
"Kieena menurut kamu bagaimana dengan berita yang sedang hangat di jagat maya terkait belasan perempuan mendemo di depan kantor perusahaan A untuk meminta pertanggung jawaban mengenai hubungan pemutusan sepihak mereka dengan Presdir perusahaan tersebut?"
"Saya jelas sangat menyayangkan kejadian ini ya. Bagaimanapun sebagai pelopor feminis, saya sangat tidak menyukai tindakan para saudari kami yang hanya demi seorang cowok yang tidak bagus kepribadiannya sampai merendahkan diri seperti itu. Ayolah cowok tuh gak hanya situ, kenapa merendahkan harga dirimu demi lelaki seperti itu?" Kieena menjawabnya dengan nada cukup menggebu-gebu
"Tapi dia memang sangat tampan, Kiena." pewawancara berkata dengan sedikit tertawa, "Tapi kalau kamu, kamu akan bagaimana? Tidak akan mungkin jatuh hati padanya?"
Kieena dengan tegas menggeleng, "Mungkin semua perempuan tertarik tapi maaf saya tidak tertarik dengan manusia brengsek seperti itu yang hanya bisa memainkan perasaan semua perempuan seakan gak berharga. Maaf, saya gak mau."
"Yakin, Kieena?" tanya pewawancara memastikan.
Kieena menggangguk mantap.
Keynna menutup tabletnya cukup keras. Cewek itu mendesah kesal.
Video yang saat ini tengah viral itu adalah video lama berisi wawancara Kieena saat menjadi aktivis feminis di kampusnya. Dan video wawancara itu kembali viral dan menjadi kontroversi karena pernyataan Kieena dulu tidak sesuai dengan kenyataan kini. Karena nyatanya, lelaki yang Kieena dengan tegas menolak tertarik pada dasarnya kini malah menjadi cowoknya. Dan Kieena jelas tidak sama dengan perkataannya dulu.
Tapi yah, siapa yang bisa menolak pesona mantannya itu?
Memikirkan hal itu, membuat Keynna melamun.
Disisi lain, Regan datang dengan secangkir kopi di tangannya. Cowok berambut gondrong itu mengernyitkan dahinya mendapati Keynna asik melamun dengan tab di pangkuannya. Regan mendekat dan duduk di sofa di depan Keynna.
"Key, ngelamun apaan? Awas kesambet ntar. Setan New York beda sama yang di Indo." tegur Regan setengah tertawa.
Keynna tersadar dari lamunan kosongnya dan berdecih. Mata cewek itu lalu menangkap kopi di tangan Regan.
"Lo punya maag akut dan sekarang masih berani minum kafein? Lo mau mati jomblo, Regan Deova?" omel Keynna tidak suka.
Regan mengangkat kedua bahunya acuh dan dengan santai meminum kopinya di depan Keynna. Wajah Keynna makin mengerut kesal.
"Lo ngacangin gue?" tekan Keynna.
"Santai aja kali, Key. Minum segelas kopi gak bikin gue langsung mati ini kan. Lagian gue bisa kawin dulu sebelum mati karena kopi ntaran." balasnya santai.
"Cih, lagak lo, punya cewek aja kagak." balas Keynna mengejek.
"Ada Lo Key, gue nikah sama lo aja. dan lo bisa tenang mikirin gue mati gak dengan keadaan jomblo lagi." timpal Regan santai.
Keynna mendengus jijik, "Gue lebih baik biarin Lo mati aja."
Regan terkesima dengan jawaban itu, "Perkataanmu menyakitiku, Key." ucapnya dengan lebay.
"Lebay." tandas Keynna datar.
Regan mendatarkan wajahnya, "Ah Lo mah, ga bisa diajak serius nih."
Keynna menoleh, "Gue gak mau diajak serius sama lo."
"Iya Lo maunya diajak serius sama Arshaka." sungut Regan cepat.
Keynna terdiam.
Regan tersadar, dia lekas menoleh pada Keynna yang kini wajahnya mulai mendung. Nampak kesedihan masih menggelayuti cewek dua puluh delapan tahun itu. Tentu saja ini bukan kali pertama, Keynna sedih karena acapkali mantannya memiliki kekasih baru, Keynna akan menangis.
"Key..." panggil Regan melunak. Dia merasa takut melukai perasaan Keynna.
"Gue gak papa." Keynna tersenyum cerah, "Kalau gue gak ada pilihan cowok lagi, ntar gue ke Lo deh."
Regan mengangguk mantap, "Sip, gue tunggu Key." ucapnya becanda.
Keynna terkekeh, "Gila."
***
"Itu pacarnya Pak Arshaka?"
"Asli?"
"Gila banget ya, gak ada rasa malunya kali ya. Jelas-jelas dulu nolak mentah-mentah sekarang malah sama bertekuk lutut. Cewek murahan ya kayak gitu."
Kieena mendesah pelan, telinganya berdenging terus-terusan karena terus saja digosipi. Kieena saat ini sedang berada di coffe shop kantornya. Dia sedang menunggu Jani, temannya yang sedang liputan keluar.
Brak
Kieena mendongak ketika mejanya digebrak keras. Dia mendapati tiga orang rekan kerjanya mendekat. Sorot mereka nampak marah dan jijik.
"Seneng ya Lo jilat ludah sendiri, enak ludahnya?" sindir Tika, perempuan berkemeja pink dengan sinis.
"Ya enak lah, Mbak Tika. Secara ludahnya konglomerat gitu. Anjing aja pasti mau kok." balas Rena sinis. Tika dan Diana tertawa keras.
Tawa mereka reda, Tika menatap Kieena dengan pandangan menusuk, "Eh, cewek murahan. Bisa gak sih punya harga diri dikit aja? Dulu ogah-ogahan nolak, sekarang malah jilat ludah sendiri. Lo gak bisa dipegang ya ucapannya. Sok sokan suci aslinya babi." hina Tika.
Kieena hanya diam saja mendengar celaan itu. Dia malah membuang muka.
"Eh, kalau diajak ngomong tuh jawab. Diem aja kayak patung, dungu Lo?!" sentak Diana.
Kieena menghela nafas pelan.
"Woy, apa-apaan ini?!" seru seorang cewek merangsek maju melindungi Kieena.
Kieena menoleh, dia mendapati Jani yang datang dengan tangan berkacak pinggang. Menyolot marah pada Tika dan teman-temannya.
"Ini gak ada hubungannya sama lo. Minggir Lo." usir Tika.
"Ada hubungannya lah. Lo mau ngerundung temen gue gitu? Siapa Lo, manusia aja bukan!" timpal Jani lantang.
"Apa Lo bilang?!" Tika berseru marah.
"Gue bilang Lo bukan manusia kalau masih berani nge-bully. Cemen banget Lo ya, usia aja udah tua, kelakuan kayak masih ABG. Gak malu sama sumpalan busa di dada Lo?" sungut Jani.
Semua orang yang memerhatikan pertikaian itu seketika terkekeh.
Kieena mengusap pundak Jani, "Udah Jan." ucapnya pelan. Dia malu bila ini terus menjadi bahan pertontonan semua orang.
"Biarin aja Kie, orang kayak mereka itu kadang perlu dikasih pelajaran. Seenaknya nge-bully orang, kerasa banget kayaknya mereka iri karena Lo lebih cantik dan bisa dapetin Presdir ganteng. Gak kayak mereka, meski udah perawatan ratusan juta tetep aja dapetnya hidung belang! Cuih." Jani meracau bagai kesetanan.
Wajah Tika, Diana dan Rena memerah emosi.
"Apa Lo bilang?! Sini Lo!" sentak Tika.
Dan perkelahian khas cewek pun tak terelakkan. Tika dan Jani saling menjambak rambut mereka satu sama lain.
"Jan, udah udah." Kieena mencoba melerai.
Tapi pertengkaran makin panas ketika Diana dan Rena mencoba membantu Tika, mereka mengeroyok Jani. Alhasil Kieena pun mencoba melindungi Jani.
"Lo setan!" teriak Tika.
"Lo yang setan, lepasin rambut gue!" balas Jani tidak kalah berteriak.
Pertengkaran mereka pun disaksikan semua orang bahkan ada yang mengambil video atas kejadian itu.
Mereka terus saling menjambak dan mencaci hingga lima menit berlalu. Setelah itu beberapa security datang dan memisahkan mereka. Mereka pun berhasil dipisahkan dengan keadaan kacau dan berantakan.
"Sekali lagi Lo nge-bully temen gue, abis rambut jagung Lo gue cabutin." ancam Jani ngos-ngosan.
Tika menatap sengit dibalik tubuhnya yang ditahan salah seorang keamanan, "Cih, sini Lo kalau berani."
Mereka hampir memulai ribut kembali ketika seorang perempuan berseru.
"Eh liat-liat!" tunjuknya pada layar televisi yang sedang menampilkan sebuah berita gosip artis.
Presdir Aldebaran Group, mendadak Arshaka Juna Aldebaran mengumumkan acara pertunangannya.
Begitulah isi highlight dari berita tersebut.
"Pertunangan?" seru Jani. Semua menoleh dengan kaget dan tak percaya pada Kieena.
Kieena juga tak kalah syok, penampilannya dengan pakaian kusut dan rambut berantakan sukses membuat perhatian semua orang mengarah padanya. Kieena tersadar dengan atensi itu, dia menoleh sekeliling kemudian menatap penampilannya.
"Nona Kieena, kami ditugaskan Tuan Arshaka untuk menjemput Anda."
__ADS_1
Suara tegas itu datang dari Andy, sekretaris Arshaka yang datang menjemput Kieena atas suruhan Arshaka.
"Kenapa?" tanya Kieena belum keluar dari keterkejutannya.
Andy melihat layar televisi yang masih menampilkan berita pertunangan Arshaka lalu menatap Kieena kembali.
"Kamu pasti sudah tahu, pertunangan itu. Tuan Arshaka sudah menugaskan salon terbaik untuk hari istimewa kalian."
Semua orang menutup mulutnya, syok. Mereka menatap tak percaya pada Kieena. Gadis bernampilan berantakan didepan mereka adalah calon istri seorang Arshaka Juna Aldebaran?
"Gak mungkin." gumam Tika syok.
Jani menatap Tika sinis.
"Mari, Nona." ajak Andy. Dan meski masih syok dan jelas tak percaya, pada akhirnya Kieena mengikuti Andy pergi.
****
Flashback On
Alfaro datang tergesa-gesa menuju kantor sahabat brengseknya Arshaka.
"Pak, maaf tapi bapak..." ucapan Wulan, sekretaris kedua Arshaka tak digubris oleh Alfaro. Cowok itu langsung masuk ke dalam ruangan Arshaka.
Brak
Di dalam, Arshaka sedang mengadakan meeting bersama para karyawannya ketika Alfaro membuka pintu dengan kasar. Mereka terkejut dan menatap Alfaro.
Arshaka menatap datar pada kedatangan sahabatnya itu yang tidak ada sopan-sopannya.
"Kita lanjutkan nanti." ucap Arshaka tenang.
"Baik, pak."
Satu persatu mulai keluar dari ruangan Arshaka dan menyisakan Arshaka dan Alfaro saja.
"Adab Lo kayaknya perlu dibenerin lagi, Al." ucap Arshaka sambil duduk dengan tenang di kursinya.
"Lo yang adabnya harus dibenerin dulu! Maksud Lo apaan ngadain acara pertunangan mendadak tanpa sepengetahuan siapapun? keluarga Lo aja bahkan syok pas liat berita pertunangan anak mereka dari berita! Otak Lo dimana brengsek?!" amuk Alfaro.
"Yang penting gue udah ngasih tau. Mau langsung atau enggak." balas Arshaka santai.
"Gila Lo! Dan kenapa acaranya harus pas sama resepsi gue? Bego, Lo mau gue bom acara Lo?!"
Arshaka hanya mengendikkan bahu nya acuh, "Lo bom, gue juga bom acara Lo pake molotov."
"Lo sialan tau gak sih?" decak Alfaro kesal bercampur frustasi.
"Tau." jawab Arshaka santai.
Alfaro mengacak-acak rambutnya frustasi, "Capek gue ngomong sama Lo. Serah Lo mau ngadain acara tuh kapan, asal awas Lo gak dateng di resepsi gue, gue sumpahin kesurupan massal di acara Lo."
Flashback Off
"Jadi ya gitu, Key." ucap Alfaro setelah selesai bercerita.
Keynna nampak tak percaya dengan ini semua. Dia menatap Regan.
"Gan, sahabat Lo gilanya udah akut kenapa gak dibawa ke RSJ aja?"
Regan mendesah, "Percaya gak percaya gue pernah nyaranin itu ke Om Ardi."
Keynna masih terkejut, "Di-dimana pesta pertunangannya?" tanyanya tergagap.
"Lo mau kesana, Key?" tanya Alfaro.
Keynna tersenyum tipis, "Harus, kan? Gimana pun dia temen sekolah gue." jawabnya pelan. Dia tak menyebut Arshaka adalah mantan pacar nya.
Alfaro dan Regan saling berpandangan, "Gak jauh dari sini. Regan tau tempatnya, dia bisa nganterin Lo sekaligus nemenin." balas Alfaro.
Keynna mengangguk, dia memaksakan senyumnya untuk terakhir kali. "Sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian. Gue turut berbahagia."
Keynna menganggukan kepala.
***
Setelah dari resepsi, Keynna dan Regan sampai di hotel lain. Tempat berlangsungnya acara pertunangan Arshaka dan Kieena.
"Yuk Gan." ajak Keynna hendak keluar dari mobil.
"Bentar, Key." tahan Regan. "Lo yakin mau masuk?" tanya Regan khawatir.
Keynna mengangguk.
"Hati Lo udah siap?" tanya Regan lagi.
Keynna terdiam.
"Key, sebaiknya jangan. Gue gak mau Lo terluka lagi. Asli, Arshaka yang sekarang udah bener-bener berbeda dengan Arshaka yang dulu. Sekarang itu jalan fikirannya bener-bener diluar nalar." ucap Regan.
Hatinya memang terasa perih tapi Keynna menguatkannya dalam diamnya.
"Bagaimanapun gue mesti datang. Ngasih dia selamat buat memverifikasi kalau hatinya udah gak lagi sama gue."
"Lo serius?"
Keynna mengangguk, "Kuy, Regan. Temen kita perlu diberi selamat atas kebahagiaannya." ucapnya tersenyum sakit.
***
Keynna dan Regan berjalan menuju aula utama hotel. Di sepanjang perjalanan, banyak wartawan sedang menunggu untuk dipersilahkan masuk untuk bisa meliput pesta pertunangan itu.
Regan juga sibuk berperang dalam isi kepalanya sendiri. Dia tahu bahwa Keynna menahan tangisnya sejak tadi. Dan Regan bertambah tak tega terlebih dia tahu kenyataannya.
Lantas, haruskah dia mengatakan yang sejujurnya saja? Tapi ini rahasia. Dan Arshaka jelas lebih berhak. Tapi Regan tak tega melihat Keynna yang sedih seperti itu.
Akhirnya ketika mereka berada di tempat sepi, Regan menahan tangan Keynna.
"Key." panggil Regan menahan pergelangan tangan Keynna.
"Ada apa?" tanya Keynna berhenti mendadak.
"Pesta pertunangan itu bohongan." tandas Regan.
Keynna mengernyitkan dahinya bingung, "Maksud Lo?"
"Iya pacaran itu dan pertunangan ini, semuanya cuma rekayasanya Arshaka. Dia ngelakuin itu agar Lo bisa balik ke Indonesia dan nemuin dia." ungkap Regan.
"Apa?" syok Keynna.
Regan tersenyum lebar, "Dan rencananya berhasil, dia berhasil bikin Lo balik ke Indo. Jadi Lo gak perlu khawatir dan sedih sama pertunangan ini, ini semua cuma rekayasa."
Keynna merasakan hatinya lega. Senyumnya kembali terkembang, "Lo serius kan?"
Regan mengangguk mantap, "Serius. Coba Lo masuk, Lo cuma akan nemuin Arshaka doang sendirian. Gak ada Kieena atau pertunangan itu."
Keynna tersenyum bahagia, dia menganggukan kepalanya. Dia jadi tak sabar membuka pintu besar jati berwarna pualam dihadapannya.
***
Namun ketika pintu besar itu dibuka, raut senyuman bahagia Keynna sirna tatkala adegan didalam tak seperti apa yang dikatakan Regan. Disana yang katanya hanya ada Arshaka saja ternyata bohong. Melainkan juga ada Kieena yang berdiri dengan gaun cantik saling berhadapan dengan Arshaka. Keluarga Arshaka juga hadir disana, Raffa juga nampak disana dengan wajah menahan kekesalan. Mereka semua menoleh ke arah Keynna yang sudah terdiam bak patung.
"Key, kenapa gak..." Regan menghentikan ucapannya kala dia menyadari bahwa ruangan itu ternyata penuh dengan orang. Dia juga terkejut ketika melihat cincin di jari manis Kieena dan Arshaka.
Jadi ini pertunangan sungguhan? begitulah simpulan di kepala Regan.
Dan tanpa sadar, air mata Keynna meluruh jatuh. Dan tanpa perlu repot menyekanya, Keynna berbalik pergi meninggalkan aula.
"Key!" seru Regan tersadar dari keterkejutannya.
"Woy, Saka! Kok gini sih? Brengsek Lo!" sebelum mengejar Keynna, Regan terlebih dulu mengumpati Arshaka.
__ADS_1
Regan lalu berlari mengejar Keynna yang sudah pergi menjauh.
Dan Arshaka yang awalnya diam saja kemudian mulai berjalan pergi menyusul Keynna dan Regan keluar aula.
Kieena tak sempat menahan tunangannya pergi.
***
Regan mengejar Keynna yang berlari sambil menangis. Tapi sebelum tangannya berhasil memegang pergelangan tangan Keynna, Arshaka lebih dulu mencekal pergelangan Keynna.
Keynna kaget dan tak menyangka bahwa Arshaka ternyata mengejarnya.
"Ngapain Lo, brengsek." hardik Regan hendak melepaskan genggaman tangan Arshaka pada Keynna.
"Gue yang punya hak disini." tekan Arshaka.
Regan jadi menghentikan aksinya. Setelah itu, Arshaka menarik Keynna pergi.
Arshaka membawa Keynna ke taman sepi. Keynna pun menyentak genggaman Arshaka dengan keras.
"Lepas!" serunya.
Arshaka berhenti berjalan lalu berbalik menghadap Keynna, ekspresinya datar dan terkesan tak lagi hangat.
"Kenapa Lo nangis?" tanya Arshaka.
Keynna tak menjawab, dia memilih membuang muka.
"Kenapa Lo datang, Key?" tanya Arshaka lagi.
"Emang gue gak bisa dateng? Iya tau gue emang gak diundang, tapi ya terus? Gini-gini juga gue adalah--" Keynna menghentikan ucapannya.
"Siapa? Temen? mantan? Atau cewek yang ngilang gitu aja selama sepuluh tahun setelah gue nyatain perasaannya?" ucap Arshaka menohok.
Keynna kehilangan kata-kata, "Disini Lo yang jadi brengseknya Saka, kenapa jadi bahas gue?"
"Kan emang gitu, Key. Gue jadi gini karena Lo. Sepuluh tahun gue dalam kesakitan nungguin Lo. Nunggu Lo yang gak pernah peduli sedikitpun sama perasaan gue. Dan sekarang ketika gue mencoba move on, Lo bilang gue brengsek? Gak salah, Key?"
Keynna terdiam. Air matanya tak lagi berjatuhan.
"Lo gak ada selama sepuluh tahun ini. Berbagai peristiwa besar yang terjadi selama itu gak bikin Lo balik ke Indo. Dan sekarang Lo balik karena apa Key? Resepsi Alfaro atau tunangan gue? Lo diem aja ketika gue macarin banyak cewek. Gue harus ngeharapin apa sih sama Lo Key? Kenapa Lo sejahat ini sama gue?"
"Lo nyalahin gue? Atas semua sikap bejat Lo?" Keynna menatap tak percaya.
"Terus gue harus nyalahin ke siapa?" balas Arshaka tenang.
Keynna menggeleng tak percaya.
"Dari sikap ghosting Lo, bikin gue banyak belajar. Kalau perasaan itu sama sekali gak berharga bagi orang yang sudah menyia-nyiakan. Pertunangan ini bisa Lo anggap sebagai formalitas gue sebagai cowok dewasa yang memerlukan penurus perusahaan." ucap Arshaka arogan.
"Saka, Lo...."
"Apa Key?"
"Lo sebenernya gak suka sama Kieena?"
"Lo gak ada kapasitas itu buat nanya." tolak Arshaka datar.
"ARSHAKA JUNA ALDEBARAN!" sentak Keynna.
Wajah Arshaka menjadi dingin, "Awalnya iya. Tapi gue sadar kalau Kieena adalah cewek istimewa. Dia berhasil bikin gue lupa sama Lo. Sama semua kesakitan yang udah Lo kasih ke gue."
"Tapi dia jelek-jelekin Lo. Dia--"
"Dia beda sama Lo, Key." potong Arshaka.
"Apa maksud Lo?"
"Ketika gue cerita ke dia soal Lo dan keegoisannya, dia sama sekali gak ngejelek-jelekkin Lo. Dia malah nyuruh gue maafin Lo. Baik banget kan dia Key? Dimana lagi gue bisa dapet cewek sebaik dia?"
Keynna merasa dirinya dijatuhkan sedemikian dalam ke bawah tanah. Rasanya hatinya nyeri ketika orang yang dia cintai mengatakan hal seperti itu. Arshaka memang sepertinya sudah berubah. Dan Keynna sadar, itu karena dia. Dia juga yang membuat Arshaka pergi darinya.
"Jadi sebagai saran dari mantan Lo, kalau Lo ketemu cowok lagi yang tulus sama Lo, please jangan sia-siain. Karma selalu ada, Key." ucap Arshaka angkuh.
Keynna merasakan gemuruh dalam hatinya akibat ucapan Arshaka yang merendahkannya.
"Gue gak pernah sekalipun nyia-nyiain Lo dan perasaan kita. Lo gak tau apa yang udah gue alamin selama ini. Lo gak tau seberapa sulitnya gue buat ngelewatin sepuluh tahun ini. Lo gak tau apa aja yang udah gue alamin dan Lo gak boleh seenaknya nge-judge gue kayak gitu." balas Keynna penuh penekanan.
Arshaka hanya mengendikkan bahunya, tak peduli.
Dan tanggapan itu membuat Keynna menjadi naik pitam.
"Gue salah selama ini dalam menyikapi perubahan drastis Lo, Saka. Gue pikir...gue pikir..." Keynna lagi-lagi kehilangan kalimatnya.
"Key, Lo cantik tapi sayang, Lo egois. Lo hanya memikirkan diri Lo sendiri, Lo cuma mikirin kebahagiaan Lo sendiri, dan parahnya Lo gak ngelibatin gue dalam setiap part dihidup Lo. Keynna Alsha, apa gue gak pantes buat Lo yang sempurna itu?"
"Arshaka, Lo jangan ngerasa seakan-akan hanya Lo yang tersakiti. Lo gak tau segimana sulitnya gue mutusin hal ini dulu banget. Lo ga tau bertapa tersiksanya gue harus nahan rindu selama ini ke lo. Tapi gue fikir Lo bisa jaga hati Lo tapi ternyata enggak. Lo ngebagi semuanya. Terutama hati Lo ke cewek lain."
Keynna menghirup nafas perlahan, membiarkan udara memenuhi rongga dadanya yang sesak. Sebisa mungkin berucap tenang dan tak bergetar, "Arshaka, Lo brengsek. Dan gue nyesel telah mengharapkan hati Lo yang gak lagi sama."
Usai mengatakan itu, Keynna mulai berjalan meninggalkan Arshaka.
Arshaka tak mengejarnya. Dia hanya bisa terdiam. Diusapnya cincin pertunangannya lalu melepaskannya dari jari manisnya.
Plung
Arshaka melemparkan cincin pertunangannya ke kolam. Desiran air terdengar membuat biasan atas jatuhnya cincin perak itu.
Spoiler Next Episode :
"Gue udah berusaha bikin Keynna mau balik ke Indo dan nemuin Lo, tapi apa yang Lo lakuin brengsek?!"
"Sepuluh tahun dia pergi, ngilang tanpa kabar. Berusaha untuk gak memberi celah biar gue tau ada dimana dia. Gimana kabarnya setiap hari. Dan gue akuin semua ini emang gue lakuin biar Keynna mau balik. Gue rela jadi bego, jadi cowok paling brengsek sedunia biar Keynna kesel dan akhirnya pulang. Tapi setelah yang terjadi gue mikir lagi, kenapa gue hanya mikirin perasaan Keynna? Tapi apa Keynna pernah mikirin perasaan gue?"
"Lo ga tau, Key, alasan kenapa Arshaka gak jadi dokter dan milih ngurusin perusahaan peninggalan kakaknya?"
"Ini semua karena Arsya. Tiga tahun setelah kepergiaan lo, Arsya meninggal. Dia bunuh diri. Katanya frustasi karena mantan pacarnya."
"Kieena mungkin bukan cewek sembarangan, Key."
"Gue mau balas dendam. Bukan hanya sekedar bikin Keynna balik tapi juga ngebalesin dendam akibat kematian kakak gue."
"Kieena ada hubungannya sama kematian Arsya?!"
"Gue suka sama dia, baik dulu, sekarang atau nanti."
...------...
Aku minta maaf atas kekurangajaran aku membuat kalian menunggu selama ini. Itu karena jadwalku berantakan dan aku sama sekali gak kuasa mengatur waktuku sendiri. Aku benar-benar minta maaf sebesar-besarnya 🙏🙏
Dan aku tau aku gak bisa janji-janji lagi ke kalian mengenai kepastian updateku karena aku takut akan mengecewakan kalian tapi yang bisa aku katakan adalah aku pasti akan update dan aku akan berusaha semaksimal mungkin agar membuat kalian tidak terlalu lama menunggu seperti kemarin. Aku benar-benar minta maaf sekali lagi 🙏🙏
Dan aku tau aku gak pantes minta ini setelah aku buat kegaduhan dan kekecewaan, tapi aku mohon tolong terus cintai karya ini ya. Karya ini bisa hidup karena kalian para pembaca🙏 Sekali lagi aku memohon maaf dan kuharap kalian masih mau menunggu karya ini hingga tamat🙏
Terimakasih semuanya. Atas kesetiaan dan keteguhan kalian dalam menunggu update cerita ini. Aku berharap, KyGe bisa kembali secepat mungkin dengan normal🙏☺️
.
.
.
*Oh ya, The Love of Guardian akan update lusa ya. Mohon kesabarannya karena sebenernya naskah ini dan The Love of Guardian hilang jadi aku harus menulis ulang semuanya dari awal.🙏
.
.
.
Terimakasih atas perhatiannya🙏☺️
__ADS_1