikin Lo tambah sedih.."


Keynna menggeleng, dia menghirup nafas perlahan, udara dingin Bali seketika menenangkan hatinya yang tengah patah kembali.


"Gue gak ngerti kenapa Saka bisa setega itu sama gue. Iya gue tau gue salah karena ninggalin dia dan ngilang sepuluh tahun ini. Tapi Lo kan sama gue, dia bisa nanya ke Lo, nanyain gue selama itu ke Lo gimana. Gue gak paham kenapa dia bisa berubah jadi kayak gini." tutur Keynna.


Regan menghela nafas, "Percayalah Key, gue juga ngerasa bersalah sama Lo soal ini. Jujur aja dia selalu tanya-tanya ke gue soal Lo, dia tau gue sama Lo selama ini, dia selalu berubah nemuin Lo tapi sayangnya semesta kayaknya masih enggan mempertemukan kalian berdua. Setahun sekali dia selalu ke Central Park biar bisa ketemu Lo, gue gak ngerti kenapa kalian bisa gak ketemu sekali aja diantara sepuluh peluang itu." ujar Regan.


Keynna terkejut, "Arshaka selalu ke Times Square buat ketemu gue?"


Regan mengangguk, "Iya, tiap malam tahun baru. Dia ingat Lo pernah bilang kalau dateng ke New York pas musim dingin bakal dingin banget tapi jangan lupa ke Central Park. Dan dia selalu kesana tiap malam pergantian tahun tapi sayangnya dia gak ketemu Lo disana padahal udah gue bilang ke dia kalau Lo selalu datang buat rayain tahun baru di sana."


Keynna nampak merasa bersalah, "Andai gue tau.."


"Gapapa Key, semuanya udah lewat. Lagian sepuluh tahun itu kalian sama-sama lagi di masa sulit. Dan sekarang masa sulit itu udah usai, saatnya kalian kembali pada diri masing-masing dan memulai kisah yang baru."


"Gue yakin apa itu kisah masing-masing atau bakal jadi kisah kita berdua." balas Keynna skeptis.


"Jadi dia beneran tunangan sama pacarnya? Siapa namanya itu? Kieena?" tanya Keynna berusaha tenang.


Regan membenarkan dengan berat hati, "Iya, Key."


Keynna akhirnya mengalah, dia membiarkan Regan melihat sisi rapuhnya sekali lagi. Cowok itu tanpa kata memeluknya dengan lembut. Mengusap punggungnya dengan suaranya yang menenangkan.


"Everything is ok, Key. Ada gue." ucap Regan diselingi deburan ombak pantai Bali.


***


Keesokannya, Lisa mendatangi kamar hotel Keynna. Cewek itu tidak bisa datang ke resepsi Alfaro karena harus menghadiri Milan Fashion Week selama seminggu penuh. Yah, cewek yang hobi disebut mirip Lisa Blackpink ini telah menjadi model sukses sesuai cita-citanya.


tok tok tok


Keynna bangun dengan susah payah karena pintu kamarnya diketuk keras. Cewek itu berdecak sebal, siapa orang kurang ajar yang mengetuk pintu bagai kesetanan itu. Regan bisa saja, tapi cowok itu tahu kata sandinya. Regan membawanya ke kamar kala dia mabuk semalam.


"Siapa sih?!" kesal Keynna begitu membuka pintu.


"LISA?!" pekiknya dengan mata membulat ketika menyadari ada sahabatnya berdiri tepat dihadapannya.


"Key! Miss you so much!" pekik Lisa girang. Cewek itu langsung memeluk Keynna dengan erat.


"Gue juga, tapi tolong jangan meluk kenceng-kenceng, engap gue ini." balas Keynna menepuk nepuk lengan Lisa yang melingkar di lehernya.


"Ehehe, sorry semangat banget nih gue." Lisa langsung melepas pelukannya.


"Gue boleh masuk gak nih?" tanya Lisa.


"Kalau ga dibolehin emang bakal nurut?" tanya balik Keynna.

__ADS_1


"Ya enggak dong. Anggap aja rumah sendiri." balas Lisa sambil berlalu masuk ke dalam kamar hotel Keynna.


"Ini kamar hotel bukan rumah gue." ujar Keynna mengikuti Lisa masuk setelah menutup pintu.


"Oh iya lupa hahaha." kekeh Lisa.


"Regan mana?" tanya Lisa lagi setelah duduk.


"Di kamarnya lah." jawab Keynna pendek.


"Oh kirain tidur disini bareng Lo."


Keynna mendelik kesal, "Ngaco Lo."


Kemudian telfon Keynna berdering, ada voice message dari Regan.


Key, udah bangun kan? Selamat pagi. Gue udah siapin sarapan buat Lo, nanti ada pelayan yang nganterin langsung. Buru mandi ya segerin badan Lo yang bau alkohol itu hahaha. Kalau Lo nyari gue, gue di coffe shop, ngopi sama Raffa oke.


Lisa menghela nafas setelah pesan itu berakhir, "Sampai sekarang gue gak ngerti kenapa Regan bisa nemenin Lo selama sepuluh tahun ini. Dia kan awalnya di Belanda eh tiba-tiba pindah ke New York dan berakhir nemenin Lo disana." ujar Lisa.


"Dia pindah studi. Sebenernya dia ke Belanda karena mau nemenin Jane, secara Jane udah sendiri, dia gak punya keluarga siapapun lagi. Lo tau kan segimana sayangnya Regan ke Anna? Jadi ya dia mau nemenin Jane tapi Jane bilang Regan harus bangkit, dia harus ngejar mimpinya alih-alih terus berkubang dalam tanggung jawab. Jadi akhirnya Regan pindah studi ke New York dan gak sengaja ketemu gue." cerita Keynna.


"Iya gue respect banget sama kepedulian dia ke Lo. Kepeduliannya itu melebihi Arshaka. Jadi kenapa gak Lo coba sama Regan aja? Gue tau dia pernah nembak Lo beberapa tahun silam."


Keynna menghela nafas, "Gue sama Regan itu udah kayak sahabatan. Gue udah anggap dia kakak, dan perkara nembak itu dia udah jelasin kalau itu salah paham."


"Enggak Key, kenyataanya ga gitu. Gue cewek dan gue jelas tahu gimana cara dia natal Lo. Gue yakin dia udah move on dari Anna. Jadi daripada Lo terus ngarepin Arshaka yang jelas-jelas ngadain acara tunangan tanpa sepengetahuan temen-temennya dan nyakitin Lo, kenapa gak ke Regan aja sih? Lo tau gimana baiknya dia ngerawat Lo sepuluh tahun ini. Dimulai dari Lo yang gak bisa jalan sampai Lo sebugar ini lagi."


Keynna terdiam, "Gue bersyukur karena Regan selalu ada. Tapi rasa gak bisa dibohongi." ucapnya.


Kini Lisa yang menghela nafas, "Susah ya ngomong sama batu." rutuknya.


Keynna terkekeh, "Makanya jangan keras kepala nyuruh gue sama Regan."


"Btw, apa kabar sama hati Lo?" tanya Lisa.


"Baik. Lebih baik lagi kalau gue gak pernah ada di tempat ini kemarin." jawab Keynna seadanya.


"Gue juga gak ngerti kenapa Saka bisa tunangan sama Kieena. Gue juga denger kalau itu cuma boongan doang tapi kenapa bisa seriusan ya? Ada apa sih sama otak tuh anak?" omel Lisa.


"Btw, Lis, selama gue pergi, apa ada kabar soal Arshaka yang gak gue tau? Contohnya kenapa dia jadi CEO alih-alih dokter seperti impiannya pas SMA dulu."


Lisa terdiam sebentar, "Lo ga tau, Key, alasan kenapa Arshaka gak jadi dokter dan milih ngurusin perusahaan peninggalan kakaknya?"


Keynna menggeleng.


"Ini semua karena Arsya. Tiga tahun setelah kepergiaan lo, Arsya meninggal. Dia bunuh diri. Katanya frustasi karena mantan pacarnya."


"Kak Arsya bunuh diri?!" pekik Keynna kaget


Lisa mengangguk, "Dan karena itulah Arshaka mengubur impiannya jadi dokter dan milih belajar bisnis. Katanya Arshaka lagi nyari siapa mantan pacar kakaknya itu yang udah jadi penyebab kepergian Arsya."


"Saka gak tau siapa mantan pacar kakaknya sendiri?"


"Gak ada yang tau Key, mereka pacaran pas Arsya ke luar negeri untuk urusan bisnis selama sebulan, mereka jadian disana gak lama setelah itu tiba-tiba ada berita Arsya lompat dari balkon hotelnya. Kata saksi disana, Arsya sempat berantem sama cewek. Setelah cewek itu pergi, Arsya lompat jadi balkon."


Keynna terkejut mendengar itu.


"Key, gue pernah denger Panji obrolin ini di telfon, katanya Saka sedang merencanakan balas dendam." lanjut Lisa.

__ADS_1


Keynna mengerutkan dahinya, "Balas dendam maksud Lo?"


Lisa terdiam cukup lama lalu menatap Keynna dengan serius, "Kieena mungkin bukan cewek sembarangan, Key."


__ADS_2