DENDAM TAK BERTUAN

DENDAM TAK BERTUAN
Epis 43 (Revisi)


__ADS_3

“terima kasih” ujar Sacha setelah ia berhasil menstabilkan pijakannya. Sacha berusaha menjauh dan melepaskan diri dari pria yang tengah memeluk pinggangnya dengan erat namun bukannya dilepas pria itu justru menarik dirinya semakin mendekat ke arah tubuh pria itu


“ada apa dengan dadaku” gumam Max tak nyaman dengan detakan jantungnya yang meningkat namun menenangkan apalagi ketika ia mengeratkan tubuhnya dengan gadis yang menabrak dirinya tanpa sengaja. Perasaan yang tengah ia alami mengingatkan kembali Max pada rasa nyaman ketika ia diam-diam menyelinap masuk ke kamar Anita dan mengobati luka gadis itu dengan begitu pelan, mengobati luka yang ia ciptakan sendiri untuk gadis itu.


“tuan, tolong lepaskan saya” pinta Sacha, ketika ia mendongak untuk melihat wajah seseorang yang merengkuhnya, tiba-tiba saraf-saraf ototnya menegang, darahnya serasa berhenti mengalir dan bola matanya langsung terbuka sempurna, reaksi alkohol sepenuhnya telah hilang berganti suara dengungan nyaring di telinganya. Sacha pias melihat wajah pria yang ia yakini kini nyata di hadapannya. pengalaman traumatis lima tahun lalu menyerang ingatannya hingga membuat tubuhnya gemetar ketakutan


Max mulai menyadari tubuh gemetar wanita dalam pelukannya “apakah anda baik-baik saja?” Tanya Max khawatir


Sacha mendorong tubuh Max, kekuatan dorongannya berhasil memundurkan tubuh Max.


saat Max hendak protes karna sikap kasar wanita itu pergerakannya tiba-tiba membeku saat melihat wajah ketakutan wanita itu padanya

__ADS_1


“pergi!” pekik Sacha


Max mengerutkan keningnya, terusik dengan tatapan wanita itu, lagi-lagi memancarkan aura ketakutan saat melihatnya pada pertemuan mereka yang kedua kali


“aku tak akan menyakitimu, justru aku ingin membantumu” ‘bukankah harusnya aku yang marah karna disini aku yang ditabrak’ Lanjut max dalam hati


“aku. tidak butuh. bantuan anda” tekan Sacha. Wanita itu lalu melengos pergi, sedikit berlari untuk menjauh dari Max seolah pria itu adalah wabah. Tapi lebih tepat dikata iblis.


“transaksi sudah beres, apakah tuan mau tinggal sebentar atau langsung pulang ke hotel?” Tanya Santos hati-hati


“Santos, apakah di wajahku ada yang aneh?”

__ADS_1


Santos menatap wajah bosnya dengan seksama kemudian menggelengkan kepala sembari berucap “tidak ada. Tuan masih tampan seperti biasanya dan tak ada yang berubah”


“aneh sekali, aku baru kali ini melihat ada wanita yang begitu takut saat melihatku. Biasanya mereka sering kali menggunakan banyak trik hanya untuk bisa dekat denganku” ‘terkecuali gadis itu adalah Anita’ lanjut Max dalam hati dengan hati miris mengingat sosok seorang gadis yang sering memberinya tatapan ketakutan dan putus asa lima tahun lalu.


“jangan tertipu tuan, banyak wanita yang memiliki trik seperti itu untuk membuat kita merasa penasaran padanya dan membuat kita berusaha keras untuk mendapatkannya. Itu adalah trik wanita murahan yang berlagak sok mahal”


Max mengangguk walau dalam dirinya masih tersimpan penasaran akan wanita yang ia kenal sebagai putri dari pemilik perkebunan yang ia incar.


‘aku baru bertemu dengannya dua kali dalam momen ketidak-sengajaan, tapi kenapa aku merasa wanita itu tampak familiar’ batin Max


Bersambunggg….

__ADS_1


__ADS_2