
langit biru cerah di langit Kepulauan Baleares tertutupi dengan sinar surya yang memantulkan cahaya perpaduan merah dan kuning sehingga jalanan yang tengah padat kendaraan itu bisa menikmati berkendara dengan warna jingga yang mengiringi. tak terkecuali seorang wanita cantik dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya, yang sesekali menggerakkan bibir mengikuti lirik lagu yang tengah mengalun menemani perjalanannya. rambut panjang yang dicurly bagian bawahnya tampak ikut bergerak-gerak ketika kepalanya terhipnotis mengikuti dentuman musik yang menyempurnakan keceriaan hatinya. tak lama fokusnya teralihkan ketika ia menerima panggilan masuk dari seseorang yang begitu penting dalam hidupnya
"halo papa?" sapa nya dengan nada riang.
‘dimana sayang?’ nada lembut namun tegas itu membuat bibir wanita cantik itu meringis
"Sacha hanya ingin bersenang-senang, setelahnya janji langsung pulang” balasan yang terdengar seperti bujukan agar seseorang diseberang sana mengizinkannya untuk melakukan rencana yang telah ia susun sebelum kembali ke rumah menghadap sang papa
‘oke janji jaga diri untuk papa’ sahut dari seberang membuat garis bibir gadis bernama Sacha itu sontak melengkung sempurna membentuk senyum kepuasan
“jangan kirim orang-orang papa ya. mereka kadang merepotkan dan menggagalkan rencana Sacha” serunya yang mengetahui akal bulus lelaki yang ia panggil papa itu, selalu mengirim bala bantuan padahal ia terbebani akan niat baik sang papa. bagaimana tidak? bukannya membantu, para bawahan yang dikirim papanya itu lebih sering melakukan kekacauan dan menggagalkan misinya, mereka akan membatasi geraknya sebab selalu mengamuk kala Sacha mulai di goda oleh beberapa target dan itu membuat mereka harus berakhir diusir karna membuat keributan
“percaya sama Sacha pa, putri cantik papa ini akan melaksanakan pekerjaan dengan baik!” lanjutnya dengan nada penuh percaya diri, selain memang ia memiliki percaya diri kuat, Sacha juga mau meyakinkan sang papa jika ia sudah dewasa dan bisa dilepas untuk melumpuhkan musuh mereka
Sambungan telpon segera Sacha putus ketika mendengar jawaban dari seberang yang membuat lengkungan bibirnya full ke atas. segera ia tancap gas dan melajukan Bugatti La Voiture Noire warna merah itu membelah jalanan kota Palma de Mallorca, Spanyol
__ADS_1
laju mobil itu terhenti tepat di depan sebuah bangunan mewah yang mulai ramai didatangi para manusia-manusia butuh hiburan untuk melepas penat sehabis seharian bekerja atau mungkin memang mencari hiburan semata. gadis yang bernama Sacha itu menurunkan kaca matanya memindai sekitar, sontak bibirnya tersungging miring kala mendapati seseorang baru saja turun dari mobil dengan pengawalan yang cukup ketat
"waktu yang sangat pas” gumamnya, lalu setelahnya ia bergerak cepat melepas jaket kulit bewarna hitamnya, memarkan baju seksi berwarna merah terang tanpa lengan, kemudian ia melepaskan ikatan pada baju bagian perut sehingga tampak gaun selutut yang begitu seksi, setelahnya ia melepas jeansnya agar penampilannya tidak terlihat aneh. lalu kemudian tangannya bergerak lincah memoleskan gincu merah pada bibirnya.
Sacha mengambil napas panjang lalu turun dari mobil mewahnya. ia berjalan begitu anggun seolah ia adalah pengunjung tetap tempat itu, para penjaga kasino pun menunduk hormat padanya sebelum membukakan pintu
"selamat datang, silahkan nona" Sacha membalasnya dengan senyum kecilnya. langkah demi langkah membawanya mendekat ke arah target, namun alih-alih mendekat ke meja targetnya, ia malah berbelok ke arah bartender dan memilih memesan minum di sana
sembari menikmati cairan berwarna putih itu, lirikan matanya sesekali mengarah ke arah meja yang memperlihatkan para lelaki tengah berlomba memenangkan ribuan euro yang bertebaran di meja dengan cara mengocok dadu. Sacha tengah mengamati dan mempelajari suasana
“saya perhatikan permainan tuan sudah bagus, hanya saja tuan kurang bersemangat. jikalau tuan memperkenankan, saya ingin menemani tuan untuk mengalahkan mereka” bisik Sacha di telinga pria berbaju abstrak itu yang tampak terkejut akan kehadiran Sacha, namun sepersekian detik kemudian lelaki itu tersenyum miring dan segera menarik tubuh Sacha ke pangkuannya
"baiklah sayangku. temani saya main malam ini” bisik pria itu sensual membuat Sacha mengumpat dalam hati namun ia tak boleh memperlihatkan keengganannya jika ingin rencananya berhasil
Mempertahankan senyumnya, Sacha mati-matian menahan geram, ia beberapa kali mengambil tangan lelaki yang tengah memangkunya ke depan meja dan mengelusnya, lebih baik demikian dari pada tangan lelaki itu yang nakal menjelajahi tubuhnya. Sacha berjanji akan meminta tangan lelaki itu terlebih dahulu sebelum mengeksekusi pria itu nanti.
__ADS_1
"waw kamu luar biasa sayang” ujar lelaki itu takjub memuji kemampuan gadis cantik di pangkuannya kala ia menang taruhan akibat nomor yang dipasang gadis itu "kamu keberuntunganku” lanjutnya hendak mendaratkan jil4tan di leher Sacha namun Sacha sigap menghindar dengan beranjak meraih dadu.
Sacha kali ini yang bertugas melempar dadu setelah semua orang menyebutkan angka keberuntungan mereka.
namun belum sempat Sacha melempar, kegaduhan menghentikan aksinya, lantas lelaki yang tadinya memangkunya sudah berlari kocar kacir saat menyadari bahaya setelah melihat para gerombolan yang memasuki kasino.
Sacha menegakan tubuhnya dan mengamati sekitar, orang yang merasa tak memiliki kesinggugan terhadap Vangster tetap santai melanjutkan kegiatan mereka, terkecuali mereka yang sudah di blacklist dari daftar pengacau geng Vangster, mereka kocar-kacir keluar dari gedung mewah itu
Sacha mengendikan bahu, melempar asal dadu lalu beranjak pergi tak peduli siapa yang menang selanjutnya. saat melewati beberapa pria berpistol yang ternyata adalah geng mafia yang terkenal paling bahaya di Spanyol, Vangster, ia berbisik "dia tidak akan lari jauh dan jangan lupa konfirmasi ke papa, saya sudah mengirim gps-nya sama bos kalian itu” ujarnya dengan bahasa Spanyol yang lancar
“baik. Terimakasih atas kerja keras nona, pasti bos bangga memiliki putri yang cerdas dan pemberani seperti anda” ucapan terimakasih itu hanya ditanggapi kedikan bahu oleh si gadis cantik yang bernama lengkap Sacha Ezm Dior itu, seorang putri dari bos Mafia yang disegani penduduk Negara Spanyol.
Sacha melenggang pergi setelah menyerahkan tugas menangkap penjahat gadungan itu yang sudah menyinggung bisnis Vangster.
Bersambungg…
__ADS_1