Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - 14


__ADS_3

Setelah itu, Keynna benar-benar mencurahkan segalanya demi pembukaan Flower cafe edisi Winter dengan menu barunya itu. Selama lima hari dia bekerja tanpa henti terus membuat inovasi baru dari es krim Boba sorgumnya. Dia ingin menyajikan berbagai rasa dengan visual menggiurkan demi pelanggan setia flower cafe.


Sekedar diketahui Flower Cafe adalah salah satu kafe terbesar di Indonesia yang dikelola oleh Aldebaran Group. Letak kafe ini sangat strategis yaitu berada di jantung Jakarta. Entah apa alasan Arshaka membangun kafe ini, namun kafe yang baru berusia 2 tahun ini sangatlah populer karena kerap menyajikan berbagai kegiatan dan menunya selalu bervariatif mengikuti 4 musim di negara subtropis. Menurut Rafi, CEO Aldebaran alias Arshaka sangat menyukai negara Amerika, itu sebabnya konsep kafe ini akan mengikuti alur perubahan musim di Amerika.


Dan satu Minggu kemudian, semuanya sudah rampung. Besok akan dimulai Flower Cafe edisi Winter. Jiana dan timnya juga diundang untuk hadir dan mempresentasikan koleksi menu Winter.


***


Di tempat lain, Kieena sedang makan siang dengan Arshaka. Bukan karena ajakan Arshaka melainkan Kieena yang ingin makan siang dengan tunangannya itu. Namun sejak Arshaka menjemputnya ke kantor, ketika mereka di mobil bahkan sampai makan siang Arshaka tak mengucap sepatah kata pun. Dirinya hanya menjawab iya atau tidak saja dan selalu Kieena yang membuka pembicaraan meski pembicaraan itu tak akan lama. Entah apa yang terjadi pada tunangannya namun Kieena merasa ada yang aneh dengan Arshaka hari ini.


"Arsha, makanannya gak suka?" tanya Kieena ketika melihat Arshaka hanya memakan sedikit. Lelaki itu terus memandangi tabnya.


"Suka." jawab Arshaka tak menurunkan pandangannya dari tab. Lelaki itu selalu mengernyit ketika Kieena memanggilnya dengan panggilan Arsha, mengingatkannya pada almarhum Arsya.


Kieena mengangguk.


Setelah hening beberapa saat, Kieena tiba-tiba meletakkan alat makannya dan beralih menatap Arshaka yang memang sedari tadi hanya acuh tak acuh.


"Apakah aku boleh bertanya?" tanyanya sedikit berhati-hati.


Arshaka mendongak namun tak menjawab sepatah katapun. Akhirnya Kieena melanjutkan pertanyaannya.


"Keynna itu...apakah kamu masih mencintainya?" tanya Kieena dengan ekspresi sedikit berharap.


Arshaka terdiam. Dia sejujurnya tak menyukai Kieena yang tiba-tiba saja membahas Keynna. Ayolah, apa hubungannya antara Keynna dan hubungan mereka.


"Jangan membahas itu. Itu sudah masa lalu." balas Arshaka dingin.


"Tapi kamu keliatan masih suka sama dia. Aku suka ngeliat tatapan berbeda setiap kali kamu ketemu dia. Ditambah kamu memperkerjakannya disini." sanggah Kieena.


"Lalu apa hubungannya sama kamu? Itu hak aku buat rekrut siapapun yang aku mau di perusahaanku." balas Arshaka tajam.

__ADS_1


"Tapi aku gak suka! Aku cemburu!" seru Kieena terus terang.


Arshaka meletakkan tabletnya di meja dan kini sepenuhnya menatap Kieena.


"Ada apa sama kamu sih? Kenapa terus bahas Keynna ketika kita lagi bersama? Berhenti membahas Keynna."


"Kalau gitu pecat dia!" seru Kieena spontan.


Kini Arshaka mengetatkan rahangnya. Sejak kapan wanita kecil ini jadi berani menyentaknya. Selama ini Kieena adalah wanita yang lembut dan tak menuntut apapun. Tapi kini hanya kecemburuan semata yang entah apakah Arshaka yakin itu benar tidaknya membuat gadis itu jadi seolah kehilangan kendali.


"Jangan aneh, Ki. Keynna gak melakukan kesalahan apapun dan sebagai karyawan baru, kinerjanya cukup bagus. Dia jelas dibutuhkan di perusahaan." ucap Arshaka.


"Tapi aku gak suka. Lagian kamu pasti punya alasan kenapa kamu malah buat Keynna masuk ke perusahaan kamu. Kamu pasti belum bisa move on kan!" Kieena tetap kekeuh dan itu membuat Arshaka menahan amarahnya.


"Hentikan omong kosong ini, Ki. Aku pergi." Tiba-tiba Arshaka berdiri dan langsung meninggalkan Kieena.


Kieena menggeram kesal. Ketidaksukaannya pada wanita itu semakin bertambah.


***


Di hari pembukaan session winter Flowe Cafe ini, Keynna malah kesiangan. Tadi malam dia malah asik maraton drama Korea sampai lupa waktu tidur alhasil dia juga lupa kapan dia mesti bangun keesokan harinya.


Keynna cepat saja mandi dan mengganti bajunya. Perempuan itu akan naik taksi saja biar bisa make up di mobil. Soalnya kalau di rumah tidak akan keburu.


Setengah jam kemudian, Keynna sampai di lokasi. Ini lebih cepat dari yang dibayangkan Keynna mengingat sekarang adalah akhir pekan dan Jakarta jelas lebih ramai daripada biasanya. Namun Keynna beruntung atau setidaknya dia selamat dari amukan Jiana karena telat.


Keynna terpukau melihat bagaimana interior cafe yang kini dibuat sedemikian mirip layaknya pemandangan hutan Amerika saat bersalju. Sepertinya benar apa yang dikatakan Rafi, Arshaka menyukai Amerika terlihat banyaknya pohon Pinus buatan dengan salju buatan memenuhi semua area kafe hingga ke outdoornya. Suhu di dalam cafe juga dibuat sedikit dingin tapi tidak terlalu, mungkin Arshaka juga mengerti akan terasa aneh bila makan es krim dengan suhu dingin.


"Gila banget nih kafe, padahal judulnya cuma kedai kopi tapi signaturenya kena banget. Parah!" puji Jeremy terpesona. Mata lentik cowok itu berkeliling menatap semua sudut kafe.


"Udah yuk, ke depan, ditunggu Pak Arshaka buat pembukaan." ajak Jiana.

__ADS_1


Namun ketika baru melangkah, Keynna tiba-tiba merasa sakit perut.


"Eh guys, duluan aja deh, gue sakit perut nih." ucapnya sembari meringis.


"Lah, Lo kenapa dah? Mau Bab? Makan pedes ya Lo!" tebak Desi tepat sasaran.


Keynna menyengir ketahuan, "Gue habis makan samyang. Udah ya, ke toilet dulu " Keynna buru-buru pergi meninggalkan decakan dan gelengan kepala teman-temannya.


"Mau pembukaan juga, sempet-sempetnya." decak Desi.


***


Keynna mengembuskan nafas lega setelah keluar dari toilet. Sudah ada suara-suara ramai orang dan terdengar Jiana di mikrofon sedang menjelaskan menu spesial winter ini. Keynna pun berjalan hendak ke tempat acara yang di selenggarakan di tengah kafe.


Namun di pertengahan jalan menuju dapur, Jeremy memanggilnya.


"Loh, kok Lo disini?" tanya Keynna heran.


"Gue ditugasin buat bikin minuman pendamping, Lo bantu gue ya." jawabnya sekaligus meminta bantuan.


"Ah, ogah ah. Gue gak bisa bikin minuman kek gitu." tolak Keynna sebenarnya enggan.


"Ih udah ayo." Jeremy langsung menarik tangan Keynna sedikit menyeretnya ke dapur.


***


Sampai di dapur, Jeremy mulai menjelaskan minuman apa itu, bagiamana membuatnya dan untuk siapa minuman itu ditujukan.


"Yang di nampan itu khusus buat petinggi Aldebaran Group, Pak Arshaka, Pak Raffa, oh iya tunangannya Pak Arshaka juga dibikinin ya." ucap Jeremy yang sedang membuat minuman lain.


Keynna hanya diam tak menanggapi dan mulai bekerja membuat minuman. Dan ketika terhenti di depan gelas Kieena, entah kenapa rasanya kekesalan Keynna membludak.

__ADS_1


"Apa gue masukin saus tomat aja ya pengganti selai stroberi?" gumam Keynna, tiba-tiba saja memikirkan ide jahil.


__ADS_2