Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Tabir yang Berkabut


__ADS_3

Risa?


Keynna terkejut, mendapati bahwa seseorang dalam foto itu adalah Risa. Gadis yang sama yang berada di lingkaran hubungannya dengan Arshaka.


Namun yang menjadi pertanyaannya adalah.. Apa hubungan sang kakak dengan Risa hingga ia menyimpan potretnya bahkan yang barang-barang yang dikira Keynna barang Risa juga ikut disimpan oleh Keenan.


Keynna masih terperangah melihat foto Risa lalu ia juga menelaah barang-barang lain yang ada di box itu hingga ia tidak menyadari bahwa Keenan sudah berada di ambang pintu kamar.


Keenan yang melihat Keynna sedang memegang barang yang ia sembunyikan mati-matian terkejut hingga langsung menyentak barang yang Keynna pegang dan membereskannya ke dalam box. Keynna tertegun saking terkejutnya.


"Kenapa lo pegang barang gue sembarangan?" tanya Keenan tajam.


Keynna sedikit terkejut dengan nada tajam yang dilontarkan Keenan, karena semarah-marahnya Keenan, ia tidak pernah menggunakan nada setajam itu pada adiknya sendiri.


"Sorry. Gue gak sengaja nemu." ujar Keynna menunduk.


Keenan sedikit melunak mendengar permintaan maaf Keynna. Lalu Keenan menaruh kembali box itu ke dalam laci dan menguncinya. Setelah itu Keenan berbalik menatap Keynna yang masih menunduk.


"Gak usah so mellow. Gue gak ada receh." ucap Keenan mencoba melucu. Nadanya sudah terdengar jahil seperti biasa.


Keynna mengangkat kepalanya lalu berdecak. Perubahan ekspresi Keenan memang cepat sekali.


Lalu Keynan teringat dengan pertanyaan yang bercokol di benaknya ketika melihat foto Risa. "Eh bang, lo ada hubungan apa sama Risa?" tanya Keynna.


Keenan sudah menduganya makanya ia tidak terkejut sama sekali. Adiknya ini kan super kepo. Tapi tunggu, tadi Keynna menyebutkan nama Risa kan? Apa itu berarti Keynna kenal dengan cewek yang ada di foto?


"Tunggu, lo kenal?" tanya balik Keenan.


"Bukan sekedar kenal lagi. " Keynna menghela nafas pelan, "Udah jawab dulu pertanyaan gue." lanjut Keynna galak.


"Gak perlu tau." jawab Keenan malas.


Keynna berdecak kesal, "Ih, lo mah gitu orangnya. Gak asik ah!" seru Keynna mengerucutkan bibirnya.


"Jawab dulu, jadi lo kenal sama cewek yang ada di foto tadi?" tanya Keenan sambil melipat tangan di dada.


"Enggak." Keynna mengubah jawabannya.


"Tadi lo bilang kenal, sekarang enggak. Yang bener yang mana?" tanya Keenan kesal.


"Ya gue kenal, Risa kan? Tapi gak terlalu kenal banget sih. Dia temennya temen gue." jelas Keynna gelagapan.


Tatapan Keenan serasa menyelidik pada Keynna. Mencoba mencari kebenaran dalam mata hitam Keynna.


"Siapa nama temen lo?" tanya Keenan lagi.


"Na-namanya.." Keynna tergagap lalu seketika terdiam, "Eh bang, gue kan yang harusnya nanya sama lo! Kenapa jadi gue yang diintrogasi." seru Keynna protes.

__ADS_1


Keenan melepaskan lipatan tangannya di dada, lalu berbalik keluar kamar. "Ramennya udah mateng. Buru." ujarnya.


Keynna membulatkan mata terperangah, Keenan ini mencoba mengalihkan pembicaraan. Dasar licik!


"Keenan, lo belum jawab pertanyaan gue!" seru Keynna sambil melipat tangan di dada.


Keenan berbalik lalu mengapit kepala Keynna di sela ketiaknya dan membawanya keluar.


"Perut gue jauh lebih penting dibanding pertanyaan lo."


***


Di sebuah kafe bergaya retro yang instagramable banget, trio ubur-ubur yaitu Raffa, Regan dan Panji sedang nongkrong sembari menikmati live music yang disediakan di kafe tersebut.


Di hari minggu sore yang cerah ini, memang seharusnya dinikmati dengan menghabiskan waktu bersama keluarga, sahabat bahkan pacar. Namun, bagi yang jomblo seperti trio ubur-ubur ini, bisa juga dinikmati bersama para sahabat-- di kafe misalnya sembari celingak-celinguk mencari cewe cantik yang jombloable. Istilahnya-- menyelam sembari minum air.


"Gue punya tantangan buat lo berdua." celetuk Panji.


Regan yang asik berselancar di sosial media dan Raffa yang daritadi asik say hi dengan beberapa pengunjung cewek langsung menoleh.


"Apa?" tanya Regan lalu menyimpan ponselnya di meja.


"Sebagai kaum jomblo yang punya pesona playboy bintang 5, gue tantang lo berdua buat minta id line ke cewek yang pake baju biru itu. " ucap Panji menantang.


"Udah gitu doang? Sebiji kuaci itu mah." cibir Regan remeh.


"Eh bentar dulu, belum selesai. Kalian harus berhasil dapetin id line nya cuma pake 3 kalimat doang." lanjut panji.


Panji menggeleng, "Karena gue yang ngusulin. Siapapun yang berhasil, gue traktir hari ini, sepuasnya." ucap Panji mantap.


Bagai film animasi, mata Raffa dan Regan seketika berbinar. Siapa sih yang tidak tergiur dengan kata 'traktiran' ?


'Traktiran dan Gratisan adalah dua nikmat yang diperuntukkan bagi hamba yang bersabar dan cakep-cakep.' pepatah Raffa selaku cowok terganteng abad 21.


"Oke setuju." sahut Raffa dan Regan kompak.


Raffa memulai duluan. Ia melangkah elegan menuju si gadis berbaju biru yang ditunjuk Panji. Cewek itu duduk sendiri di pojok sebelah kanan, 2 meja setelah meja mereka. Ia masih lumayan muda, sepertinya mereka seumuran.


"Ekhem, hai sorry. Gue boleh duduk?" sapa Raffa langsung meminta izin untuk duduk. Satu kalimat sudah diucapkan, tinggal dua kalimat lagi kesempatannya.


Gadis itu menoleh, namun tidak terpesona sama sekali pada visual ceria Raffa. Ia hanya sedikit tersenyum lalu mengangguk.


Begitu dipersilakan, Raffa langsung duduk di depan cewek itu.


"Gue Raffael Alexander. Panggil aja Raffa atau sayang juga boleh. " ucap Raffa terkekeh manis. "Kalau lo?" tanya Raffa sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Jessica. Panggil aja Jessi." jawab Jessi datar.

__ADS_1


"Gue rasa kita cocok buat saling mengenal. Gue mau jadi temen lo. Boleh minta id line lo?" tembak Raffa langsung. Modusnya para cowo, --temenan dulu aja.


"Gue gak sembarangan ngasih id line ke orang asing. Sorry." tolak Jessi ketus.


Raffa terdiam. Baru kali ini dia ditolak oleh seorang gadis.


Raffa menggaruk kepalanya, lalu tersenyum canggung."Kalau gitu, sorry udah ganggu waktu lo. Have fun!" ujar Raffa segera berdiri dan meninggalkan meja Jessi dengan muka lesu..


Di meja trio ubur-ubur, Regan dan Panji sudah tertawa ngakak. Entahlah, melihat kesengsaraan teman merupakan hiburan bagi Regan dan Panji.


"Lo gak punya salah apapun sama gue. Tapi kenapa gue seneng ya liat lo ditolak." ujar Regan ngakak ketika Raffa duduk di kursinya semula.


Raffa mendelik, "Eh, botol kecap.Lo cobain aja sendiri. Tuh cewe sebelas dua belas juteknya kek kak ros." ujar Raffa sinis.


Regan berdiri lalu berlaga seolah merapikan bajunya. Kemudian menyugar rambut ikalnya. " Pesona seorang Regan Deova gak pernah bisa ditolak cewek spesies apapun." ucapnya percaya diri. Raffa dan Panji hanya mengernyit jijik.


Regan dengan langkah yakin dan percaya dirinya langsung menghampiri Jessi. Namun sebelum itu Regan mengambil jusnya yang belum sempat diminum.


Dari kejauhan, Jessi sepertinya hendak pergi. Ia berjalan tanpa memperhatikan jalan. Regan memanfaatkan kesempatan itu lalu sengaja menabrakan dirinya pada Jessi.


Jus yang dibawa Regan tumpah dan mengenai bajunya hingga kotor. Jessi terkejut karena ia tidak sengaja menabrak seseorang dan menumpakan minuman di bajunya.


"Ya ampun sorry sorry banget." seru Jessi panik.


"Eh gak papa. Gue yang salah gak hati-hati." ucap Regan tenang. Namun dalam hati teriak senang. Rencananya mulai berhasil.


"Aduh gue yang salah karena jalan gak liat-liat. Jadi kotor kan." ucap Jessi menggigit bibirnya. "Bentar gue bersihin." lanjutnya lalu mengeluarkan tisu dan melap baju Regan.


Regan bertingkah menolak namun tetap membiarkan Jessi membersihkan noda jus pada bajunya. lumayan kan, kapan lagi coba.


Jika dilihat dari arah pintu masuk kafe, mereka seperti nampak berpelukan karena keduanya berdiri membelakangi pintu. Ditambah dengan tangan Regan yang terangkat terlihat seperti memeluk Jessi.


2 meja dari tempat kejadian, Raffa dan Panji begitu terpukau pada kemampuan akting Regan.


"Bener-bener ciri playboy sejati." ucap Raffa sambil bertepuk tangan pelan.


"Gue mesti belajar lebih banyak lagi soal percintaan." sahut Panji.


Namun kekaguman Raffa dan Panji berubah terkejut ketika mendapati ada sesosok gadis yang berdiri mematung melihat kejadian itu dengan nanar.


"Anna?" seru Raffa kencang.


Regan yang mendengar teriakan Raffa seketika berbalik. Matanya membulat, melihat Anna yang berdiri dengan mata berkaca-kaca. Ekspresinya sedih dan kecewa.


Anna menggeleng lalu berlari pergi.


.................................................

__ADS_1


Terima kasih yang sudah membaca🙏😊


Jangan lupa likenya yaaa :)


__ADS_2