Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Ilmu Non Sense


__ADS_3

Ujian semester sudah dimulai. Keynna sedang dalam mode siswa rajin. Dia sedari tadi terus menghafal berbagai macam rumus untuk ujian fisikanya.


"Gaya sama dengan massa dikali percepatan sama dengan Newton. Gue sama dengan Jungkook dikali Taehyung sama dengan married." ucap Keynna dengan kalimat terakhir yang ngaco.


"Siapa yang married?" celetuk Lisa baru datang.


"Ah? Siapa?" Keynna malah kayak mabuk.


"Lo mabok apa kesambet? Muka lo menyedihkan amat." ejek Lisa.


"Gue pusing sama rumus fisika. Kenapa sih harus ada fisika? Kenapa ga pelajaran percintaan aja? Halu gue sama Taehyung makin menjadi." ratap Keynna dengan mata memelas.


"Gue sih santai aja." tukas Lisa, "Tinggal pilih A semua nomor." lanjutnya santai.


"Gila lo? Ini bukan judi ya." tukas Keynna.


"Siapa yang bilang judi?" sewot Lisa, "A itu golongan darahnya In Yeop oppa, gue mimpi semalem nemenin In Yeob oppa meriksa golongan darahnya."


Keynna terkejut. Syok. Tak Percaya. Ini Lisa setengah sadar atau emang gila?


"No Komen." ujar Keynna menyerah. Dia langsung memunggungi Lisa.


"Lo mah suka gitu." rengek Lisa. Namun Keynna tak memperdulikan.


"Eh btw, si Anna kemana? Kok dia belum dateng? Jangan bilang izin lagi." ucap Lisa mengalihkan topik. Ini sudah hampir pukul 7 dan Anna belum terlihat batang hidungnya dimana pun.


Keynna menghadapkan tubuhnya pada Lisa lagi begitu mendengar Anna belum datang. "Iya juga ya, dia belum dateng." timpal Keynna.


"Cowok lo sama para gembel juga belum nongol tuh." tambah Lisa.


"Udah dibilang gue gak ada apa-apa lagi sama Arshaka, ngeyel banget mulut lo." sewot Keynna.


"Iye maap bunda ratu." kata Lisa dengan becanda.


Tak lama objek yang dibicarakan pertama muncul. Anna datang dengan memakai baret merah di kepalanya. Dia nampak kurus.


"Loh Ann! Kok lo baru dateng sih?" sambut Lisa begitu teman sebangkunya itu duduk.


"Iya sorry, jalanan macet." jawab Anna.


"Lo gak papa? Kemarin lo gak masuk." tanya Keynna.


"Iya ih lo juga tambah kurus." timpal Lisa mengamati tubuh Anna.

__ADS_1


"Gue stress mikirin ujian makanya kurus." jawab Anna berbohong.


"Gue kira ada apaan. Gak usah stress, mendingan kayak gue santai." kata Lisa.


Keynna berdecih, "Apaan santai, lo mah kelewat gila. Masa dia mau ngebuletin semua jawaban sama A gara-gara dapet wangsit?!" adu Keynna.


"Siapa bilang wangsit? Gue bilang golongan darah In Yeop oppa itu A, makanya gue milih A semua." sanggah Lisa.


"Iya dan lo dapetnya lewat mimpi kan?" ujar Keynna tak mau kalah.


"Udah-udah," Anna menengahi perdebatan unfaedah kedua temannya itu. "Lo pada kalau ribut yang agak berfaedah dong."


Tak lama Arshaka dan para 'gembel' yang disebut Lisa datang. Selain Arshaka, mereka bertiga tampak kuyu dan stress. Terutama Raffa, rambutnya yang biasanya berpomade dengan jambul menjunjung tinggi, kini tampak acak-acakkan.


Arshaka duduk di sebelah Keynna yang menukar senyum dengannya. Mata Regan malah melotot ketika mendapati kehadiran Anna.


"Ann! Kok lo disini sih? Lo kan abis o--" ucapan Regan terpotong ketika Anna memelotinya untuk tidak melanjutkan ucapannya.


"Abis apa?" tanya Lisa. Dia merasa gantung denge kalau dalam bahasa sunda.


"Abis--olahraga terus kaki gue keseleo makanya kemarin gue gak masuk. Ya kan, Gan?" ujar Anna menatap Regan.


Regan berdeham, "Iya, itu maksud gue."


"Kaki lo keseleo? Lo gak papa?" Sontak Keynna dan Lisa langsung khawatir.


"Gue udah mendingan kok. Lagian sekarang kan lagi ujian, gue gak mau susulan. Gak ada rekan percontekkan entar." kata Anna terkekeh.


"Lo bisa minta contekkan sama kita. Gue mikirin rumusnya ntar si Lisa nulis pake bahasa arab, biar dikira do'a selamat belajar." ujar Keynna konyol.


"Lo fikir gue keturunan arab? Jangankan arab, nulis ijazah sama ijajah aja gue masih ketuker." sewot Lisa.


"Iya soalnya Lisa buta huruf." celetuk Panji.


"Eh sembarangan aja lo, anak mami!" seru Lisa kesal.


"Gue emang anak mami, emang lo anak iblis." sambar Panji pedas.


"Iblis kok bilang iblis." sewot Lisa.


"Lo iblis!"


"Lo iblis!

__ADS_1


"Lo!"


"Lo!"


"Yah terus aja berantem, wahai pasangan iblis." celetuk Raffa.


***


"Mampus gue!" desah Keynna. Dia menelungkupkan kepalanya di atas meja. Meratap sedih pada nilai ujiannya yang memburuk tanpa sebab.


Ujian semester sudah dilaksanakan. Seminggu ini, para siswa dipaksa memeras otak mereka dan menelan belasan buku pelajaran dengan ratusan materi berbagai genre hanya untuk menjawab 40 soal.


Cakra memiliki kebiasaan untuk membagikan hasil ujian semester sebelum dibagikan raport. Itu untuk mengevaluasi sejauh mana kemampuan siswa dalam mengerjakan ujian dan memahami materi. Nilainya murni dan harus diketahui oleh orang tua.


Saat istirahat, Keynna, Lisa, Anna, Panji, Raffa, Regan dan Arshaka duduk-duduk di kelas. Raut mereka berbeda-beda, ada yang bahagia seperti Anna, si cerdas. Ada yang biasa saja meski nilainya sempurna seperti Arshaka, ada yang santai saja dan terkesan tidak peduli seperti trio ubur-ubur, dan Lisa serta ada yang meratap seperti Keynna.


"Gimana nilai lo?" tanya Arshaka.


Keynna menoleh, dan menatap sedih, "Ancur." katanya.


"Yaelah Key, makanya gue bilang andai lo nurutin gue buat ngebuletin jawaban semua pake A, nilai lo bisa dapet 70." kata Lisa santai.


Mendengarnya, Kenna duduk tegak seketika. "Iya gue heran. Masa lo dapet 70 hanya ngebuletin A semua? Ini lo yang bikin soalnya atau pembodohan publik?"


"Yaelah, itu namanya lucky. You know l-u-c-k-y." timpal Lisa sambil mengeja dengan keren.


"Laki kali." dengus Keynna.


"Nilai lo emang berapa Key?" tanya Panji.


"50." jawab Keynna dengan lesu.


"Anjir seriusan? Lo bego dong." timpal Raffa tertawa.


Arshaka menatap Raffa memperingati membuat Raffa menghentikan tawanya, "Tapi gue dapet 54 loh." katanya.


Keynna menoleh dengan tatapan kosong, "Jangan bilang lo ngebuletin semua pake C."


"Engga," Raffa menggeleng,"Gue ngisi semua pake B." lanjutnya.


Keynna tersentak, "Hah? Gak masuk akal, si Lisa dapet 70 karena ngebuletin semua pake A dan lo dapet 54 karena ngebuletin semua pake B? Ini sulap apa gimana?!" seru Keynna pusing.


"Non sense." dengus Keynna.

__ADS_1


"Tapi gue ngebuletin semua pake D dapet 80." celetuk Regan.


Keynna menoleh, "APA?"


__ADS_2