Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Gep


__ADS_3

Arshaka berjalan dengan tenang menuju ruang kelasnya. Begitu masuk, dia menemukan Regan sedang bercanda dengan Panji.


"Ikut gue." titah Arshaka datar.


Regan menoleh, "Kemana Saka?" tanyanya.


Arshaka tidak menjawab. Dia malah langsung keluar ruangan. Regan dan Panji saling berpandangan. Regan mengendikkan bahunya acuh kemudian mengikuti Arshaka keluar.


Arshaka membawa Regan ke belakang perpus yang sepi. Mereka saling berhadapan.


"Ada apa lo ngajak gue kesini?" tanya Regan.


"Anna sakit kanker, bener kan?"


Pertanyaan Arshaka membuat Regan terdiam.


"Gue tau dari bokap gue." lanjut Arshaka.


Regan menghembuskan nafas pelan, "Tolong rahasiain. Terutama dari temen-temennya." pinta Regan.


Arshaka mengangguk, "Pasti."


***


Keynna dan Lisa datang serentak ke ruang kelas. Suasana ruang kelas sudah sangat ramai.


"Eh Lisa rambut, lo apain Panji sampe mukanya yang jelek ancur gini?" seruduk Rey begitu Lisa mendekat.


"Apaan jangan lebay deh. Suruh siapa kayak orang mesum gitu, siapapun juga bakal tabok si Panji." balas Lisa acuh.


"Sembarangan lo. Udah dibilangin gue lagi pemotretan. Tu kuping ngeyel amat dibilangin." tukas Panji sewot.


"Lisa, satu-satunya aset yang dimiliki Panji itu cuma mukanya. Kalau mukanya ancur, dia gak punya harga diri lagi." celetuk Raffa semelow mungkin.


Panji menjitak kepala Raffa, "Sialan lo, kampret. Gak gitu juga kali." dengusnya.


Lisa berdecak, "Lagian gue juga udah bilang sorry. Gue bahkan nawarin buat ke RS atau ke rumah gue. Tuh makhluk gondrong aja yang gak mau." balasnya kesal.


"Ck, ck. Lisa, lo jadi cewek gak peka amat sih. Bukan itu yang dibutuhin sama Panji." celetuk Raffa.


"Apaan dong?" tanya Lisa.


"Si Panji butuh cinta dan kasih sayang." ucap Rey dan Raffa serentak.


"Kompak amat ya lo pada kalau soal urusan fitnah memfitnah." dengus Panji.


"Yaelah, Nji. Jangan so jual mahal, Lisa juga demen kok sama lo cuma terhalang rambut lo doang." celetuk Keynna.


"Ada apa emang sama rambut gue?" seru Panji.


"Biadab banget fitnah lo." sela Lisa.


"Biadab?!" pekik Panji sewot.


Di tengah keributan itu Arshaka dan Regan datang. Mereka langsung menuju bangku masing-masing.


"Mau ngapain lo?" hadang Keynna kala Arshaka hendak duduk di kursinya.


"Duduk." jawab Arshaka pendek.


"Gak ada. Mulai hari ini, gue gak mau sebangku sama lo!" seru Keynna sewot.


Raffa, Rey, Regan, Panji dan Lisa saling beradu pandang. Mereka semua terdiam melihat pertengkaran mantan pasangan ini.


"Lo masih marah soal itu?" tanya Arshaka tenang.


"Ya iyalah! Siapa lo yang sok sok an taruhan sama Alfaro. Lo fikir gue barang apa?!"


Arshaka memicingkan matanya pada Keynna, "Terus lo mau bareng terus sama Alfaro?"


Keynna hendak membuka mulutnya tapi cowok dingin di depannya kembali menyela, "Lo suka sama dia?"


Keynna mengedipkan matanya, apa suka?


Cewek itu tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan tak masuk akal mantannya itu.


"Biasanya kalau ditanya ga ngejawab apalagi ketawa, tandanya beneran demen." celetuk Rey.


Keynna menghentikan tawanya sedangkan Arshaka menatap Rey tajam. Rey langsung mengerut di samping Panji.


"Gue gak suka sama Alfa. Lagian kalian berdua kenapa sih? hobinya musuhan mulu." ujar Keynna.


"Bagus, kalau lo gak suka." timpal Arshaka. Cowok itu lalu duduk tenang di kursinya tanpa sempat Keynna mencegah.


"Eh gue belum ngizinin lo duduk ya!" seru Keynna.


Arshaka menaruh tasnya di atas meja, lalu dengan santai berkata, "Gak masalah asal lo seneng."


Mendengarnya, Keynna hanya bisa mendengus.


***


"Anak-anak, hasil ujian kalian sudah keluar. Begitu bapak liat hasilnya, bapak seketika migrain. Bisa-bisanya nilai kalian gak ada yang di atas tujuh?!" seru Pak Didi sewot.


"Kecuali satu, Arshaka. Kamu memang luar biasa." lanjut Pak Didi senang. Mendengar hal itu, Raffa hanya mendengus sebal.


"Ada apa sama muka jelek kamu, Raffa?" tanya Pak Didi.


"Pak, saya mau protes, masa nilai saya 20 sih? Padahal saya udah berusaha mungkin buat ngejawab." jawab Raffa.

__ADS_1


"Jawab kepalamu soek! Kalau jawaban kamu masuk akal sih ya saya hargai. Lah ini malah nulis, 'Barang siapa yang menyulitkan murid bakal dapet adzab dikubur di kali' situ waras apa enggak?" balas Pak Didi.


Semua murid tertawa mendengar jawaban konyol Raffa. Tapi Raffa masih memasang tampang protes.


"Jawaban saya masih mending pak, daripada jawaban si Agan togel!" tunjuk Raffa pada Regan.


"Lah gue ngapa coba?" tanya Regan bingung.


"Masa dia dapet nilai 21 padahal jawabannya aneh." balas Raffa.


"Emang dia jawab apa?" tanya Pak Didi.


"Barang siapa yang mencuri kebahagiaan para murid dengan membuat pertanyaan sulit, niscaya calon istrinya di culik pebinor."


Semua murid kembali tertawa keras. Sedangkan Regan melempar penghapusnya ke arah kepala Raffa karena tidak terima.


"Eh somplak! Fitnah lo sungguh kejam ya. Segila-gilanya gue, gak mungkin ngejawab kayak gitu." seru Regan kesal.


"Halah, sok suci banget lo. Jawaban lo aneh semua juga." dengus Raffa.


"Apa lo bilang?" Regan tiba-tiba berdiri. Dia hendak maju mendekati Raffa yang juga siap berdiri.


"Sudah-sudah. Kalian ini, nilai cuma beda satu juga protesnya ngalahin debat presiden." ucap Pak Didi geleng-geleng kepala.


"Tetep aja itu gak adil pak. Meski otak saya mandek, tapi masih mandekkan dia. Apalagi kupingnya ketutup rambut." ucap Raffa.


"Seenak udel ya lo ngomong. IQ jongkok aja kok protes. Terima aja, itu tandanya emang cemerlangan gue." balas Regan sewot.


"Tapi gue--"


"Sudah-sudah!" sela Pak Didi. "Pusing saya ngedenger debat tidak berfaedah kalian. Kalau kalian masih protes sama nilai kalian, bapak kurangi nilai kalian 50%." ancamnya.


"Diskon kali." celetuk Rey.


"Iya, serasa lebaran ya." balas Panji.


"Pokoknya terima apa adanya terkait nilai kalian. Gak usah sok protes. Lebih baik kalian tingkatkan belajar kalian biar gak jawab asal-asalan lagi." ucap Pak Didi.


Raffa kembali hendak protes tapi keburu dipelototi oleh Pak Didi. Mau tak mau, cowok itu kembali duduk.


"Bapak mau ngasih kabar gembira." kata Pak Didi mengganti topik.


"Jangan bilang kini manggis ada ekstraknya." sela Panji jahil.


"Ck, dasar korban iklan." decak Pak Didi. Dia lalu fokus kembali ke papan tulis dan menuliskan sesuatu disana.


Pekan Olahraga dan Seni SMA Cakra 2020


"Nah, intinya selagi para guru mengurus nilai kalian di raport, akan ada pekan olahraga dan seni yang diselenggarakan oleh OSIS SMA Cakra. Cabang perlombaannya adalah basket, lari estafet putri, bulu tangkis ganda dan renang putra putri. Dan di malam puncaknya akan ada pertunjukkan seni." jelas Pak Didi.


Semua murid bertepuk tangan antusias. Bahkan trio ubur-ubur sampai bersuit saking senangnya.


"Minggu depan. Jadi diskusikan siapa saja yang akan jadi perwakilan di kelas jomblo ini." jawab Pak Didi.


"Yang jelas, si Rey jangan renang." celetuk Panji.


"Kenapa sama gue?" tanya Rey.


"Bulu ketek lo banyak soalnya." serobot Regan santai.


"Sialan lo."


***


Keynna sedang dalam perjalanan pulang ke rumah ketika dia tak sengaja melihat kerumunan orang-orang. Penasaran, Keynna turun dari mobil dan menghampiri kerumunan itu.


Suara riuh dari orang-orang membuat Kansha semakin mendekat. Dia merangsek maju menembus kerumunan. Dan ketika sampai di garis depan, Keynna menutup mulutnya ketika dia melihat ada seorang anak yang terbaring dengan tubuh berdarah-darah.


"Astagfirullah, anak ini kenapa?" tanya Keynna pada salah seorang ibu-ibu di sampingnya.


"Anak ini kayaknya lagi ngamen terus dia mau nyebrang. Awalnya jalanannya kosong tapi gak taunya dari arah kiri ada mobil, dia ketabrak." jawab ibu itu.


"Terus pemilik mobilnya?"


"Kabur, neng. Begitu nabrak, dia langsung tancap gas kabur. Kita gak sempat ngejar." timpal seorang bapak-bapak.


Keynna terkejut. Dasar tidak manusiawi. Sudah nabrak anak kecil, malah tidak mau bertanggung jawab.


"Sudah telfon ambulans?" tanya Keynna lagi.


"Sudah, neng. Cuma belum datang sampai sekarang. Kasihan dia."


Keynna terdiam berfikir. Dia lalu mengajukan diri untuk membawanya ke rumah sakit.


"Bawa ke mobil saya aja bu, pak. Saya yang akan bawa anak ini." ucap Keynna.


Karena tak ada pilihan lain dan menyangkut nyawa, beberapa orang langsung menggotong anak kecil itu ke dalam mobil Keynna. Dengan ditemani seorang ibu-ibu, Keynna langsung tancap gas menuju rumah sakit terdekat.


Begitu sampai di rumah sakit, Keynna langsung berteriak dan beberapa suster serta dokter berlari menghampiri mereka dengan membawa brangkar. Anak kecil itu yang sudah tak sadarkan diri segera dibaringkan di brangkar dan dibawa ke UGD.


Keynna dan seorang ibu paruh baya yang tadi mau menemaninya itu bernama Sekar. Mereka berdua duduk dengan gelisah di ruang tunggu sedangkan anak kecil itu tengah diobati. Keynna merasa cemas hingga dia tidak sadar bahwa seragamnya sudah basah oleh darah.


Drrt


Dia mendapat pesan dari Arshaka. Keynna langsung membukanya.


Arshaka


Lo dimana?

__ADS_1


Keynna


Di RS. Ada apa?


drrtt


Arshaka is calling you


Keynna langsung menerima telfonnya.


"Lo ngapain di RS?" tanya Arshaka tanpa tedeng aling.


"Gue ada urusan." jawab Keynna singkat.


"Iya apa? Lo gak kenapa-kenapakan?"


"Gue gak apa-apa. Ada korban kecelakaan jadi gue--"


"Kecelakaan? lo kecelakaaan?" sela Arshaka.


"Bukan, gue enggak--"


ceklek


Keynna menghentikan ucapannya kala dokter keluar dari ruangan. Dia dan Bu Sekar langsung berdiri menghampiri dokter. Keynna bahkan tak sadar langsung menutup telfonnya.


"Bagaimana dok?" tanya Keynna.


"Kondisi pasien sudah stabil. Awalnya pasien kekurangan darah tapi untungnya kami masih memiliki beberapa kantung darah jadi nyawa pasien tertolong." jawab dokter itu.


Kansha dan Bu Sekar menghembuskan nafas lega.


"Lalu kapan dia siuman?"


"Obat biusnya akan habis dalam satu jam. Pasien akan dibawa ke ruang perawatan. Harap administrasinya bisa diselesaikan."


Keynna mengangguk mengerti. "Terima kasih dok."


"Sama-sama. Kalau begitu saya permisi." pamit dokter kembali masuk ke ruangan.


"Bu, saya akan mengurus administrasinya dulu. Ibu tolong jaga dia dulu." ucap Keynna.


"Iya, neng. Terima kasih ya sudah membantu." balas Bu Sekar.


Keynna tersenyum, "Sama-sama bu. Sebagai sesama manusia kita harus saling membantu."


"Ibu nanti akan coba mencari tahu siapa keluarganya ya. Soalnya dia seperti dari wilayah tadi."


"Baik bu. Maaf sudah merepotkan. Kalau begitu saya ke resepsionis dulu."


Baru saja Keynna hendak pergi, Bu sekar mengcegahnya.


"Seragam neng kotor sama darah. Ini pakai jaket ibu dulu." kata Bu Sekar menyerahkan jaketnya.


"Tapi pakaian ibu yang jauh lebih kotor dibanding saya." tukas Keynna.


"Gak papa. Ibu gak kemana-mana. Nanti takutnya orang ngeliat aneh sama kamu." balas Bu Sekar.


"Kalau begitu saya pinjam dulu ya bu." ucap Keynna.


Keynna lalu memakai jaket Bu Sekar setelah itu dia langsung menuju resepsionis.


Begitu sampai, dia langsung mereservasi ruang perawatan untuk anak kecil itu. Keynna benar-benar membayarnya dari uangnya sendiri. Dia tulus melakukannya karena dari kecil, mamanya selalu mengajarkannya untuk membantu tanpa mengharap budi.


"Bagaimana dok, soal surat rekomendasi untuk Anna?"


Keynna mengernyitkan dahinya begitu dia tak sengaja mendengar nama Anna di sebut di belakangnya.


"Saya sudah membuat surat rekomendasi agar kamu bisa dirawat di Rumah Sakit khusus Kanker. Teman saya secara langsung akan merawat kamu."


"Baik dok, terima kasih."


Keynna langsung membalikkan tubuhnya begitu dia mendengar suara Anna.


Anna yang dikenalnya.


"Anna?" seru Keynna tak percaya bahwa tebakannya benar.


Dia benar Anna Maldiva.


Anna mematung. Dia terkejut melihat kemunculan Keynna yang tak disangka-sangka.


"Keynna.." lirih Anna.


"Keynna!" panggil seseorang dari jauh.


Ada Arshaka yang berlari menghampirinya. Namun Keynna langsung memusatkan perhatiannya lagi pada Anna.


"Katakan, apa gue salah dengar?" tanya Keynna.


Anna tak menjawab. Wajahnya sudah pucat pasi.


"Anna." lirih Keynna.


Dan baru Arshaka sadari bahwa disana tak hanya ada Keynna melainkan Anna dan papanya.


"Keynna." panggil Arshaka. Dia sudah mengerti apa yang terjadi. Keynna memergoki Anna dan papanya yang tengah membahas soal penyakit Anna.


"Lo..mengidap kanker?"

__ADS_1


Pertanyaan Keynna membuat Anna makin terdiam seribu bahasa.


__ADS_2