Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Kekhawatiran Keenan


__ADS_3

Keenan sedang duduk di sebuah bangku panjang di tengah taman. Ia sedang menunggu seseorang. Keenan tidak tahu siapa orangnya. Tapi yang Keenan tahu, dia adalah seorang lelaki.


Sembari menunggu, Keenan termenung. Sudah 3 hari ini dia tidak bertemu Risa. Fikirannya selama ini dipenuhi masalah perceraian orang tuanya. Sehingga Keenan mengabaikan Risa belakangan ini.


Lalu tanpa diduga, tiba-tiba sebuah tonjokkan mendarat di pipi mulusnya. Keenan tersentak. Ia menoleh ke samping kanannya dan mendapati seorang cowok menatap murka padanya. Dialah yang memberinya tonjokan tadi.


Keenan menyeka darah yang ada di sudut bibirnya, "Lo apaan sih?!" sentak Keenan. Ia kesal. Tentu saja, siapa orang gila yang tiba-tiba saja memukul orang lain tanpa sebab?


" Lo Keenan kan?" kata orang itu. Dia menatap tajam Keenan.


"Gue Keenan. Lo siapa? Kenapa tiba-tiba lo nonjok gue?" sahut Keenan.


"Satu tonjokan gak akan cukup buat balas rasa sakit yang udah lo kasih ke Risa." desis cowok itu.


"Risa? Apa maksud lo?" tanya Keenan tidak mengerti.


"Gue yang hubungin lo tadi. Gue temen Risa, dan gara-gara lo, Risa.." cowok itu tidak meneruskan ucapannya. Ia menunduk dan air mata mulai mengalir.


Perasaan Keenan mulai tidak enak ketika cowok itu membawa-bawa nama Risa dan menangis.


"Kenapa sama Risa?" tanya Keenan khawatir.


"Lo tau kalau selama ini Risa mengidap **k**egagalan jantung?" tanya cowok itu.


Keenan mematung. Fakta itu, dia sungguh tidak tahu. Risa? Kegagalan jantung? Tidak mungkin.

__ADS_1


"Gue tebak lo gak tau." pungkas cowok itu. Keenan mengangguk.


"Apa yang terjadi sebenernya?" tanya Keenan kalut.


Tatapan cowok itu makin menajam, seolah ada amarah yang menggelegak dalam tubuhnya. Dia menyalurkannya menjadi sebuah tonjokkan lagi pada Keenan yang belum siap. Keenan yang tidak menduganya sama sekali terjungkal ke belakang. Dia mengusap sudut bibirnya yang robek.


Saat hendak bangun, Keenan ditahan oleh cowok itu. Kaki cowok itu menekan kuat dada Keenan hingga Keenan merasa sesak.


"Tonjokkan tadi sebagai balasan buat pertanyaan lo." desisnya.


Keeenan makin tak mengerti, dia diserang dua kali tanpa tahu penyebabnya.


"Sebenernya uhuk gue ada salah uhuk apa sama uhuk lo?" tanya Keenan patah-patah.


Cowok itu makin menekan kuat dada Keenan, "Gara-gara lo, Risa di rawat. Kalau lo emang gak peduli lagi sama Risa, putusin dia! Bukannya mengabaikan dia sampe dia depresi dan kambuh." sentak cowok itu.


"Risa kambuh? Maksud lo penyakitnya kambuh lagi?" tanya Keenan panik. Cowok itu tidak menjawab membuat Keenan makin panik.


"Jawab gue, gimana keadaannya sekarang? Dia ada di rumah sakit mana?" mohon Keenan.


Lelaki itu melepaskan kakinya di dada Keenan dan menarik kerah Keenan. Dia membangunkan Keenan dengan kasar.


"Lo gak perlu tau dia dimana. Gue gak bakal biarin lo ketemu sama dia lagi." desis cowok itu.


"Gak bisa. Gue cowoknya, gue harus tau keadaannya sekarang. Please, izinin gue ketemu sama dia." mohon Keenan kalut.

__ADS_1


"Mau ketemu sama dia? Dulu lo kemana? Kalau aja gue gak usaha nemuin lo, lo gak bakalan mungkin inget Risa kan?"


Keenan menggeleng, "Gue tau gue salah. Gue punya alasan kenapa gue terkesan ngabaiin dia. Orang tua gue cerai dan gue kalut banget. Sedangkan adek gue juga ikut stress. Keluarga gue hancur banget." kata Keenan lirih. Air matanya sudah menggenang. Rasanya di hatinya kini ada sebuah batu besar lagi yang menambah beban dan rasa sakit.


Tarikan tangan cowok itu mengendur. Dia menatap tajam pada mata Keenan. Mencari kebohongan. Namun nihil. Keenan berkata jujur.


Cowok itu melepaskan tangannya dari kerah Keenan. "Gue izinin lo ketemu. Tapi setelah ketemu, lo putusin Risa. Gue gak mau Risa pacaran sama brengsek kayak lo." desisnya.


Keenan terdiam. "Gue..gak mau. Gue sayang sama dia." tolak Keenan.


"Kalau gitu, jangan harap bisa ketemu Risa lagi. Bahkan kalau bisa, gue ilangin lo dari muka bumi."


Keenan terdiam. Bila ia tidak bertemu dengan Risa sekarang, ia belum tentu bisa bertemu lain kali. Ancaman cowok itu terlihat sangat serius. Namun bila dia harus melepaskan Risa, rasanya Keenan tidak sanggup.


"Gimana? Semua terserah lo, gue bawa lo ketemu Risa dan disana ucapin salam perpisahan. Atau gue singkirin lo sekarang buat selamanya. Biar lo gak bisa ketemu Risa lagi di dunia ini."


Keenan memejamkan mata, "Asal lo janji satu hal, pastikan Risa sembuh." kata Keenan lirih.


Cowok itu terdiam namun tak ayal mengangguk, "Asal lo pergi dari hidup Risa, gue pastiin gue bakal lakuin yang terbaik buat Risa."


***


Keenan mematung, tangannya meremas ponsel yang berada di genggamannya. Pegangan di gitarnya juga makin menguat. Cowok itu, adalah sahabat Risa. Namun apa hubungannya cowok itu dengan Keynna. Keenan tidak tahu sama sekali.


Keenan lalu menyadari bahwa hari ini, Keynna memintanya untuk menjemputnya di sekolah. Keenan bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya. Dia harus memastikan ada hubungan apa adiknya dengan cowok itu. Terlebih foto itu terlihat asli, bukan editan. Membuat Keenan makin khawatir.

__ADS_1


Dia hanya takut, bahwa ada sesuatu yang buruk yang direncanakan cowok itu. Bagaimanapun dendam 2 tahun lalu masih menunggunya untuk menerima balasan.


__ADS_2