Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Cerita Alfaro


__ADS_3

Malam makin tinggi di rumah pohon. Hanya suara semilir angin dan rengekan jangkrik mengiringi malam. Keynna dan Alfaro masih disana. Dengan Alfaro yang bersuara dan Keynna sebagai pendengar setia.


"Saya coba hubungin Arshaka, tapi ponselnya malah gak aktif. Sampai pagi, dia gak bisa dihubungi dan gak tau kemana." tutur Alfaro.


"Paginya, temen-temen kami datang melayat. Salah satu temen kami ngeliatin sebuah foto dimana Arshaka lagi bareng sama seorang cewek. Dia pake hoodie putih," Berhenti, Alfaro tiba-tiba menatap Keynna, "Itu kamu kan?" tanyanya.


Keynna terperanjat, "Itu--"


***


Paginya, setelah perbincangannya dengan Alfaro, Keynna tidak bisa berhenti memikirkannya. Cerita Alfaro sungguh membingungkan.


Keynna berjalan pelan menuju kelasnya. Ketika sampai di bangkunya, mantannya itu belum datang. Lisa dan Anna juga belum datang. Kelas bahkan masih kosong, hanya beberapa yang baru datang


"Ini gue yang kepagian atau mereka pada telat?" Keynna bergumam bingung. Dia pun mengecek jam yang terlingkar di pergelangan tangannya, 06.12.


Keynna menepuk dahinya. "Dasar bego. Pantes aja, si Bang Ke belum bangun. Gue kepagian ternyata." Lalu Keynna menyentuh perutnya, "Gue bahkan belum sarapan. Semua itu gara-gara si Alfaro, untung ganteng." dengusnya. Keynna pun yang malas ke kantin, hanya pasrah membiarkan perutnya berdemo dan menumpukan kepalanya ke meja.


Lalu sekelebat percakapannya dengan Alfaro kemarin malam melintas kembali.


Flashback On


"Paginya, temen-temen kami datang melayat. Salah satu temen kami ngeliatin sebuah foto dimana Arshaka lagi bareng sama seorang cewek. Dia pake hoodie putih," Berhenti, Alfaro tiba-tiba menatap Keynna, "Itu kamu kan?" tanyanya.


Keynna terperanjat, "Itu--"


"Lalu Arshaka dateng. Dan yang ada di fikiran saya saat ketemu dia, adalah ngehajar dia sampe puas. Pas saya tanya kemana dia semalem dan kenapa ponselnya gak bisa dihubungi, dia gak jawab. Gak masalah dia gak jawab telfon saya, tapi Risa--saya yakin ada alasan kenapa Risa nelfon Arshaka sampai beberapa kali. Dan mungkin itu bisa dibilang meminta pertolongan atau apapun? Risa bahkan lagi sakit-sakitan. Dan brengseknya dia gak angkat." sela Alfaro tanpa menatap Keynna lagi.


Keynna terdiam, "Jadi ini alasan lo benci sama Arshaka? Gue denger persahabatan kalian hancur, gara-gara ini?" tanya Keynna.


"Andai Arshaka jawab telfon, andai dia dateng. Risa masih ada. Dia pembunuh." desis Alfaro.


Keynna membasahi bibirnya, lalu berbicara penuh kehati-hatian. Dia merasa ada yang gak beres soal masalah ini. "Malam itu, gue sama Saka emang ketemu. Tapi cuma sebentar. Dia ninggalin gue gitu aja setelah dapat pesan."


Alfaro menoleh, rautnya bingung. "Pesan?"


"Iya. Gue gak tau pesan apa dan siapa yang ngirim. Tapi dia keliatan marah gitu." ujar Keynna.


Alfaro terdiam dengan raut bingung. "Jam berapa kira-kira?" tanyanya.

__ADS_1


Kening Keynna mengerut, mencoba mengingat-ngingat, "Jam 9 malem kalau gak salah."


"Jam 9 malem? Kecelakaan Risa diperkirakan jam 11 malem. Ada dimana Arshaka sebelum jam segitu?" Raut Alfaro kini bertambah bingung.


Keynna menghembuskan nafasnya pelan, lalu menatap Alfaro yang masih terdiam kebingungan."Gue tau, gue bukan orang yang tepat buat ceramahin lo atau nasihatin lo. Lo udah dewasa dan gue harap lo gak buat kesimpulan sendiri hanya karena bukti kecil. Persahabatan lo sama Saka, gak seharusnya rusak karena hal sepele ini. Gue yakin Risa juga gak mau kalian hancur dan penuh benci."


Flashback Off


"Apa yang sebenernya terjadi ya?" desah Keynna bingung.


"Terus alasannya Alfaro dorong gue ke jurang adalah karena ada yang bocorin sesuatu, tapi siapa?" gumam Keynna.


"Alasan lo dorong gue ke jurang, itu karena gue adalah cewek yang ada di foto itu bareng Saka?"


"Awalnya saya gak tau itu kamu. Seseorang bilang ke saya kalau di foto itu adalah kamu. Dan saya denger kalau kamu juga mantannya. Mengetahui hal itu ngebuat saya marah dan mendorong kamu ke jurang, tapi saya gak jadi ngelakuin itu. Saya sadar itu bukan perbuatan yang tepat. Meski kamu di foto itu bukan berarti kamu ikut bersalah. Oleh sebab itu saya minta maaf. " balas Alfaro sedikit menundukkan kepalanya.


"Seseorang? Siapa?" tanya Keynna.


Alfaro menggeleng."Maaf saya gak bisa bilang."


Bruk


"Astaga, gue kaget!" seru Keynna terkejut. Dia merasa jantungnya hampir copot.


Lisa tertawa melihat Keynna yang terkejut dengan heboh itu, "Makanya bu, pagi itu bukannya ngaji, baca buku atau scrooling mantan malah ngelamun. Kesambet aja tau rasa."


"Iman gue kuat, gak kayak lo. Doyan gosip sama NC. Kena jin mesum mampus lo." Balas Keynna kesal.


"Omongan itu do'a ya, bun. Amit-amit." Lisa mengetuk-ngetuk meja tiga kali.


"Buru kuy, upacara bentar lagi jam 7." ajak Lisa. Dia sudah mengambil topinya


"Tumben banget lo, biasanya baru ada Pak Jaya manggil-manggil baru mau baris. Ini malah inisiatif sendiri." ujar Keynna heran.


"Lo mah, gue nakal salah, gue rajin juga salah. Hayati lelah." ujar Lisa dramatis.


"Gak usah lebay lo." ujar Keynna terkekeh. "Tapi kita gak bakal nunggu Anna dulu?" tanya Keynna menoleh pada bangku Anna yang kosong.


"Oh, gak usah. Dia izin hari ini." balas Lisa santai.

__ADS_1


"Izin? Seminggu lagi ujian dia izin?" tanya Keynna bingung.


"Ah elah, udah biasa kali. Lagian ujian masih seminggu, izin sehari bukan berarti apa-apa kan." balas Lisa.


"Anna izin apa?"


"Gak tau." Lisa menggeleng.


"Gak tau? lo temennya, masa gak tau?"


"Lo juga temennya. Masa gak tau." kata Lisa balik.


"Gue aja baru beberapa bulan disini. Lo temen seperbangkuan dia selama 3 tahun."


Lisa memutar bola matanya, "Masalahnya, Anna kalau izin itu pasti langsung ke Bu Maritha. Gue mana tau. Apalagi Bu Maritha juga gak pernah bilang alasannya apa kan." tukas Lisa.


Tok tok


Mendengar ketukan pintu, Keynna dan Lisa menoleh, ada Arshaka yang sudah rapi menatap mereka dengan datar.


"Upacara segera dimulai. Segera ke lapangan." titahnya lalu pergi.


"Oh My Good. Gue pantes heran kemana semua people yang ada di kelas ini. Mereka ternyata cabut duluan pas kita debat!" tukas Lisa.


"Tapi kenapa Saka ada disana? Tas nya gak ada di bangku tuh." ujar Keynna heran.


Lisa menatap Keynna dengan malas, "Oh please deh. Lo pacarnya masa gak tau sih? Patung es itu biasanya naro tas di ruang OSIS. Abis upacara di bawa deh ke kelas."


"Siapa pacar siapa, gue bukan pacarnya ya." tukas Keynna kesal.


"Iya deh, yang udah jadi mantan. Ada resolusi balikan gak?"goda Lisa.


"Apaan sih." timpal Keynna dengan pipi memerah. "Kuy ah." Keynna pun langsung cepat-cepat berjalan.


"Bukannya 'enggak' atau 'iya, tapi 'apaan sih'. Lo ngarep balikan ya." goda Lisa makin gencar. Dia mengikuti Keynna dengan senyum jahilnya.


"Enggak ada." kata Keynna.


"Alah, pipinya berflower tuh. cie merah!" Lisa makin menggoda Keynna.

__ADS_1


Keynna berhenti, dia jengah di godai lo Lisa. "Gue bilang gak ada ya. Tau ah, gue sebel sama lo." seru Keynna, dia langsung berlari meninggalkan Lisa.


Lisa di tempatnya hanya tertawa, "Woy tungguin gue!" teriak Lisa sembari berlari menyusul Keynna yang makin menjauh.


__ADS_2