
Byur
Regan menyemburkan minumnya tanpa ampun. Keynna langsung menghindar agar tidak terkena semburan maut itu.
Iwh, Regan jijik banget! decak Keynna.
"Sorry, sorry, Key. Gue gak sengaja, terlalu syok." ucap Regan gelagapan. Dia menerima sodoran tisu dari Keynna.
"Lagian lebay banget sih Lo, Gan. Sampai nyembur sejauh satu meter gitu." ujar Keynna menyemburkan tawanya.
"Gimana gak ngajrot gue, Lo bikin gue jantungan di tempat mulu, tau gak. Gimana bisa sih Lo kerja di tempatnya Saka?" tanya Regan gak habis fikir.
Keynna hanya menggaruk kepalanya, bingung bagaimana menjelaskannya. Ah harusnya di gak ngasih tau Regan tadi!
"Ya gitu lah. Gue bingung jelasin alasannya ke Lo. Tapi intinya, gue cuma niat kerja, Gan. Asli, gak ada maksud apa-apa." ujar Keynna bersungguh-sungguh.
"Iya lo gak ada maksud apa-apa, tapi mantan Lo jelas punya maksud apa-apa." tukas Regan.
Keynna menghela nafasnya. "Jadi gimana dong, gue udah terlanjur juga tanda tangan."
Regan menyugar rambutnya frustasi, "Seharusnya gue nikahin Lo aja dari dulu biar gue tenang kalau ada yang mau usaha rebut Lo." rutuknya.
"A-apa Gan?" tanya Keynna kaget.
Regan mendelik kesal, "Lo itu polos tapi gak gue sangka polos Lo sekarang makin menjadi. Seharusnya Lo bisa bedain mana niat tulus sama modus. Kayak mantan Lo itu, dia pasti punya niat lain kenapa pengen Lo kerja disana. Padahal dia jelas-jelas udah punya cewek, mau nikah lagi." gerutu Regan. Sungguh, mukanya udah semerah tomat rebus. Dia terbakar cemburu!
Keynna hanya menggaruk kepalanya, bingung dengan jawaban yang harus dilontarkannya. Alhasil dia hanya diam.
"Besok gue yang anter Lo kerja ya." ucap Regan.
"Tapi Gan--" Keynna hendak menolak.
"Kenapa? Gak boleh?" tanya Regan tajam.
Keynna sontak menggeleng, "Boleh aja sih. Itung-itung ngehemat pengeluaran bensin gue." ujarnya tertawa.
Regan mendengus mendengarnya, dia kembali meminum kopinya. Kini selamat sampai lambungnya. Sedangkan Keynna juga kembali asik memakan makan malamnya. Suasana di kafe itu ramai dan ceria kontras dengan hati Regan yang kini menggelegak penuh api cemburu.
***
Keesokan harinya, Keynna benar-benar diantar oleh Regan.
"Udah semua kan, Key? Gak ada yang ketinggalan? Dompet, powerbank, kacamata, masker--"
"Udah semua kok, Gan." potong Keynna. Mereka sudah sampai di halaman parkir gedung perusahaan.
Regan mengangguk, "Yaudah deh."
"Gue kerja dulu ya. Thanks Gan." ucap Keynna tersenyum hendak turun.
"Eh, Key." tahan Regan.
"Apa, Gan?" tanya Keynna kembali menutup pintu mobil.
Regan mendekat dan cup. Cowok itu mencium pipi Keynna.
Keynna mematung sesaat.
"Yang bener ya kerjanya. Jangan lupa makan siang." ucap Regan sembari mengelus rambut Keynna.
"E-eh makasih." ucap Keynna salah tingkah. Setelah itu cewek itu langsung membuka pintu mobil dan keluar.
Keynna pun melambaikan tangan pada Regan dibalas Regan dari dalam mobil dan setelah itu memasuki perusahaan.
***
Usai menelfon Raffa untuk melaporkan bahwa dia sudah datang, Raffa langsung menyambutnya yang sedang menunggu di lobi utama. Setelah itu, Keynna dibawa Raffa memasuki lift dan menuju lantai 5. Lantai khusus lab racikan makanan.
__ADS_1
Ting
Begitu sampai, Keynna langsung mencium bau jagung yang amat kentara. Nuansa lantai ini semua serba putih dan hijau. Dirinya bisa melihat beberapa pegawai yang berlalu lalang hanya dengan sandal saja. Kemudian Raffa membawanya ke salah satu ruangan.
tok tok
Sebelum masuk, Raffa mengetuk pintu dulu. Menunggu tiga detik, kemudian masuk.
Dan ruangan itu kosong.
"Nah, Key---"
"Kenapa Lo ngetuk pintu? Kenapa Lo tadi diem dulu 3 detik sebelum masuk? Kan tadi gak ada sahutan." potong Keynna nyerocos.
"Ya kan adab sebelum masuk ruangan gitu." tandas Raffa.
"Btw, ini ruangan Lo ya. Nanti disini Lo bakal ketemu sama 3 rekan kerja Lo. Anak peneliti makanan gak banyak Key, cuma sepuluh orang. Dibagi-bagi dalam satu ruangan berisi 3 orang dan 4 orang. Mereka semua memegang divisi yang berbeda. Dan Lo sekarang di divisi Snack." jelas Raffa.
"Emang ada divisi apa aja?" tanya Keynna.
"Ada divisi Snack, divisi minuman, sama divisi coklat. Ada juga manajemen, nanti mereka yang nyalurin ide kalian ke atasan pusat." jawab Raffa. "Departemen lab makanan memang belum terstruktur, kami masih memikirkan apakah akan dipisahkan menjadi satu anak perusahaan atau tetap menyatu dengan pusat." lanjutnya.
Keynna mengangguk mengerti.
"Omong-omong, rekan kerja gue mana?" tanya Keynna.
"Kayaknya di lab deh. Lo bisa langsung kesana nanti setelah Lo beres-beres barang Lo dulu."
Keynna mengangguk.
"Nanti gue anter."
***
Keynna diantara Raffa menuju sebuah lab makanan. Dan begitu pintu berat itu dibuka, Keynna langsung bisa mencium bau jagung dan keju menyeruak ke indera penciumannya. Keynna seketika mual tapi dia mencoba tahan. Mungkin karena dia baru jadi masih kaget dengan bau yang tak biasa ini.
Meski Keynna mencoba menutupinya tapi Raffa dengan terang-terangan menutup hidungnya. Dia bisa makan Snack jagung keju dan tahan dengan baunya yang memang tidak terlalu menyengat namun ini sungguh menyengat kuat, rasanya seperti berton-ton keju dan jagung bakar dicampur jadi satu. Terlalu kuat menyerang hidungnya.
"Eh, Key, Lo langsung masuk aja ya. Gue gak kuat baunya, huekk." ucap Raffa. Dia langsung menutup pintu metalik itu dan ngacir secepatnya.
Belum juga Keynna bicara, cowok itu udah pergi. Keynna berdecak, lama kelamaan dia biasa dengan baunya dan malah jadi menggiurkan ya.
Keynna lalu berjalan menuju tengah ruangan dan mendapati ada 5 orang berjas lab putih sedang memerhatikan sesuatu. Keynna menghampiri mereka.
"Ekhem, sorry ganggu." ucap Keynna canggung. Kelima orang itu sontak menoleh padanya.
"Saya Keynna Alsha Iskandar, senang bertemu kalian. Mohon bimbingannya ya." Keynna mengenalkan dirinya dengan sopan.
"Oh hai, aku udah denger bakal ada anak baru. Ternyata cantik banget ya." ujar seseorang cowok berambut cepak dengan kacamata putih yang besar. Gaya bicaranya agak mendayu tapi.
"Aku Rafi, kembarannya Pak Raffa hehehe." lanjutnya ketawa Flamboyan.
"Hai, Keynna, saya Jiana ketua tim divisi Snack ini. Ini rekan rekan kerja kamu nanti. Ini Chika, ini Desi, Jeremy dan dia Rafi." Jiana sudah berumur dan terlihat paling berwibawa. Mungkin usianya diatas ibunya sedikit. Ibunya sekarang kepala 4.
Chika berperawakan pendek dan cukup berisi. Pipinya temban dengan lipstik hitam dan rambut yang dikeriting galing. Dia tersenyum lebar ketika menatapnya. Sedangkan Desi, dia tinggi semampai dengan hidung mancung dan bulu mata lentik. Kulitnya sawo matang berbanding dengan Chika yang putih tapi bisa Keynna akui kalau Desi benar benar cantik, kulitnya eksotis khas wanita Asia banget. Sedangkan Jeremy, cowok itu sepertinya adalah yang paling muda. Kulitnya putih dan memiliki lesung pipi di sebelah kiri. Alisnya tebal dan hidung mancung. Tubuhnya tidak terlalu kekar. Mungkin dia baru berusia dua puluh-an. Dan Rafi adalah yang paling mencolok. Wajahnya mulus, rambutnya dipotong bob dan pakaiannya cukup membuat Keynna berjengit aneh. Dia memakai celana panjang pink dan sepatu berwarna kuning mencolok sangat bertabrakan dengan jas lab putihnya. Dia juga selalu dekat dekat dengan Jeremy yang terkadang membuat Jeremy risi.
"Hai semuanya." ucap Keynna.
"Oke, Keynna kita mulai kerja ya. Kalian bisa lanjutin perkenalan kalian nanti di jam istirahat." ucap Jiana. Keynna mengangguk dan semua orang kembali fokus pada apa yang mereka amati tadi.
"Ini apa?" tanya Keynna. Dia melihat ada sebongkah keju busuk dan jagung bakar yang terlihat enak.
"Kita mencoba mendiamkan keju di tempat fermentasi agar membuatnya lebih matang tapi yang ada malah berubah busuk. Ini karena Rafi yang lupa memasang erat plastik penutupnya." jawab Chika sembari menuding Rafi.
"Eh-eh, aku udah pasang bener ya, sis. Mungkin aja karena emang suhunya gak cocok. Aku kan udah bilang, mas Jeremy juga udah coba ngasih tau, tapi kamu malah ga percaya." jawab Rafi kesal.
"Eh--" Chika hendak membalas argumen namun dipotong oleh Jiana.
__ADS_1
"Udah-udah, gak usah pada ribut. Kita buang aja kejunya, dimakan juga percuma udah membusuk. Kita keluar dari lab sekarang.Biarin nanti mesin filter udara bekerja membersihkan bau." potong Jiana. Semuanya mengangguk.
***
Mereka akhirnya keluar dari ruangan lab itu dan mulai mengirup nafas segar sebanyak-banyaknya. Di ruangan dengan bau keju yang semerbak membuat kepala mereka pusing.
"Oke, kita gagal pada percobaan kali ini. Tapi kita gak boleh nyerah. Kita harus dapetin ide untuk inovasi selanjutnya. Berharap inovasi ini bisa menambah menu di restoran dessert milik Aldebaran Group yaitu Flower Cafe."
Mereka mengangguk mengerti.
"Saya tunggu ide kalian besok. Sekarang kita istirahat." lanjut Jiana.
***
Keynna meregangkan kedua tangannya, bahunya juga pegal-pegal setelah berjam-jam duduk di depan meja. Dia melirik arlojinya sudah mau pukul empat sore. Jam pulang sebentar lagi tiba. Keynna lanjut menoleh ke sekitar, kemana rekan kerjanya? disana hanya ada Jiana yang duduk sembari mengetik di laptopnya, sisanya tidak ada sama sekali.
"Apakah mereka sudah pulang duluan?" batin Keynna.
Jiana menutup laptopnya lalu merengangkan kedua tangannya. Dia lalu menoleh pada Keynna yang sedang kebingungan meneliti sekitar.
"Pulang Key?" tanyanya mengagetkan Keynna.
"Eh iya, mbak." jawab Keynna. Keynna memang memutuskan untuk memanggil Jiana dengan sebutan mbak karena tadi Jiana menolak dipanggil ibu oleh keynna.
"Yang lain kemana mbak?" tanya Keynna.
"Oh biasa mereka sedang mencari inspirasi di luar. Pekerjaan seperti kita ini membutuhkan ide dan inspirasi dari manapun Keynna. Kita gak bisa cuma duduk dan memikirkan aja di depan meja. Kita harus keluar, mengeksplor segala tempat siapa tau ada inspirasi yang muncul." terang Jiana. Keynna mengangguk mengerti.
"Udah jam empat, kamu gak mau pulang?" tanya Jiana lagi.
"Pulang, mbak." Keynna langsung membereskan mejanya dan peralatannya. "Tapi yang lain gimana, mbak?" tanyanya.
"Gapapa, mereka juga lagi perjalanan kesini. Kamu duluan aja gapapa."
"Eh serius mbak?" tanya Keynna ragu. Dia kan masih anak baru, masa udah pulang duluan dibanding rekan kerjanya.
"Iya serius. Santai aja. Gih cepet, sebelum nanti Rafi datang terus minta tebengan kamu." ucapnya ketawa.
"Loh emang kenapa mbak kalau kak Rafi minta tebengan?" tanya Keynna bingung.
"Ya soalnya tiap kali ada anak baru, Rafi pasti selalu minta tebengan, masih mending sih kalau cuma numpang pulang doang tapi malah minta ditraktirin juga."
"Terus mbak? Salahnya dimana?" tanya Keynna masih tidak mengerti kenapa Jiana bisa tertawa saat menceritakan itu.
"Soalnya kalau sekalinya ditraktirin bisa bikin dompet kamu tepos. Contohnya Jeremy, Rafi minta tebeng ke Jeremy dan Jeremy dengan polosnya ngebolehin tapi belum juga sampai rumah, di jalan Rafi minta makan dulu. Dan parahnya Jeremy yang bayarin karena gak enak sama Rafi yang bisa dibilang seniornya. Cuma polosnya, dia gak tau kalau Rafi sekali makan itu banyak. Abis deh uang lima ratus ribu melayang." ceritanya tertawa lebar.
Keynna terkejut mendengarnya. Astaga, makan apa cowok kemayu itu sampai habis setengah juta? mungkin dia beli Wagyu atau hati angsa kali ya. gak mungkin kan nasi pecel semahal itu kecuali dia tambahin pake topping emas.
"Cepet, Key, sebelum Rafi datang terus habisin uang kamu." ucap Jiana.
"Kalau gitu aku pulang duluan ya, Mbak." pamit Keynna.
"Hati-hati di jalan ya." balas Jiana.
Dan sepeninggal Keynna, benar saja Rafi, Chika, Desi dan Jeremy datang. Dan Rafi langsung celingak-celinguk mencari keberadaan Keynna.
"Keynna mana mbake?" tanyanya pada Jiana.
"Udah pulang." jawab Jiana enteng.
"Yah, mbake, aku kan mau nebeng Keynna." rengeknya.
"Gak ada ya tebeng-tebengan. Lo tuh ke setiap anak baru gitu mulu, herman gue. Cukup Jeremy aja ya yang Lo kuras isi dompetnya sampe abis gak kekira. Keynna jangan dong." omel Desi.
"Tau Lo, gue masih kesel kalau nginget itu. Makan Lo gak nanggung." tambah Jeremy sebal.
"Ih kok jadi malah marahin aku sih!" rengek Rafi melipat dadanya ikut sebal.
__ADS_1