Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
Balon dan Kunang-Kunang


__ADS_3

Ketiga couple(?) itu sudah sampai di pantai. Anna, Lisa dan teman baru mereka alias calon pacar Raffa, Jessi langsung berjalan menghampiri pantai begitu mobil berhenti.


"Woah, gue udah lupa kapan kali terakhir gue kesini." ujar Anna merasa takjub.


Jessi mengangguki, "Gue juga."


"Lo juga? Bukannya katanya lo suka pantai ya?" tanya Lisa.


"Suka sih suka tapi karena sibuk, gue jadi jarang main ke tempat ginian." jawab Jessi. Pekerjaan Jessi adalah model.


Lisa menganggukan kepala mengerti, "Gue ngerti perasaan lo."


"Hei, trio macan!" panggil Panji dari kejauhan, mereka berbalik badan.


"Bantuin dulu keluarin barang-barang!" serunya.


"Lo gak asik banget dih! Orang mau liat pantai dulu!" tukas Lisa berteriak.


Regan berdecak, "Elah, bantuin dulu. Encok nih!" timpalnya.


Kini giliran Lisa yang berdecak kesal, "Cowok lo tuh Ann, nyebelin banget."


Sudut bibur Anna terangkat sinis, "Cowok lo juga kali." tukasnya.


Namun pada akhirnya ketiga cewek itu membantu menurunkan barang. Mereka bekerja sama membuat dua buah tenda untuk kemping semalam mereka.


"Huh hah hah, gila capek banget." desah Lisa cape.


Anna dan Jessi bahkan sudah terduduk di pantai sambil saling menyender satu sama lain. Mereka juga kelelahan.


Raffa lalu menyikut Panji, sedangkan Panji langsung mengode Lisa untuk mulai melaksanakan rencana.


Lisa mengangguk mengerti. Dia berdeham singkat lalu melirikJessi yang tengah mengobrol dengan Anna.


"Jessi, anter gue ke toilet yuk."


Jessi menoleh lalu mengangguk, "Oke deh." Lisa lalu berdiri diikuti Jessi.


"Kita ke belakang dulu ya." pamit Lisa. Setelah itu menggandeng tangan Jessi pergi.


"Jadi rencana lo apaan?" tanya Panji sepeninggal Jessi dan Lisa.


"Sini ngumpul." ucap Raffa sambil menggerak-gerakkan tangannya.


"Ini udah kumpul, bego." tukas Regan.


Raffa mendengus kesal, dia ingin menggetok kepala Regan.


"Buru wey, time is money!" seru Panji.


"Wih, bahasa inggris lo kerenan ya sekarang." sela Regan bangga.


Anna menjitak kepala Regan, "Diem." tegasnya. Regan yang hendak memprotes seketika mengatupkan mulutnya.


"Jadi gimana Raf? Rencana lo kek apa?" tanya Anna kembali ke pembicaraan awal.


"Oke jadi gini..."


Regan, Anna dan Panji mendengarkannya dengan seksama.


***


“Siapa?” tanya Keynna begitu membuka pintu. Tapi dia langsung terkejut kalau tahu yang bertamu adalah Arshaka.


“Saka? Ngapain lo disini? Bukannya lo dipanti?” seru Keynna terkejut.


Arshaka hendak menjawab tapi dipotong Kirana yang datang dari belakang Keynna, “Pacarnya Keynna ya?” tebaknya langsung.


Keynna terkejut mendengar betapa blak-blakannya Kirana. Dia menggeleng keras.


“Ma, udah aku bilang aku gak punya—“


“Belum tante, tapi masih calonnya.” Potong Arshaka memotong ucapan Keynna.


Keynna melotot tak percaya.


“Oh, suka Keynna?” tanya Kirana lagi. Nadanya benar-benar santai.


“Ma...” tegur Keynna. Tapi Kirana mengabaikannya.


Arshaka mengangguk, “Saya menyukai putri tante.” Tandasnya terus terang.


"Oh gitu." angguk Kirana santai.


Keynna cengo. Situasi apa ini ketika mamanya dan Arshaka berbicara hal serius sebegitu tenangnya?


"Kalian apa-apaan sih?" protes Keynna tak suka.


"Kenapa? mama suka kok sama tipikal cowok kayak gini, gentle dan langsung terus terang. Cocok sama kamu yang tipenya nyablak." ujar Kirana santai.


Keynna mendengus sebal mendengarnya.


"Oh ya namanya siapa tadi?" tanya Kirana.


"Saya Arshaka, tante." jawab Arshaka.


"Oh Arshaka, namanya cakep ya secakep orangnya. Ganteng-ganteng kok mau sama modelan Keynna.." ujar Kirana. Dia bahkan tak melirik Keynna sama sekali meski melontarkan ejekan.


Keynna mendesah kasar, "Terserahlah." ujarnya acuh. Keynna langsung kembali ke dalam rumah.


"Anak itu dasar." dengus Kirana. "Eh ayo masuk aja. Ngapelnya di dalem aja." ajaknya pada Arshaka.


Arshaka hanya tersenyum sopan. Lelaki itu lalu mengikuti Kirana masuk ke rumah.


Arshaka baru pertama kali ke rumah Keynna. Selama mereka pacaran dulu, mereka tidak pernah sekalipun main ke rumah masing-masing. Mungkin saat itu mereka masih malu apalagi status mereka hanya berpacaran, bukan merujuk pada hubungan serius dimana keluarga harus dikenalkan.

__ADS_1


Di ruang tamu, Arshaka banyak menemukan karya seni. Entah itu guci dengan bentuk unik, atau lukisan abstrak yang pastinya bernilai tinggi. Tak ada foto anggota keluarga disana. Bahkan foto Keynna saja tidak ada. Meski begitu ruang tamu itu terlihat ramah.


"Silakan duduk dulu ya. Tante mau panggilin anak nakal itu dulu."ujar Kirana.


"Iya tante, makasih."


Kirana mengibaskan tangannya, "Gak masalah. Kayak ke siapa aja, hihi." riangnya.


Kirana lalu meninggalkan Arshaka seorang diri diruang tamu.


***


Keynna muncul di ruang tamu setelah Kirana menyeretnya untuk turun. Dia mau tak mau menghadapi Arshaka lagi.


"Kenapa lo kesini?" tanya Keynna ketus sambil duduk jauhan dari Arshaka.


Arshaka tak menjawab, dia malah menepuk-nepuk kursi disisinya.


"Sini."


Keynna memalingkan wajahnya ogah.


"Kalau gitu gue yang kesana." tandas Arshaka hendak duduk disamping Keynna.


Di luar dugaan, Keynna buru-buru beranjak dan langsung duduk disamping Arshaka. Wajahnya tetap datar.


Arshaka tersenyum tipis.


"Jadi kapan lo mau jawab pertanyaan gue?" tanya Keynna.


"Gue denger nyokap lo pulang, makanya gue datang sekaligus...." Arshaka menggantung ucapannya.


"Sekaligus?"


"Promosi."


Keynna mengerut bingung, "Promosi? Promosi apa?"


"Gue." tandas Arshaka.


Keynna mengerjap pelan, dia lalu mendengus tak percaya dengan ucapan Arshaka.


"Kayaknya lo gak pernah bawa cowok ke nyokap lo ya." celetuk Arshaka.


Keynna mendelik, "Kata siapa?!"


"Oh, pernah?" tanya Arshaka.


Keynna mengangkat dagunya tinggi-tinggi, "Gini-gini anaknya Iskandar punya banyak cowok idaman. Maaf ya kalau kaget." ujarnya angkuh.


Arshaka mengangkat satu alisnya, "Sebutin minimal nama-namanya dalam lima detik." pungkasnya tiba-tiba.


Keynna kaget, belum juga dia membuka mulut, Arshaka mulai menghitung mundur.


"Lima, empat.."


"Tiga, dua..."


Mata Keynna bergetar, "Sendi, joko."


"Satu."


"Joko."


Arshaka menatap Keynna dengan seksama, "Jokonya ada 2? Dia nembak lo dua kali atau ada dua Joko?"


Keynna gelagapan, asli dia hanya asal sebut nama saja.


"Gue..." Keynna terbata-bata.


Arshaka tersenyum manis, "Gue tau cuma gue satu-satunya."


Keynna berdecih, "Pede banget lo."


Di waktu bersamaan, Kirana datang sambil membawa minum. Keynna langsung membantu sang mama.


"Ma, ngapain bawa ini? Udah dibilang jangan ngapa-ngapain kecuali istirahat." omel Keynna.


"Mama cuma mau bawa minum." ujar Kirana.


"Kan tetap aja--"


"Arshaka, diminum dulu." potong Kirana.


"Terima kasih tante." ucap Arshaka meneguk jus jeruknya.


"Ma, aku lagi ngomong juga!" protes Keynna.


"Aduh, udahlah Key, gak usah berlebihan. Mama gak papa. Bawa minum doang, apa salahnya?"


Keynna hendak membalas tapi tak jadi. Dia mendesah kasar.


"Oh ya, kalian mau pada main gak?" celetuk Kirana.


"Main?" tanya Keynna.


"Iya, main kemana gitu. Bawa anak ini nih, Saka, biar gak terus ngoceh. Tante suka pusing dengernya." jawab Kirana menunjuk Keynna dengan santai.


"Ma.." tegur Keynna.


Arshaka menaruh gelasnya di atas meja, "Kalau tante gak keberatan, saya pengen ngajak Keynna ke suatu tempat."


"Kemana?" tanya Keynna.


Arshaka hanya tersenyum penuh misteri.

__ADS_1


***


Jessi dan Lisa kembali dari toilet. Ketika menuju tempat berkemah mereka, tak ada tanda-tanda siapapun. Anna, Panji, Raffa dan Regan menghilang.


"Kemana nih mereka?" tanya Jessi celingak-celinguk.


Lisa diam saja sambil memeriksa ponselnya. Jessi yang tak ada tanggapan apapun dari Lisa menoleh ke arahnya.


"Lisa." panggil Jessi.


"Eh apaan?" sahut Lisa.


"Lo lagi ngapain?" tanya balik Jessi.


Lisa tersenyum sambil menggeleng, "Enggak ada." jawabnya sambil memasukkan ponselnya ke saku.


"Eh liat tuh." tunjuk Lisa ke suatu arah.


Jessi mengikuti arah pandang Lisa. Di tepi pantai terlihat sekumpulan balon-balon.



"Apaan tuh?" tanya Jessi.


Lisa hanya tersenyum, "Kuy, kesana." ajaknya menarik tangan Jessi agar mengikutinya.


Mereka berjalan menghampiri balon-balon itu. Kemudian sekumpulan balon-balon itu menyebar ke angkasa. Jessi dan Lisa terperangah.



Dan setelah balon-balon itu menyebar ke angkasa, terlihat Raffa berdiri dihadapan mereka dengan tangan memegang bunga dan boneka. Jessi seketika menutup mulutnya.


Panji, Regan dan Anna berjalan disampingnya dengan membawa karton berisi kata-kata I Love You.


Mereka mendekati Jessi dan Lisa yang tersenyum iri menatap keromantisan Raffa pada Jessi.


"Nona Line yang judes, want to be my girlfriend?" tanya Raffa dengan senyum mengembang menatap Jessi penuh cinta.


***


Setelah mendapat izin dari Kirana, Arshaka membawa Keynna ke sebuah taman hutan. Suasana sudah menjelang malam ketika mereka tiba.


"Lo apaan sih bawa gue ke hutan? Lo mau apa-apain gue ya?!" tuduh Keynna ngeri. Dia memeluk tubuh bagian depannya.


Pletak


Arshaka menyentil dahi Keynna, "Mabuk lo?" sarkas Arshaka.


Keynna hanya mencebik sembari mengelus dahinya yang disentil.


"Terus ngapain kita kesini?" tanya Keynna.


Arshaka tak menjawab, tatapannya malah lurus kedepan dan itu membuat Keynna kesal karena lagi-lagi diacuhkan.


Keynna memukul pundak Arshaka, "Woy, gue lagi ngomong sama--"


Arshaka mengangkat tangannya menghentikan ucapan Keynna.


"Liat tuh." tunjuk Arshaka.


Keynna mengikuti arah pandang Arshaka dan seketika menganga tak percaya dengan apa yang tengah dilihatnya.


Dihadapannya ada puluhan bahkan mungki ratusan kunang-kunang yang sinarnya menyinari seluruh hutan.



"Ini...mungkin?" seru Keynna syok. Pasalnya dia belum pernah melihat kunang-kunang apalagi sebanyak ini.


"Ini kunang-kunang yang tersisa. Untungnya Bandung masih ada tempat yang polusinya gak terlalu banyak. Kunang-kunang bisa saja hilang sepenuhnya." jelas Arshaka.


"Kok gue gak tau ada kunang-kunang di Bandung?" seru Keynna menoleh.


Arshaka mengendikkan bahu, "Main lo kurang jauh berarti."


"Lo tau darimana tempat ini?"


"Pas lulus SMP." jawab Arshaka.


"Berarti udah gue pergi dong." timpal Keynna.


"Hem, menyedihkan, kan? Padahal gue mau nunjukkin ini ke lo, tapi lo udah pergi. Terpaksa, tempat ini gue simpen sendirian."


Keynna terdiam. Dia memutuskan tak menanggapi pembicaraan itu. Dia menatap kunang-kunang itu kembali dan merasa terpukau.


"Wah, indah banget." takjubnya.


Arshaka memerhatikan Keynna. Wajah cewek itu nampak keemasan karena ditempa sinar kunang-kunang.


"Cantik." celetuk Arshaka.


Keynna menoleh, "Hem, apa?" tanyanya.


"Lo cantik." ulang Arshaka.


Keynna tertegun. Dia tersenyum setelahnya.


"Key," panggil Arshaka.


"Apa?" tanya Keynna.


"Gue masih suka sama lo. Lo gimana?" tembak Arshaka terus terang.


Keynna terkejut, "Ma-maksud lo?"


Arshaka meraih tangan Keynna, menggengamnya ditengah pemandangan kunang-kunang taman hutan.

__ADS_1


"Apa gue masih punya kesempatan?"


Mendengarnya, Keynna terdiam.


__ADS_2