DENDAM TAK BERTUAN

DENDAM TAK BERTUAN
Start


__ADS_3

"MAX!"


Anita terlihat panik, ia baru saja bangun tidur dan langsung diserang panik ketika meraba sisi ranjang yang seharusnya ada Max disana namun tempat itu kosong


"MAX" kembali Anita berteriak sembari menyingkap selimut dan beranjak dari ranjang. ia harap Max belum berangkat kerja mengingat ini baru jam 6 pagi. sungguh ia masih merindukan Max, masih belum puas menikmati pelukan hangat nan menenangkan dari suami sibuknya itu


Anita terus berteriak memanggil nama Max, ia mencari dari walk in closed, kamar mandi namun tak juga menemukan keberadaan Max


Anita tanpa pikir panjang keluar dari kamar dan menuruni tangga


"Max!" pekiknya saat mendapati punggung seorang lelaki sedang sibuk di kitchen set.


Max yang merasa terpanggil berbalik dan tersenyum hangat dan menggoyang goyangkan spatula di tangannya lalu berbalik lagi mengaduk sesuatu, menunjukan jika dirinya tengah memasak


tanpa dikomando, tungkai Anita melangkah pelan, kian mendekat dan


Hap


Anita memeluk Max dari belakang. menghembuskan napas lega ia semakin menenggelamkan wajahnya di punggung Max


Jangan tanyakan gimana raut muka Max saat ini, kilatan memangsa dan senyuman iblisnya tercetak sempurna di wajah tampannya itu, ia menunduk sejenak melihat tautan tangan Anita di perutnya


"Duduklah, aku akan menyiapkan sarapan untuk kita" ujar Max dengan suara lembutnya yang dibuat buat


Anita mengangguk, ia mengurai pelukan dan berjalan menuju toilet dapur untuk mencuci mukanya kemudian menuju meja makan. memang ia belum sempat mencuci wajahnya saking takutnya di tinggal oleh suaminya.


suaminya?


ah, kenapa ia jadi tersipu sendiri saat batinnya mengulang kata itu. apakah dirinya sudah menerima takdirnya? takdirnya yang akan sehidup semati oleh lelaki yang menikahinya beberapa bulan lalu itu.


Anita berjanji pada dirinya sendiri akan belajar menjadi istri sesungguhnya untuk Max. ia akan mengabdi pada Max sepanjang usianya.


Sarapan pagi yang dimasak Max sungguh pas di mulut Anita, ia tak hentinya memuji keahlian Max dan berceloteh ingin belajar banyak hal dari Max. membuat nafsu makan Max jadi berantakan namun berusaha ia sembunyikan.

__ADS_1


'cerewet banget sih! pengen aku sumpel tuh mulut pakai tikus m*ti' batin Max


selesai sarapan Max pamitan untuk berangkat kerja, tentu setelah memenangkan Anita yang merengek ingin ikut


'dasar gadis benalu' lagi-lagi Max mengumpati sikap Anita yang tak tahu malu itu


"jaga rumah. aku akan pulang tiga hari lagi" titah Max


dengan wajah berkaca-kaca Anita melepas kepergian Max, entah mengapa hari ini perasaannya tak enak. ia tak mau Max meninggalkannya seorang diri


setelah kepergian Max kembali Anita kesepian, ia seorang diri karna tak ada satupun pembantu yang berani dekat dengannya meski ia tidak membatasi diri dari para pembantu dan penjaga rumah Max, namun mereka lah yang memang menjaga jarak dengannya seolah mereka ketakutan jika berteman dengannya.


Dan disinilah Anita sekarang, di taman, menikmati kesendiriannya. untung saja keindahan bunga bunga yang bermekaran serta kupu kupu yang beterbangan menambah kesan indah pada taman halaman rumah Max pada pagi hari ini


harusnya Anita tidak di sana, harusnya ia kembali ke kamar dan membersihkan diri. namun karna didera rasa kesepian dan kecewa karna lagi-lagi ditinggal sendiri membuatnya berlama-lama di sana, bermain dengan kupu-kupu layaknya anak kecil yang penasaran akan makhluk bersayap warna-warni itu.


keasikan di taman membuat Anita tak menyadari seorang pria asing memasuki rumah. langkah pria itu langsung menuju kamar utama rumah ini yang begitu terlarang. sedangkan pembantu yang melihatnya hanya terdiam dan lebih memilih melanjutkan membersihkan lantai. pria itu terlihat tersenyum puas setelah menyelesaikan misinya, ia menghubungi seseorang melalui telpon genggam, setelah melaporkan kalau tugasnya sudah beres ia buru buru keluar sebelum Anita kembali ke dalam rumah.


Anita tiba-tiba tersentak dari kegiatannya kala hendak meraih seekor kupu-kupu cantik yang tengah asik menghisap madu bunga. tangannya yang terulur beralih memegang dadanya


Anita lantas berdiri setelah berpikir lama namun tak menemukan sesuatu yang sekiranya membuat dirinya lupa akan sesuatu tapi debaran aneh jantungnya masih juga membuatnya tak nyaman


bersamaan dengan itu, seorang lelaki misterius itu menaiki mobil hitam, seringai liciknya terbit kala melihat Anita memasuki rumah.


"kasihan sekali, dijebak untuk dinikahi, bukannya untuk di sayang-sayang malah dinikahi untuk dijebak. ck miris sekali" ucap lelaki itu sembari mengendikan bahunya lalu berlalu dari sana


_ _ _ _ _


Anita mengeryit kala mendapati sebuah paper bag di atas ranjang, seingatnya waktu membersihkan seprai sebelum turun menyusul Max untuk sarapan, paper bag ini tidak ada disini


atau jangan-jangan Max memberinya hadiah?


seulas senyum lima jari terpatri di bibir Anita, ia yakin ini pasti kejutan dari Max, mengingat tak ada yang boleh masuk kamar mereka selain dirinya dan sang suami.

__ADS_1


dengan perasaan membuncah bahagia Anita mengambil isi paper bag, namun seketika ia menganga tak percaya melihat apa yang tengah ia pegang. sebuah ponsel bermerek keluaran terbaru.


Brugh


Anita refleks melempar ponsel tersebut karna teringat perintah Max.


bukannya Max melarangnya menggunkan ponsel? lalu kenapa Max memberikan hadiah sebuah ponsel? atau Max sudah memperbolehkannya kembali menggunakan ponsel untuk mengusir rasa bosan karna Max yang jarang pulang? ya, sepertinya begitu.


Tangan Anita terulur meraih ponsel yang tergeletak di atas bantal.


ponsel ini dari Max, itu berarti Max sudah mengijinkannya menggunkan ponsel, bukan?


Anita tersenyum, ia segera mengontak atik ponsel tersebut setelah dinyalakan.


hal pertama yang ia buka adalah sosmed. ia mengetik nama seseorang yang sudah sangat lama Anita rindukan


@AngrainiPratama


Anita mengelus potret sang ibu disana. meski Anita sedikit kecewa sebab foto itu adalah foto lama, padahal Anita sangat penasaran bagaimana keadaan keluarganya tanpa dirinya. Angraini nyatanya tak pernah lagi mengupload, terbukti upload foto terakhir sang ibu adalah dirinya saat berulang tahun yang ke 17 tahun, dan itu sudah 5 bulan lalu.


Anita kembali mengetik nama @PrtmMalik


sama seperti akun sang ibu, postingan terakhir Pratama adalah lima bulan lalu. namun yang membuat Anita sesak adalah, Pratama telah menghapus foto dirinya di akun lelaki cinta pertama Anita itu.


tak menemukan apa yang ia ingin lihat, Anita kemudian mencari akun sang kakak @AkramPrtm


lagi-lagi Anita harus menelan kecewa kala akun sang kakak juga tak pernah memperbaharui postingannya. padahal mama, papa dan kakaknya itu termasuk manusia-manusia yang selalu update keseharian mereka di sosmed.


apakah mereka semua beralih akun? sebesar itukah mereka ingin menghilang dari kehidupan Anita? sebenci itukah mereka atas kesalahan yang ia lakukan lima bulan lalu? tanya Anita dengan derai air mata


sibuk meratapi nasib, membuat Anita tak menyadari kehadiran seorang lelaki di ambang pintu


"Anita?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2