
pagi ini kembali Max repot di dapur untuk menyiapkan sarapan untuknya juga Anita. setelah selesai ia memasuki kamar, menatap datar pada sorang gadis di atas ranjang yang masih bergelung di bawah selimut. menghela napas panjang, Max melangkah mendekat dan membangunkan istrinya itu
"Nita, bangun yuk, udah pagi" dengan sabar Max berusaha membangunkan Anita
Anita melenguh, lalu perlahan membuka matanya, sontak ia beranjak dengan ekpresi tak enaknya
"maaf, aku bangun telat lagi"
"nggak papa. kamu mandi yah terus kita sarapan bareng" tutur Max
"kamu udah mandi?"
" mau mandi bareng?" tanya Max membuat Anita langsung bersemu merah
"hahaha, aku mandi di kamar tamu. keburu telat kalau kita harus gantian" ucap Max sembari mengacak gemas rambut Anita lalu lelaki itu berlalu keluar kamar
Anita memegang dadanya, kenapa rambutnya yang diacak tapi detak jantungnya yang berantakan?
_ _ _ _ _
"Sayang aku berangkat dulu yah" pamit Max setelah mereka selesai sarapan, Max meraih kepala Anita lalu mencium kening gadis itu.
Max mengerjab kala Anita meraih tangan kanannya dan membawa punggung tangannya ke bibir gadis itu
dingin dan lembut. Max menelan ludah dibuatnya
Max dibuat terkejut dengan perkembangan Anita. selama sebulan pernikahan mereka jika Max berpamitan dan mencium keningnya, Anita tak pernah meresponnya apalagi meraih tangannya untuk disalimi. tapi sekarang? Anita bahkan sudah mencium punggung tangannya dan berucap "hati-hati"
'Waww perkembangan yang luar biasa gadis' batin Max bersorak
setelahnya lelaki itu pergi meninggalkan Anita seorang diri di rumah.
Di dalam mobil, Max merogoh ponselnya dan mengetik pesan untuk Anne
to My Love
__ADS_1
"Persiapkan dirimu sayang, aku tidak mau kalau aku datang kau belum siap ku makan"
setelah pesan terkirim, Max mengendarai mobilnya begitu semangat
_ _ _ _ _
Apartemen
sepasang suami istri siri terlihat duduk di sofa apartemen milik Anne sembari mengatur napas. si lelaki hanya memakai celana boxer untuk menutupi aset berharganya sedangkan si wanita duduk di sampingnya sembari bergelayut manja di lengan lelakinya tanpa sehelai benangpun menempel di tubuh indahnya. ya, mereka baru saja menyelesaikan ritual penghasil peluh di sofa tersebut.
"honey, apa rencana mu belum bisa kau mulai?" dengan suara manjanya Anne akhirnya bertanya setelah sebulan ini menunggu aksi Max yang tak kunjung kunjung ia jalankan
"Tidak semudah membalikan telapak tangan Anne. semuanya bertahap. aku akan membuatnya takluk dan setelahnya aku akan memulai semuanya" terang Max menyeringai. ia menatap langit langit apartemen membayangkan rencananya
"sebulan bukanlah waktu singkat sayang, aku takut kau akan menaruh hati padanya" Anne menyampaikan kegundahan hatinya sembari menatap Max dengan bibir mengerucut
"Kau tau aku dan dia mustahil untuk bersama" tutur Max meyakinkan lalu mencium pucuk kepala Anne
Anne menghela napas lega, mempercayai perkataan Max tidak akan berpaling darinya. tiba tiba seringai jahil muncul di bibir Anne
Max mengeram menikmati sentuhan jemari Anne pada miliknya yang terbungkus kain boxer. Max tersenyum penuh arti ke arah Anne
"sesuai keinginanmu sayang" ucap Max dan langsung menggendong Anne menuju ranjang
Dan terjadilah pertempuran ronde ke 4 dan ke 5 hingga sore hari di apartemen itu.
Sementara di rumah, Anita tampak gelisah menunggu kedatangan Max pulang dari kantor, sesekali ia melihat penunjuk waktu di diding kamarnya. Memang waktu belum menunjukan jam pulang Max, namun gadis cantik itu sangat antusias menunggu kepulangan suaminya hari ini. Tangannya dengan malas membolak balikan lembar demi lembar majalah di meja sofa. sesekali ia beranjak untuk bercermin guna melihat penampilan dirinya, ia bahkan tak segan segan berputar putar di depan cermin untuk melihat keseluruhan tampilannya.
Hari ini Anita sadar kelakuannya tak seperti hari hari sebelumnya. Ia menunggu kedatangan suaminya yang ia rindukan itu. Rindu? ya, Anita merindukan sosok Max yang sebulan ini perlahan telah mencuri hatinya.
Bagaimana tidak luluh? Max dengan baik hatinya menerima dirinya, membimbingnya dengan sabar, menyayangi Anita, bahkan Max rela menggantikan tugas yang seharusnya Anita lakukan sebagai seorang istri, seperti memasak misalnya.
Diam diam Anita sering curi curi pandang dengan Max, bahkan ia juga merasa senang jika di pagi hari ia dapati Max memeluk dirinya padahal jika malam hari selalu ada guling di antara mereka.
Jika Anita tahu arti cinta mungkin ia bisa menyimpulkan ia sudah jatuh cinta dengan lelaki yang menikahinya sebulan lalu itu, jatuh dengan perhatiannya, jatuh dengan kasih sayangnya, juga jatuh akan pesona suaminya itu, namun ia masih terlalu kecil mengerti akan cinta, toh selama ini ia tidak pernah mencintai seseorang selain cinta pada keluarganya.
__ADS_1
Tapi tak dapat Anita sangkal bahwa akhir-akhir ini di pikirannya selalu ada Max, ia senang jika Max ada di dekatnya, ia nyaman dengan dekapan dekapan Max yang begitu menenangkan hingga dirinya sedikit bisa berdamai dengan takdirnya yang di buang oleh keluarganya, meski rindu untuk keluarganya begitu menggebu namun dengan Max di sampingnya Anita perlahan menerima kenyataan pahit itu.
Anita bertekad akan belajar jadi istri yang berguna untuk Max mulai sekarang.
Jam menunjukan pukul 5 sore, saatnya menyambut kedatangan suaminya yang seharian ia rindukan. gadis itu turun ke bawah, membuka pintu utama dan menunggu Max di luar rumah, ia duduk di kursi depan sambil membaca novel. ya, hanya novel, majalah fashion dan tv yang sudah di setel khusus agar hanya chanel sinetron dan chanel kartun yang di muat oleh tv tersebut, ia bahkan di larang menggunakan ponsel oleh Max dengan alasan Max tidak mau Anita akan sakit hati jika ia menemukan berita tentang keluarga Pratama.
Anita tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah Max, toh itu demi dirinya agar tidak terlalu jatuh dalam kesedihan. Meski ia bosan namun ia berusaha menjalani kehidupannya dengan Max, jika Max sudah berangkat kerja, Anita hanya akan sibuk dengan tiga hal itu, novel, majalah Fashion dan tv untuk menemani kesehariannya.
setelah beberapa saat menunggu, terlihat Mobil Fortuner merah memasuki pekarangan rumah, sudut bibir Anita terangkat membentuk sebuah senyuman bahagia menyambut kedatangan suaminya
Anita segera berdiri dan menghambur memeluk Max saat Max sudah berada di depannya.
"Kau menungguku?" tanya Max kebingungan dengan reaksi Anita namun Max tetap membalas memeluk Anita
anggukan sebagai jawaban Max dapati dari wanita yang masih membenamkan wajahnya di dada bidangnya
"uhh sayang, aku merindukan mu seharian ini" tangan kiri Max mengusap lembut kepala Anita sedangkan tangan kirinya masih memeluk tubuh istri kecilnya itu
"aku juga merindukanmu" cicit Anita malu-malu
"Sungguh? " tanya Max memastikan, alisnya terangkat sebelah menanti jawaban gadis yang berada dalam pelukannya itu
Anita mengangguk mantap "Aku merindukanmu suamiku" katanya kemudian, wajahnya sudah memanas dan memerah menahan malu karna telah berhasil mengungkapkan perasaannya
Namun berbeda dengan Max, tampak kilatan amarah di mata tajam lelaki itu, tangan kirinya yang memeluk Anita tiba tiba mengepal erat, namun buru buru ia menetralkan ekspresinya saat Anita mencoba melepaskan pelukannya dari Max
setelah melepas pelukannya Anita segera berlari menuju kamarnya, ia tidak berani menatap suaminya setelah ia mengutarakan perasaannya. Ia malu. Sungguh. Bahkan ia tidak sempat memperhatikan pakaian suaminya berbeda dengan pakaian yang ia kenakan tadi pagi waktu berangkat kerja.
Max berdiri mematung ditempatnya, ia memiringkan kepalanya melihat tingkah istri kecilnya itu, sepersekian detik selanjutnya seringai menyeramkan muncul di wajah tampannya itu.
"Welcome to the game baby. Hahaha" Max tergelak. Tidak sia sia kesabarannya menghadapi tingkah Anita yang sangat manja itu. Pikirnya
lelaki itu melangkah masuk menyusul Anita di kamar mereka dengan riang gembira sembari hatinya terus mengumamkan 'permainan akan segera di mulai'
Bersambung...
__ADS_1