Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - 15


__ADS_3

Setelah serangkaian acara yang meriah, kini tiba di sesi cemilan. Selagi makan siang dimasak, para tamu undangan menikmati es krim sorgum dan minuman pendamping yang telah disediakan.


Keynna memerhatikan kedekatan Arshaka dan Kieena dari tempatnya duduk. Mereka tampak seperti pasangan yang cocok. Keynna jadi merasa iri, mungkin seharusnya dia yang berada di samping Arshaka dan bukan wanita jadi-jadian itu.


Dan mata Keynna makin menyipit ketika melihat Kieena hendak meminum jus yang dibuat. Wajahnya mulai menyeringai. Dan sebentar lagi...


senyum Keynna makin lebar.


Di kejauhan terlihat Kieena yang meminum jus tanpa ragu namun begitu jus tersebut sampai di mulutnya, gadis itu tiba-tiba saja berekspresi seperti menahan mual dan tanpa disangka malah memuntahkan minuman tersebut. Tapi yang menjadi makin parah adalah Kieena muntah ke baju Arshaka. Semua orang seketika terkejut terlebih Kieena yang langsung menutup mulutnya. Keynna yang melihat itu tertawa pelan.


"Ki---" desis Arshaka menatap pakaiannya yang kotor dengan noda muntahan Kieena. Jas hitamnya kini terbalur warna merah menyala minuman.


Tomy sang sekretaris datang membawa sekotak tisu.


"Arsha, aku minta maaf. Jusnya aneh." ucap Kieena panik.


"Apa maksudnya jusnya aneh? Kalau kamu sakit, seharusnya kamu bilang." balas Arshaka sembari membersihkan noda muntahan itu.


"Aku bantu." Kieena hendak membantu Arshaka membersihkan namun lelaki itu menepis lengannya.


"Lanjutkan acaranya. Saya ganti baju dulu." ucap Arshaka pada Raffa. "Sebaiknya kamu pulang dan ke dokter. Tomy akan nganterin kamu." lanjutnya menatap Kieena.


Setelah itu cowok itu berlalu pergi meninggalkan aula acara.


"Arsha, tunggu!" Kieena buru-buru mengejar Arshaka.


Suasana riuh sesaat sebelum Raffa mengambil alih.


Dalam diam, Keynna bersorak senang. Meski tidak seseru yang dia bayangkan, itu cukup untuk membalas dendamnya pada Kieena.


***


Arshaka ke ruangan tempat direktur. Dia langsung melepaskan jasnya beserta kemeja dan tanpa kata langsung mandi.


Usai mandi, lelaki itu memakai baju bersih yang sudah disediakan oleh Tomy. Tak lama Tomy datang usai mengantar Kieena.


"Kieena?" tanya Arshaka.


"Sudah diantar ke rumahnya,Bos." jawab Tomy.


"Hahahahahahhaa." Tiba-tiba Tomy tertawa, cukup lama sampai Arshaka menatapnya tajam dari balik cermin. Tomy langsung mingkem.


"Sorry, bos. Tapi gue gak tahan buat ketawa. Gila sih tadi lucu banget. Meski gue agak kasian sih karena tunangan Lo muntah gitu." ucap Tomy masih tergelak.


"Itu disengaja. Kieena gak sakit." balas Arshaka.


"Hah? Maksud Lo? Emang ada yang beneran aneh sama minumannya?" tanya Tomy serius.


Arshaka tidak menjawab. Bibirnya malah menyeringai tipis.


"Dia harus diberi pelajaran."


***


Keynna baru aja kembali ke rumahnya hampir jam 7 malam. Dia kira dia juga termasuk tamu undangan tapi nyatanya dia malah membantu staf kafe bersih-bersih bahkan cuci piring. Seumur-umur dia tidak pernah menyentuh piring kotor, bagian mencuci piring saja saat di New York dikerjakan Regan. Regan sampai mengatainya Tuan Puteri saking tak mau cuci piring.


Mengingat itu, Keynna tiba-tiba merindukan cowok gondrong tersebut. Ah, dia bisa menelponnya setelah bersih-bersih.


Keynna baru selesai mandi ketika bel apartemennya berbunyi. Dan begitu membuka pintu dihadapannya berdiri Arshaka.


Keynna membulatkan matanya.


"Saka, ngapain Lo disini?" tanya Keynna.


"Minta pertanggungjawaban Lo." jawab Arshaka.


"Hah? Maksudnya?" tanya Keynna tidak mengerti.


Arshaka tidak menjawab, cowok itu malah nyelenong gitu aja menyadari celah pintu yang terbuka cukup lebar.


"Eh-eh, gak sopan banget masuk rumah orang ya!" tegur Keynna kesal.


"Lo juga gak sopan, biarin anak orang kelaparan." balas Arshaka langsung duduk santai di sofa.


"Lo jorok banget sih Key, baju, celana bahkan BH Lo dimana-dimana. Lo sengaja mau bikin gue terangsang?"


Keynna melotot, dia bergegas mengambil seluruh pakaiannya yang belum sempat di lipat ke dalam kamar.


"Pergi sana!" usir Keynna.


"Gak. Gue mau makan disini." tolak Arshaka.


Keynna melipatkan tangannya ke depan dada, "Kalau mau makan, ya di rumah Lo kalau engga di restoran kan bisa. Gue gak ada makanan."


"Berarti Lo bukan orang yang bertanggung jawab." tandas Arshaka.


"Maksud Lo?"


"Lo pikir gue gak tau kejadian tadi ulah siapa?" tanya Arshaka balik.


Keynna mematung, setengah kaget. Darimana cowok itu tahu?


"Gue pikir kenakalan Lo cukup sama SMA tapi ternyata masih ya sampai sekarang. Gak nyangka gue. Di acara sepenting itu lagi." decak Arshaka geleng-geleng kepala.


"Maksudnya apa sih? Gue gak paham. Udah sana pergi."


Arshaka berdiri dan menghampiri Keynna yang masih berdiri sembari melipat kedua tangannya. Keynna yang tak siap didekati Arshaka tiba-tiba sontak panik.


"Jangan ngedeket."


"Kenapa Lo tuangin minuman aneh ke jus Kieena? Lo tau? gara-gara ulah Lo gue jadi gak makan karena gue malu buat keluar lagi setelah insiden itu."


"Lo jangan asal nuduh ya! Gue bisa laporin ini ke polisi!" ancam Keynna panik.


"Silakan aja tapi jangan lupa kalau CCTV merekam semua aktivitas yang terjadi selama 24 jam termasuk saat Lo nuangin saus tomat ke gelas Kieena."


Keynna pias. Cowok itu benar-benar tahu.


"Gak bisa nyangkal kan? Lo gak sepinter itu ya ternyata."


"Darimana Lo tau?" tanya Keynna.


"Jadi ngaku nih?"


"Gue iseng aja. Gedeg banget ngeliat muka dia." ucap Keynna.


"Tapi Lo gak boleh lakuin itu Key. Untung cuma saus tomat, coba kalau racun? Gue gak mau acara gue berubah jadi TKP dan Lo jadi tersangka pidana."

__ADS_1


"Gak akan sekejam itu kali. Gue juga mikir lah, gue dokter gizi. Gue tahu setiap karakteristik bahan makanan. Tadi murni iseng doang."


Kini Keynna mengkerut. Dia pasrah kalau Arshaka akan melaporkan hal ini atau bahkan memecatnya.


"Gue minta maaf." cicit Keynna.


"Ya Lo minta maaf nya ke Kieena lah."


"Ogah." sambar Keynna.


Terlihat guratan senyum halus menghiasi wajah lelaki itu.


"Cepet bikinin makan. Gue laper dari siang belum makan."


Keynna menghembuskan nafasnya. Baiklah, dia akan mengalah kali ini.


"Gue belum belanja jadi makanannya seadanya aja. Gak usah protes." ucapnya dengan mengangkat jari telunjuknya tepat ke muka Arshaka.


"Iya bawel. Tapi kalau gak enak awas aja." balas Arshaka.


Tanpa peduli, Keynna berlalu ke dapur.


***


Keynna menatap Arshaka yang tengah lahap memakan masakannya. Masakannya terbilang sangat sederhana sih dan mungkin tak akan sesuai dengan lidah kaya Arshaka tapi cowok itu tanpa disangka bisa selahap itu.


"Padahal cuma telur goreng kecap, emang enak?" tanya Keynna penasaran.


"Enak." jawab Arshaka kembali fokus makan.


Tak lama Arshaka selesai makan, dia meneguk air setelahnya.


"Cepet banget." ucap Keynna.


"Lumayan enak. Lo pinter masak ya." puji Arshaka puas.


"Abis itu pulang sana. Gue mau tidur." usir Keynna lagi.


"Sabar sih, Key.Baru selesai makan, sendawa aja belum." ucap Arshaka mengulur waktu.


Keynna menghembuskan nafas kesal dan tanpa kata membawa piring bekas makan tadi ke dapur.


"Ntar aja deh dicuci besok." gumam Keynna malas. Dia kembali ke ruang tamu.


"Kok masih disini sih?" tanya Keynna kesal karena Arshaka malah asik membaca majalah miliknya bukannya pulang.


"Liat tuh udah mau jam sebelas. Balik kenapa sih? Gue capek pengen tidur!" seru Keynna.


"Tidur ya tidur aja kali." balas Arshaka santai.


Keynna menggeram penuh emosi. "Pergi gak?!"


Arshaka mendesah pasrah, niatnya mau lama-lama kalau bisa sampai pagi nginep juga gakpapa tapi Keynna macam singa kelaparan.


"Iya sudah deh. Gue pergi dulu. Makasih buat makanannya, calon istri." pamit Arshaka sembari mengedipkan sebelah matanya.


Keynna yang melihat itu seketika mual. Mantannya itu kok bisa sih berubah jadi senarsis itu?


***


Kini sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras pegawainya, Arshaka mentraktir tim Jiana yang berhasil membuat menu legendaris itu berlibur di sebuah villa mewah di Ubud, Bali. Tak tanggung-tanggung Arshaka juga mengajak semua teman-temannya yang lain, Alvaro, Raffa, dan Panji. Mereka juga mengajak pasangan masing-masing terkecuali Panji, ceweknya Lisa sedang berada di Milan untuk pemotretan.


Awalnya Keynna tak mau ikut. Dia malas harus berurusan dengan teman-teman Arshaka lain karena mereka sangatlah cerewet akan hidupnya. Mereka selalu saja kepo dengan kehidupannya terlebih setelah ada Regan yang kini menjadi satu aspek yang tak bisa tergantikan. Padahal hubungan mereka hanya sebatas sahabat tapi ketiga teman Arshaka selalu mencurigai lebih.


Namun tak ayal, Keynna tetap ikut karena dirinya adalah bawahan Jiana dan Jiana menyuruh mereka semua wajib ikut.


Mereka akan berada di Bali selama tiga hari kebetulan Desember akan segera berakhir jadi di hari terakhir mereka di Bali tepat dengan waktu pergantian tahun.


Mereka sampai di Bali di siang hari. Karena sudah waktu makan siang, Arshaka membawa mereka ke restoran seafood mewah di pinggir pantai. Pemandangan alam yang masih eksotis meski dengan cuaca panas terik.


Mereka memesan dua meja. Satu meja untuk Arshaka dan cowok-cowok rese lain, satu meja untuk tim Jiana.


Tampak di seberang meja Jiana, Arshaka dan ketiga cowok lainnya sedang berbincang heboh.


"Guys, aneh gak sih gak biasanya pak Arshaka ngajak liburan gini. Kayak berlebihan aja gitu." celetuk Desi.


"Ih apaan sih Desi. Gak boleh suudzon apalagi sama cowok ganteng, uhuk." balas Raffi dengan nada flamboyannya.


"Tapi emang aneh sih. Dulu gak pernah kayak gini. Kalaupun sukses kayak gini gak pernah tuh diajak liburan paling-paling dikasih ucapan selamat terus dikasih uang bonus. Ini malah sampai ditraktir liburan ke Bali, 3 hari lagi." timpal Chika setuju.


"Emang iya?" tanya Keynna penasaran. Dia aneh sih kok rekan-rekannya malah tak senang dengan liburan gratis ini. Dia kira bakal heboh. Tapi ya dia juga gak terlalu senang sih. Soalnya waktunya berurusan dengan Arshaka di waktu libur malah bertambah. Dia kan takut baper lagi.


"Iya, Key. Pak Arshaka bener-bener berubah total. Dulu waktu kita dikasih projek yang persis kayak gini terus misal berhasil gak pernah tuh doi kasih kita liburan gratis gini. Paling ucapan makasih, syukur-syukur dikasih uang bonus." jawab Desi.


"Udah-udah, kok kalian malah mikirin itu sih. Harusnya kalian tuh senang karena atasan kita peduli sama kesejahteraan pegawainya bukannya malah berfikir negatif." ucap Jiana menengahi.


"Bukan berfikir negatif mbak tapi--" Chika hendak berbicara tapi ucapannya dipotong Jiana.


"Sekarang nikmati saja dan disyukuri. Jangan lupa berterimakasih sama Pak Arshaka dan semoga dengan hadiah ini kinerja kita bisa lebih meningkat lagi. Nah itu gunanya ada hadiah seperti ini."


"Iya deh mbak."


Kalau Jiana udah bilang gitu, Keynna dan lainnya tak bisa menyanggah.


***


Mereka menikmati liburan dengan baik. Mereka berenang, bermain voli pantai, berburu kuliner Bali dan cinderamatanya bahkan sampai ikut menyaksikan acara adat Bali. Mereka bersenang-senang.


Di malam kedua, Keynna sengaja duduk menyendiri di restoran rooftop terkenal di Ubud. Ini tidak jauh dari villanya, cukup berjalan 5 menit ke tepi pantai. Pemandangannya asyik, Keynna sudah menaksir tempat ini ketika dia tak sengaja melihat restoran ini saat berjalan pulang dari pantai sore tadi. Dan begitu selesai mandi, cewek itu bergegas datang ke restoran impiannya ini.


Gaya restorannya bernuansa vintage dengan sentuhan sedikit modern, dengan live music jazz yang mengalun tenang. Menambah nafsu makannya dan menenangkan moodnya.


Usai makan sepiring salad-- yang seharusnya bukan menu makan malam yang baik-- Keynna mengakhirinya dengan semangkuk mie instan yang masih di wadahnya. Agak gila memang makanan penutupnya, dan sungguh tak nyambung. Tapi biarlah, terserah wanita itu saja.


Keynna meniup-niup mienya agar tak terlalu panas. Asap mengepul di garpu plastik itu dan setelah dirasa tak terlalu panas, Keynna melahap mienya.


Dan ketika asik menikmati pemandangan sembari makan, dirinya dikejutkan dengan kedatangan Arshaka. Lelaki itu nampak mempesona dengan sweater polos abu dan celana jeans hitam. Rambutnya dibelah dua-- yang mungkin akan nampak cupu jika bukan seganteng Arshaka yang menggunakannya. Astaga, Keynna rasis sekali.


"Ngapain Lo?" tanya Keynna tak santai. Dia melirik jagung bakar di piring aluminium yang dibawa Arshaka. Cowok itu juga membawa sebotol kopi kaleng Nescafe dingin.


"Ampun banget, ini restoran seafood bonafid tapi Lo malah makan jagung bakar sama minum Nescafe?" ujar Keynna tak habis fikir. Mungkin dia lupa kalau kini dia sedang makan pop mie yang sama tak nyambungnya.


"Ngaca sama diri sendiri, kenapa malah makan pop mie." balas Arshaka.


Keynna mendengus dan memilih makan kembali tanpa memedulikan Arshaka.


"Lo seneng ga?" tanya Arshaka.

__ADS_1


"Enggak." jawab Keynna ketus.


"Serius?" tanya Arshaka kaget


"Kenapa sih?" tanya balik Keynna melihat reaksi berlebihan Arshaka. Lelaki itu seperti panik.


"Serius Lo ga seneng liburan ke Bali?" tanya Arshaka memastikan.


"Emang kenapa?"


"Jawab kali, nyil." dengus Arshaka menyentil jidat Keynna.


"Sakit, bangsat!" seru Keynna meringis.


"Heh bahasanya! Belajar dari siapa Lo?!" tegur Arshaka melotot.


"Dari Lo!" sentak Keynna.


"Sejak kapan gue ngajarin itu dah? Ngaco banget."


"Jadi gimana? Suka ga?" tanya Arshaka lagi.


"Ck, suka....suka-suka Lo aja deh." jawab Keynna acuh.


"Serius, Keynna. Lo mau jawab serius apa gue seriusin ke KUA nih?" ancam Arshaka.


"Ish, udah punya calon istri juga masih ngegombalin cewek lain. Sekalinya buaya ya tetep buaya!" decak Keynna.


"Gue sih gapapa disamain sama buaya, dia kan hewan setia. Sama kayak gue, yang setia cinta mati sama Lo." kata Arshaka blak-blakan.


"Kalau cinta mati sama gue, kok nikahnya sama yang lain?" tanya Keynna tajam.


"Soalnya Lo ghosting gue 10 tahun, giliran dapet kabar eh malah deket sama temen gue sendiri." balas Arshaka santai.


"Gue gak sengaja ketemu Regan waktu itu. Dan karena sesama mahasiswa Indo yang merantau di negeri orang jadi merasa saling bergantung. Gitu aja."


"Basi banget sih ucapan lo, Key. Kalau ada rasa ya bilang aja, gak usah ditutup-tutupin."


"Lo juga, ngakunya cinta sama gue tapi nikah sama cewek lain. Kalau udah gak ada rasa bilang, jangan ngebaperin 2 cewek sekaligus dong." balas Keynna tak mau kalah.


Arshaka tersenyum, "Kalau udah terpojok, cewek pasti suka balik-balikkin, gak mau jadi yang paling salah." kekeh Arshaka geleng-geleng kepala.


"Lo juga sok merasa benar dan gak mau disalahin." balas Keynna.


"Kieena gak mungkin suka ke gue. Itu udah rahasia umum pertemanan kita." jelas Arshaka.


"Kenapa bisa seyakin itu? Gue liat dia bucin banget sama lo. Tiap hari ke kantor, bawain bekel sama baju ganti. Istri apa OB?"


"Gue lagi menyelidiki soal adakah hubungan Kieena sama kasus kematian kak Arsha yang gak wajar. Jadi selama gue jalanin misi, gue gak mungkin jatuh cinta."


"Terus udah dapet jawabannya? Kieena beneran terlibat?" tanya Keynna penasaran.


Ekspresi Arshaka menjadi serius, "Gue yakin, kalau Kieena sebenarnya mantan pacar Abang gue."


Keynna syok. Sedetik, dua detik, wanita itu mematung bak patung.


"Hah?" Keynna tergagap. "Bu-bukannya Lo bilang dulu dia saudara kembarnya ya? Kok tiba-tiba naik status jadi mantan pacar Abang Lo?" tanya Keynna tidak mengerti.


"Awalnya gue mikir gitu juga. Tapi gue nemuin bukti yang mengarah kalau sebenernya Kieena itu mantan pacar Abang gue."


"Bukti apaan?" tanya Keynna ingin tahu.


"Buktinya adalah---"


***


Dan di hari terakhir ini, mereka semua sengaja makan malam di restoran pribadi yang sudah disewa Arshaka. Lelaki itu menyewa lantai 2 restoran agar teman-temannya bisa menikmati pergantian tahun.


Terlihat Raffa, Tomy dan Alvaro sedang memanggang daging di atas panggangan. Sedangkan Arshaka dan Panji sedang bermain billyar sembari menunggu daging yang dimasak. Jesi, Jesylin dan Rani, istri dari Raffa, Tomi dan Alvaro juga sedang sibuk mengurus anak-anak mereka yang heboh bermain kembang api. Rafi, Jeremy, Desi dan Chika juga sedang bermain petasan. Sedangkan Jiana hanya duduk tenang sembari minum wine memerhatikan aktivitas yang terjadi.


Hanya tiga jam menuju pukul dua belas. Dan suasana makin semarak. Tapi Keynna malah merasakan sepi.


Wanita itu duduk sendirian di pojok, menyesap wine dalam diam. Binar kehidupannya seolah meredup, dikalahkan dengan semarak warna-warna kembang api yang bertaburan di langit malam. Wanita itu merasakan kesepian yang tak biasa.


"Padahal gue biasa laluin tahun baru sendirian tapi kenapa sekarang rasanya beda ya? Apa karena gak ada Regan? Tuh cowok jahat banget lagi belum ngabarin." desah Keynna merenung.


Tiba-tiba cewek itu dihampiri Jesi. Wanita itu duduk dihadapan Keynna yang tengah melamun.


"Gak baik loh melamun tengah malam, kesambet gimana?" celetuk Jesi.


Keynna terhenyak karena ada suara yang menginterupsi kegiatannya. Dan ternyata itu Jesi.


"Eh, Jes." sapa Keynna. Mereka udah seperti teman, ingatkan kalau Jesi adalah korban prank kebaperan Raffa waktu SMA? Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, bukannya Jesi yang baper melainkan Raffa. Raffa sampai mengejar-ngejar Jesi dan sekarang mereka sudah menikah bahkan sudah dikaruniai anak berusia 10 bulan yang sedang hiperaktifnya.


"Lagi mikirin apa?" tanya Jesi peka.


Keynna hanya menggeleng, rasanya canggung kalau harus curhat pada Jesi. Mereka sebetulnya sudah lama tak bertemu dan sekalinya bertemu lagi di pernikahan Alvaro.


"Cerita aja Key, gapapa. Barangkali gue bisa bantu jernihin fikiran Lo." bujuk Jesi.


Keynna mengembuskan napas pelan, merasa kalah membangun benteng pertahanan pada Jesi.


"Gue cuma lagi bingung aja sih sama diri sendiri." ucap Keynna pada akhirnya. Jesi tak menanggapi, membiarkan Keynna mengalun ceritanya hingga akhir.


"Lo tau kan gue itu mantannya Arshaka, temannya si Raffa, suami lo itu. Dan jujur aja gue masih sayang tapi dia udah punya calon istri. Dan begonya bukannya pergi, gue malah jadi karyawan dia, tiap hari ada aja tindakan dia yang buat gue baper. Harusnya gak boleh kan?"


"Key, cinta itu bukan soal salah atau benar. Bukan soal boleh atau enggak boleh. Tapi cinta adalah tentang cara memahami. Memahami hati, memahami perasaan, memahami orang lain dan tentunya memahami diri sendiri. Kadang cinta bisa menutup logika kita karena cinta bermain dengan perasaan bukan pemikiran. Seseorang harus paham apa manfaat dia mencintai karena sebuah hubungan diambil bukan dari seberapa romantisnya tapi manfaat apa yang bisa diambil dari hubungan tersebut." jelas Jesi bijak.


"Jadi---" Keynna menggantungkan ucapannya.


Jesi mengangguk seakan membenarkan apa yang dipikirkan Keynna. "Kalau masih cinta dan kamu yakin cinta itu akan memberi manfaat buat kamu dan orang sekitar maka lanjutkan."


Keynna terdiam.


"Jangan pernah bohongi perasaan kamu, Key. Ikuti apa yang hatimu inginkan. Kalau hatimu ingin memilikinya, maka berjuanglah. Tapi bila hatimu tak ingin, maka lepaskanlah."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Taqaballahu minna wa minkum, minal aidzin walfaidzin. mohon maaf lahir batin semuanya 😇


(Ini telat bgt ngucapinnya, maafin aku tapi ucapanku tulus mendoakan kebaikan menyertai kalian semua di bulan Syawal ini🙏)


Aku minta maaf jarang update (berkali-kali minta maaf, pasti udah basi bgt ya🥲) tapi aku beneran masih sibuk dan belum bisa bagi waktu. Aku juga nyicil nulis tapi memang ga bisa disekaligusin jadi. Aku minta maaf🙏🥲 Tapi aku janji bakal tamatin cerita ini kok, jadi semoga kalian sabar menunggu ya. Mohon dukungannya juga, dan maaf kalau jarang balas komen. Tapi terimakasih atas support kalian selama ini. I love you so much, guys! 🥰🥺


Sekali lagi semoga masih suka dengan cerita ini dan maafin aku karena belum bisa profesional sebagai author🙏🥲 Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kebaikan dan kebahagiaan bagi temen-temen, aamiin 🤲


btw, masih pada libur kan? Liburan kemana nih? Boleh spill? hehe👉👈 Pii holiday yaa!❤️

__ADS_1


__ADS_2