Cowok Dingin Itu Mantanku!

Cowok Dingin Itu Mantanku!
S02 - ES KRIM


__ADS_3

Keynna menunggu taksi datang. Hari ini dia pulang menggunakan taksi karena Regan tidak bisa menjemputnya. Lelaki itu sedang melakukan pemotretan dan akan pulang menjelang malam.


Keynna tanpa sadar melamun sembari menunggu jemputannya. Dia merenungi perjalanan hidupnya yang rumit ini. Awalnya dia merasa menjalani hidup dengan bahagia dan baik-baik saja. Memiliki orang tua lengkap yang saling menyayangi dan seorang kakak yang perhatian serta pacar yang sayang padanya. Tapi semuanya berubah ketika papanya berselingkuh. Keynna tak hanya kehilangan kehangatan keluarga namun juga kekasihnya. Dan hingga kini Keynna masih belum bisa memperbaiki hidupnya agar kembali seperti dulu. Mungkin rasanya sudah mustahil. Papanya sudah bahagia dengan keluarga barunya. Pacarnya pun akan menikah dengan wanita lain. Dan Keynna masih terjebak sendirian di kubangan masa lalu yang terus mencekiknya. Keynna ingin bebas. Dia ingin memiliki hidup aman dan bahagia. Tapi sekarang, setelah sepuluh tahun dia menjauh dari orang-orang terdekatnya, takdir malah membawanya kembali pada pusaran orang-orang di masa lalunya. Terutama Arshaka, cowok itu entah kenapa selalu berhasil memporak-porandakan hatinya.


"Fiuh." tiba-tiba di telinga Keynna terasa seperti sebuah tiupan. Keynna berjengit kaget dan langsung menoleh ke samping kirinya. Ada Arshaka dengan kemeja yang sudah dibuka dua kancing diatasnya menatapnya dengan senyum manisnya.


"Lagi ngapain bengong sendirian? Udah mau Maghrib ntar kesambet repot." tegur Arshaka.


"Ngagetin aja Lo." gerutu Keynna.


"Lo belum pulang? Gak bawa mobil?" tanya Arshaka.


"Kepo." balas Keynna cuek.


"Gue nanya baik-baik nih, sensi amat Bu haji." dengus Arshaka. "Mau pulang bareng gak? Gue lagi berbaik hati nih." tawarnya.


Keynna menggeleng.


"Gak usah malu-malu. Ini udah malem, gak baik cewek perawan sendirian. Diringkus preman tau rasa." ucap Arshaka.


Keynna hanya diam membuat cowok itu menghela nafas.


"Gue lagi ngomong sama manusia ya bukan hantu. Jawab kek!"


"Oh, Lo ngomong sama gue?" tanya Keynna pura-pura polos.


Ingin rasanya Arshaka menggetok kepala Keynna tapi dia tahan. Sabar-sabar, cowok ganteng gak boleh marah-marah takut nanti ada ubannya.


"Yuk, buru. Gue anterin balik." ajak lagi Arshaka.


"Gak usah." tolak Keynna.


"Jangan sok jual mahal deh. Percuma Lo berdiri kek patung Pancoran semaleman juga gak mungkin balik ke rumah. Buru, cape banget gue, pengen istirahat."


"Ya pulang-pulang aja sono." usir Keynna.


Arshaka menghela nafas kembali. Sabar-sabar.


"Sebenernya Lo nunggu siapa sih? Regan?" tanya Arshaka berusaha tenang.


Lagi-lagi, Keynna hanya mengacuhkan Arshaka.


"Kalau gitu, Regan berarti brengsek banget ya ngebiarin Lo nunggu dia sendirian selama ini. Jakarta pas malem itu kan gak bersahabat sama cewek. Ck ck Regan Regan--" decak Arshaka.


Keynna melirik sinis mendengar ucapan Arshaka seperti itu.


"Regan lagi ada kerjaan, gue lagi nunggu taksi online. Lagian Lo gak seharusnya ngehina Regan kayak gitu, gimanapun juga dia itu sahabat Lo, Arshaka Juna." omel Keynna.


Tit tit


Bersamaan dengan itu, taksi yang dipesan Keynna datang. Cewek itu masuk ke dalam mobil. Namun sebelum menutup pintunya, dia kembali menatap Arshaka dengan tajam.


"Lo gak boleh langsung judge orang gitu aja terlebih Lo gak tau kebenarannya. Gue gak suka." pungkas Keynna langsung menutup pintu. Taksi pun jalan meninggalkan pelataran kantor.


Arshaka mengetatkan rahangnya. Dia tak suka melihat Keynna secara tak langsung membela Regan. Dia cemburu!


***

__ADS_1


Keynna sampai di apartemennya. Dia membanting pintu dan langsung masuk ke kamarnya. Dia masih kesal karena Arshaka merendahkan Regan begitu saja tanpa tahu bagaimana kebenaranya.


Keynna juga merasa bahwa akhir-akhir ini Arshaka seperti tak suka dengan Regan. Regan pun tak lagi menyinggung nama Arshaka jika sedang bersamanya. Keynna merasakan bahwa hubungan mereka merenggang.


"Apakah karena dirinya?" batin Keynna bermonolog.


Ah, sudahlah, dia tak perlu memikirkan yang tidak-tidak. Dia harus berfikir positif. Mungkin saja memang karena kesibukan keduanya jadi mereka jarang bertemu dan bermain.


Akhirnya Keynna memilih membersihkan dirinya saja daripada ngomel-ngomel gak jelas akibat kelakuan mantannya itu.


Selesai mandi, Keynna menuju ke ruang tamu dan baru saja sampai, dia mengerjap ketika seluruh lampu dinyalakan oleh seseorang.


"Kebiasaan deh, kalau lampu gak suka dinyalain. Hemat listrik juga gak gini banget kali, Key." omel Regan.


Keynna mencebik sebal, "Baru aja dateng, udah ngomel-ngomel."


Regan tak menanggapinya, cowok itu ke dapur lalu mengambil minuman dingin di kulkas setelah itu membawanya ke ruang tamu dimana Keynna sudah duduk manis disana menunggunya.


"Lancar, Gan? Kok kayaknya capek banget?" tanya Keynna. Keynna sedikit khawatir melihat muka Regan pucat tak seperti biasanya.


Regan menggeleng, "Gak apa-apa, Key. Belum makan aja sih jadi lemes." jawabnya.


"Lo tuh kebiasaan deh. Lo kan ada maag, makannya dijaga dong! Gue tau Lo sibuk banget, tapi sesibuk apapun Lo gak boleh lupa sama kesehatan Lo." omel Keynna.


Regan tersenyum tipis, "Sekarang giliran Lo yang ngomel-ngomel."


Keynna masuk ke dalam kamarnya, tak lama dia membawa obat maag kepunyaan Regan dan kembali mengomel, "Gimana gak ngomel-ngomel, kebiasaan tau gak Regan! Berapa kali harus gue bilang, jangan lewatin makan! Jangan lewatin makan! Tetep aja ngebangkang, rasain tuh sakitnya!"


Regan hanya terkekeh pelan, dia menutup matanya ketika merasakan perutnya terasa seperti tersayat-sayat. Dia mencoba mengatur nafasnya agar rasa sakit di lambungnya bisa berkurang.


Keynna mengambil minum dengan air lebih hangat kemudian meminumkan obat pada Regan. Kemudian Regan minum dengan air yang disiapkan Keynna tadi.


"Bohong banget Lo!" dengus Keynna mendorong bahu Regan.


"Aw, Keynna! Shhh--" ringis Regan. Dia menekan lambungnya yang nyeri.


"Eh sorry!" pekik Keynna. "Sini-sini." Keynna membawa kepala Regan ke bahunya sebagai permintaan maafnya. Regan pun menelusupkan kepalanya ke ceruk leher cewek itu.


"Tetep gini ya, Key." pinta Regan pelan.


"Iya, jangan lama-lama, gue bukan istri Lo." balas Keynna.


***


Keesokan paginya, Keynna berangkat ke kantor setelah menyiapkan sarapan untuk Regan. Cowok itu masih tertidur nyenyak di sofa ruang tamu. Kini Keynna mengendarai mobilnya karena tak ingin meminta Regan yang sedang sakit mengantarnya lagi.


Setibanya di ruang kerjanya, Keynna langsung diseret ke ruang meeting oleh Rafi. Ketika sampai di dalam, dia sudah melihat Jiana, Desi, Chika dan Jeremy. Mereka sedang fokus menatap layar laptopnya masing-masing dengan Jiana duduk di kursi pemimpin.


"Oke, guys, attention." ucap Jiana. Semuanya mengalihkan tatapan mereka dari layar dan beralih menatap ketua mereka.


"Gimana, ada yang udah punya ide buat inovasi musim panas kita?" tanya Jiana mengawali diskusi.


Semua orang terdiam, sibuk memikirkan ide. Jiana menoleh kesekelilingnya lalu menatap Keynna yang sedari tadi melamun.


"Oke, kita mulai dari Keynna. Apa ide kamu?" tanya Jiana.


"Eh?" kaget Keynna. Dia sama sekali tak siap dengan itu.

__ADS_1


"Bukankah kemarin saya sudah bilang untuk memikirkan ide dan mempresentasikannya keesokan harinya?" tanya Jiana. Keynna mengangguk gugup. Sial, dia sama sekali lupa soal itu.


"Jadi Keynna gimana menurutmu? Ada ide yang bisa kamu bagikan?" tanya Jiana sekali lagi.


Satu detik--


Dua detik--


Lima detik--


Sepuluh detik--


Keynna masih diam. Dia tak kunjung membuka mulutnya.


"Keynna? Sepertinya kamu belum siap." ucap Jiana.


Ting!


"Es krim!" seru Keynna.


"Es krim?" celetuk Desi.


Keynna mengangguk. Ide ini terpikirkan begitu saja di kepala cantiknya.


"Es krim yang bisa menyegarkan sekaligus mengenyangkan." pungkas Keynna.


Jiana nampak mulai tertarik. "Lanjutkan." perintahnya.


"Kita tahu bahwa es krim tersebut dari lemak (susu) dan krim yang dicampur dengan perasan buah ataupun perwarna makanan. Ada rasa stroberi, jeruk, mangga dan lain-lain. Ada banyak variasi es krim yang berseliweran di sekitar kita. Tapi es krim tak mengenyangkan bukan? Dia hanya membantu kita menyegarkan suhu tubuh kita yang kepanasan. Tapi beda cerita kalau kita memiliki es krim yang setidaknya bisa mengganjal perut kita."


"Maksudnya?" celetuk Chika tak yakin.


"Kita tahu bahwa selama ini sorgum dikenal sebagai pengganti nasi. Dia kaya akan vitamin B, mineral, serta kandungan antioksidan seperti flavonoid, asam fenolat, dan tanin. Nah karena itu pula lah sorgum mampu memenuhi asupan protein kita setiap harinya."


"Terus apa jadinya kalau es krim dicampur sama sorgum? Ini teoriku sih masih melihat jurnal referensi, belum diuji coba langsung."


"Es krim pada umumnya mengandung protein dan lemak susu yang tinggi.Meskipun es krim kaya akan kalori, es krim tergolong miskin antioksidan alami, serat dan mineral. Hal ini menyebabkan konsumen cenderung beralih ke makanan fungsional dengan lebih banyak antioksidan alami, serat, mineral, vitamin, pewarna alami dan bebas aditif sintetis. Dari hal tersebut, sorgum memiliki potensi untuk ditambahkan dalam pembuatan es krim karena sorgum mengandung serat tidak larut air atau serat kasar dan serat pangan, masing-masing sebesar 6,5% - 7,9% dan 1,1%- 1,23%. Beberapa keuntungan menggunakan serat dalam produksi es krim yaitu perbaikan struktur es krim, sifat lelehnya, pengurangan rekristalisasi, menghasilkan umur simpan yang lebih lama, dan peningkatan viskositas es krim." papar Keynna.


"Selain menambahkan tepung sorgum perlu dilakukan modifikasi bahan lain untuk dapat memenuhi kandungan gizi yang baik pada es krim. Salah satunya adalah dengan mengganti penggunaan susu hewani menjadi susu nabati seperti susu kedelai, susu almond atau susu gandum. Bagaimana?" tanya Keynna usai mempresentasikan idenya.


Mereka semua cengo. Keynna menunggu tanggapan dari rekan kerjanya terutama Jiani namun tak ada yang bersuara. Keynna mulai pesimis, mungkin idenya tak terlalu bagus.


Keynna menggaruk tengkuknya, "Saya rasa ide saya tadi--"


prok prok


"Bravo, Key, bravo." puji Jiana bertepuk tangan diikuti semua orang.


"Eh?"


"Ide kamu bisa kita coba. Desi kamu sudah mencatatnya kan?" Desi mengangguk.


"Saya rasa kita sudah menemukan ide untuk inovasi baru di kafe flower nanti. Ayo kita pelajari dan langsung membuat resepnya. Rapat selesai." tutup Jiana tiba-tiba.


"Loh loh?" Keynna bingung ketika semua orang langsung bergegas keluar ruang rapat.


......................

__ADS_1


*referensi: jurnal KADAR LEMAK DAN KECEPATAN LELEH ES KRIM SUSU KACANG METE (anacardium occidentale) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG SORGUM dari Intan Ayu Pramudia


__ADS_2