
rupanya upaya Alexandre dan Darlina untuk membawa abu sang putri ke pangkuannya mendapatkan kendala sehingga keduanya terpaksa berkunjung ke Madrid untuk memberi penghormatan kepada putri mereka yang telah tiada. segala macam urusan bisnis dan undangan kolega mereka serahkan pada Sacha karna keduanya tak bisa lagi menunggu waktu lebih lama untuk mengunjungi tempat terakhir putri kandung mereka
karna itu, dengan ketidak-tahuan Sacha dengan urusan tersirat kedua orangtuanya di luar kota, disinilah Sacha alias Anita sekarang, di sebuah pesta jamuan yang diatur di sebuah kapal pesiar. kapal yang akan berlayar dua hari dua malam selama pesta jamuan berlangsung. sebenarnya hal ini sangat membosankan buat Sacha tapi dia tak punya pilihan selain mewakili Alexandre dan Darlina karna kedua orangtuanya itu berhalangan hadir, memang ini bukan pertama kalinya ia mewakili undangan orang tuanya, hanya saja kali ini ia benar-benar kesal karna para pengawalnya tidak mengizinkan Ezar mendampinginya, katanya itu perintah pasangan Dior.
sejak sebulan lalu, bahkan Sacha begitu kesusahan menghubungi Ezar dan malah disibukan dengan mengurusi makhluk brengsek yang tiba-tiba menjadi putra tunggal kedua orang tua yang telah memungut dan menyelamatkannya hingga ia bisa selamat dari kejaran anak buah Max pada masa itu. namun rasa damai itu kembali terusik setelah lima tahun lelaki itu kembali muncul di hadapannya dan malah menjadi saudaranya. Sacha seketika bergidik ngeri memikirkan nasibnya. karna itu ia berpikir lebih baik ikut berpesta meski akan membosankan dari pada di rumah yang otomatis membuatnya lebih muak karna akan melihat si anak jantan Dior lalu lalang dengan dalih terapi, yang memancing Sacha terus mengumpat kesal. baiklah, lebih baik menikmati waktu disini.
Sacha baru akan mencoba menikmati suasana pesta ketika ia dikejutkan dengan kehadiran Ezar yang tiba-tiba menepuk pundaknya. Sacha reflek waspada, menoleh kanan kiri mencari keberadaan dua bodyguard setianya yang sering sekali membuat Sacha kesal setengah mati
"bagaimana bisa kamu lolos ke sini?" tanya Sacha setelah menyeret Ezar ke tempat yang lebih lenggang
__ADS_1
"kayaknya hubungan kita semakin tidak mendapat lampu hijau sejak kakak kamu ditemukan" ujar Ezar lesu tak berniat menjawab pertanyaan kekasihnya
"kenapa berkesimpulan seperti itu?" pancing Sacha, sebenarnya ia juga menyadari itu hanya saja ia ingin memastikan apakah Ezar mendapat tekanan lain dari kedua orangtuanya
"hanya firasat. jangankan pintu rumah, gerbang mansion kalian saja sudah tak bisa menerima kedatanganku"
"mansion memang di jaga ketat dua bulan ini sejak lelaki itu datang"
"astaga ternyata benar kamu. lama tak berjumpa Ezar Malik" seorang lelaki dewasa mengulurkan tangannya setelah tiba di hadapan Ezar
__ADS_1
"senang bertemu dengan anda di sini" jawab Ezar menjabat tangan lawan bicaranya dengan senyum lima jarinya. keduanya lalu berbincang ringan, basa-basi layaknya teman lama baru ketemu setelah sekian tahun, mengabaikan Sacha yang nampak terpaku di tempatnya
"oh kenalin, dia Sacha Ezm Dior, kekasihku. Sacha keturunan Spanyol tapi dia mahir menggunakan bahasa Indo" ujar Ezar menjawab pertanyaan berupa kode lirikan mata lawan bicaranya
"wah cantik dan cerdas sepertinya. pantas saja kamu betah di negara orang, mana bisa ninggalin pujaan hati spek bidadari begini"
Ezar tersenyum bangga dengan godaan lawan bicaranya
"kenalin sayang, dia teman bisnis aku di Indonesia, namanya Aqram Pratama" ujar Ezar memperkenalkan temannya pada Sacha, bersamaan ter-ulurnya tangan Aqram ke hadapan Sacha
__ADS_1
"panggil saja Aqram" suara yang sangat Sacha rindukan itu seolah menggema memenuhi isi kepalanya
Bersambung...